
Pesta mereka sudah selesai. Fira dan juga Adnan sudah ada di dalam kamar yang sudah dihias dengan bunga mawar merah dan juga hiasan yang lainnya. Fira perlahan mendekati Adnan dan mencium pipinya.
Tapi Adnan dengan reflek menjauh dari Fira "Ada apa Adnan, kenapa apa kamu tidak suka aku cium. Memangnya ada yang salah ya "
"Maaf aku lagi cape, bisa kita tidur sekarang "
"Tapi ini malam pertama kita. Masa mau tidur gitu aja sih. Ini hari bahagia kita Adnan "teriak Fira dengan kesal.
"Iya aku tahu, tapi untuk malam ini biarkan aku tidur nyenyak dulu, aku sudah kurang tidur beberapa hari ini kan "
Adnan langsung membaringkan tubuhnya dan membelakangi Fira. Fira yang melihat itu langsung menangis, tak terasa air matanya langsung mengalir melihat sikap Adnan yang sepertinya acuh dan tak mau menyentuhnya.
"Kamu sudah membuat hati aku sakit Adnan "
Tapi tak ada jawaban. Fira akhirnya membaringkan tubuhnya dan membelakangi Adnan juga. Sekarang memang Adnan menjadi suaminya, tapi kenapa dingin sekali.
Ini kan malam pertamanya seharusnya mereka itu sedang bahagia, tapi Adnan malah tidur dan membelakanginya. Setidaknya kalau tidak malam pertama sekarang ya peluk atau mungkin cium dulu tapi ini tidak ada.
Fira sepertinya harus mencari Ayana dan menghancurkan perempuan itu sampai mati. Adnan pasti masih mengingat Ayana. Meskipun Ayana sudah berkhianat tapi hati Adnan tetap untuk Ayana.
...----------------...
Saat Fira bangun sudah tak ada Adnan. Sebelahnya kosong. Kemana suaminya ini. Fira dengan kesal keluar dari kamar dan menghampiri Ibu mertuanya.
__ADS_1
"Mama Adnan ke mana. Kenapa dia tiba-tiba tidak ada di kamar"
"Adnan, tapi dia olahraga. Mama kira sudah izin sama kamu sayang "
"Boro-boro izin yang ada dia malah pergi gitu aja. Kesel banget aku sama Adnan. Kayaknya Adnan masih inget sama Ayana deh Ma. Aku ga mau ya sampai rumah tangga aku ini ga bahagia gara-gara Adnan masih inget Ayana "
"Ayana kan udah ga ada. Dia udah pergi dari hidup Adnan udah lah sekarang kamu cari cara aja buat Adnan bisa sayang sama kamu, cinta sama kamu. Mama yakin kamu akan bisa"
"Harus aku terus yang berjuang"
Fira melangkah pergi lagi masuk kedalam kamarnya. Kesal sekali, seharusnya mereka juga sekarang honeymoon tapi sepertinya itu tak akan terjadi. Adnan saja sangat cuek dengannya.
Fira langsung menghubungi orang yang telah memperkosa Ayana untuk mencari keberadaan Ayana. Fira sendiri yang akan menghabisi perempuan itu.
"Kenapa Fira "
"Sudahlah biarkan saja, hidupnya sudah hancur. Jangan makin ditambah hancur lagi. Mungkin saja dia sekarang sudah bunuh diri atau mungkin sudah mati. Biarkan saja tidak usah dicari-cari lagi"
"Tapi aku harus melihat dulu mayatnya. Aku tidak mau kalau dia masih hidup dan tiba-tiba nanti kembali lagi pada Adnan, aku yakin Adnan masih suka sama perempuan itu, meskipun kita sudah membuat rencana besar itu agar Adnan membenci Ayana "
"Sepertinya dia sudah pergi ke kota lain, aku lihat dia tidak tinggal lagi di rumah Fabian, dia pergi menghilang dari kota ini. Aku yakin dia tidak akan berani kembali lagi apalagi dengan keadaan Adnan yang membencinya. Lebih baik kamu sekarang pikirkan bagaimana cara membuat Adnan agar mencintaimu, jangan sampai bayi yang ada di perutmu itu ketahuan. Kalau itu bukan anak Adnan bisa-bisa dia akan benci dan menceraikanmu Fira"
"Sialan kenapa kamu malah membuat aku takut. Sudah ya aku tak mau mendengar lagi ucapan mu "
__ADS_1
Fira langsung mematikan sambungannya sepihak. Malah membuat takut saja orang ini. Fira takut semuanya terbongkar dan Adnan malah meninggalkannya nanti.
...----------------...
Fira yang sudah cantik mendekati Adnan yang seperti sedang melamun. Dengan perlahan Fira duduk disamping Adnan.
"Apa yang kamu fikirkan sepertinya kamu sedang banyak masalah "
Adnan hanya menatap Fira sekilas"Tidak ada yang sedang aku pikirkan, hanya ingin menenangkan saja perasaanku. Itu saja tolong beri aku waktu "
"Kenapa kamu menyesal menikah denganku, kamu ga mau nikah sama aku ya. Kamu cuman terpaksa gitu nikah sama aku Adnan, aku ini udah ngasih kamu segalanya loh. Bahkan aku udah maafin kamu saat kamu kabur waktu itu "
"Aku ga bilang kayak gitu ya, aku cuman pengen tenangin dulu pikiran aku. Aku lagi banyak pikiran tolong ya jangan membesar-besarkan hal itu lagi"
"Terus kapan kita honeymoon, kapan kita ngabisin waktu aku mau kayak yang lain ga kayak gini diam di rumah aja bosen banget seharusnya tuh kita senang-senang. Bahagia Adnan kita itu harus menghabiskan waktu berdua dan saling mengenal lagi. Agar kita makin romantis "
"Iya nanti kita honeymoon, tapi nanti saja aku ingin diam dirumah dulu. Sudah lama aku tak diam dirumah aku selalu sibuk dengan pekerjaan ku "
"Apalagi sih yang ditunggu. Kamu kan udah cuti kamu kan yang punya perusahaan itu. Emangnya kamu harus kerja gitu. Ini tuh hari bahagia kita tolong hargain aku sebagai istri kamu Adnan, jangan diemin aku. Seenggaknya kamu ajak ngobrol aku "
"Ya udah nanti malam kita berangkat honeymoon. Terserah kamu mau pergi ke mana kamu aja yang pesen tiketnya aku tahu beres aja ya" Adnan akhirnya mengalah saja. Dari pada nanti jadi malah kan. Baru juga mereka menikah nanti tiba-tiba bertengkar cuman gara-gara hal sepele.
Fira dengan senang langsung memeluk Adnan dari samping, lalu kembali mencium pipi Adnan beberapa kali, Adnan hanya diam saja tidak ada respon. Tapi Fira tidak peduli yang terpenting Fira harus mendapatkan Adnan dan anak ini bisa diakui sebagai anak Adnan bukan anak orang lain.
__ADS_1
"Aku bahagia sekali Adnan, kamu memang suami yang baik kamu mau mengikuti kemauanku. Pokoknya aku senang sekali i love you Adnan"
Adnan hanya menganggukan kepalanya saja, sambil mengusap tangan Fira. Rasanya berbeda saja. Saat bersama Ayana tak seperti ini.