Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 214


__ADS_3

Adnan yang masih mengusap perut istrinya menatapnya ternyata istrinya itu sedang memejamkan matanya. Adnan langsung mengecup bibirnya.


Ayana tentu saja membuka matanya, padahal Ayana sedang menikmati usapan dari suaminya itu "Adnan kamu ini, kita sedang ditempat umum "


"Habisnya kamu malah tutup mata, kamu mau aku bawa ke hotel "


Ayana yang mengerti maksud dari suaminya itu langsung mencubit perutnya "Kamu ini selalu saja mesum tahu "


Mereka bercanda seperti pasangan lainya, Adnan benar-benar menikmati momen mengantri ini, hidupnya ini merasa lebih tenang dan juga satu lagi tak memikirkan pekerjaan yang selalu saja menumpuk.


"Ibu Ayana " akhirnya nama Ayana dipanggil juga.


Adnan segera membantu istrinya bangun, seperti Ayana ini benar-benar sedang mengandung.


"Silahkan Pak Bu" perawat membukakan pintu untuk mereka berdua.


Adnan dan juga Ayana mengucapkan terimakasih dan langsung saja masuk kedalam ruangan dokter kandungan itu.


Mereka langsung disambut oleh dokter ramah itu "Silahkan Pak Bu duduk "

__ADS_1


Dokter itu menerima data Ayana dari suster yang tadi. Membacanya sebentar lalu menyimpannya dan menatap kedua orang yang ada dihadapannya. Dokter itu sudah tahu siapa yang ada dihadapannya.


"Pak, Bu saya dokter Sabrina apa yang ingin dikonsultasikan Bu "


"Begini dokter saya menikah tangan 12 bulan lalu dan saya terakhir haid itu tanggal 2 bulan lalu sekarang sudah tanggal 7 tapi saya belum juga haid, apakah ada kemungkinan kalau saya sedang mengandung ?"


"Tangan berapa Bu awal haid "


"Tanggal 27 dokter "


Dokter itu segera menghitung dari pertama haid sampai terakhir "Baik Bu kita tensi dulu ya "


Ayana langsung diperiksa, Ayana mencoba rileks dan tidak tegang, takutnya nanti malah tensinya akan tinggi.


Untungnya tensi Ayana ternyata normal tak ada masalah. Ayana bernafas lega, dulu saat mengandung s kembar tensinya selalu tinggi. Makannya sekarang takutnya seperti itu, tapi ternyata tidak.


"Bu kita bisa melakukan USG bisa ibu berkenan, karena diusia kandungan empat Minggu dari perhitungan hari pertama haid dan terakhir, siapa tahu anda memang sudah hamil "


Ayana tentu saja langsung menganggukan kepalanya "Tentu aku mau "

__ADS_1


Adnan mengusap belakang kepala istrinya, Adnan Sekarang sangat gugup sekali. Adnan mengikuti istrinya yang dibawa oleh suster.


Ayana langsung berbaring dan sekarang Ayana dipakaikan jel diperutnya, lalu dokter segera melakukannya.


Ternyata benar Ayana sedang hamil, Adnan begitu bahagia sekali, akhirnya penantian mereka tak sia-sia anak-anak juga akan memiliki adik pasti mereka akan senang mendapatkan kabar ini.


Adnan juga akan lepas dari bayang bayang anak-anaknya yang selalu bertanya tentang adik. Mereka akan mendapatkannya sekarang.


Dokter mengambil gambar di monitor dan memberikannya pada Adnan. Perut Ayana langsung dibersihkan dahulu, Ayana kembali lagi duduk dan berhadapan dengan dokter.


"Bu apakah anda mengalami tanda-tanda kehamilan seperti mual, pusing atau mood yang tiba-tiba saja berubah "


"Kemarin malam dok aku mual mual "


"Baiklah saya akan meresepkan vitamin menguat kandungan "


"Dokter masih bisa kan kami melakukan hubungan suami istri, kemarin aku mengecek di internet boleh, tapi aku ingin lebih menyakinkan diriku saja dengan bertanya langsung pada anda "


Ayana yang mendengarnya sungguh malu, wajahnya panas dan menjalar ketelinga pasti wajahnya ini sudah memerah. Kenapa suaminya malah bertanya hal seperti itu. Ayana rasannya ingin kabur saja tak mau ada disini.

__ADS_1


__ADS_2