
"Halo Ibu bagaimana kabarmu apa kamu baik-baik di sana, tapi yang aku lihat wajah kamu itu terlihat begitu lelah sekali. Apakah ibu baik-baik saja"
Fira mengganggukan kepalanya, sekarang dirinya sedang melakukan video call dengan Kamila. Memang sudah lebih sering Fira dan juga Kamila bertukar kabar. Fira begitu senang sekali sekarang. Fira sedang waktunya beristirahat mumpung ada waktu Fira menghubungi anaknya.
Untungnya juga Rio tidak melarang Kamila untuk selalu berhubungan dengannya. Rio juga selalu mengangkat teleponnya. Ya meskipun kata-katanya itu selalu ketus tapi bukan itu yang Fira harapkan, Fira hanya ingin berbicara dengan anaknya dan melihat wajahnya saja itu sudah cukup untuknya sebelum nanti Fira menemuinya.
"Kabar ibu baik, bagaimana kamu apakah di sekolah baik-baik saja"
"Tentu di sekolah baik-baik saja, sekarang aku sudah bisa menghitung dengan benar, aku sudah bisa menggambar rapi tapi tidak rapih-rapih sekali sih tapi kan itu sudah ada kemajuan ibu. Aku senang sekali bersekolah di sana banyak teman-teman dan juga mereka baik-baik semua tidak ada yang memusuhiku"
"Hebatnya anak ibu, terus ya belajar Ibu yakin nanti kamu akan menjadi anak yang pintar"
"Tentu saja Ibu. Aku ingin bercerita Ibu aku punya teman baru, aku senang sekali memiliki mereka. Ternyata mereka begitu baik sekali ibu "
"Siapakah itu "tanya Fira dengan sangat penasaran.
"Temanku itu Melisa dan juga Melinda, mereka itu kembar Ibu mereka itu adalah anaknya Ayah Adnan dan juga tante Ayana, Mereka tuh sangat baik padahal aku waktu itu pernah membuat masalah dengan mereka, tapi mereka saat aku minta maaf mau bermain denganku baik sekali kan mereka"
"Satu lagi tante Ayana juga sangat baik, dia tidak pernah membeda-bedakan aku dan juga Melisa serta Melinda, ibu harus bertemu dengannya pasti ibu akan menjadi teman baik dengan Tante Ayana nanti "
Senyum Fira langsung pudar, anaknya Ayana dan juga Adnan. Tapi Fira segera merubah ekspresinya itu, Fira tidak mau membuat anaknya tiba-tiba menjadi takut padanya atau berpikir yang tidak tidak tentangnya.
Ayana juga, dia bisa baik pada Kamila padahal Ayana tahu persis kalau Kamila itu adalah anaknya, anak perempuan yang sudah menghancurkan kehidupannya.
"Benarkah baik sekali mereka sampai-sampai bisa memaafkanmu, lain kali jangan bertengkar lagi ya. Ibu berdoa semoga kalian akan menjadi teman baik sampai nanti dewasa"
Fira tidak mau sampai nanti anak-anaknya malah jadi musuh seperti dirinya dan juga Ayana, tapi dirinya saja sih yang memusuhi Ayana dan juga mengusik hidupnya.
"Iya Ibu aku tidak akan lagi bertengkar dengannya, aku bahagia bisa berteman dengan mereka, mereka itu sangat baik sekali mereka itu sangat perhatian sekali aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka"
__ADS_1
"Nanti juga aku akan menginap di rumah mereka, kami akan tidur bertiga ibu dan menghabiskan waktu dengan banyak "
Kamila benar-benar menceritakan segalanya pada Fira, tidak ada lagi yang dia sembunyikan dari ibunya itu. Kamila juga sangat bahagia Ibunya bisa berubah dan menjadi baik padanya tidak seperti dulu.
"Bagus ibu suka dengan kamu yang berteman dengan mereka"
Fira melihat jam tangannya sebentar lagi jam waktu istirahatnya habis. Lebih baik Fira menutup teleponnya saja dulu, Fira harus fokus bekerja sekarang.
"Sayang maaf ya Ibu tidak bisa lama-lama untuk melakukan video call denganmu. Ibu harus bekerja lagi"
"Lalu nanti Ibu kapan pulang, sekarang sudah sangat malam sekali Ibu seharusnya ibu sudah ada di rumah"
"Akan lama Ibu pulang, pasti Kamila sudah tidur jika ibu pulang, Ibu tidak mau mengganggu tidur Kamila. Ibu tak akan telfon lagi jadi kamu harus langsung tidur ya "
"Hemm, baiklah kapan ibu akan menemui Kamila"
"Tepatnya kapan, aku ingin menghitungnya dari sekarang "
"Ibu tidak bisa berjanji sayang, tapi Ibu janji akan menemuimu pokoknya ini adalah sebuah rahasia, kamu hanya perlu menunggu saja dan nanti ibu akan datang"
"Baiklah aku tunggu ibu, jangan sampai nanti kamu mengingkari janjimu itu"
"Tidak, ibu tidak akan mengingkari janji Ibu. Kamu tunggu ya sekarang lebih baik tidur beristirahat, besok kan kamu juga harus sekolah"
Kamila menganggukan kepalanya, dia segera membaringkan tubuhnya dan melambaikan tangan pada ibunya. Setelah sedikit berbasa-basi Fira mematikan sambungannya.
Bukannya langsung masuk ke dalam cafe. Tapi Fira masih diam di luar dan melamun. Memikirkan tentang kata-kata anaknya tentang anak Adnan dan juga Ayana.
Fira menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya. Fira harus bisa melupakan segalanya. Fira tidak boleh kembali terjerumus pada hal yang sama lagi.
__ADS_1
Fira segera bangkit dan menyemangati dirinya sendiri, yakin lambat laun Adnan akan hilang dalam hatinya dalam pikirannya. Fira harus fokus bekerja anaknya sudah menanyakan kapan dia akan kembali, akan melihatnya dan dalam waktu cepat ini Fira akan bertemu dengan Kamila.
Fira langsung masuk ke dalam restoran dan menyiapkan segalanya, kembali bekerja dan fokus pada satu tujuan saja tidak ada yang lain.
...----------------...
Kamila memberikan ponselnya pada ayahnya. Kamila langsung menarik selimutnya dia sudah senang bisa berbicara dengan mamanya, meskipun hanya sebentar tidak lama seperti biasanya.
"Apakah Kamila sangat merindukan ibu, dan ingin bertemu dengan ibu"
Kamila langsung saja menganggukan kepalanya dengan semangat. Kamila benar-benar ingin bertemu dengan ibunya, apalagi Ibunya sudah sangat baik sekali seperti tadi "Tentu saja Kamila ingin bertemu dengan ibu, apalagi Ibu sangat perhatian sekali, Kamila ingin dipeluk oleh ibu dan Kamila juga ingin tidur bersama ibu"
Rio mengusap kening anaknya dan menciumnya "Bagaimana kalau kita yang menemui ibu"
"Ayah yakin "sambil menutup mulutnya tidak percaya dengan kata-kata ayahnya.
"Tentu saja Ayah yakin, kenapa Ayah harus berbohong mau tidak kalau kita yang menemui Ibu ke sana"
"Tentu saja Kamila mau, Kamila ingin bertemu dengan ibu"
"Tapi Kamila tidak bisa menginap di rumah Melissa dan juga Melinda dulu bagaimana "
"Iya tak masalah nanti Kamila akan berbicara pada Melissa dan juga Melinda, pasti mereka juga akan mengerti. Ya sudah Kamila akan tidur dulu, nanti Kamila akan menyiapkan segalanya. Pokoknya Kamila ingin segera bertemu dengan ibu Ayah"
"Baiklah tidurlah"
Rio melangkah keluar dari dalam kamar dan mematikan lampunya, Rio akan melakukan apa saja untuk membuatnya anaknya kembali tersenyum dan bahagia, inilah salah satu yang membuat anaknya bahagia adalah bertemu dengan ibunya.
Rio akan mengesampingkan rasa bencinya pada Fira demi kebahagian anaknya ini.
__ADS_1