Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 199


__ADS_3

Adnan meliburkan semua karyawannya memang sengaja untuk mengajak Ayana jalan-jalan. Adnan tahu istrinya itu sedang banyak pikiran sekali makanya istrinya sekarang belum mengandung lagi kan.


Apalagi dengan tekanan ibunya yang selalu saja datang dan menganggu Ayana dia benar-benar tak ada kapok-kapoknya. Adnan juga sudah bercerita pada neneknya bagaimana ibunya Ayana itu datang dan melakukan sebuah kekerasan.


Meskipun Ayana menghindar tapi tetap saja kalau kena habis, Adnan juga sangat khawatir dengan keadaan Ayana itu. Apalagi Ayana juga jadi sering melamun.


Adnan sengaja melakukan sebuah kejutan-kejutan kecil untuk istrinya itu, kalau bukan dirinya siapa lagi. Adnan harus selalu membuat istrinya itu tersenyum tak boleh murung.


Adnan juga melarang neneknya untuk berbicara pada Ayana tentang masalah ini, Adnan menyuruh neneknya untuk pura-pura tidak tahu saja.

__ADS_1


Marco juga sekarang ikut liburan dan dia yang menyetir, ini kemauan anaknya Melisa, katanya paman Marco butuh jalan-jalan juga jadi harus dibawa katanya begitu.


"Senangkan kalian " tanya Adnan pada anak-anaknya. Bahkan anak-anaknya saja sekarang tak sekolah, karena liburan yang mendadak ini.


Melisa dan juga Melinda langsung menganggukan kepalanya dengan wajah yang begitu berseri-seri. Mereka selalu senang kalau sudah jalan-jalan seperti ini menghabiskan waktu bersama-sama.


"Aku sebenarnya suka sekali kalau diajak seperti ini, jalan-jalan ke pantai" kata Melinda sambil melihat kearah jalanan, pasir juga sudah terlihat, suara ombak juga sudah terdengar sebentar lagi mereka akan segera sampai, Adnan memang tak memilih tempat yang jauh yang dekat-dekat saja" Tapi aku lebih suka jika ayah dan mama membuatkan aku adik saja, agar aku bisa menjadi kakak, aku juga ingin dipanggil kakak pasti itu sangat menyenangkan sekali "


"Ayah aku berkata jujur, kenapa kamu malah mencubit pipiku ini " Melisa mendorong tangan ayahnya yang masih saja mencubit pipinya "Nanti kalau pipiku lepas bagaimana ayah tak akan bisa dipasang lagi, dan akan sulit juga "

__ADS_1


Adnan malah tertawa mendengar itu, mana mungkin pipinya anaknya ini bisa lepas, memang kadang-kadang Melinda ini lucu sekali kalau bicara.


Melisa juga yang mendengar kata-kata adiknya tertawa "Aku juga sama ingin punya adik ayah, lihatlah teman-temanku punya adik yang banyak, aku juga ingin punya adik yang banyak, kalau bisa laki-laki agar bisa menjaga kami nantinya saat sudah besar"


Ayana juga yang sudah sering diminta adik oleh anak-anaknya ini mulai jengah "Anak-anak kalau kalian ingin punya adik, mulai sekarang minta pada ayah. Karena ayah yang lebih bisa membuatnya, ayah hebat membuatnya, jadi mulai sekarang kalian minta pada ayah ya "


Adnan yang mendengarnya langsung memelotot kan matanya, kenapa jadi dirinya " Ayana kamu ingin membebankan semuanya padaku ? Ini kan tugas kita bersama, kita harus kompak sayang kenapa harus aku saja yang bertanggung jawab tak adil "


"Ya bagaimana, aku juga sudah pusing selalu saja ditanya hal itu oleh anak-anak. Sekarang kamu saja yang memikirkan semuanya, aku sudah tak punya jawaban yang bagus " sekarang Ayana benar-benar mengeluh, karena Ayana sudah sangat pusing, Ayana memeluk tangan suaminya dan menyenderkan kepalanya juga pada tangan suaminya ini.

__ADS_1


Ayana mulai ragu apakah dirinya akan bisa memberikan mereka adik lagi, memberikan anak lagi untuk Adnan.


__ADS_2