
Saat Ayana akan menjawab tiba-tiba saja ada yang membuka pintu toko dan itu anak-anaknya yang pulang sekolah. Padahal ini belum waktunya pulang. Ayana mendekati anak-anaknya dia mengecek seluruh badan anaknya takut ada yang lecet atau ada sesuatu yang terjadi, anaknya malah tersenyum melihat mamanya yang seperti itu.
"Mama kami baik-baik saja, tidak ada yang terjadi pada kami, tiba-tiba ibu guru ada rapat dan kami juga tadi ingin pulang sendiri. Kasihan kan kalau mama terus jemput kami, dari sekolah ke toko bunga sangat dekat Mama. Jadi kamu berdua memutuskan untuk pulang saja Mama berdua. Kami tak apa-apa Mama "ucap Melisa menenangkan mamanya yang sangat ketakutan itu.
Ayana mencium kedua putrinya itu "Lain kali tidak boleh seperti itu, harus tetap kamu bicara pada ibu guru untuk menghubungi Mama. Mama sangat khawatir kalau kalian tiba-tiba pulang berdua seperti ini, jangan lakukan hal ini lagi ya "
Mereka berdua malah tersenyum "Kami baik-baik saja mama, oh ya Mama mau lihat tidak apa yang kami kerjakan di sekolah tadi. Kami begitu mengeluarkan banyak warna. Untung saja Mama membelikan pensil warna yang begitu banyak untuk kami berdua. Jadi kamu tak usah meminjam pada teman kamu " ucap Melisa lagi untuk mengalihkan pembicaraan, Melisa tak mau terus melihat Mamanya khawatir seperti itu.
Mereka berdua mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya pada Ayana. Ayana melihat gambar yang dibuat oleh anak-anaknya "Bagus diwarnai juga cukup rapi kalian sangat pintar sekali. Anak Mama memang pintar-pintar "
Ayana memang sengaja selalu menerapkan pada anak-anaknya agar selalu bercerita apapun itu kejadiannya, ingin selalu anak-anaknya terbuka padanya kalau pulang sekolah mereka akan bercerita.
Ayana ingin mereka berdua dekat dengannya, tidak ada batasan apapun atau rasa takut padanya. Dulu Ayana ini ingin sekali seperti itu bercerita pada mamanya, tentang apa saja yang dia lakukan di sekolah.
Tapi itu mustahil yang ada malah dipukul, setiap hari Ayana selalu saja dipukul oleh ibunya, mau salah atau benar tetap saja itu yang di lakukan orang tuanya. Tak ada hari tanpa dipukul, sampai-sampai kadang gurunya bertanya ada apa dengan Ayana.
Tapi Ayana tak pernah bicara jujur, karena mamahnya selalu mengancamnya kalau sampai Ayana bicara pada orang lain maka Ayana akan dipukul lebih dari itu, dan bahkan tak akan diberi makan nantinya. Ayana sangat takut sekali kalau itu sampai terjadi.
Apalagi Ayana hanya diberi makan 1 kali sehari, kalau sampai Ayana tak diberi makan maka Ayana bisa-bisa pingsan. Ayana tak akan kuat.
Sampai-sampai Ayana berpikir saat dewasa nanti setelah lulus Ayana ingin pergi dari rumah, dan sekarang baru kesampaian Ayana pergi dan menjauh dari keluarganya. Ternyata lebih tenang dan lebih bahagia apalagi dengan dua putrinya ini.
Ayana lebih bebas dan tak ada kekangan sama sekali, Ayana bisa bebas mengunakan uangnya juga. Ayana bisa leluasa melakukan apapun itu dirumahnya dan satu lagi Ayana tak mendapatkan pukulan lagi. Itu yang Ayana senang.
Sedangkan neneknya Adnan sangat terharu melihat anak-anaknya Ayana, begitu cantik mereka dan wajah mereka tidak bisa dibohongi sangat-sangat mirip Adnan kecil, kalaupun Ayana berbohong itu bukan anak-anak Adnan sangat mustahil.
Semua keluarga pun yang melihat pasti akan langsung berbicara kalau mereka berdua itu adalah anak Adnan, tidak ada bedanya mereka benar-benar sama sekali.
Melisa dan juga Melinda melihat ke arah belakang Mamanya, lalu dia mendekati orang itu "Halo nenek aku Melisa dan ini adikku Melinda. Kami ini bersaudara "
Neneknya Adnan sungguh gemas dengan dua anak kecil ini, lalu dipeluknya kedua anak kecil itu, ini adalah cicitnya, tak menyangka Adnan mempunyai anak kembar seperti ini.
Melisa dan Melina melepaskan pelukannya saat mendengar isak tangis dari nenek yang memeluknya ini. Mereka berdua begitu khawatir takut nenek kesakitan karena ulah mereka berdua "Ada apa Nenek. Kenapa nenek menangis apa kami berdua menyakiti nenek. Apa kami terlalu keras memeluk Nenek sampai-sampai nenek menangis seperti itu"tanya Melinda dengan sangat khawatir.
Nenek Adnan langsung menggelengkan kepalanya "Tidak nenek buyut hanya senang saja bisa bertemu denganmu, dengan kalian berdua tidak menyangka kalau nenek akan bisa bertemu dengan anak cantik-cantik seperti kalian berdua. Apalagi kalian berdua juga begitu pintar sekali. Nenek langsung menyukai kalian berdua pada pandangan pertama"
"Jangan menangis ya nenek. Melinda punya coklat nenek mau kan, nenek pasti akan tersenyum lagi Melinda jamin itu. Setiap orang yang diberikan coklat oleh Melinda pasti akan langsung tersenyum "
Neneknya langsung menganggukan kepalanya. Melinda merogoh sakunya dan memberikan satu coklat pada nenek buyutnya itu "Ini untuk nenek, yang satunya nanti untukku pasti setelah makan coklat ini nenek akan tersenyum. Tak apa kan nenek diberikan satu coklat nenek tak akan sedih kan "
"Tak masalah, nenek tak masalah itu. Nenek juga tak banyak makan coklat takut gigi nenek sakit. Terimakasih ya sudah memberikan coklat pada nenek, nenek begitu senang sekali"
Ayana melihat interaksi anaknya bersama neneknya Adnan, memang anaknya ini kalau dengan siapapun pasti akrab Ayana senang itu. Tapi kadang Ayana juga khawatir.
__ADS_1
Ayana menyuruh anak-anaknya untuk mendekatinya "Apakah kalian ada PR anak-anak "
"Ada mama. Tapi hanya sedikit sih , kami juga akan langsung mengerjakannya di sini agar nanti malam kami puas bermain. Kami ingin bermain puzzle lagi Mama. Kami sangat suka menyusun semua itu "ucap Melisa dengan sangat semangat sekali.
"Baiklah kamu kerjakan ya, masuk ke dalam dan kerjakan di sana. Mama harus berbicara dulu dengan nenek. Nanti setelah selesai kita makan siang sama-sama ya"
"Iya Ma"
Melisa membawa adiknya untuk masuk ke arah belakang. Memang di sana ada sebuah ruangan kecil yang memang sering Ayana gunakan untuk anak-anaknya agar bisa leluasa di sana bermain. Bahkan di sana juga tempat Ayana biasanya bekerja.
Tangan Ayana digenggam erat oleh nenek "Ayana, nenek tahu ini pasti sangat berat untukmu kelakuan Adnan sungguh-sungguh biadab, dia meninggalkanmu dalam keadaan seperti itu. Bahkan dia sampai menceraikanmu. Kamu pasti sudah menderita selama 5 tahun ini, kalau nenek tahu dari awal nenek tidak akan membiarkan itu Ayana. Nenek tak akan mungkin meninggalkan kamu begitu saja Ayana "
"Aku tahu ini sangat berat untukmu Ayana, tapi nenek berpikir ulang saat melihat anak-anakmu yang sepertinya benar mereka membutuhkan seorang ayah, apalagi mereka berdua adalah seorang perempuan di kemudian hari mereka akan sangat butuh ayahnya. Apakah kamu bisa memaafkan Adnan, tolong beri dia kesempatan untuk bisa memperbaiki semuanya, nenek akan memantaunya nenek berjanji Adnan tak akan melakukan hal bodoh lagi "
Neneknya Adam benar-benar berubah pikiran, saat tadi melihat anak-anaknya Ayana. Tidak bisa dibayangkan bagaimana mereka nanti tumbuh, bukan apa-apa neneknya ini percaya kalau Ayana bisa mengurus semuanya, tapi nanti saat dewasa anaknya akan butuh Adnan. Bukan hanya dalam kasih sayang saja tapi dalam hal lain.
"Nenek yakin kalau dia bisa merubah segalanya, Adnan tidak akan mungkin melakukan hal yang sama lagi. Ayana maafkan nenek tiba-tiba berubah pikiran seperti ini, nenek tadinya ingin membawamu pergi jauh dari Adnan tapi kalau dipikir-pikir lagi itu akan malah menyulitkan anak-anakmu nanti di kemudian hari. Pasti mereka nanti akan sangat membutuhkan Ayahnya itu "
Ayana hanya bisa tersenyum "Mungkin aku bisa memaafkan Adnan, tapi untuk kembali aku tidak akan pernah bisa nek. Aku sampai kapanpun tidak akan pernah bisa kembali. Aku sudah membuat sebuah surat perjanjian yang akan aku tanda tangani bersama Adnan. Aku ingin ada itu agar saat ada hal-hal yang terjadi. Dia tidak bisa melakukan apa-apa, aku tidak mau Adnan sampai semena-mena lagi seperti dulu. Aku tidak mau Adnan menyakiti anak-anak seperti dia menyakiti aku dulu Nek "
Nenek hanya menganggukan kepalanya, dia juga tidak mau memaksa Ayana untuk kembali pada cucunya. Karena cucunya ini memang sudah sangat salah, dia sudah melakukan hal yang di luar batas. Bahkan tak pernah dirinya ajarkan. Adnan itu terlalu terpengaruh waktu itu. Apalagi yang melakukan ini semua adalah ibunya sendiri. Dasar Linda itu keterlaluan sekali.
"Iya nenek mengerti, nenek tidak akan memaksamu untuk kembali dengan Adnan. Biarkan semuanya mengalir sendirinya, nenek juga ingin melihat Adnan berjuang sendiri dan dia tak boleh dengan mudah mendapatkan kamu, nenek tidak akan pernah memaksamu Ayana, tapi biarkan nenek selalu ada di sampingmu nenek tidak mau kejadian seperti ini terjadi lagi. Nenek akan selalu ada bersamamu dan akan selalu membelamu dalam keadaan apapun itu, nenek janji sama kamu Ayana "
Dari awal juga Ayana tidak mengharapkan Adnan untuk datang, tapi ternyata takdir berkata lain mereka harus bertemu dan Adnan harus tahu anak-anaknya, sebaliknya anak-anaknya juga harus tahu tentang ayahnya.
Ponsel neneknya Adnan berdering, tertera di situ kalau Adnan yang menelpon neneknya, dengan cepat neneknya itu mengangkat teleponnya dan menyalakan pengeras suaranya agar Ayana bisa mendengar apa yang akan cucunya katakan. Agar tak ada keraguan lagi dalam diri Ayana.
"Nenek, kamu sekarang di mana kenapa tidak ada di villa, nenek jangan membuat aku khawatir seperti ini, kamu ada dimana "
"Kenapa memang, aku bebas jalan-jalan. Aku ingin melihat kota ini apa tidak boleh kamu kan sibuk dengan pekerjaanmu, maka aku pergi sendiri tidak usah khawatirkan nenekmu ini Adnan, aku masih bisa menjaga diriku sendiri. Aku masih bisa melakukannya sendiri tanpa kamu "
"Ya tepatnya dimana, Adnan ingin tahu nenek itu ada di mana. Jangan membuat Adnan binggung nek. Adnan khawatir dengan keadaan Nenek "
"Iya di sini saja, kenapa memangnya "
"Tolong nek jangan jauhkan Ayana dari Adnan lagi, tolong Adnan tidak mau sampai itu terjadi. Nenek tahu kan Adnan sedang mengejar Ayana dan membuktikan pada Ayana kalau Adnan ini akan berubah dan Adnan akan memperbaiki semuanya, tolong nek jangan rusak semuanya "
"Terserah nenek dong, mau temuin Ayana atau engga. Nenek juga punya keputusan sendiri ini demi kebaikan Ayana. Nenek tak mau kamu malah membuat Ayana sakit hati lagi "
"Jangan gitu dong nek, Adnan kan sedang mengejar Ayana dan juga anak-anak tolong nek jangan egois. Jangan pisahkan kami berdua lagi. Adnan tahu kesalahan Adnan ini begitu besar tapi Adnan akan memperbaiki semuanya dan menebus semuanya nek, Nenek bisa pegang semua kata-kata Adnan. Nenek jangan tiba-tiba membawa Ayana pergi ya nek tolong nek "
Adnan terus saja membujuk neneknya, neneknya ini orang nekat bisa saja nanti neneknya tiba-tiba membawa Ayana kan tanpa sepengetahuannya, neneknya itu sangat pintar sekali.
__ADS_1
Ayana yang mendengar semua kata-kata Adnan sepertinya Adnan memang sungguh-sungguh dengan apa yang dia katakan waktu itu. Jadi sekarang Ayana tak usah khawatirkan kan kalau anak-anaknya akan dekat dengan Adnan. Adnan tak mungkin kan membawa kabur anak-anaknya ini.
"Ya semua keputusan ada pada Ayana, kalau dia menerimamu kembali maka nenek tidak akan menjauhkan kalian berdua. Nenek sudah bilang kan nenek akan menemui Ayana dan berbicara padanya dulu. Kamu juga tak berhak melarang nenek, untuk apa Nenek datang kemari kalau tidak berbicara dengan Ayana. Nenek datang kemari itu ingin berbicara dengannya, dan kamu juga jangan mengatur-atur nenek"
"Iya tentu aku tahu nenek akan berbicara dengan Ayana dan anak-anak tapi tolong jangan berbicara yang aneh-aneh ya nek. Jangan membuat Ayana terpojok nenek berbicara yang baik-baik saja ya nek "
"Apa yang akan aku bicarakan memangnya, seperti apa yang aneh-aneh itu. Aku tidak akan mengatakan apa-apa kamu ini bagaimana sih, nenek ini sudah dekat dari dulu dengan Ayana mana mungkin nenek akan memojokkan nya "
"/Ya intinya nenek jangan berkata tentang masa lalunya lagi. Sudah tutup saja masa lalu itu Ayana pasti masih sakit hati dengan hal itu. Aku mengerti perasaannya jadi tolong jangan ungkit-ungkit lagi ya nek "
"Hemm, aku mengerti ya sudah matikan jangan ganggu aku, nenek akan fokus untuk berbicara dengan Ayana. Nenek tak mau diganggu oleh kamu Adnan"
"Tapi nenek janji kan tidak akan memaksa Ayana ataupun melakukan hal-hal yang lainnya itu. Ayana sangat tidak suka dipaksa dia malah akan makin menjauh dariku nantinya. Aku ingin memperbaiki semuanya aku ingin memperbaiki hubungan ini. Aku tidak mau berpisah lagi dengan Ayana. Aku saja yang bodoh waktu itu karena telah mengambil keputusan singkat seperti itu. Aku benar-benar menyesal nek jangan hukum aku lagi "
"Memang dari awal kamu itu bodoh, sudahlah jangan ganggu nenek untuk sekarang, nenek juga akan pulang nanti tak usah khawatir kamu "
"Janji ya nek tidak akan memisahkan aku dengan Ayana, tidak akan membawa Ayana kemana-mana beserta anak-anak. Nenek harus mendukung aku "
"Aku bilang keputusan ada di tangan Ayana, mau berapa kali lagi aku bicara denganmu. Aku tegaskan sekali lagi semua keputusan ada di tangan Ayana. Ayana yang berhak memutuskan semua itu "
"Aku pasrah tapi tolong beri kesempatan cucumu ini untuk memperbaiki semuanya. Bahkan aku akan melakukan apapun demi semuanya, aku rela nek melakukan apapun itu supaya Ayana kembali padaku, anak-anak juga sama "
"Awas saja hanya bicara saja"
"Tidak, aku sama sekali tidak hanya bicara tapi aku memang benar-benar ingin bersama Ayana lagi. Aku begitu mencintai Ayana aku tak akan mungkin menyakiti Ayana untuk kedua kalinya nek "
Nenek menatap Ayana yang menundukkan kepalanya. Nenek tersenyum senang mendengar kata-kata cucunya ini "Ya sudah nenek matikan dulu Nenek sedang sibuk jangan ganggu nenek, ingat jangan ganggu nenek jika sampai kamu menelfon lagi nenek akan benar-benar menjauhkan kamu dengan Ayana"
Sambungan langsung diputuskan begitu saja "Ayana kamu sudah mendengarkan semua kata-kata dari Adnan kan, kamu tidak ragu lagi kan untuk bisa memulai semuanya. Nenek tahu kamu tidak akan bisa mungkin menerima Adnan lagi. Tapi cobalah untuk kalian bisa dekat dan anak-anak pasti akan senang, mereka pasti akan tersenyum dengan sangat lebar "
"Iya nek, aku juga akan bertemu dengan Adnan untuk membicarakan anak-anak. Aku akan membahas tentang mereka saja "
"Tentu nenek tidak akan melarang, semua keputusan ada padamu nenek ingin yang terbaik untukmu, tapi suatu saat jika ada hal apapun kamu harus selalu bilang sama nenek. Jangan pernah ragu lagi, kamu masih menganggap nenek ini orang terdekat kamu kan"
"Tentu nenek adalah orang terdekatku, nenek adalah orang baik yang mau menerimaku bahkan nenek tidak melihat latar belakangku seperti apa saat dulu kita bertemu pertama kali. Nenek begitu baik padaku, bahkan aku hanyalah karyawan biasa tapi nenek memperlakukan aku seperti cucu nenek sendiri. Terima kasih atas kasih sayang yang nenek berikan padaku, bahkan kasih sayang nenek melebihi dari orang tuaku sendiri "
Mereka kembali berpelukan, nenek juga sangat menyayangi Ayana bahkan lebih dari Adnan. Entah kenapa nenek tiba-tiba saja tertarik dengan gadis lugu yang hanya diam saja dan tak banyak bicara ini. Awal mereka bertemu Nenek sudah suka dengan sikap Ayana.
Ternyata didalam dirinya banyak luka, nenek juga pernah memata-matai tentang keluarga Ayana, ternyata lukanya begitu dalam yang ditorehkan oleh keluarganya, dari situlah nenek bertekad untuk selalu menyayangi Ayana. Selalu menemaninya meskipun nenek tak setiap saat datang kekantor.
Saat mendengar Adnan menikah dengan Fira sungguh dirinya sangat kecewa, padahal nenek tahu kalau Adnan dan juga Ayana punya hubungan. Bahkan dirinya hanya datang sebentar dan pulang lagi saat pernikahan Adnan dan juga Fira sungguh itu menyakitkan sekali.
Nenek di sana sudah mencari Ayana, tapi tidak ada, tidak ada yang mau buka pembicaraan tentang Ayana, makanya setelah 5 tahun berlalu dia ingin kembali dan menemui Ayana lagi, ternyata kejadiannya seperti ini.
__ADS_1
Ada sebuah kejadian yang ditutup-tutupi oleh keluarganya selama ini, dan dirinya sangat marah. Sebenarnya apa yang dia lakukan pada Linda itu belum cukup hanya dengan mengusirnya saja, harusnya hukumannya itu lebih berat lagi.