Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 115


__ADS_3

Fira dibawa keluar ruangannya, ayahnya membawanya ketaman. Tapi Fira hanya diam saja, tatapannya begitu kosong sekali.


"Nak kenapa kamu sampai seperti ini "


Tapi Fira tak menjawab dia hanya diam saja, sungguh dirinya begitu khawatir dengan keadaan Fira yang seperti ini. Dirinya juga tak sanggup kalau sampai kehilangan sang anak.


"Fira, Papih tak mau kamu pergi, jangan seperti ini nak, sadar nak jangan tinggalkan Papi "


Tapi Fira hanya diam saja. Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya Papih Fira.


"Rio "


"Aku sudah membawa Kamila "


Papihnya Fira menatap cucunya yang bersembunyi dibelakang Rio, menarik tangannya dengan lembut.


"Kamila cucuku coba kamu bicara dengan ibu kamu, dia pasti akan merespon kamu"


Kamila mendongakan kepalanya menatap Rio "Jangan takut Ayah ada disini, mau Ayah temani "


"Kamila menganggukan kepalanya "Mau aku mau ditemani saja"


Rio menuntun tangan anaknya, dan menghampiri Fira yang masih memandang kearah depan dengan pandangan kosongnya ini.


"Ibu "panggil Kamila dengan suara yang begitu takut-takut.


Pandangan Fira langsung teralih pada anaknya itu "Kamu tahu dimana suami aku "


Kamila yang ditanya seperti itu binggung "Ibu ini Kamila, ibu apakah ibu merindukan Kamila "


"Tidak, aku mau suami aku sekarang juga. Kamu bisa membawa suamiku untuk datang kemari "


Kamila yang mendengar bentakan dari Fira langsung saja memundurkan langkahnya dan kembali bersembunyi dibelakang Rio.


"Aku tidak mau Ayah, aku mau pulang saja. Aku takut" cicit Kamila dengan suara pelan.


Rio mengendong anaknya dan menjauhi Fira, mendekati papihnya Fira lagi, lalu mengelengkan kepalanya.


"Kamila kamu bisa bantu kakek, bisa kamu telfon ayahmu Adnan "


"Kenapa harus menelfon Ayah, memangnya kenapa dengan Ayah"

__ADS_1


"Suruh dia pulang, suruh dia kembali kesini dan menemui Mama kamu bisa "


"Kamila tak mau mengganggu Ayah, pasti Ayah sedang sibuk. Ayah pasti banyak pekerjaan"


"Ayahmu itu pasti sudah selesai mengerjakan pekerjaannya. Bisa kamu bantu kakek "


Lagi-lagi Kamila menatap Rio seperti meminta persetujuan. Tapi Rio juga hanya diam saja.


"Kamila sudah jarang menelfon Ayah Adnan, Kamila sudah bahagia disini bersama Ayah Rio, lalu untuk apa Kamila menelfon ayah Adnan, pasti dia sedang sibuk dengan kedua anak kembar "


"Kakek minta tolong sama kamu, kalau bukan kamu siapa lagi sayang. Kakek ingin ayah kamu itu pulang untuk melihat Ibumu. Dan mintalah pada Ayahmu untuk kembali menikah dengan ibumu"


Kamila malah diam, dia binggung dengan kakeknya yang memaksa seperti ini. Kamila tak suka dipaksa, Kamila begitu tak enak ada disini rasannya ingin pulang saja.


"Emm, Kamila ingin pulang Ayah "


"Kamila bantu kakek, hanya kali ini saja apakah kamu tidak menyayangi ibumu "


Kamila menatap ibunya lalu mengelengkan kepalanya"Aku tidak sayang ibu lagi, ibu galak dan selalu memarahi aku, aku tak mau dengan ibu. Ibu juga tidak sayang Kamila "


"Tidak, ibumu sangat menyayangi kamu "


"Tidak ibu jahat "


Rio ingin sekali marah, tapi dia tak bisa saat melihat bagaimana keadaan Fira yang seperti itu. Dirinya mengerti dengan kelakuan Papihnya Fira dia ingin anaknya sembuh.


...----------------...


Rio membawa Kamila ke kantin membelikannya air minum dan juga camilan yang banyak.


Setelah melihat anaknya sudah tenang. Barulah Rio berbicara.


"Kenapa kamu tidak mau menghubungi Ayah Adnan?"


Kamila menatap Ayahnya, memang beberapa hari ini Kamila sudah menangis Rio dengan sebutan Ayah. Rio begitu senang sekali mendengarnya, akhirnya penantian lamanya terwujud juga.


Memang kesabaran itu tak pernah membohongi hasilnya. Rio sangat bahagia sekali.


"Aku tidak mau menganggu Ayah, ayah Adnan itu sangat banyak pekerjaan dan aku juga tidak mau Ayah Adnan kembali dengan ibu, ibu itu sangat galak dan selalu bertengkar dengan Ayah Adnan"


"Ayah Adnan juga pasti tak akan mau. Ayah pasti juga tak akan pernah mau kembali hanya untuk melihat keadaan ibu yang seperti ini "

__ADS_1


"Ayah Adnan tak pernah bahagia dengan ibu, ibu itu suka jalan-jalan dan Ayah selalu marah, tapi ibu selalu melawan dan berteriak dihadapan Ayah. Aku selalu kasihan dengan Ayah. Jadi lebih baik Ayah tak kembali dengan ibu"


"Ibu itu sangat menakutkan "


Rio mengusap rambut anaknya dengan sayang "Ya sudah kamu Kamila tidak mau tolak Kakek dengan baik-baik ya "


"Tapi aku takut Ayah, kakek juga pasti akan sangat marah sekali dengan penolakan aku ini "


"Kan ada Ayah yang akan ada disamping kamu "


"Hemm, iya tapi tetap saja aku takut. Aku mau pulang aja Ayah, aku mau dirumah aja "


"Ga boleh gitu dong sayang, mau bagaimana pun dia adalah Kakek kamu. Kamu harus menemuinya dan berpamitan dulu ya "


Kamila akhirnya pasrah saja, Ayah juga sudah menggendongnya. Mau protes juga bagaimana mereka sudah ada didepan ruang inap ibunya.


"Kamila akhirnya kamu datang juga. Bagaimana apakah kamu sudah memikirkan semuanya "


"Om tolong jangan memaksa seperti ini, Kamila ini hanyalah seorang anak kecil jangan terus kamu memakannya seperti itu "


"Aku tidak memaksa Rio aku hanya minta tolong pada Kamila cucuku apakah salah tidak ada yang salah lah "


"Memang tak salah, apakah kamu tidak melihat bagaimana raut wajah cucumu ini, dia tidak mau jadi jangan terus memintanya, dia tak mau menelfon Adnan, karena Kamila tahu Adnan itu sangat sibuk sekali "


"Om juga jangan berharap lebih, Adnan tak akan mungkin kembali untuk Fira, dari dulu juga Adnan tak mencintai Fira. Dia menikahi Fira karena dijebak jadi jangan harap sekarang Adnan mau om"


"Kamu ya kurang ajar "


"Memang pada kenyataannya seperti itu, aku berkata jujur om. Memang Adnan dijebak oleh Fira dan juga ibunya. Kalau hal itu tidak pernah terjadi, Adnan pasti masih dengan Ayana dan sekarang Adnan sedang mengejar kembali cinta sejatinya, dia tak mungkin akan mau kembali kesini hanya untuk Fira saja"


"Kami berdua permisi dulu om, kalau ingin bertemu dengan Kamila bertemu saja tapi jangan memaksa Kamila untuk mengikuti kemauan kamu dengan menelfon Adnan "


Rio langsung melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Papihnya Fira yang akan mengejar tak jadi karena ponselnya berdering.


Dengan kesal diangkatnya"Ada apa aku masih dirinya sakit, sudah aku bilang kan urus kantor "


"Pak aku hanya ingin memberi tahu, pak Adnan menarik sahamnya, bagaimana ini kita bisa bangkrut"


"Apa kamu sedang tak main-mainkan aku sedang lelah dan mengurus anakku "


"Aku tak bohong Pak, Pak Adnan baru saja mencabutnya, apa yang harus kita lakukan Pak "

__ADS_1


"Akhh sialan "


Papinya Fira melempar ponselnya dengan kesal. Dia begitu marah dengan apa yang Adnan lakukan sebenarnya apa maksud Adnan ini.


__ADS_2