
Fira menatap rumah barunya itu dia tidak menyangka kalau akan tinggal di rumah seperti ini. Malam-malam datang ke perumahan yang begitu terpencil. Apakah papihnya tidak salah membawanya kemari.
Fira tak mau kalau harus tinggal ditempat seperti ini. Bagaimana akan bepergian pasti akan sangat jauh lagi. Lalu tak banyak orang juga yang tinggal disini kalau misalnya terjadi apa-apa bagaimana coba.
"Apa Papih tidak salah membawa aku ke tempat seperti ini, aku tidak mau tinggal di tempat yang begini. Aku ingin pulang saja Papih aku tidak mau di sini. Aku tak akan betah Papih. Kita cari tempat yang lain saja, memangnya tak ada pilihan lagi Papih, ya rumah yang lebih bagus dan lebih luas lagi "
"Ya silakan saja kalau kamu mau pulang, akan tetap tinggal di sini, ini adalah rumah Papih, papih tidak akan kemana-mana kalau kamu mau pergi silakan, papih sudah membeli rumah ini dan papih kan tinggal di sini. Papih suka suasana disini begitu sejuk dan masih belum banyak rumah. Ini akan cocok untuk masa tua Papih "
Fira begitu kesel dengan pilihan Papihnya ini, kenapa rumahnya harus sekecil ini kenapa harus di sini. Papihnya ini benar-benar salah memilih tempat. Fira benar-benar tidak mau menempati rumah ini. Papihnya ini sepertinya ingin mempermainkannya.
"Papih yakin kalau papih sudah diusir dari rumah itu, kalau tiba-tiba saja rumah kita tidak disita bagaimana, akan sayang sekali kan rumah kita itu papih, jangan gegabah kita kembali lagi ya Papih "
"Rumah itu sudah disita, untuk apa papi berbohong padamu. Jika kamu tidak percaya coba kamu tinggal di sana beberapa hari, mungkin kamu sudah akan diusir sudahlah jika kamu tidak mau tinggal bersama Papi ya sudah. Papi tidak akan memaksa dari tadi Papi pergi juga Papi Tidak memaksa kamu untuk ikut kan"
"Tapi aku tidak suka dengan rumah ini kenapa sangat kecil sekali. Aku tak suka dengan bagunanya ini. Sangat berbeda sekali dengan rumah kita papih. Kenapa tak cari rumah yang hampir sama saja dengan rumah kita yang dulu "
"Sudah Papi katakan kalau kamu tidak suka ya jangan tinggal di sini. Kamu pergi saja dari sini tidak usah ada di sini. Papi tidak peduli kamu mau suka atau tidak. Ini tempat yang nyaman untuk Papi di hari tua seperti ini. Rumah ini tak terlalu kecil, rumah ini sangat cocok untuk kita yang tinggal berdua. Untuk apa rumah besar-besar kalau hanya tinggal berdua saja. Kita tak akan punya pelayan mulai sekarang Fira"
Fira menatap rumah itu sekali lagi, lalu dia menelusuri rumah itu. Saat membuka satu persatu kamarnya sangat kecil tidak ada pembantu di sini, tidak akan ada yang melayaninya siapa nanti yang akan membuat sarapan. Fira kembali mendekati papihnya.
"Papih yakin tak akan ada satupun pelayan disini. Aku tak akan bisa hidup tanpa mereka. Siapa nanti yang akan menyiapkan sarapan, siapa nanti yang akan membereskan rumah dan yang lainnya "
"Kamu ini bagaimana ya tidak mungkin, kita ini sudah tidak punya apa-apa. Mereka tidak akan mau bekerja dengan kita tanpa uang. Sudah papih katakan kalau kamu tidak mau ya sudah kamu pergi dari sini"
"Aku pergi dari sini mau ke mana aku pergi. Aku tidak punya tujuan makanya aku akan tetap tinggal di sini aku tidak akan kemana-mana Papi. Tak akan ada yang mau menerima aku juga, aku tak punya teman"
"Ya sudah kalau kamu tidak akan kemana-mana tinggallah di sini. Sudah jangan egois jangan terus melunjak kalau apa-apa. Papih sudah memberikan yang terbaik untuk kamu, papih sudah menghabiskan semuanya untuk kamu. Maka sekarang kamu yang menafkahi papi mu ini"
__ADS_1
"Aku harus bekerja di mana pengalaman bekerja saja aku tidak punya. Mana mungkin aku bisa bekerja papih. Kamu ini selalu saja memberikan kejutan padaku. Kenapa kamu tak bicara dari awal saja kalau kehidupan kita akan seperti ini "
"Ya itu urusan kamu, masa harus papih yang bekerja. Papi ini sudah tua Papi ini sudah tidak bisa bekerja lagi Fira, sekarang kamu yang harus menafkahi Papih, kamu yang harus memberi Papih makan"
"kalau Papi tahu ke depannya akan seperti ini kehidupan kita, papi tidak akan membiayai kamu yang pura-pura menjadi orang gila, papi tidak akan menghambur-hamburkan uang dan Papi tidak akan berurusan dengan Adnan sampai-sampai semuanya harus hancur seperti ini Fira.
Fira keluar dari dalam rumah dia bingung dengan hidupnya sekarang. Kenapa tiba-tiba berubah seperti ini, dari kehidupannya yang nyaman jadi kehidupan yang tidak punya apa-apa dan Fira harus bekerja.
Bekerja di mana coba tidak akan pernah ada yang mau menerima Fira dengan tanpa pengalaman seperti ini, mungkin iya Fira kuliah tapi Fira tidak punya pengalaman sedikitpun.
...----------------...
"Ayana kamu yakin akan tidur di kamar anak-anak tidak akan tidur bersama aku. Kenapa tidak bersamaku saja Ayana. Aku akan memeluk kamu dengan erat, kasian anak-anak kalau kalian tidur bertiga, tempat tidur sebelah sepertinya tak enak makannya tak diisi oleh anak-anak"
"Adnan apa kamu sadar kita ini belum menikah, kamu itu hanya baru melamar ku saja. Kamu sudah tahu kan prinsip hidupku dari dulu aku tidak akan pernah mau tidur dengan kamu, mungkin waktu itu saat di kapal hanya sebuah kesalahpahaman saja. Sudahlah kamu pergi ke kamarmu aku mau tidur bersama anak-anak saja "
Adnan masih diam dan menetap Ayana, Adnan rasanya ingin tidur di sini saja bersama mereka berempat, tapi yang ada mungkin Ayana akan mengusirnya. Kalau misalnya Ayana sudah tidur sih tidak apa-apa Adnan pasti akan langsung berbaring di sini.
"Tapi aku tidak akan pernah bisa tidur kalau sendirian Ayana, aku pasti akan terbangun lagi terbangun lagi. Aku sudah tak bisa tidur sendirian lagi aku harus mempunyai teman tidur Ayana, dan kamu yang cocok tidur dengan aku. Aku janji tak akan melakukan apa-apa pada kamu "
"Jangan tiba-tiba menjadi manja sudah cepat sana tidur di kamarmu sendiri, jangan ada di sini. Aku akan tidur bersama anak-anak jika kamu terus berbicara anak-anak pasti akan bangun. Kasian mereka sedang istirahat, apakah kamu ingin menganggu mereka Adnan"
"Ayana aku ingin bersamamu, aku juga ingin ditemani kamu " rengek Adnan seperti anak kecil saja.
"Adnan akan aku lepaskan cincin ini dan kita tidak akan pernah menikah lagi sampai kapanpun. Aku tak pernah bermain-main dengan kata-kataku ini. Jadi bagaimana kamu mau pilih yang mana "
"Baiklah baiklah aku pergi ke kamarku sekarang, aku tidak akan mengganggumu. Aku akan pergi sekarang Ayana. Kamu tidak usah khawatir aku akan pergi, kamu istirahat saja yang nyenyak ya. Aku tak akan menganggu kamu "
__ADS_1
Adnan langsung saja melangkah keluar dari kamar anaknya itu, kalau ancamannya sudah seperti ini Adnan tidak bisa melakukan apa-apa. Lebih baik Adnan pergi saja daripada dia tidak jadi menikah dengan Ayana. Itu bisa lebih gawat lagi kan Adnan tidak mau pernikahan ini malah jadi gagal.
Ayana yang sudah memastikan Adnan keluar dari dalam kamar segera mengunci pintunya. Ayana tidak mau kecolongan lagi dan nanti tiba-tiba Adnan adalah di sampingnya tidur di sini Enak saja dia mau enak-enak
Setelah itu Ayana segera membaringkan tubuhnya di samping anaknya, masih ada tempat dan masih luas juga jadi Ayana bisa tidur di samping anaknya.
...----------------...
Fira masuk ke dalam rumah saat malam sudah sangat larut sekali. Pikiran Fira benar-benar sedang sangat kacau sekali harus bagaimana sekarang, Fira begitu bingung dengan semua yang terjadi.
"Aku harus cari kerja ke mana, aku tidak tahu harus ke mana. Sedangkan aku saja sekarang tinggal ditempat terpencil seperti ini "
"Aku juga tidak punya teman dekat yang bisa membantuku ataupun aku tidak mempunyai pacar, rencana aku yang sudah aku susun dari awal pasti akan hancur karena aku harus berpikir bagaimana cara menyambung hidupku ini"
"Fira segeralah tidur di kamar sebelah, sudah Papi bereskan kamarnya kamu tinggal istirahat saja besok kamu harus cepat-cepat mencari kerjakan, tidak mungkin kamu akan berleha-leha didalam rumah"
"Fira bingung Papi harus mencari pekerjaan di mana, Fira harus bekerja apa juga, Fira benar-benar kebingungan sekali Papih "
"Papi juga bingung. Mungkin kamu bisa mencari pekerjaan di tempat dekat-dekat disini, menjaga toko atau mungkin menjadi petani. Disini banyak yang menjadi petani siapa tahu kamu akan cocok dengan pekerjaan itu Fira. Banyak yang sukses kok yang menjadi petani. Kamu mau ya jadi petani"
"Apa aku tidak salah dengar Papi. Aku menjadi seorang petani yang ada kulitku ini akan hitam, aku tidak akan mau. Aku tidak sudi kalau sampai harus seperti itu, kenapa sih hidup kita harus berubah secepat ini Papi kenapa. Aku benar-benar merasa semua ini seperti mimpi saja. Dari hidupku yang serba ada, serba kecukupan tapi sekarang malah jadi seperti ini "
"Mungkin ini sudah jalannya kita harus berubah seperti ini Fira, kita hanya perlu menjalaninya saja. Cepatlah segera istirahat sekarang ini sudah sangat malam sekali, papih tidak mau tiba-tiba nanti kamu pagi-pagi menjadi gila lagi seperti waktu itu, jadi cepatlah istirahat dan jangan pikirkan ini terus-menerus"
Fira hanya melangkah pergi saja kekamar yang sudah papihnya tunjuk tadi. Fira benar-benar binggung dan tak harus bagaimana.
Saat Fira masuk kedalam kamar, alangkah kagetnya kenapa begitu sempit. Belum lagi tempat tidur yang kecil. Satu lagi lemari yang kecil juga akan muat apa.
__ADS_1