Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 39


__ADS_3

1 bulan kemudian.


Ayana muntah-muntah. Ayana memegang kepalanya yang sakit. Ayana sungguh tidak tahu dengan keadaanya ini. Kenapa tiba-tiba muntah-muntah seperti ini.


"Aku harus kedokter, aku takut kalau aku hamil. Anak siapa yang aku kandung, aku begitu takut sekali"


Ayana membersihkan wajahnya dan keluar dari dalam kamar mandi. Ayana bergegas menganti pakainnya dan akan pergi sekarang juga. Ayana tidak mau menunda-nunda lagi.


Ayana sekarang sudah tak terlalu takut dengan orang asing. Apalagi Ayana tak mau merepotkan Fabian. Ayana masih tinggal dirumah Fabian sebenarnya Ayana ingin pergi saja tapi Fabian selalu saja menahannya.


Nanti juga akan ada saatnya Ayana pergi, Ayana tak mungkin dirumah Fabian terus. Ayana tahu diri Ayana tak akan terus merepotkan Fabian.


Kasian Fabian sudah terlalu banyak membantunya. Ayana ini banyak masalah dan Ayana tidak mau Fabian malah terbawa-bawa. Kasian Fabian kalau seperti itu.


Ayana pergi kerumah sakit sendirian. Saat sudah ada disana Ayana langsung menuju resepsionis untuk bisa bertemu dengan dokter kandungan. Ayana ingin semua ini cepat berakhir. Ayana ingin tahu kebenarannya sekarang juga.


"Silakan Ibu tunggu dulu di sana, nanti akan dipanggil ya Bu"


"Baik suster "


Ayana duduk tak terlalu jauh, Ayana melihat perempuan hamil beserta suaminya yang pastinya akan cek kandungan.


Ayana hanya bisa tersenyum saja melihat pemandangan ini. Mereka begitu terlihat bahagia sekali. Apalagi dengan suaminya yang mengusap-usap terus perut sang istri sungguh romantis sekali.


...----------------...


"Adnan ayo makan dulu akan aku suapi, kamu harus makan kamu selalu saja melewatkan makan siang. Itu ga baik banget tahu"


"Baiklah Fira "


Fira dengan semangat mendekati Adnan dan menyuapinya. Adnan menerima setiap suapan yang Fira berikan. Tak ada penolakan lagi, Fira begitu bahagia mendapati Adnan yang sudah berubah tak seperti dulu lagi yang jutek dan selalu menolaknya.


"Jadi kamu kapan mau datang ke rumah Papi, kita jadikan nikah, jangan kecewakan aku lagi kamu udah setuju kan mau nikah sama aku" tanya Fira ingin mendapati jawaban yang sungguh-sungguh.


"Iya nanti malam aku ke rumah kamu Fira, jadi tenang aja aku ga akan ingkar lagi kok. Aku yang akan ke rumah Papi kamu dan berbicara semuanya padanya. Aku ga akan kecewakan kamu lagi. Aku akan nikah sama kamu ga akan kabur lagi"


Fira yang mendengarnya sangat lega sekali, akhirnya Adnan mau datang ke rumahnya. Inilah yang Fira mau dari awal, Adnan datang dan melamarnya langsung "Baiklah aku tunggu kedatangan kamu sama tante Linda ya, aku udah ga sabar banget. Aku udah tunggu itu sejak lama "


"Iya "


Kenapa Adnan tiba-tiba setuju dan seperti menerima Fira sebenarnya Adnan ingin membalas apa yang Ayana lakukan. Dan ingin membuat hati Ayana sakit dengan melihat dirinya menikah dengan Fira.


Adnan tahu Ayana pasti akan sangat hancur sekali, Ayana saja bisa kan melakukan hubungan suami istri dengan laki-laki lain. Kenapa Adnan tidak bisa menikah dengan perempuan lain, lihat saja akan Adnan buktikan kepada Ayana, kalau Adnan bisa hidup tanpa Ayana dan bahagia tanpa Ayana juga.


Adnan begitu marah pada Ayana dan tidak mau mencari tahu tentang kebenarannya, tidak mau mengetahui semuanya. Yang Adnan tahu Ayana selingkuh dan itu sesuatu yang tidak bisa dimaafkan oleh Adnan sampai kapanpun.


Meskipun Adnan sangat mencintai Ayana bahkan sampai sekarang, tapi semua itu tertutup dengan rasa kecewa yang telah Ayana berikan yang telah Ayana torehkan pula. Pokoknya apa yang Ayana lakukan tak akan pernah bisa Adnan lupakan bahkan dimaafkan.


Bahkan sampai sekarang Adnan tidak pernah mencintai Fira, sudah 1 bulan berlalu tapi tetap saja Adnan tidak pernah bisa menerima Fira. Tapi demi membalas semua apa yang Ayana lakukan Adnan akan melakukannya akan menikah dengan Fira akan membuat Ayana sadar kalau Ayana bukanlah perempuan spesial dalam hatinya.


...----------------...

__ADS_1


"Selamat ya Bu Ayana anda sedang mengandung 3 minggu"


Ayana yang mendengarnya kaget sekaligus takut, ini anak siapa harus minta pertanggungjawaban siapa anak Adnan atau laki-laki brengsek itu, Ayana sungguh binggung sekali.


"Bu, apa Ibu baik-baik saja"


Ayana yang tersadar langsung menatap ke arah dokter itu "Aku baik-baik saja dokter, ya aku baik-baik saja"


"Baiklah ini aku meresepkan vitamin dan juga obat mual dan pusing. Ibu bisa langsung ke tempat penebusan obat ya. Selamat atas kehamilannya Bu Ayana "


"Terima kasih Dokter"


"Sama-sama Bu"


Ayana keluar dari ruangan itu dengan lunglai, memikirkan semua ini anak siapa ini. Apakah Ayana harus mempertahankannya, tapi tidak Ayana tidak mungkin menghilangkan anak yang ada dalam perutnya Ayana punya hati. Ayana tidak sekejam itu akan Ayana bawa anak ini pergi.


Ayana akan pergi sejauh-jauhnya, melupakan Adnan masa lalunya semuanya akan Ayana lupakan. Ayana akan kembali menata hidupnya. Ada uang dari Adnan waktu itu masih ada uang mahar dan juga perhiasan itu masih ada, jadi Ayana bisa mengunakannya untuk hidupnya.


Ayana sama sekali tidak menangis. Ayana tidak mau menangisi kehamilannya, ini adalah sesuatu anugerah yang Allah berikan pada Ayana. Selama ini Ayana tidak mempunyai keluarga kan maka sekarang Ayana harus semangat.


Ayana akan mempunyai anak dan inilah keluarga satu-satunya Ayana selain Fabian. Ayana harus hidup untuknya Ayana harus bisa semangat dan membuka lembaran baru bersama anaknya. Ayana akan berbicara pada Fabian kalau Ayana akan pergi dan memulai hidupnya lagi.


Ayana ingin merasakan hidup dengan anaknya berdua nanti, menata semuanya berdua. Ayana akan memiliki keluarga, Ayana akan memiliki tema. Ayana begitu bahagia sekali.


Setelah menebus obat Ayana memberhentikan taksi, dia pergi ke kantor baru Fabian. Fabian membuka kantor sendiri perusahaan sendiri. Dia benar-benar membuktikan pada semua orang kalau dia bisa tanpa harus bekerja di tempat Adnan.


Memang saat Fabian waktu itu keluar banyak teman-teman Fabian yang menyayangkan kalau Fabian keluar dari kantor itu, padahal Fabian sudah memiliki jabatan yang cukup bagus tapi sekarang Fabian sudah membuktikannya kalau dia bisa bangkit sendiri.


"Iya Fabian aku ingin berbicara sesuatu padamu"


"Ya sudah Ayana duduk dulu, ayo "


Ayana hanya mengganggukan kepalanya dan mengikuti arahan dari Fabian, setelah mereka berhadapan barulah Ayana sekarang berbicara, berbicara tentang apa yang ingin dia lakukan.


"Ada apa kamu sepertinya ingin membicarakan hal serius padaku Ayana "


"Aku tidak bisa terus hidup bersamamu Fabian, aku tidak bisa terus hidup menumpang di rumahmu. Terima kasih atas semua bantuanmu selama ini padaku Fabian. Aku sangat berhutang Budi padamu tapi tolong biarkan aku untuk hidup dengan jerih payah aku sendiri. Aku akan pergi jauh aku tidak mau ada di kota ini aku akan menghilang dan aku tidak akan pernah kembali lagi ke sini, di kota ini terlalu menyakitkan untukku "


Fabian yang mendengar itu jelas-jelas kaget, dia tidak menyangka kalau Ayana akan berkata seperti ini. Fabian tidak mau kalau Ayana sampai pergi jauh darinya. Bukan apa-apa Ayana tidak punya siapa-siapa, sedangkan orang tuanya seperti itu mereka tidak menerima Ayana. Mereka hanya ingin uang Ayana saja.


"Tapi kenapa ada aku di sini, kalau mau ayo pindah dengan aku. Aku akan pergi bersamamu jangan pergi sendiri aku tidak mau. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Ayana"


Ayana menggelengkan kepalanya "Kamu jangan ikut sama aku, aku ga apa-apa kok pergi sendiri aku pasti akan kuat. Aku ga bisa kalau harus terus di sini kenangan itu tuh akan terus terngiang yang dalam kepala aku. Bahkan aku ga akan tenang kalau hidup di sini tolong Fabian aku janji akan selalu hubungi kamu, tapi jangan pernah kamu cari keberadaan aku. Aku ga mau kamu lakuin itu "


"Terus kalau aku mau ketemu sama kamu gimana Ayana. Aku ga mau ya tiba-tiba pisah kayak gini dan kamu ga kasih tahu alamat kamu di mana"


"Nanti setelah aku siap aku akan memberitahu semuanya, aku akan memberitahu alamat aku, tapi sekarang tolong biarkan aku untuk menyendiri dulu untuk menenangkan hatiku, untuk membuka lembaran baru dalam hidupku ini tolong aku tolong kamu mengerti juga Fabian"


Dengan berat hati akhirnya Fabian mengambil keputusan ini. Fabian akan membiarkan Ayana untuk pergi tapi dengan satu syarat Fabian akan ikut mengantarkan Ayana ke stasiun "Tapi aku akan ikut mengantarkanmu sampai stasiun atau mungkin jika kamu ingin pergi lebih jauh aku akan mengantarkanmu sampai ke bandara. Bagaimana kamu setuju aku janji tidak akan pernah mencarimu. Tapi tolong suatu saat kabari aku lagi aku tidak akan tenang jika tidak tahu keadaan kamu seperti apa"


Ayana langsung tersenyum mendengar semua itu "Iya aku janji akan kabarin kamu. Aku janji suatu saat aku akan kembali tapi aku ga tahu kapan aku bisa kembali dan bisa melupakan segalanya. Terima kasih karena telah menjadi temanku yang paling baik dan bisa mengerti aku, bahkan di saat aku susah kamu selalu ada untuk aku Fabian"

__ADS_1


"Aku akan selalu ada untukmu Ayana. Aku tidak akan pernah pergi darimu boleh aku peluk hanya kali ini untuk perpisahan Ayana "


Ayana mengganggukan kepalanya, untuk perpisahan terakhirnya kan. Fabian memeluk Ayana dengan erat menumpahkan semuanya di pelukan itu. Fabian bahkan sampai menangis tak menyangka kalau Ayana akan pergi.


Sebenarnya Fabian sudah nyaman hidup dengan Ayana, ada yang menemaninya tapi ya sudah ini sudah keputusan Ayana Fabian tidak bisa terus mengikat Ayana. Di sini Ayana hanyalah temannya saja bukan istrinya.


Awalnya Fabian akan menikahi Ayana, tapi masih dipikir-pikir dulu Fabian takut kalau Ayana akan tersinggung. Apalagi dia punya trauma kan Fabian tidak mau gegabah, tapi sekarang Ayana sudah mengambil keputusannya dan Fabian masih belum berani mengatakan kalau Fabian akan menikahinya.


Semoga saja suatu saat nanti kalau mereka bertemu lagi Fabian akan mengutarakan semuanya, akan menikahi Ayana dan membuat Ayana bahagia. Tak akan Fabian lepaskan lagi nanti Ayana.


...----------------...


Ayana membawa barang-barang seadanya. Fabian yang baru saja pulang langsung menghampiri Ayana dan memberikan amplop berwarna coklat padanya.


"Ini apa Fabian"


"Ini bekal dariku, simpan uangnya baik-baik siapa tahu nanti kamu butuh. Nanti di kota itu kamu pasti akan sulit untuk mencari pekerjaan. Aku tidak mau nanti kamu kesusahan Ayana "


"Aku kan masih punya uang, ini di dalam tasku ada kok uang dan juga perhiasan yang aku titipkan waktu itu padamu, tidak usah kamu repot-repot Fabian kamu sudah terlalu banyak membantuku terima kasih "tolak Ayana sambil memundurkan amplop itu lagi.


Tapi Fabian langsung menggelengkan kepalanya "Tidak terima uang ini, ini untukmu. Siapa tahu nanti kamu membutuhkannya. Hidup itu tidak akan satu tahun dua tahun tiga tahun tapi panjang. Gunakan uang ini untuk kebutuhanmu, karena uang yang ada di dalam tasmu itu pasti akan cepat habis nantinya kamu di sana harus menyewa rumah, membeli bahan makanan, mencari pekerjaan ke sana kemari pokoknya kamu akan sangat membutuhkan uang jadi jangan tolak uang ini ya"


"Baiklah suatu saat aku akan menggantinya Fabian, aku janji itu sama kamu"


"Tidak usah memikirkan itu. Aku tidak perlu uang ini diganti yang aku perlukan kamu kembali lagi ke mari dan melupakan semua masa lalu kamu, trauma kamu itu Aku sebenarnya ingin melaporkan masalah ini ke kantor polisi tapi kamu terus melarangku, jadi aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku berdoa semoga hidupmu nanti di sana akan selalu bahagia ya"


"Terima kasih Fabian. Terima kasih atas semua yang kamu lakukan untukku"


Sekali lagi mereka berpelukan, setelah itu Fabian membawa tas Ayana dan mengantarkannya ke stasiun. Katanya Ayana ingin naik kereta api tapi Fabian tidak tahu Ayana akan pergi ke mana, bahkan tiket Ayana sudah pesan semoga saja suatu saat Fabian akan bisa menemukan Ayana dimanapun Ayana berada.


...----------------...


Ayana yang sudah ada di dalam kereta menatap keluar jendela, tersenyum menatap kota yang pernah menjadi saksi bisu hidupnya. Saat Ayana menjadi anak sekolah, saat Ayana bekerja, saat Ayana mulai jatuh cinta, bahkan saat Ayana menikah dengan Adnan. Kota ini adalah saksi bisu di mana perihnya hidup Ayana dan bahkan sampai menikah pun hidupnya tak pernah bahagia.


Selalu saja ada cobaan dalam hidupnya itu, mungkin Ayana pernah merasakan bahagia tapi tidak lama, hanya sebentar bahkan mungkin sesaat dan setelahnya Ayana akan merasa kembali hidupnya tidak adil.


Ayana akan meninggalkan kota ini. Ayana tidak tahu akan kembali kapan dan apakah lukanya ini bisa sembuh. Ayana tidak tahu tapi Ayana akan selalu mengingat kota ini.


Karena di sini ada Fabian sahabatnya orang yang paling penting dalam hidupnya. Fabian dari saat sekolah selalu ada untuknya bahkan selalu membantunya saat Ayana ada dalam masalah Fabian adalah orang pertama yang maju.


Ayana mengusap air matanya yang tanpa permisi langsung mengalir dan mengusap perutnya setelahnya "Kita akan hidup berdua sayang. Mama akan selalu menyayangi kamu. Mama tidak akan mengungkit-ungkit siapa Ayah kamu yang terpenting kamu adalah darah daging Mama dan kamu dilahirkan oleh Mama. Kita akan bangkit sama-sama ya sayang"


"Kita akan menjalani hidup ini sama-sama juga. Semoga kamu selalu kuat ya nak dan bisa menjadi penyemangat Mama nantinya. Mama tidak punya siapa-siapa lagi. Mama akan selalu bertahan untuk kamu Mama tidak akan pernah mengeluh apapun keadaannya sayang "


Ayana sekarang memeluk perutnya yang masih rata itu. Semoga saja di kota yang baru Ayana tidak akan merasakan apa yang pernah dia rasakan di kota ini, semoga hidupnya akan lebih bahagia lagi lebih berwarna lagi dan orang-orang di sana bisa menerima keberadaan Ayana.


Ayana hanya ingin hidup bahagia, tidak banyak yang Ayana minta itu saja, tidak ada orang yang membencinya atau mengusik hidupnya itu sudah cukup.


Ayana akan melupakan cintanya, meninggalkan cintanya di sini. Adnan adalah masa lalunya dan Adnan adalah cinta pertamanya dan Adnan adalah orang yang baik untuknya.


Ayana tinggalkan semuanya di sini, hatinya yang pernah berbunga-bunga oleh Adnan akan Ayana tinggalkan di sini juga. Ayana hanya akan membawa jabang bayinya ini.

__ADS_1


"Aku yakin hidupku akan baik-baik saja"


__ADS_2