Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 131


__ADS_3

Adnan membawa Melisa kembali ke lantai atas, Fabian juga sudah pulang ada membuka salah satu kamar dan Melisa kaget melihat tempat tidur anak, serta lemari, buku-buku mainan semuanya sudah lengkap di sini ada dua tempat tidur sekaligus.


"Ini kamar siapa Ayah apakah kamar Kamila, bagus sekali kamar ini ayah "


"Bukan ini kamar kamu dan juga Melinda. Apa kamu suka Ayah sudah menyiapkan ini sejak lama, apa ada barang yang kurang jika ada kamu katakan pada ayah, nanti ayah akan mengisinya lagi. Ayah akan melengkapinya lagi sayang "


Melisa meminta turun pada ayahnya, Melisa menatap kamar itu dan dia sangat takjub dengan dekor kamar ini, sangat cantik sekali kalau Melinda lihat pasti dia akan suka sekali.


Melinda pasti sudah loncat-loncat, Melisa jadi tak sabar ingin melihat bagaimana respon adiknya itu.


"Sudah tidak ada yang kurang Ayah, semuanya sangat bagus sekali aku yakin Melinda akan suka sekali dengan dekor ini, ayah sangat pintar memilih dekornya. Ini adalah kesukaan Melinda, Melinda akan suka sekali dengan kamar ini sekarang aku boleh menempati kamar ini kan aku boleh tidur sendiri kan disini ayah. Aku sudah sangat tak sabar sekali ingin mengisi kamar ini, sayang kan kalau tidak langsung aku gunakan ayah "


Adnan langsung menggelengkan kepalanya "Untuk malam ini kamu tidur bersama ayah, kita tidur bersama nanti kalau Melinda sudah kemari baru boleh kalian mengisinya bersama-sama, untuk sekarang kamu harus tidur dulu dengan ayah"


Melisa langsung melipat tangannya "Kenapa begitu Ayah, aku ini sudah besar aku ini sudah terbiasa tidur di kamar sendiri, Mama sudah mengajarkanku untuk bisa mandiri dan tidur sendiri jadi di sini pun aku akan tidur sendiri, ayah tidur saja di kamar sendirian, aku akan disini "


"Tidak kamu harus tidur bersama ayah, kapan lagi kita akan tidur bersama Melisa nanti saat pulang kamu akan tidur bersama Melinda lagi, lebih baik kita telepon mamah saja dulu pasti Mama sedang menunggu telepon"


"Baiklah baiklah terserah Ayah saja, aku akan mengikuti ayah"


Adnan duduk di tempat tidur. Melisa segera menghampiri ayahnya dan Melisa berdiri di belakang ayahnya sambil memeluk leher ayahnya itu, telepon sudah diangkat oleh mamanya.


Ayana melihat anaknya ada di belakang Adnan, Ayana tersenyum senang melihat, Melisa yang begitu lengket dengan Adnan berarti Melisa memang harus dibiarkan seperti itu pergi berdua saja dengan Adnan "Melisa"


"Kenapa kamu tak menyapaku dulu, padahal aku paling depan loh Ayana. Apakah kamu tak melihat aku, apakah kamu tak rindu dengan aku "protes Adnan.

__ADS_1


"Oh hai, aku sama sekali tak merindukan kamu "hanya kata itu saja yang keluar dari mulut Ayana, lalu dia fokus lagi ke arah anaknya Melisa.


Adnan kesal dengan sapaan itu, Ayana tidak hangat menyapanya malah seperti itu, menyebalkan sekali Ayana ini. Padahal basa basi sebentar saja dengannya itu sudah cukup.


"Mamah di mana Melinda. Aku ingin berbicara dengannya aku sangat ingin bertemu dengannya mama, aku sudah rindu dengan adikku itu "


"Melinda lihatlah Ini Kakak dan juga Ayah"


Melinda segera naik ke atas tempat tidur dan duduk di pangkuan mamahnya, Melinda langsung melambaikan tangannya pada kakaknya, dia begitu senang melihat kakaknya menelponnya lagi.


Ayana memberikan ponselnya pada Melinda agar dia lebih leluasa berbicara dengan kakaknya "Halo Kakak bagaimana kabarmu. Apa kamu senang di sana bersama ayah, bagaimana rumah Ayah apakah bagus kakak "


"Kabarku baik-baik saja. Lihatlah aku sedang ada di kamar kita berdua nanti, aku senang di sini bersama Ayah nanti kamu juga harus coba kemari, untuk ke rumah Ayah sangat bagus besar sekali, bahkan kita bisa berlarian di dalam rumah Melinda"


"Tidak rumah Ayah sangat sepi sekali, hanya ada pelayan dan beberapa orang yang kaku sekali. Di sini benar-benar tidak menyenangkan orang-orangnya tidak seperti di rumah kita yang ramai, tapi rumahnya begitu besar Melinda"


"Loh kok begitu sih aku jadi tidak mau pergi ke rumah Ayah, kalau sepi kan tidak enak "


"Tapi tenang Melinda kalau kita datang kemari bersama-sama rumah ini akan ramai, tidak akan sepi lagi, kita akan berlarian dan kita juga akan berteriak di sini sepuasnya rumahnya tidak akan sepi lagi kan"


Melisa mencoba untuk membuat adiknya mau datang kemari, karena Melisa ingin tinggal di sini bersama ayahnya, Mamanya dan semua keluarganya di sini sangat menyenangkan sekali. Mama juga pasti akan betah kalau disini, mamanya juga tidak perlu bekerja lagi Melisa benar-benar ingin mamanya diam dirumah dan tak sibuk bekerja lagi.


Melisa yang ingin berbicara dengan mamanya tidak jadi saat melihat mamanya tertidur " Melinda pelan kan suaramu. Lihatlah di belakang Mama sedang tertidur sepertinya mama sangat kelelahan sekali, apa tadi mama banyak bekerja"


Melinda melihat ke belakang dan tak sengaja menyenggol kaki mamanya, jadi mamanya terbangun. Adnan yang melihat itu sungguh ingin ada di samping Ayana memeluknya dari samping dan menciumi wajahnya. Rasanya Adnan ingin segera kembali rujuk dengan Ayana kembali bersatu seperti semula.

__ADS_1


"Mamah maaf Melinda tidak sengaja"


"Tidak apa-apa Mama tidak kenapa-napa kok"


"Tadi Mama sedang tertidur, tapi Melinda malah tak sengaja menyenggol mama "


"Tidak apa-apa kok Mama tadi hanya sedikit mengantuk"


"Ya sudah aku akan menelpon Kakak di kamar saja. Mama tidur saja ya"


"Kenapa begitu di sini saja, kamu tidak mengganggu Mama sudah jangan kemana-mana"


Melinda mendekati mamanya dan mencium pipinya, lalu berbaring disamping mamanya. Adnan yang melihat itu langsung mengendong Melisa masuk kedalam kamarnya juga.


Adnan membaringkan Melisa, dan memeluk tubuh Melisa dengan ponsel yang masih menyala "Kita tidur bersama saja seperti ini Melinda"


"Boleh kakak, lebih baik seperti ini saja agar kita selalu dekat ya kan "


"Iya benar sekali Melinda, kenapa aku tak kefikiran ya"


Mereka benar-benar tertidur dengan ponsel yang masih tersambung, Adnan suka seperti ini mereka benar-benar seperti keluarga saja yang sedang berjauhan.


Adnan memeluk erat Melisa, Melisa hanya diam saja dan tak memberontak, adai saja Melisa terus seperti ini pasti Adnan akan sangat bahagia sekali.


Kalau ada mamanya pasti Melisa akan pura-pura tidak mau, Melisa akan marah marah terus padannya. Apakah Adnan harus lebih lama lagi disini, tapi kalau begitu Adnan akan lama juga bertemu dengan Ayana, tidak-tidak Adnan tidak mau.

__ADS_1


__ADS_2