
Adnan yang mendengar kalau istrinya mual mual langsung saja pergi kekamar baru saja akan memberi pelajaran pada ibunya Ayana, tapi Ayana sedang tidak baik-baik saja. Ayana yang lebih utama.
Saat Adnan membuka pintu ternyata istrinya sedang meminum teh hangat, Adnan langsung berlari dan duduk dipinggir tempat tidur.
"Sayang ada apa, kita kerumah sakit ya "
Ayana mengelengkan kepalanya dengan lemah "Tidak ini hanya masuk angin biasa saja, aku tak kenapa-napa. Kenapa nggak terusin kerjaan kamu aku nggak apa-apa kok, aku cuman masuk angin"
"Kita besok ke rumah sakit kita cek ya"
"Ga, aku ga apa-apa "
"Sayang takutnya kamu lagi hamil"
__ADS_1
Ayana malah tersenyum "Kita baru saja menikah masa aku tiba-tiba langsung hamil lagi tidak mungkin kan"
"Kenapa tidak, banyak yang seperti itu, kita cek dulu ya. Aku ingin tahu dulu ayolah sayang" sambil menciumi tangan istrinya.
Ayana akhirnya menganggukan kepalanya setuju dengan apa yang suaminya mau "Baiklah kita akan pergi kerumah sakit ya, setelah mengantar anak-anak pergi kesekolah "
Adnan setuju saja, Adnan mencium bibir istrinya cukup lama dan kembali menatap istrinya "Aku akan nanti pakaianku dulu, nanti setelah itu kita tidur sama-sama ya"
Ayana lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya. Ayana meminum kembali tehnya. Ayana mengusap perutnya yang masih rata.
Ayana melihat suaminya yang sudah memakai piyama, tapi hanya celananya saja seperti biasa seperti itu. Adnan langsung naik ketempat tidur, Ayana tentu saja langsung mendekat dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya itu.
"Tidur sayang, semoga kita besok mendapatkan kabar bahagia ya, aku menunggu hari itu " ucap Adnan sambil menciumi kening sang istri.
__ADS_1
Ayana malah makin nyaman diperlakukan seperti itu, Ayana makin mendekatkan tubuhnya dan makin memeluk suaminya dengan erat, rasannya Ayana tak mau melepaskan pelukannya ini.
...----------------...
"Kamu mendaftar dengan benar tidak tadi" tanya Ayana sambil menyenggol tangan suaminya mereka sudah ada di rumah sakit dan sekarang mereka sedang mengikuti seorang suster yang mengajak mereka untuk langsung datang ke dokter kandungan khusus.
"Kamu lihat sendiri tadi aku mendaftar di resepsionis seperti yang lainnya "jawab Adnan yang memang tidak mengerti juga, setelah tadi daftar dirinya disuruh untuk menunggu didepan praktek dokter kandungan, antrian nya cukup panjang.
Tapi tiba-tiba saja baru saja Adnan duduk bersama istrinya dan bersama yang lainnya, tiba-tiba saja ada seorang suster yang mendekatinya dan menjemputnya untuk ikut dengannya langsung ke dokter kandungan yang lain.
Ayana kira ini adalah ulah suaminya yang memang ingin cepat-cepat diperiksa, tapi saat ditanya ternyata suaminya malam menjawab seperti itu berarti suaminya tidak tahu apa-apa kan.
Mereka melihat seorang dokter berjas putih sedang memarahi seorang petugas resepsionis di depan tadi, yang melayani Adnan, Adnan sampai bingung kenapa dia sampai di marah-marahi seperti itu, apakah dia melakukan kesalahan tapi dilihat-lihat tadi pekerjaannya baik-baik saja.
__ADS_1
"Maaf prof tadi saya tidak melihat dengan jelas, dan satu lagi mereka daftar dengan nama Nona Ayana makanya saya tidak melihat nama Pak Adnan. Maafkan saya prof"
Adnan yang mendengar namanya disebut langsung melihat kearah sana.