Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 161


__ADS_3

Mobil berhenti di depan rumah Adnan. Ayana yang memang sudah tertidur dari tadi semenjak mereka pulang dari pesta pernikahan mereka sendiri hanya menggeliat saja di dalam pelukan Adnan. Sungguh istrinya ini malah tertidur mereka kan akan melakukan malam pertama.


Adnan kira Ayana akan bersemangat dan tak akan tidur seperti ini, tapi dugaannya salah Ayana malah tertidur dengan nyenyak seperti ini. Tapi Adnan juga tak tega kalau harus menganggu tidur istrinya.


Bahkan tangan Adnan sendiri begitu kebas karena Ayana dari tadi tidak bergerak. Ya maksudnya tetap di posisi itu, diposisi yang sama tak berubah.


"Asep tolong bantu anak-anak untuk keluar dari dalam mobil "


"Baik Pak"


Melisa dan juga Melinda segera dibantu oleh Asep untuk keluar dari dalam mobil, mereka tidak tidur malahan mereka dari tadi terus saja berceloteh berbicara dengan Adnan, membicarakan pesta, tamu dan semuanya.


Mereka begitu bahagia saat melihat mamanya tersenyum bahagia juga, mereka juga suka dengan pesta yang begitu meriah dan mewah, apalagi banyak sekali orang yang ingin berbicara dengan mereka.


Adnan menatap Ayana yang masih tertidur "Sayang apa kamu tidak akan bangun, kita sudah sampai rumah kita juga akan melakukan malam pertama, apa semuanya akan gagal ayo sayang bangun pestanya sudah selesai dan ini adalah malam pertama kita tidur bersama. Bukannya kamu juga punya hutang padaku kan, kamu harus memulai terlebih dahulu nanti saat kita akan melakukannya sayang "


Tapi apa hasilnya Ayana malah makin mempererat pelukannya pada Adnan. Adnan segera turun sambil menggendong Ayana dengan sangat mudah, mereka segera masuk ke dalam rumah. Adnan juga sama sudah lelah.


"Melisa Melinda segera cuci tangan, cuci muka sebelum tidur ya. Jangan lupa juga ganti dengan piyama "ucap Adnan saat melewati anak-anaknya.


"Iya iya akan kami lakukan ayah "jawab Melisa dengan semangat.


Mereka berdua sedang membuka sepatu dan membereskannya lagi di rak sepatu, memang kebiasaan ini tidak bisa dirubah karena memang sudah didikan Ayana seperti ini.


Adnan tidak akan pernah protes bahkan untuk membereskan mainan masih mereka yang melakukannya. Adnan tidak akan pernah merubah apapun yang ada dalam diri anaknya.


"Melisa cari babi Rara dan minta padanya untuk buatkan susu hangat untuk kalian berdua, setelah itu tidur tidak masalah kan ayah akan membawa ibu kamu untuk tidur. Sepertinya mama sudah sangat kelelahan sekali, ayah tak akan bisa menemani kalian untuk tidur "


"Iya iya akan aku laksanakan, ayah tak usah khawatir dengan kami. Aku akan langsung tidur nanti setelah minum susu, ayah dan Mama istirahat saja "Melisa segera berlari untuk mencari bibi Rara, sedangkan Adnan sendiri membawa Ayana masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Adnan tak usah khawatir lagi, pasti anak-anaknya akan baik-baik saja meskipun tidur tak ditemani dulu. Dirumah yang dulu mereka sudah punya kamar sendirikan.


Alangkah kagetnya Adnan saat masuk ke dalam kamar karena di tempat tidurnya sudah berserakan kelopak bunga mawar merah, dan juga ada handuk yang dibentuk seperti angsa dan berbentuk love.


Ini pasti ulah neneknya. Iya Adnan yakin betul neneknya pasti yang sudah menyiapkan semua ini, kalau bukan neneknya siapa lagi coba. Neneknya begitu bersemangat saat Adnan memberitahu akan segera menikah dengan Ayana.


Bahkan yang menyiapkan gedung, dekor, kathering pokoknya semuanya neneknya yang mengatur. Dan Adnan sama sekali tak keberatan, Adnan malah senang sekali dengan respon neneknya itu.


Adnan langsung membawa Ayana ke arah kamar mandi, biar sekalian ganti pakaian dan juga mencuci wajahnya yang masih full make up. Tak akan enak kan kalau tidur masih dengan full make up.


"Sayang apa kamu akan tidur dengan seperti ini, masih memakai gaun dan wajah kamu belum dibersihkan. Akan tak enak sayang nanti tidurnya "sambil mendudukkan Ayana di atas wastafel.


Ayana langsung terbangun dari tidurnya, tapi matanya itu kembali tertutup tangannya mengambil alat pembersih wajah dan Ayana membersihkan wajahnya dengan sangat perlahan sekali.


Adnan tersenyum melihat pemandangan ini, dia seperti kembali lagi pada masa lalunya Ayana memang sangat sulit kalau sudah tertidur. Apalagi karena capek dia tidak akan bisa membuka matanya akan seperti ini.


Ayana sudah sangat-sangat mengantuk sekali. Adnan segera mengambil pembersih itu dan membantu Ayana untuk membersihkan wajahnya. Kalau dibiarkan malah akan tertidur lagi Ayana ini.


Ayana hanya bisa menganggukkan kepalanya, setelah Adnan pergi Ayana turun dan mencuci wajahnya, agar lebih bersih memang belum ke angkat semuanya apa lagi di dekat mata, tapi Ayana sudah sangat ingin tidur sekali.


Matanya ini sudah tak bisa diajak kerja sama, selalu saja tertutup dengan tiba-tiba. Ayana kesal juga dengan matanya ini. Padahal hanya sebentar saja untuk membersihkan riasannya ini.


"Kenapa sulit sekali hilangnya, huff melelahkan sekali rasannya "


Adnan sudah kembali membawa dua piyama lalu memberikan salah satunya pada sang istri. Ayana mengambilnya tapi dia malah memeluk kembali Adnan dengan wajah yang masih basah sedangkan Adnan sudah bertelanjang dada.


"Sayang jangan seperti ini. Apa kamu ingin menggodaku, sayang bangun dulu sebentar "sambil membuka resleting gaun Ayana.


"Menggoda apa, aku ini sedang mengantuk mataku sudah tidak kuat Adnan. Aku ingin tidur, aku sudah tidak bisa membuka kedua bola mataku ini rasanya mengantuk sekali dan sangat melelahkan sekali apalagi tadi tamu yang datang begitu banyak. Aku tidak menyangka tamu akan sebanyak itu Adnan, aku kira hanya akan keluarga kamu ternyata bukan "keluh Ayana yang sudah tidak kuat.

__ADS_1


Bahkan tadi kaki Ayana sempat dipijat oleh Adnan, karena saking pegalnya dan juga sakit karena terus memakai hells.


Ayana makin mempererat pelukannya, Adnan begitu tersiksa bukan apa-apa sesuatu yang ada di dalam celananya sudah meronta-ronta ingin keluar, sedangkan Ayana malah seperti ini malah ingin tidur ini adalah malam pertama mereka.


Adnan mencoba untuk menenangkan dirinya. Ayana sedang mengantuk tidak mungkin kan tiba-tiba Adnan menyerangnya. Yang ada Ayana akan marah padannya.


Padahal tadi Adnan sudah berpikir kalau mereka akan menghabiskan waktu dengan sangat panas sekali malam ini, tapi sepertinya Adnan harus menguburnya dalam-dalam, harus menundanya juga tidak mungkin kan melakukannya saat Ayana sedang seperti ini.


Nanti tidak akan enak, masa Ayana tertidur dan dirinya hanya menikmati sendiri. Adnan juga ingin mendengar suara ******* Ayana.


"Sayang apa kamu ingin aku gantikan pakaiannya juga"


Ayana langsung menggelengkan kepalanya dan melepaskan pelukannya dari Adnan, setelah gaunnya itu turun Ayana mengambil kembali piyamanya. Lalu memakainya dengan perlahan dan itu membuat Adnan makin tergoda saja.


Padahal Adnan tahu Ayana tidak menggodanya tapi dirinya sajalah yang sudah terlalu bernafsu pada istrinya ini. Wajar saja Adnan sudah tak melakukannya lama, jadi seperti ini lah.


"Sayang jangan menggoda aku, jika kamu mengantuk seperti ini"


"Aku benar-benar tidak menggoda mu Adnan. Sudahlah lebih baik aku tidur saja, kamu selesaikan saja dirimu ini ganti pakaianmu Adnan, bukannya malah bertelanjang dada seperti ini kalau misalnya masuk angin bagaimana, nanti aku harus mengerok punggungmu. Kamu juga tak akan tahan, kamu malah akan berteriak-teriak nantinya "


Ayana membuka pintu kamar mandi dan meninggalkan Adnan begitu saja. Ayana langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang sudah dihias tadi, Ayana tidak melihat hiasan itu dia hanya ingin tidur sekarang.


Pokoknya Ayana ingin bermimpi indah untuk malam ini dan mengesampingkan tentang pikirannya pada Fabian. Nanti saja Ayana fikirkan lagi, sekarang tidur dulu saja.


Adnan sendiri hanya bisa melongo melihat istrinya yang sudah meninggalkannya tidur, ya sudahlah malam ini malam pertamanya akan gagal. Adnan harus menahan segalanya, menahan gejolak yang sudah sangat besar sekali untuk dia keluarkan.


Karena istrinya ini tidak bisa diajak untuk melakukannya. Ya sudah Adnan akan mengalah untuk hari ini tapi tidak untuk besok, lihat saja apa yang akan Adnan lakukan.


Rasannya tak sabar menunggu hari esok, Adnan tak akan melepaskan istrinya begitu saja.

__ADS_1


"Tunggu aku sayang besok, aku akan mengurung mu didalam kamar ini seharian, kamu tak akan bisa keluar. Dan aku pastikan tak akan ada yang menganggu kita"


Adnan bergegas pergi kearah istrinya dan berbaring disamping sang istri. Tak lupa Adnan juga memeluknya dengan erat, menghirup dengan rakus wangi istrinya yang sudah menjadi candunya dari dulu.


__ADS_2