Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 80


__ADS_3

Adnan pulang langsung dihadapkan dengan Neneknya yang sudah siap memarahinya. Telinganya langsung dijewer. Adnan benar-benar diperlakukan seperti anak kecil oleh neneknya ini. Selalu saja seperti ini.


Adnan pulang ke rumah yang pernah dia tinggali bersama ibunya. Karena neneknya juga tidak tahu kan kalau Adnan sudah pindah rumah "Ampun ampun nek, kenapa harus dijewer kayak gini sih nek. Adnan sudah besar nek "


"Apa yang kamu lakukan pada Ayana, sampai-sampai dia melahirkan anakmu, Adnan jangan aneh-aneh ya apa kamu melecehkannya. Kamu ini jadi laki-laki benar-benar ya membuat Nenek marah "


"Lepaskan dulu nek, aku akan ceritakan semuanya jangan seperti ini nek. Aku tak akan fokus bercerita kalau nenek terus menjewer telingaku seperti ini "


Telinga Adnan langsung dilepaskan oleh neneknya, mereka masuk ke dalam rumah berbarengan. Adnan baru melihat keadaan mamanya yang sepertinya sudah sehat. Mamahnya juga seperti ketakutan saat Adnan datang.


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu 5 tahun yang lalu, ceritakan semuanya pada Nenek awas saja kalau ada yang kamu sembunyikan lagi Adnan, atau kamu sampai berbohong"


"Aku malah salah paham pada Ayana, aku malah membiarkannya pergi dia diperkosa nenek, aku marah saat itu padannya aku menyangka kalau dia_"


Neneknya langsung menyela "Diperkosa lalu kamu mengusirnya begitu, gila kamu ya Adnan. Siapa yang melakukan itu hah "


"Aku menyangka kalau Ayana menjual diri, ternyata dia korban nek "


Pukulan dari sapu yang neneknya pegang langsung mengenai kaki Adnan. Adnan hanya bisa mengaduh kesakitan"Kamu ini bagaimana sih. Memangnya nenek pernah mengajarkan kamu untuk meninggalkan perempuan di saat terpuruk seperti itu tidak kan, seharusnya kamu lihat dulu apa yang terjadi sebenarnya, Nenek juga sudah tahu kalian menikah tanpa restu kan kenapa tidak berbicara pada nenek. Nenek serasa tidak dianggap di keluarga ini"

__ADS_1


"Bukan begitu aku takut nenek juga tidak setuju, aku hanya tak mau semuanya menjadi rumit "


"Kata siapa, kamu belum mencoba kan meskipun nenek ini galak tapi nenek bisa melihat mana perempuan yang baik dan mana yang tidak untuk kamu. Mamamu saja yang bodoh memilih perempuan seperti Fira, mata duitan seperti dia malah dinikahkan dengan kamu malah direstui seperti itu lagi "


"Maafkan aku nek, aku juga menyesal aku baru tahu Setelah 5 tahun berlalu. Aku ingin mencari tahu kebenarannya dan pelaku itu mengakui semuanya dan aku sudah memenjarakan dia"


"Tidak cukup hanya dipenjarakan saja, kenapa bisa Ayana diperkosa malangnya nasih anak itu, kamu juga bodoh dasar malah percaya dengan sesuatu yang belum tentu. Seharusnya kamu itu sebagai laki-laki tanggung jawab kamu di situ masih suaminya. Seharusnya kamu masih ada untuk Ayana, ada di sampingnya. Sesalah apapun istri kamu seharusnya kamu ada di sampingnya, kamu bisa mendengarkan keluh kesahnya dulu, ceritanya dulu apa yang terjadi sebenarnya kamu tidak tahu kan bagaimana kejadiannya, baru kalau memang istri kamu salah maka kamu tinggalkan. Kamu ini Adnan ya memang hanya bisa membuat nenek marah saja "


Adnan menundukan kepalanya. Benar apa kata neneknya memang dirinya ini bodoh. Seharusnya dari awal Adnan mendengarkan dulu ceritanya, dasar bodoh Adnan ini.


"Ibu jangan terus salahkan Adnan, aku yang salah di sini aku yang memang merencanakan semua ini dengan Fira. Seharusnya aku yang dihukum"


"Maaf Bu, Linda tidak tahu kalau akhirnya akan seperti ini"


"Ya memang tidak akan pernah ada yang tahu akhirnya seperti apa hidup kita ini, tapi kamu gegabah sudah ikut campur tentang urusan anak kamu sendiri. Aku pun saat anakku memilih dirimu aku tidak pernah ikut campur, aku mengikuti mau anakku. Seharusnya kamu melakukan itu, kalau aku tahu dari awal mungkin aku akan mengusir mu dari sini Linda, jangan hanya karena kamu seperti menguasai semua harta anakku ini, kamu jadi angkuh dan seenaknya seperti itu. Aku ini masih hidup dan aku masih berhak atas harta anakku"


Mama Linda tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Dia hanya bisa menyesali apa yang pernah dia lakukan "Malam ini kanu angkat kaki dari rumah ini. Aku tidak punya menantu sepertimu, menantu tidak tahu diri. Aku tidak suka dengan tingkahmu yang seperti itu, itu adalah hukuman dariku karena kamu telah membuat anak baik-baik seperti Ayana terjebak seperti itu. Aku tahu pasti dia sangat depresif sekali dengan apa yang kamu lakukan bersama Fira, meskipun kamu dipenjara kamu tidak akan pernah bisa menebus segalanya. Kehormatannya sudah terenggut dia akan malu dia akan mempunyai trauma yang sangat berat, kamu ini perempuan tapi bertingkah jahat pada perempuan lainnya tak habis fikir aku denganmu Linda "


"Linda akan menerima setiap hukuman dari Ibu. Linda akan pergi dari rumah ini"

__ADS_1


"Tentu itu sebenarnya tidak cukup, cepat pergi saja dari sini aku tidak mau punya menantu sepertimu yang egois hanya mementingkan dirimu sendiri, tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain. Jika kamu ada di posisi Ayana bagaimana kamu dilecehkan seperti itu dan tak bisa membela diri dihadapan suaminya. Kamu sudah menghancurkan hidup orang tak bersalah "


"Nenek mau bantu Adnan buat mendapatkan Ayana lagi kan "


"Aku malu dengan tingkah kalian berdua, aku benar-benar pusing dengan kalian ini, aku pulang kemari dan melihat tingkah kalian yang membuat aku kecewa, apalagi dengan dirimu Adnan jika kamu memang benar-benar mencintai Ayana seharusnya kamu tidak akan pernah meninggalkannya. Seharusnya kamu akan terus ada untuknya, meskipun kesalahannya sangat besar sekali. Mungkin cintamu itu hanya kaleng-kaleng saja"


"Adnan waktu itu benar-benar kecewa nek, makanya Adnan seperti itu. Adnan sekarang sedang mengejar Ayana lagi tapi dia tidak mau bahkan untuk mempertemukan aku dengan anak-anak pun Ayana tidak mau"


"Itu memang bagus, itu yang memang harus Ayana lakukan, laki-laki sepertimu harus diberi pelajaran yang lebih dari itu bahkan. Aku bersyukur Ayana tidak langsung mau kembali denganmu, bagus pemikiran perempuan itu"


Adnan tidak bisa lagi berbicara dengan neneknya, sekarang neneknya sedang sangat emosi Adnan tahu dari dulu neneknya memang dekat dengan Ayana, Neneknya selalu mendatangi Ayana jika datang ke perusahaan.


Selalu makan bersama. Bahkan dari situlah Adnan makin mengejar Ayana karena yakin kalau Ayana akan sangat cocok dengannya dan juga keluarganya.


"Di mana alamat Ayana, aku akan menemuinya rasanya aku tidak punya muka di hadapan anak perempuan itu, aku harus minta maaf padanya atas ulah kalian berdua. Aku tidak mau melihatmu lagi Linda ingat jika sampai aku melihatmu akan habis kamu di tanganku"


Nenek Adnan melangkah pergi ke arah kamarnya, kamarnya yang selalu dia tempati selama di sini. Kenapa dia sudah lama tidak kembali-kemari karena kalau misalnya kembali ke rumah ini, selalu mengingat mendiang anaknya.


Dia merasa sangat kehilangan sekali, apalagi anaknya adalah anak satu-satunya, makanya saat sekarang cucunya melakukan sebuah kesalahan dirinya begitu marah sekali, apalagi Ayana ampai melahirkan anak dan tanpa didampingi oleh suami, bagaimana perasaan anak itu pasti dia akan sedih sekali dirinya harus cepat-cepat menemui Ayana.

__ADS_1


__ADS_2