
"Aku tidak akan mau bertemu dengan Fira dan meminta maaf "tolak Adnan
Ayana menghela nafasnya. Kenapa suaminya ini keras kepala sekali "Tapi kalau seperti ini malah akan ada dendam nantinya. Mama kamu juga udah tahu tentang pernikahan kita ini. Sebaiknya kamu datangi dia deh bicara baik-baik sama Mama kamu"
Adnan menyimpan laptopnya dan menatap istrinya yang duduk berhadapan dengannya "Bilang apa aja Mama sama kamu saat datang tadi "
"Ya intinya Mama kamu marah karena aku udah nikah dengan kamu tanpa restu dia. Lebih baik kamu bicara sama Mama kamu dulu aja Adnan, aku ga mau hubungan kalian berdua jadi berantakan cuman gara-gara aku aja, cuman gara-gara orang baru kayak aku. Lebih baik kamu bicara baik-baik dengan Mama dan semoga aja dia bisa luluhkan terima aku apa adanya "
Adnan mengusap pipi istrinya dan tersenyum "Baiklah aku akan temu Mama, kamu ikut ya "
Ayana langsung mengelengkan kepalanya dengan kuat "Aku ga mau. Lebih baik kamu temui dulu aja Mama kamu sendirian. Aku ga mau dia makin emosi lihat aku tolonglah Adnan jangan membuat semuanya menjadi rumit"
"Baiklah aku akan berangkat sekarang. Kamu ga apa-apa kan aku tinggal sendirian dirumah "
"Iya ga masalah. Aku ga akan mempermasalahkan itu semua "
Adnan segera bangkit dan menganti pakainnya. Setelah berpamitan pada sang istri Adnan pergi dari rumah. Sebenarnya Adnan enggan pergi dari rumah tapi Adnan tak mau membuat istrinya kecewa.
Semoga saja setelah Adnan berbicara dengan Ibunya semuanya akan baik-baik saja. Adnan juga belum mencari pekerja untuk menjaga rumah ini karena mereka juga baru datang kemari kan.
...----------------...
"Adnan akhirnya kamu pulang juga. Mama udah tunggu kamu lo"
"Iya Adnan baru bisa pulang sekarang "
Adnan langsung duduk diruang santai, lalu menatap Mamanya " Jadi Mama udah tahu semuanya tentang pernikahan Adnan ? "
__ADS_1
Mama Linda langsung menangis "Iya Mama sudah tahu, kenapa Adnan kenapa kamu lakuin ini. Kenapa kamu menikah tanpa restu Mama dan kamu juga meninggalkan Fira saat mau bertunangan. Kamu ga kasihan sama dia, dia pingsan. Semua keluarga malu Adnan kenapa kamu lakuin ini ? "
"Adnan kan sudah bilang sama Mama, kalau Adnan ga mau, Adnan udah punya Ayana jadi jangan salahkan Adnan dalam masalah ini "
Mama Linda mengusap air matanya "Akan Mama buatkan dulu teh, agar pembicaraan kita ini lebih tenang "
Mama Linda langsung pergi kearah dapur. Menyeduh teh dan memasukan sesuatu pada minuman Adnan senyum licik terukir di bibir Mama Linda.
"Ini tehnya Adnan minum dulu kamu juga pasti haus"
Adnan hanya menganggukan kepalanya saja "Tolong Mama terima Ayana, mau bagaimanapun sekarang Ayana menantu Mama. Jangan pernah membeda-bedakan Ayana, kalau Mama menerima Ayana dengan baik aku akan datang dan meminta maaf pada Fira dan juga keluarganya"
Mama Linda diam cukup lama, memikirkan semua itu "Baiklah Mama akan menerima Ayana, tapi bagaimana kalau misalnya keluarga Fira menuntut kamu untuk menikahinya karena kamu sudah terlanjur membuat mereka malu"
"Mana mungkin, aku akan segera mempublikasikan hubunganku dengan Ayana. Mana mungkin mereka tega untuk membuat Fira menjadi istri keduaku kan tidak mungkin. Aku akan meminta maaf pada mereka dan membayar berapapun yang mereka minta jika perlu" Adnan segera meminum tehnya karena sudah sangat haus.
"Tentu nanti kita bisa pergi kerumah ku "
Adnan tiba-tiba sama menguap, kenapa tiba-tiba mengantuk seperti ini baru juga jam 09.00 malam. Biasanya Adnan aka tidur jam 11.00 malam atau mungkin sampai jam 12.00 malam, tapi sekarang baru jam 09.00 malam sudah mengantuk.
"Adnan harus pulang sekarang Ma"
"Kenapa tidak besok pagi saja. Sepertinya kamu sangat mengantuk sekali Adnan. Mama takut terjadi sesuatu sama kamu. Mama takut nanti kamu malah kecelakaan. Lebih baik menginap saja kamu telepon dulu Ayana, pasti dia juga akan mengerti"
"Tapi Adnan ga bisa tinggalin Ayana gitu aja sendirian di rumah. Adnan ga akan kenapa-napa kok Adnan akan baik-baik aja "
Baru saja Adnan bangkit, Adan langsung terjatuh lagi dan matanya langsung tertutup. Mama Linda tersenyum senang melihat itu.
__ADS_1
"Bara kemari "
"Siap nyonya "
"Bawa Adnan kekamarnya sekarang "
"Baik nyonya "
Setelah anaknya dibawa Mama Linda menelfon Fira "Hallo sayangku "
"Halo Tante bagaimana sudah ada Adnan pulang ke rumah"
"Sudah, tidak disangka-sangka ternyata Adnan pulang hari ini dan Tante sudah memberikannya obat itu dia sudah tertidur dengan lelap dan tante juga sudah mengambil kunci rumahnya, kamu bisa datang ke sana dan hancurkan saja perempuan itu sekalian"
"Baiklah Tante, aku sudah menyiapkan sebuah rencana yang akan membuat Adnan membenci Ayana selamanya "
"Bagus, kita harus menghancurkan perempuan itu agar dia tahu rasa"
"Aku pergi sekarang Tante"
"Baiklah sayang. Selalu hati-hati "
Setelah sambungan terputus Mama Linda keluar dari dalam rumah. Menunggu Fira datang untuk mengambil kunci rumah Adnan.
Semuanya dilakukan untuk membuat kalau semua ini bukanlah jebakan. Mama Linda ingin terlihat kalau Ayana lah yang salah di sini, kalau Ayana lah yang telah melakukan semuanya.
Rencana ini pasti akan berhasil Mama Linda dan juga Fira sudah menyusunnya dengan baik-baik, tidak mungkin gagal kan bahkan sekarang Adnan ada di tangannya.
__ADS_1