Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 23


__ADS_3

"Sayang kenapa memasak"


Adnan memeluk istrinya dari belakang sesekali mencium tengkuknya dan menjalar keatas dan mencium telinga istrinya.


"Adnan aku sedang memasak "


"Hemm, kenapa tidak nanti saja sayang, aku masih ingin memelukmu seperti ini. Aku belum puas sayang"


Adnan membalikan badan sang istri dan mereka sekarang berhadapan. Ayana mengalungkan tangannya dan tersenyum malu.


"Aku harus memasak dulu, apakah kamu tidak lapar. Aku yakin kamu juga pasti mau makan jadi biarkan aku memasak dulu "


Adnan mengelengkan kepalanya "Engga sayang, nanti saja "


Adnan mendekatkan bibirnya dan memulai mencium bibir istrinya, menghisapnya dan memperdalam ciuman mereka. Ayana hanya mengikutinya mengimbangi ciuman suaminya.


Ayana kadang kewalahan melakukan ini, tapi Ayana sebisa mungkin untuk selalu membalasnya. Ayana melepaskan ciuman mereka.


Ayana kembali membalikan badannya dan mematikan kompornya "Untung saja aku masih ingat kalau aku sedang memasak kalau tidak makanannya akan terbuang "

__ADS_1


"Tidak usah lelah lelah memasak sayang, kita kan bisa membelinya aku nanti akan memesannya"


"Tidak Adnan aku mau kamu hanya memakan masakanku saja, tidak makan makanan yang di luar ya. Aku ingin suamiku selalu makan di rumah tidak di luar sana "


Ayana memindahkannya ke piring dan membawanya kemeja makan. Adnan masih saja mengikuti istrinya sambil memeluk perutnya.


Ayana sampai kesusahan untuk berjalan "Adnan aku tak bisa berjalan tolong lepaskan jangan seperti ini "


"Tidak, aku sudah nyaman seperti ini sayang. Aku suka seperti ini "


"Tapi aku kesusahan untuk berjalan Adnan "


Adnan dengan perlahan melepaskan pelukannya dan membantu istrinya menatap makanan dimeja makan. "Sudah semuanya sayang, bisa kita masuk kedalam kamar"


"Hemm, iya juga kita harus banyak tenaga untuk membuat Adnan junior "


Ayana tersenyum mendengar itu, Ayana mengambilkan nasi dan berbagai macam lauk pauk. "Apakah ada lagi Adnan "


"Sudah sayang cukup, setelah ini kita lanjutkan ya bermain dikamarnya "

__ADS_1


"Adnan makan dulu "


"Baiklah sayang "


Adnan Adnan diam dan fokus pada makannya, tapi tidak kadang-kadang menatap Ayana.


...----------------...


"Akhh Ayana kemana kamu ini, dasar ya anak itu menyebalkan sekali "terik Ibunya Ayana.


"Ya ampun Bu, Jagan berisik lebih baik Ibu fokus saja didapur jangan teriak-teriak seperti itu nanti tak akan siap-siap sarapannya "teriak Arman kakaknya Ayana.


"Ist diam lah, aku tidak suka berada di dapur seperti ini. Pokoknya kalian harus cepat-cepat menemukan Ayana. Aku tidak mau kalau harus terus seperti ini. Sungguh akan sangat melelahkan sekali "


"Hemm, kami hanya akan mencari Kak Ayana sebisa kami. Karena kami ini punya kesibukan masing-masing"sekarang adik perempuan Ayana yang berbicara.


"Kalian memang tak bisa diandalkan. Kalian memang acuh dan tak mau meringankan beban ini. Ibu kesal pada kalian semua"


Ibu Ayana kembali lagi berkutat dan memasak sesuai dengan apa yang dia bisa. Ya meskipun berantakan tapi tetap Ibu Ayana tak punya pilihan, karena Ayana tak ada.

__ADS_1


Awas saja kalau sudah pulang Ayana akan habis. Apalagi uang bulanannya sudah habis. Tak ada yang tersisa lagi. Kalau Ayana sampai tak pulang dalam waktu 2 hari sudahlah mereka akan kelaparan karena tak punya uang.


Ayana ini memang tega sekali pada keluarganya. Ayana sudah dibutakan oleh cinta. Nanti lihat saja Ayana akan sakit karena cinta, baru dia tahu rasa.


__ADS_2