
Mama Linda sudah ada di depan pintu rumahnya Ayana. Dia masih melongo melihat penampilan rumah Ayana yang begitu memprihatinkan untuknya. Padahal kalau dilihat dari segi orang menengah rumah Ayana cukup baik hanya saja tidak sebesar rumah Mama Linda.
"Cari siapa ya Bu "tanya Ibunya Ayana yang keluar karena melihat ada ibu-ibu yang diam saja di depan pintunya, sangat mencurikan sekali kan. Makannya Ibunya Ayana keluar.
"Saya mau cari anak saya Adnan, dia ga pulang ke rumah seharusnya kemarin malam dia itu tunangan tapi gara-gara anak kamu Ayana dia datang ke sini kan. Pasti Ayana yang udah buat Adnan kabur "
"Heh asal Ibu tahu aja anak saya juga ga ada dia ga pulang. Yang ada saya yang harusnya datang ke rumah Ibu menanyakan keberadaan anak saya. Ayana ga ada di rumah pasti Adnan yang sudah membawanya. Memangnya anak saya itu perempuan macam apa seharusnya Adnan itu menikahi anak saya. Pokoknya saya akan menuntut Ibu dan juga anak ibu karena anak Ibu sudah membawa kabur anak saya"
"Apa anak saya membawa kabur anak kamu. Tidak salah yang ada anak kamu yang bawa kabur anak saya Adnan. Adnan ga mungkin bawa kabur anak orang. Cepet keluarin Adnan anak saya "
"Buat apa saya menyembunyikan Adnan, dia itu laki-laki dewasa mau saya sembunyikan di mana dia. Silakan kalau anda mau cek rumah saya silakan silakan masuk-masuk. Saya ga peduli karena memang saya ga menyembunyikan anak kamu. Yang ada anak kamu yang bawa anak saya.Pokoknya saya akan lapor polisi dan masalah ini harus selesai, anak saya harus ketemu "
__ADS_1
Mama Linda tanpa permisi langsung saja masuk dan tidak membuka sepatunya, dia mengecek satu persatu kamar dan tidak menemukan anaknya Adnan, apalagi Ayana juga tidak ada apa mereka berdua sudah merencanakan semua ini, mereka berdua memang ingin kabur.
"Bagaimana sudah puas tidak ada kan, aku sudah bilang kan mereka tidak ada di sini. Jadi jangan macam-macam sana pergi aku akan lapor polisi dan sampai anakku tidak pulang dalam waktu 24 jam aku benar-benar akan membawa Polisi ke rumahmu"
"Berisik sekali, aku tidak peduli dan aku tidak takut. Mau Polisi datang ke rumahku pun aku tidak akan pernah takut"
Mamah Linda segera pergi dari rumah Ayana. Dia harus mencari Adnan ke mana lagi. Kenapa Adnan ini malah menyusahkannya dan membuatnya malu di hadapan Ayahnya Fira. Adnan itu sudah dewasa tapi malah seperti anak kecil.
"Hancur Tante, aku hancur banget. Kenapa Adnan bisa lakuin itu sama aku. Seharusnya kemarin malam itu adalah hari bahagia aku sama Adnan, tapi kenapa dia malah ga datang dan malah kabur tante sekarang di mana Adnan "
"Maafin anak tante, Tante akan bawa Adnan ke hadapan kamu. Ini Tante lagi cari Adnan kamu jangan pernah lakuin apa-apa dan jangan pernah malu. Karena ini bukan salah kamu ini salah anak tante dia emang ga tahu diri. Ini pasti ulah Ayana, Ayana yang telah membawa Adnan dan juga mempengaruhi pikiran Adnan"
__ADS_1
"Aku sekarang tidak berani untuk keluar rumah Tante, pasti orang-orang akan menertawakan ku mengolok-ngolok ku karena aku tidak jadi bertunangan. Apalagi kemarin sangat banyak tamu. Aku begitu malu tante"
"Jangan takut, jangan takut jika ada yang sampai mempermalukan kamu atau menertawakan kamu lawan saja tidak usah takut. Lawan mereka, tante akan buat Adnan minta maaf sama kamu"
"Aku tunggu kabar dari Tante ya, aku berharap Adnan balik dengan cepat dan bisa menikah denganku secepatnya. Tidak usah ada pertunangan langsung saja menikah. Mungkin sekarang aku kecewa tapi aku akan memberi kesempatan kedua untuk Adnan "
"Iya Iya Tante mengerti. Pokoknya Adnan akan cepat-cepat menikahimu. Tante akan mencari Adnan tante juga ga rela kalau Adnan misalnya sama Ayana"
"Iya tante"
Setelah sambungan terputus Mama Linda benar-benar mencari kembali Adnan, meskipun dia tidak tahu harus mencari kemana Adnan. Sedangkan Fira sendiri dia sama sekali tidak sedang bersedih. Dia sedang berdandan akan pergi ke club bersama pacarnya.
__ADS_1