Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 74


__ADS_3

Adnan yang baru saja sampai di villa melihat ponselnya yang berdering. Dari Mamanya, Mamanya bisa menelponnya tapi Adnan segera mengangkat telepon itu terdengar suara Mamanya yang memang masih sedikit tidak jelas.


"Adnan tolong pulang, Mama begitu rindu denganmu jangan tinggalkan Mama begitu saja. Mama minta maaf Mama tidak akan melakukan itu kalau perlu Mama akan cari Ayana dan meminta maaf padanya langsung. Tolong jangan tinggalkan Mama Adnan kamu adalah anak Mama satu-satunya jangan tinggalkan Mama "


Adnan memijat keningnya, mau bagaimanapun ini adalah ibunya tapi Adnan sangat marah dengan tingkah Mamanya ini, kenapa harus melakukan itu pada Ayana. Mamanya ini sudah melakukan sebuah kejahatan yang tidak bisa dimaafkan seharusnya mamanya ini dipenjarakan bersama Fira juga.


"Memangnya dengan Mamah datang pada Ayana dan meminta maaf semuanya akan kembali. apakah semuanya akan baik-baik saja, apakah kesakitan Ayana yang waktu itu akan hilang, apakah rumah tangga Adnan dan Ayana juga akan baik-baik seperti dulu lagi, apakah Mama tidak berpikir ke depannya akan seperti apa sebelum melakukan hal itu"


"Iya Mama minta maaf Mama sungguh minta maaf atas kelakuan Mama itu. Mama akan mencari Ayana. Tolong maafkan Mama. Mama sudah menyesal atas semua yang Mama lakukan Mama juga mengaku salah, Mama benar-benar mengaku salah Adnan "


"Kalau begitu Mama serahkan diri pada polisi agar semuanya adil. Agar Mama bisa merasakan bagaimana rasanya dipenjara. Agar Mama sadar apa yang dilakukan Mama itu sangat memalukan sekali"


"Adnan tolong pulang, Mama sangat merindukan kamu kita bicara di rumah berdua kita akan mencari Ayana. Mama akan bersujud padanya kalau perlu, Mama akan minta maaf padanya Mama akan menebus semua kesalahan Mama waktu itu"


"Kalau Ayana nya mau kalau tidak bagaimana"


"Mama yakin Ayana akan memaafkan mama dan kamu, dia itu adalah anak yang baik dia adalah perempuan yang baik. Dia tidak mungkin keras kepala dan tidak memaafkan kita. Mama yakin dia itu tak mungkin tak memaafkan Mama "

__ADS_1


"Sudah Ma, aku tidak mau berbincang-bincang dulu dengan Mama aku takut nanti mengeluarkan kata-kata kotor pada Mama. Lebih baik istirahat saja dulu pulihkan saja dulu tubuhmu itu, aku benar-benar kecewa dengan sikap Mama "


Adnan mematikan sambungannya, saat Adnan masuk lagi ke dalam rumah Adnan melihat ada Rio di sana sedang duduk bersama Papinya Fira. Adnan tiba-tiba langsung saja menerjang Rio dan memukulinya.


Bahkan Rio tidak membalasnya dia hanya membiarkan Adnan melakukan itu. Adnan begitu marah dengan Rio kenapa dia tidak berbicara padanya. Kenapa dia tidak jujur dan kenapa juga Rio mau masuk dalam permainan Fira.


Setelah puas Adnan melepaskan Rio, Rio juga masih berbaring dan mengusap darahnya yang mengucur dari sudut bibirnya dan juga dari hidungnya "Apakah kamu sudah puas Adnan. Apa kamu masih mau memukulku. Aku dengan suka rela akan diam dan menikmati pukulan mu itu"


"Sebenarnya aku ingin menghabisi mu. Kenapa kamu melakukan ini padaku. Bukannya kamu temanku kenapa kamu menghianatiku, kenapa kamu melakukan itu padaku Rio "


Rio duduk dan menatap Adnan "Maaf aku waktu itu sangat mencintai Fira, sampai-sampai apapun bisa aku lakukan. Aku sungguh minta maaf padamu dan aku datang kemari untuk meminta maaf padamu aku salah. Aku memang memang benar-benar salah dalam semua hal "


Rio tidak bisa menjawab, karena memang Adnan tidak punya masalah apa-apa dengannya. Hanya karena sedang jatuh cinta saja dirinya bisa seperti itu, semua ini terjadi karena dia begitu mencintai Fira.


Sampai-sampai dia rela melakukan apa saja untuk perempuan itu dan akhirnya seperti ini, menghancurkan dua orang sekaligus dan dua hati sekaligus juga. Bahkan Rio juga sampai harus berpisah dengan anaknya sendiri kan.


"Aku minta maaf, aku benar-benar minta maaf Adnan"

__ADS_1


"Aku ingin kau perbaiki semuanya Rio. Aku tidak mau semua ini kacau lagi dan kamu juga yang harus berbicara pada Kamila semuanya. Aku tidak akan tega melakukan itu, sebenarnya aku tidak akan pernah melepaskan Kamila tapi karena aku juga punya anak dan aku juga harus mengejar Ayana aku tidak bisa membagi-bagi waktu, maka kamu jaga anakmu itu jangan sampai dia disakiti, jangan sampai dia menangis kalau itu sampai terjadi aku akan datang padamu. Akan aku ambil lagi Kamila dan tak akan pernah aku kembalikan dia padamu "


"Iya kejarlah Ayana. Aku yakin dia akan kembali lagi padamu. Dia perempuan baik aku salah, aku benar-benar salah karena telah menghancurkan hidupnya aku minta maaf. Aku akan mengambil Kamila dan aku juga akan memberitahu semuanya aku yang akan menyelesaikan semuanya kamu tenang saja. Kamila juga tak akan membencimu aku janji itu sama kamu "


"Tentu aku ingin semuanya selesai. Aku tidak mau ada masalah, sekarang bahkan aku harus berjuang dulu mendapatkan Ayana. Orang yang sangat aku cintai sekarang malah membenciku dan tidak suka denganku. Gara-gara kalian semua hidupku menjadi kacau, sangat kacau sekali malahan"


Adnan melengos begitu saja. Dia tidak mau sampai kemarahannya ini menghabisi nyawa Rio. Bukan apa-apa di sini kan ada Kamila anak kecil, kalau dia sampai melihat semuanya pasti akan kacau.


Apalagi Adnan tidak mau berurusan dengan Polisi di sini Adnan sedang ingin mengejar kembali Ayana, makanan harus fokus dengan itu tidak boleh yang lainnya. Semoga saja perjuangannya ini tidak sia-sia.


Semoga saja apa yang dia lakukan ini berhasil, Ayana dengannya kembali dan berjuang bersamanya kembali. Entah apa yang harus Adnan berikan pada ibunya, hukuman apa yang pantas dia berikan pada ibunya.


Apakah harus dipenjarakan seperti apa yang dia bicarakan atau Adnan akan terus mendiamkan ibunya selama-lamanya. Kita lihat saja nanti apa yang akan Adnan ambil. Adnan nanti akan bicara dengan Ayana.


Setelah Ayana memaafkannya itu pun. Ayana pasti akan luluh tak akan keras terus seperti itu. Ayana pasti akan memaafkannya dan menerimanya kembali.


"Ayah kenapa ada paman Rio, aku tidak mau ikut dengannya Ayah. Aku mau disini "

__ADS_1


Adnan menghembuskan nafas lelahnya. Adnan melihat Kamila dan merasa tak rela kalau Kamila diberikan tapi mau bagaimana lagi Kamila bukanlah anaknya dan Kamila masih punya orang tua.


__ADS_2