
Kamu baik-baik Adnan, Mama akan pergi Mama tahu kesalahan Mama ini sangat besar sekali. Mama juga malu kalau harus sampai bertemu dengan Ayana lagi, kesalahan Mama ini sampai kapanpun tidak akan pernah bisa dimaafkan. Mama benar-benar egois dan tidak tahu diri sekali"
"Mungkin kita tidak akan bisa bertemu lagi Adnan, tapi Mama berharap kebahagiaanmu bersama Ayana akan selalu datang. Mama berharap Ayana akan bisa menerimamu lagi, Ayana akan bisa kembali lagi bersama kamu bahagia bersama dengan anak-anak juga"
Adnan menatap Mamanya, Adnan sangat kasihan dengan mamanya yang diusir oleh neneknya, tapi keputusan sang nenek tidak akan pernah bisa diganggu gugat. Jika neneknya ingin itu maka harus dituruti dan Adnan juga masih kesal dengan tingkah mamanya, semoga saja dengan apa yang dilakukan oleh neneknya ini bisa berubah Mamanya.
Kalaupun Mamanya pergi, dia masih punya keluarga yang sama kayanya seperti neneknya. Jadi Adnan tak usah menghawatirkan bagaimana nanti nasib Mamanya. Mamanya sama-sama akan bahagia.
"Adnan tidak akan bisa membela Mamanya sampai kapanpun, ini adalah konsekuensi yang sudah mama lakukan pada Ayana"
"Iya Mama tahu Mama salah, Mama memang benar-benar bersalah atas semua ini. Kalau saja Mama tidak melakukan hal ini mungkin kamu dan Ayana serta kedua putrimu masih bisa bersama, sekarang kalian akan hidup nyaman tanpa Mama. Tak akan ada yang melarang kamu lagi Adnan "
Adnan hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya, dia juga tidak tahu harus berbicara lagi apa pada mamanya. Adnan melangkah masuk ke dalam kamarnya.
Adnan juga ingin menenangkan dulu dirinya dan juga harus memikirkan lagi bagaimana cara mendekati Ayana lagi. Neneknya pasti akan bertindak tapi apakah neneknya akan memisahkannya atau menyatukannya.
Itulah yang paling Adnan takutkan, takut neneknya malah memisahkannya lebih jauh lagi dari Ayana dan juga anak-anaknya. Bisa-bisa Adnan akan makin kesulitan kalau neneknya sudah menyembunyikan Ayana, Adnan tak akan pernah bisa melihat Ayana lagi.
...----------------...
__ADS_1
Rio yang baru saja pulang bekerja, melihat Kamila yang sedang memeluk kakinya dengan sangat erat sekali.Rio mendekatinya dan mengusap rambutnya "Ayah sudah membelikan makanan untuk kamu sayang, pasti kamu akan suka dan tak akan menolaknya"
Kamila mengusap air matanya dan menatap Rio dengan tajam "Aku tidak mau, aku mau pulang aku mau pulang saja. Aku tidak mau di sini aku ingin pulang, aku nyaman bersama Ayah, disini aku tak nyaman sama sekali"
"Tidak bisa, kamu akan tetap tinggal di sini bersama ayah. Ayah ini adalah ayah kandung kamu, mau bagaimanapun kamu adalah anak Ayah kamu tidak akan pernah bisa ke mana-mana. Kamu akan tetap diam disini ingat itu. Jangan terus merengek Kamila aku tak bisa menahan emosiku terlalu lama "
"Tapi aku tidak bisa tinggal di sini, aku tidak nyaman aku tidak betah aku lebih baik tinggal bersama Ayah atau mungkin nenek aku tidak akan betah di sini. Aku yakin kamu juga tak akan suka kalau aku terlalu lama tinggal dirumah mu paman "
"Cobalah beberapa minggu kalau kamu nanti tidak betah aku akan kembalikan kamu pada Adnan, aku akan membiarkanmu bersama Adnan tapi untuk sekarang tolong biarkan aku menjadi ayah yang baik untukmu Kamila. Aku ini ayahmu dan suatu saat kamu pasti akan sangat membutuhkan aku "
"Aku juga sudah membelikan mu makanan, ayo segeralah makan aku tahu kamu pasti sangat lapar sekali kan ayo sayang "
Rio merentangkan tangannya untuk digapai oleh Kamila, Kamila dengan ragu menggapai tangan Rio dengan perlahan namun pasti dia langsung menggenggam tangan Rio. Ada senyum kecil yang terukir dari bibir Rio akhirnya Kamila bisa sedikit luluh.
Rio juga sudah berbelanja kebutuhan untuk pagi harinya, seperti susu, roti, sereal buah-buahan pokoknya yang disukai Kamila sudah Rio belikan semuanya. Rio ingin Kamila di sini nyaman bahagia meskipun Rio masih belum bisa mengembalikan istrinya untuk bisa tinggal bersama-sama lagi di sini, akan Rio perbaiki satu persatu.
...----------------...
Ayana menatap anaknya yang murung, mereka berdua sangat murung sekali. Ayana mengusap kedua rambut anaknya itu mereka berdua menatap Ayana dengan berbarengan.
__ADS_1
"Sebenarnya ada apa dengan anak Mama ini. Kenapa kalian berdua terlihat murung apa ada sesuatu yang terjadi dan Mama tidak tahu. Coba ceritakan pada Mama "
Melinda melihat ke arah kakaknya Melisa, dia takut ingin mengatakan apa yang dia inginkan, lalu dengan wajah yang masih murung Melinda segera berbicara "Tidak ada apa-apa Mama, kami hanya sedang ingin diam saja, Melinda sedang tidak ingin bermain saja dan kakak juga sama tidak sedang ingin bermain. Kami sedang nyaman seperti ini "
"Mama sudah bilang kan jangan pernah berbohong pada Mama. Ayo berkata jujur pada Mama. Mama tidak akan marah Mama akan mendengarkan apa yang ingin kalian bicarakan"
Tiba-tiba saja Melinda menangis, Ayana kaget melihat itu. Ayana langsung memangkunya dan memeluknya "Melinda sangat ingin punya ayah. Melinda ingin seperti teman-teman Melinda yang dijemput oleh Ayahnya, jalan-jalan bersama ayah. Kenapa Melinda tidak punya Ayah Mama, ke mana perginya ayah kenapa ayah tidak pernah pulang. Apakah ayah tak suka dengan aku "
Ayana dengan mati-matian menahan air matanya, dia tidak boleh memperlihatkan kesedihannya di depan anaknya ini. Ayana harus selalu terlihat kuat di hadapan mereka berdua. Ayana tidak mau membuat mereka kecewa dengan Ayana yang menangis di hadapan mereka.
Yang ada mereka tidak akan pernah bisa jujur lagi pada Ayana dan mengatakan apa yang ada di dalam isi hati mereka, Ayana tak mau sampai itu terjadi.
"Ayah akan segera datang ayah akan kembali, Mama janji itu Ayah kalian akan datang "
Melinda melepaskan pelukannya dan menatap Ayana "Mama yakin, Mama tidak bohong kan mama tidak sedang main-main kan"
"Tidak, Mama tidak sedang main-main nanti ayah akan datang ayah akan kembali. Kalian akan bisa diantar jemput oleh Ayah "
Ayana tidak boleh egois kan. Ayana memang harus mementingkan perasaan anaknya, mereka memang benar membutuhkan seorang ayah meskipun Ayana selama ini mencoba untuk menjadi seorang ibu dan merangkap juga sebagai seorang ayah tapi anak-anaknya pasti akan merindukan seorang ayah juga.
__ADS_1
Ayana tidak bisa memikirkan perasaannya sendiri dan membiarkan anaknya sakit hati seperti ini, Ayana harus bisa membuat anak-anaknya selalu bahagia dan penuh kasih sayang, jangan seperti dirinya yang selalu saja kurang.
Ayana menatap anaknya Melisa yang hanya diam sambil menatap wajahnya. Ayana mencoba tersenyum pada Melisa mencoba terlihat baik-baik saja mungkin ini akan sangat berat untuk Ayana, tapi ini juga yang terbaik untuk anak-anaknya.