
Tok tok tok
Adnan yang sedang membantu Melisa mengunakan pakainya segera membuka pintu.
"Maaf pak dibawah ada tamu "
"Siapa "
"Katanya Fabian, ingin bertemu dengan nona Melisa"
"Fabian, baiklah aku akan datang kesana "
"Baik Pak "
Pelayan itu segera pergi, Adnan menghampiri anaknya dan membawa Melisa turun. Ada apa Fabian datang kemari, ini sudah malam tapi dia berani datang kemari.
Melisa yang sedang dipangku dan melihat ada Fabian langsung tersenyum senang "Paman kamu ada disini, paman " teriak Melisa dengan melengking.
Saat sudah ada dibawah, Melisa menggeliat ingin diturunkan oleh ayahnya. Adnan segera menurunkan Melisa, dan Melisa langsung berlari memeluk Fabian dengan sangat erat.
"Paman kamu datang kemari apa rumah paman dekat di sini juga"
"Iya rumah paman dekat disini. Mamah menelpon katanya Melisa pergi kemari makanya Paman ingin menemui Melisa"
"Wah Melisa tak menyangka kalau rumah paman dekat dengan rumah ayah, kalau begitu Melisa bisa main ke rumah paman dong"
Melisa melepaskan pelukannya dan duduk di pangkuannya Fabian "Bisa, Melisa bisa kapan saja main ke rumah paman bagaimana apa Melisa baik-baik saja"
"Tentu Paman Melisa baik-baik saja, Melisa senang di sini bersama ayah, Melisa dari tadi ikut Ayah kerja dan banyak orang yang Melisa temui, Melisa juga banyak melihat tempat-tempat yang bagus di sini, Melisa juga sudah makan paman"
"Nanti Melisa ingin mengajak Melinda dan juga Mama kemari. Pasti sangat menyenangkan jika ada mereka, kami akan berkumpul nanti di sini. Paman juga nanti akan datang kemari kan"
__ADS_1
"Tentu paman akan datang kemari nanti, Melisa berapa lama disini "
"1 Minggu paman, sampai pekerjaan ayah selesai "
"Lama juga"
"Iya paman "
Melisa memeluk tubuh Fabian dengan erat, Adnan yang melihat itu sungguh kesal, Melisa tidak pernah memeluknya seperti itu tapi pada Fabian dia langsung melakukan hal semacam itu padahal kan ayahnya dirinya.
Adnan langsung berdehem "Ekhm, mau apa kamu kemari "tanya Adnan sambil duduk berhadapan dengan Fabian.
"Kenapa memangnya kalau aku datang kemari, aku ke sini ingin melihat Melisa bukan karena ingin menemuimu. Aku hanya khawatir saja dengan keadaan Melisa takut dia tidak betah bersamamu, aku bisa mengambilnya dan membawanya pulang Ayana sendiri yang memberitahuku kalau Melisa datang kemari"
"Dia akan betah bersamaku aku ini Ayahnya, aku ini adalah Ayah kandungnya mana mungkin Melisa tidak akan betah bersamaku"
"Ya siapa tahu tidak ada yang pernah tahu kan, aku takut Melisa di sini diapa-apakan tau sendiri kan bagaimana keluargamu itu sangat licik, apalagi dengan ibumu"
Adnan mengepalkan tangannya, dia ingin marah tapi ada Melisa, Adnan harus menahannya tak boleh memperlihatkan kemarahannya dihadapan Melisa. Jangan sampai Melisa nanti marah padannya dan takut juga padannya.
"Memang kenyataannya seperti itu "
"Kalian berdua ini sedang kenapa sih. Sepertinya kalian berdua ini bermusuhan ayah dan Paman Fabian tidak akur ya "tanya Melisa sambil melihat Adnan dan juga Fabian bergantian.
Mereka berdua langsung memang senyum manis, yang tadinya sedang saling tatap dengan tatapan benci sekarang langsung berubah dengan sekejap.
"Tidak, kami berdua ini adalah teman" ucap Fabian.
"Bukan teman tapi lebih tepatnya adalah paman Fabian dulu adalah pekerjaan ayah, tapi dia keluar lalu membuka perusahaan begitu ceritanya. Kami ini tidak teman tapi kami juga tidak bermusuhan mana mungkin orang dewasa bermusuhan kan"
"Hemm, begitu ya tapi kalian berdua ini seperti sedang bermusuhan "
__ADS_1
"Tidak sayang, kami baik-baik saja mau tidur sekarang "
Melisa langsung mengelengkan kepalanya "Nanti saja Ayah, kamu tidak lihat Paman Fabian datang kemari aku masih ingin mengobrol dengan paman Fabian, kami sudah tidak bertemu biasanya Paman Fabian akan datang ke rumah satu bulan sekali, tapi bulan kemarin paman Fabian belum datang. Jadi aku ingin berbicara dengan paman Fabian aku rindu dengannya"
Adnan yang mendengarnya hanya bisa pasrah saja. Ya sudahlah dipaksa juga malah akan panjang nanti ceritanya.
Adnan akan menunggu anaknya selesai berbicara dengan Fabian. Ayana juga kenapa harus menelfon laki-laki ini. Apakah Ayana belum percaya padannya.
...----------------...
"Kamila ayo makan, kamu belum makan lagi setelah tadi pulang dari restoran "
Kamila mengelengkan kepalanya dengan lesu, Kamila sebenarnya ingin bersama ayah Adnan ingin banyak mengobrol ingin menghabiskan waktunya, tapi rasanya tidak bisa karena ada anak kembar itu kenapa dia harus ikut kemari dan satu lagi di mana kenapa hanya ada satu tadi.
"Kenapa Kamila tidak mau makan, biasanya jam segini Kamila sudah makan. Ada apa sepertinya sedang ada yang dipikirkan oleh Kamila, bisa Kamila ceritakan pada ayah siapa tahu ayah bisa membantunya, jangan memendamnya sendiri sayang, ayo ceritakan pada ayah "
"Kamila ingin bertemu dengan ayah Adnan, Kamila ingin berbicara dengannya, apakah ayah bisa mengantarkan Kamila untuk pulang ke rumah dulu sebentar. Kamila hanya ingin menghabiskan waktu dengan ayah Adnan beberapa hari saja sudah lama aku tidak bertemu dengan ayah Adnan, setelah itu aku akan kembali lagi kemari, aku akan tinggal lagi bersama ayah Rio aku janji itu "
"Besok kita pergi ke kantor ayah Adnan, kita temui dia ya. Tapi kamu harus akur dengan Melisa, kamu tidak boleh memusuhi Melisa seperti tadi, kalian berdua harus akur baru ayah akan mengantar kamu ke sana. Ayah tidak mau ada pertengkaran di sana nantinya, kasian Melisa kan baru datang kemari "
Rio sengaja membuat perjanjian seperti itu, Rio tak suka Kamila bersikap demikian pada orang lain, Rio tidak mau kalau Kamila seperti Fira nanti ibunya.
Kamila langsung menghela nafasnya dengan kesal "Tapi anak itu pasti akan mengganggu, dia tidak akan rela kalau aku duduk di pangkuan Ayah Adnan. Aku tidak mau ada anak itu Ayah dia tidak akan suka denganku, dia itu hanya akan membuat ulah saja "
"Kata siapa tidak akan suka. Memangnya kamu sudah pernah disakiti olehnya karena mendekati Ayah Adnan ? "
Kamila menggelengkan kepalanya "Tidak pernah, hanya saja aku takut dia melakukan hal itu. Aku benar-benar tidak suka dengan anak kembar itu, aku hanya ingin bertemu dengan Ayah saja berdua tidak dengan yang lainnya"
"Tidak bisa, kalau kamu ingin bertemu dengan ayah Adnan berarti kamu harus siap bertemu dengan Melisa dan tidak bertengkar dengannya. Melisa itu adalah anaknya Ayah Adnan, jadi dia akan selalu ada di samping ayahnya seperti kamu Kamila yang selalu ada di sampingku. Jangan egois jika memang ingin bertemu maka kamu juga harus baik pada anaknya Ayah Adnan"
"Ist menyebalkan sekali, Kamila bilang tidak mau ya tidak mau. Ayah ini sangat menyebalkan sekali ayah memang sama sama dengan ayah Adnan yang selalu saja membela anak itu. Dia itu sudah merebut ayah Adnan dariku. Aku marah pada ayah "
__ADS_1
Kamila langsung masuk kedalam kamarnya, bahkan terdengar suara pintu yang dikunci. Rio hanya bisa menggelengkan kepalanya saja mendengar itu. Rio seperti mendapatkan sikap keras kepala Fira dari Kamila, Rio harus merubahnya tak bisa didiamkan begitu saja.
Rio tidak mau sampai nanti Kamila saat besar akan licik seperti ibunya, akan melakukan segala hal cara untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan. Rio tidak akan pernah membiarkan anaknya tumbuh seperti Fira nantinya.