Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 159


__ADS_3

"Jadi apa yang akan kamu bicarakan pada aku Fabian, sampai-sampai kamu membawa aku kemari "


"Ada sesuatu yang ingin sekali aku bicarakan padamu Ayana dari dulu semenjak kita dekat, semenjak kita menjadi teman baik"


Ayana mengerutkan keningnya. Binggung dengan Fabian yang tiba-tiba seperti ini. Sebenarnya apa yang ingin Fabian katakan sepertinya sangat penting sekali.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan pada aku Fabian, aku akan mendengarkan semuanya"


"Tapi kamu janji tidak akan pernah menjauhi aku, tidak akan pergi dariku dan akan tetap menjadi temanku. Aku hanya ingin mengutarakannya saja tanpa melakukan apa-apa. Aku tidak akan menghancurkan hubungan kamu dengan Adnan, aku akan terus mengikuti semua takdir yang terjadi "


"Aku bahagia melihat kamu bisa bahagia dengan pilihan kamu lagi. Meskipun aku sedikit ragu karena kamu menikah dengan laki-laki yang pernah menyakiti kamu, tapi aku akan terima apapun itu pilihan kamu. Aku tidak akan melarangmu melakukan itu Ayana selagi menurutmu itu baik"


"Aku akan jujur sekarang. Tolong dengarkan dan jangan pernah benci aku, aku tak siap kalau harus kamu benci, aku tak bisa Ayana "


"Iya aku akan mendengarkan semuanya dan aku tidak akan pernah membenci kamu, dan tidak akan pernah menjauhi kamu"


Meskipun Ayana belum tahu apa yang akan Fabian katakan, tapi Ayana tak mau membuat Fabian tak mengatakan apa yang ingin dia katakan. Ayana sudah sangat penasaran sekali, ingin tahu sebenarnya selama ini apa yang Fabian simpan.


"Aku sebenarnya suka dengan kamu Ayana dari dulu sampai sekarang, perasaanku tak pernah berubah malahan makin besar rasa cinta aku ini sama kamu"

__ADS_1


Ayana tentu saja kaget mendengar semua itu. Fabian suka dengannya apakah semua itu hanya lelucon tidak mungkin kan Fabian tertarik padanya. Ayana ini buka lah siapa-siapa sampai harus Fabian cintai.


"Aku tidak main-main Ayana, aku memang suka denganmu. Awalnya aku mendekatimu karena memang aku tertarik dengan kamu. Aku suka denganmu tapi aku tidak berani untuk mengutarakan semuanya, memberitahu semua perasaan aku ini padamu. Aku takut persahabatan kita hancur"


Fabian masih tetap menatap Ayana, yang ekspresi wajahnya sudah berubah-ubah. Tapi Fabian dari rumah sudah bertekad akan berbicara semua ini akan mengatakan semuanya. Fabian tidak mau ada yang ditutup-tutupinya lagi Fabian ingin semuanya baik-baik saja.


"Aku mengatakan ini bukan untuk merusak hubungan kamu dengan Adnan. Aku tidak akan mengganggu aku tidak akan pernah menghancurkan hubungan kalian. Aku hanya ingin memberitahumu saja Ayana kalau sebenarnya awal aku mendekati kamu karena aku mencintai kamu. Aku menyayangi kamu tapi aku sadar aku tidak akan pernah bisa mendapatkan kamu sampai kapanpun, aku tidak mau merusak persahabatan kita. Aku ingin selalu kita bersama-sama"


"Aku hanya ingin memberitahu itu saja. Aku ingin hatiku tidak merasa berat lagi, selama ini aku memendam semua itu pada mu Ayana. Aku menyimpan segalanya sendiri tidak ada orang yang tahu tentang perasaanku ini padamu"


"Aku minta satu hal padamu jangan jauhi aku, itu saja aku akan seperti Fabian yang semula. Aku tidak akan berubah aku akan tetap menjadi sahabat kamu, menjadi teman kamu dan akan menjadi tempat pulang kamu. Jadi kapanpun kamu butuh aku datanglah padaku. Aku tidak akan pernah memperlihatkan rasa cintaku ini padamu aku hanya ingin memberitahu mu saja "


Fabian menunggu jawaban dari Ayana, tapi Ayana sepertinya hanya akan diam saja. Ayana tak akan memberikan jawaban apa-apa.


Fabian langsung melangkah pergi, tapi tiba-tiba saja suara Ayana terdengar.


"Kenapa tidak dari dulu kamu mengatakan semua ini Fabian kenapa, kenapa saat aku menikah lagi dengan Adnan kamu baru memberitahu aku "


Fabian tersenyum kecil tanpa membalikan badannya "Aku sudah bilang kan tadi karena aku tidak mau menghancurkan persahabatan kita. Aku tidak mau, karena aku sangat mencintaimu dan nanti saat kita putus hubungan kita juga malah akan merenggang itu yang tidak mau aku alami. Aku ingin tetap ada di samping kamu Ayana meskipun hanya menjadi seorang sahabat seorang teman saja"

__ADS_1


"Mencintai tak harus memiliki juga Ayana, jadi aku akan terus seperti ini. Aku akan selalu mendukungmu meskipun sekarang aku menikah tanpa cinta tapi semoga saja nanti kedepannya aku bisa mencintai orang yang akan menjadi istriku itu "


"Aku akan pulang dulu, jangan marah karena aku mengatakan semua perasaanku ini padamu. Aku ingin tidak ada apa-apa yang disembunyikan dari kita berdua Ayana, aku ingin kita berdua selalu terbuka"


"Kembalilah Ayana, aku akan pulang. Maaf aku tak bisa mengantarkan kamu kembali kedalam "


Fabian melangkah pergi meninggalkan Ayana sendirian di sana. Fabian mengatakan semuanya dan membuat Ayana begitu kaget, Ayana tidak menyangka kalau Fabian selama ini menyukainya. Ayana tidak pernah berpikir ke sana .


Ayana hanya berpikir kalau dirinya berteman dengan Fabian karena Fabian hanya kasihan dengan keadaannya saja yang selalu di-bully. Selalu dimarahi oleh mamanya, ya pokoknya intinya Fabian hanya kasihan dengannya saja, tapi ternyata di dalam semua itu ada hal yang selama ini disembunyikan oleh Fabian bahkan sudah bertahun-tahun kan.


"Sayang kenapa kamu sendirian di sini, dimana Fabian, kenapa dia meninggalkan kamu "


Ayana yang sedang melamun sampai kaget saat Adnan datang.


"Tadi tiba-tiba Fabian ada yang menelpon dan dia harus segera pulang. Iya pulang dia harus pulang kita masuk lagi dan pasti tamu sudah banyak lagi makannya kamu datang kemari"


Adnan masih belum bergeming "Kenapa, kenapa kamu sepertinya sangat gugup sekali. Apa ada yang terjadi di antara kamu dan juga Fabian. Apa kalian bertengkar gara-gara pernikahan ini "


"Tidak semuanya baik-baik saja, untuk apa kami bertengkar hanya karena masalah pernikahan. Fabian akan selalu menghormati pilihanku, dia tidak akan pernah mempermasalahkan pilihanku ini, yang terpenting aku bahagia "

__ADS_1


Ayana langsung saja melangkah pergi meninggalkan suaminya itu. Ayana masih memikirkan dengan kata-kata dari Fabian, semuanya padahal dulu Ayana juga sempat suka dengan Fabian.


Tapi Ayana usir perasaan itu cepat-cepat, karena Ayana juga tidak mau merusak persahabatan mereka berdua. Ayana tidak pernah tahu ternyata selama ini Fabian menyimpan rasa cinta itu dengan sangat dalam sekali padannya.


__ADS_2