
"Kamu sudah membuat Papi malu Fira kamu sudah membuat nama Papi tercoreng kenapa kamu melakukan ini, kenapa kamu tega lakuin ini sama papi, apa salah papi sama kamu Fira "
Fira melepaskan cengkraman tangan dari sang ayah"Kenapa aku melakukan ini, karena aku ingin Adnan menjadi milikku papih, aku ingin dia ada bersamaku. Jika aku tak bisa memilikinya maka orang lain pun tidak boleh memilikinya. Aku tak akan membiarkan itu, aku tak akan rela Adnan jatuh pada tangan orang lain. Hanya aku saja yang boleh memiliki Adnan. Adnan adalah milikku selamanya"
"Tapi tak seperti ini caranya, kamu sudah membuat papih tak punya muka Fira, tak sekalian saja kamu bunuh Papi agar sekalian kamu senang. Agar kamu juga bebas melakukan apapun yang kamu mau. Papih benar-benar tak habis fikir dengan kamu "
Fira terduduk lemas dia menangis meraung-raung, dia menyesal karena tidak bisa mempertahankan rumah tangganya Fira sama sekali tidak menyesal dengan apa yang terjadi dengan Ayana, masa bodoh mau hancur mau bagaimanapun Ayana, Fira tidak peduli, biarkan saja itu hidup Ayana bukan hidupnya.
"Papih tidak akan membiarkan kamu keluar rumah, sampai kamu bisa berubah dan kamu bersujud pada Ayana untuk meminta maaf atas apa yang kamu lakukan ini. Kamu memang sudah sangat keterlaluan sekali Fira "
Fira langsung mendongakan kepalanya "Tidak sudi. Aku tidak akan pernah sudi melakukan itu. Harga diriku akan disimpan di mana sampai harus aku bertekuk lutut pada perempuan itu. Aku tidak akan pernah mau sampai kapanpun. Kalau aku sampai melakukan itu yang ada Ayana akan keras kepala dan merasa menang dariku "
Plak
Pipi Fira langsung ditampar oleh Papihnya. Fira yang tadinya menangis sekarang jadi tertawa "Berani sekali papi menamparku hanya untuk membela perempuan itu, papi menamparku untuk dia apa sepadan, aku ini anak papih, aku ini darah daging papih seharusnya Papi membela aku bukannya melakukan ini padaku"
"Kamu ini seorang perempuan Fira tapi kamu tidak berpikir ke sana, apakah hal yang kamu lakukan itu tidak akan membuatnya sakit hati tentu saja dia sakit hati. Tentu saja dia terpuruk, tentu saja dia depresi apalagi sampai diperkosa seperti itu, rencanamu itu tidak lucu rencanamu itu tidak bagus. Kamu benar-benar sudah membuatku malu seharusnya dulu aku tidak menyuruhmu untuk kembali ke mari kalau pada akhirnya akan membuat aku malu "
"Terus saja terus saja bela perempuan itu sebenarnya siapa anakmu itu aku atau dia" jerit Fira dengan kesal.
"Diam kamu mau siapapun anakku, aku tidak membenarkan apa yang kamu lakukan Fira. Kamu ini pada orang tua saja berani melawan seperti ini. Memang kamu ini harus diberi pelajaran tidak boleh didiamkan terus-menerus seperti ini, mulutmu ini memang harus diberi pelajaran"
"Silakan saja, silakan saja sekalian aku akan membongkar rahasia terbesar ku, Kamila itu bukanlah anak Adnan aku menikah dengan Adnan saat perutku sudah terisi seorang anak dari laki-laki lain. Kamila bukan lah anak Adnan. Aku berhasil menipunya aku berhasil membuat anakku disayang oleh Adnan dan dia akan menjadi pewaris tunggalnya seperti yang pernah dibuat Adnan buat "
Hati papihnya Fira sakit mendengar semua itu, selama ini dia dibohongi selama ini anaknya telah berbohong, jadi Kamila bukan anak-anak Adnan "Sungguh kamu memang harus diberi piala karena perbuatanmu Fira. Siapa laki-laki itu hah mantanmu Rio iya dia ayahnya, akan aku berikan anak itu kepada Rio. Aku tak akan tinggal diam saja "
Papinya Fira langsung menggusur Fira masuk ke dalam kamar, didorongnya anaknya itu sampai tersungkur lalu pintu kamar Fira dikunci. Papinya
Fira merosot dan terduduk dengan lemas dia menangis dengan sejadi-jadinya, didikannya selama ini gagal apa yang diterapkan pada anaknya gagal padahal dirinya ingin Fira menjadi anak yang baik.
Fira menjadi anak yang membanggakan, tapi nyatanya malah seperti ini balasan anaknya seperti ini sungguh dia adalah seorang ayah yang gagal sangat gagal sekali.
Kenapa juga harus sampai kecolongan, sampai tidak tahu kalau Fira sudah mengandung saat menikah dengan Adnan, mungkin kalau dia tahu tentang semua ini pernikahan itu akan dibatalkan.
Kenapa juga Fira bisa melakukan hubungan suami istri saat sebelum menikah, sungguh sekarang hatinya sakit sekali dirinya Ayah yang gagal, Ayah yang bodoh tidak bisa mendidik anaknya menjadi yang baik, anaknya malah menjadi hancur seperti ini.
Papinya Fira terus menyalahkan dirinya atas kesalahan yang Fira lakukan. Bahkan Papihnya Fira memukul-mukul kepalanya sendiri.
__ADS_1
...----------------...
"Ayah kenapa kita tiba-tiba pergi lalu nenek dengan siapa. Kasihan kan nenek sendirian " tanya Kamila sambil mendongakan kepalanya. Mereka sekarang sedang berjalan kearah rumah baru mereka.
"Biarkan saja Ayah ingin hidup bersamamu. Kita akan hidup berdua tapi sebentar lagi akan ada keluarga baru, kamu akan memiliki ibu yang baik sekali denganmu dan kamu nanti juga akan punya saudara"
Kamila mengerutkan keningnya "Hah maksudnya bagaimana Ayah. Lalu Ibu juga ke mana kenapa kakek membawa ibu. Bahkan tadi Kamila lihat kakek sampai menarik-narik tangan ibu"
"Ibu tidak akan pernah kembali lagi, ibu akan menemani kakek. Jadi kamu jangan terus ingat-ingat dia ya "
"Hemm, baiklah adalah Ayah selalu ada buat aku. Ayah juga tak akan pernah ninggalin aku kan "
Adnan mengusap kepala anaknya "Tentu saja Ayah tidak mungkin meninggalkanmu, kamu akan selalu ada di samping Ayah kita akan selalu bersama-sama"
"Janji Ayah "
"Iya Ayah janji, mana mungkin Ayah bohong dengan Kamila "
"Baiklah aku pegang janji-janji Ayah "
Mereka masuk kedalam rumah, Adnan menatap rumah itu yang sudah lama tidak ditinggali, ini adalah rumah yang Adnan belikan untuk Ayana rumah itu tidak jadi Adnan jual. Entah kenapa rasanya berat saja saat akan menjualnya semua kenangannya bersama Ayana ada di sini.
...----------------...
"Mama lihat Paman menguncir rambutku seperti ini "adu Melisa sambil menggerak-gerakan rambutnya.
Ayana melihat ikatan rambut Melisa yang miring. Yang satu ke bawah yang satu di atas. Ayana mendekati anaknya dan mencubit pipinya dengan gemas.
"Ini cukup bagus "
"Tidak Mama ini tidak bagus. Lihatlah Melisa akan jelek yang satu di bawah yang satu di atas dan tidak kuat seperti yang Mama buat. Paman ini tidak benar, menyebalkan sekali "
Fabian yang baru keluar dari kamar menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum lebar kearah dua perempuan yang ada dihadapannya. Sama halnya dengan Melinda sama saja bahkan ikatannya lebih parah. Melinda sudah cemberut karena ikatan rambutnya ini tidak benar dan berantakan.
"Sini biar Mama yang benar kan, Paman Fabian kan masih belajar jadi kalian harus memakluminya, sini"
Ayana segera membenarkan ikatan rambut Melisa dan juga Melinda setelah benar Melinda dan juga Melisa memperlihatkannya pada Fabian.
__ADS_1
"Lihat Paman harusnya seperti ini, harusnya kuat seperti ini ikatannya tidak seperti tadi "Beritahu Melisa sambil menunjuk kuncir duanya itu"
Fabian menggerak-gerakkan tubuh Melisa itu" Iya Iya paman salah memang Paman tidak bisa, kalian juga kenapa harus minta tolong sama Paman buat iketin rambutnya jadi gagal kan, paman itu benar-benar tak bisa "
"Ya habisnya Paman bisa kan bantu kita pakai seragam, aku kira bisa bantu juga kita rambut. Tapi saat di minta bantuan buat kuncir rambut ternyata Paman ga bisa "
"Sudah sudah ayo kita makan dulu. Mama sudah selesai masak ayo cepat kita makan dan nanti kalian berangkat sekolah"
"Hore makan-makan " sorak Melinda seperti biasa.
Mereka berempat berkumpul di meja makan lipat itu. Mereka segera memulai sarapan pagi mereka. Dibarengi dengan canda tawa mereka, memang sekilas terlihat seperti keluarga kecil seperti ayah, ibu dan anak-anak yang bahagia.
...----------------...
"Mama akan pergi ke toko dulu kalian ga papa kan ditinggal di sini, di sana sudah ada teman-teman kalian juga "
Melisa dan Melinda langsung mengganggukan kepalanya dengan kompak "Iya Mama kami tidak apa-apa kok ditinggal, dekat kan toko dengan sekolah kami. Kami tidak akan rewel Mama cukup percaya saja pada Melisa. Melisa akan menjaga Melinda dengan baik. Nanti kalau misalnya belum dijemput Melisa dan juga Melinda tidak akan keluar dari sekolah"
"Baiklah Mama doakan semoga kalian banyak teman. Lalu bisa mengikuti pelajarannya dengan baik ya. a
Baik-baik di dalam jangan nakal.Harus menurut ya sama ibu guru dan juga bapak guru "
"Siapa Mama "
Mereka berdua menyalimi dulu Ayana dan juga Fabian. Setelah itu mereka masuk ke dalam dengan guru yang memang sudah menunggu di sana. Ayana senang melihat anaknya begitu bahagia berkumpul dengan teman barunya mereka sedang berkenalan.
"Mau sekarang pergi ke toko "tawar Fabian
"Tentu Fabian aku harus buka sekarang, ayo nanti siang aku harus menjemput anak-anak. Aku tak mau telat nanti "
Fabian menganggukan kepalanya. Mereka berjalan beriringan, karena memang dekat tidak usah memakai mobil juga langsung sampai kok dekat hanya perlu berjalan beberapa menit saja.
Dibantu oleh Fabian membuka toko bunga itu. Baru saja dibuka tapi toko itu sudah banyak yang menunggu banyak yang membeli karangan bunga untuk perpisahan, untuk hiasan di rumah dan banyak lagi.
Untung saja ada Fabian jadi Ayana tidak terlalu keteteran nanti Ayana akan mencoba untuk mencari pegawai saja. Agar pekerjaannya lebih ringan, ya maksudnya agar terbantu saja Ayana bersyukur makin hari tokonya makin banyak pembelinya.
Ayana begitu menikmati hidup yang sekarang. Hidupnya sekarang lebih baik dan juga lebih membuatnya tenang juga. Jauh dari keluarganya malah membuat Ayana bahagia.
__ADS_1
Tak ada lagi pukulan yang Ayana terima, atau cacian yang Ayana dengar. Berarti keputusannya memang sudah benar pergi jauh dari mereka semua.