
Melisa dan juga Melinda yang baru saja diturunkan oleh Adnan langsung berlari masuk ke dalam sekolah, di sana juga ada satpam dan Ayana juga menyapa satpam itu. Adnan seperti biasa hanya diam dan mengikuti istrinya masuk.
Saat mereka masuk lebih dalam lagi ternyata ada satpam satu lagi, di sanalah Adnan menjelaskan maksudnya dia datang kemari.
"Kami datang kemari untuk mendaftarkan anak-anak sekolah" ucapan Adnan pada satpam itu.
"Baik Pak, silakan isi dulu data kehadiran tamu dulu ya" Pak satpam langsung memberikan buku itu ke arah Adnan, Adnan sendiri tidak keberatan ya sudah tinggal isi saja tidak usah dipermasalahkan juga kan.
Dulu juga sama saat akan mendaftarkan Kamila Adnan melakukan ini kan, tapi bukan di sekolah ini lebih jauh lagi.
"Mari Pak biar saya antarkan ke ruangan kepala sekolah" ucap satpam itu dengan sangat ramah sekali
Mereka berempat segera mengikuti langkah Pak satpam itu.
"Mama kenapa sekolahnya sangat sepi sekali "tanya Melinda yang kebingungan.
"Mereka sedang belajar sayang seperti saat di sekolah kamu dulu, kalau kalian sedang belajar maka ya sepi seperti ini tak akan ada yang keluar "
"Hemm begitu ya "Melinda mengangguk mengerti.
Mereka masuk ke dalam sekolah itu dengan sangat riang sekali, sekolah ini sangat bersih sekali dan terawat.
"Bagus banget ya sekolahnya, lihat sampah-sampah saja dipisah seperti itu" ucap Melisa dengan antusias, dia melihat beberapa tong sampah yang sudah dinamai. Melisa suka kalau seperti itu, jadi nanti kalau mau buang sampah tak pusing lagi.
"Akhirnya mereka sudah sampai di ruangan kepala sekolah juga. Pak satpam mengetuk pintunya dengan perlahan dan pintu langsung dibuka. Setelah satpam itu memperkenalkan siapa Ayana dan juga Adnan mereka sudah diperbolehkan masuk ke dalam ruangan.
Setelah mereka duduk barulah perbincangan itu dimulai, kepala sekolah menatap Adnan dan juga Ayana serta kedua putri mereka yang duduk dengan anteng di samping Ayana dan Adnan.
__ADS_1
"Baiklah Pak Bu apakah sudah yakin ingin menyekolahkan anak-anaknya di sini atau mungkin ingin melihat-lihat dulu saja "tawar kepala sekolah itu.
Tentu saja Adnan minta pendapat istrinya dulu, dia tidak mungkin gegabah mengambil sebuah keputusan tanpa dirundingkan terlebih dahulu,apa-apa juga harus dibicarakan dulu kan "Baiklah Bu kami ingin melihat-lihat dulu saja, jika anak-anak suka maka kami akan menyekolahkan mereka di sini" jawab Ayana.
"Baiklah Bu mari kita lihat-lihat dulu "
Kepala sekolahnya langsung membawa Ayana dan juga kedua putrinya itu untuk berjalan-jalan di sekitar sekolah ini, memperlihatkan ekskul di sini, ruangan di sini, lalu tempat mereka belajar. Di sini sangat lengkap sekali dan Ayana suka dengan sekolahnya ini, akan sangat membuat anak-anaknya betah disini.
Adnan sendiri lebih melihat bagaimana guru-guru di sini mengajar, cukup bagus dan juga sepertinya teman-teman sekolah anaknya ini akan sangat baik-baik sekali. Mereka belajar dengan sangat akur tidak ada yang bertengkar ataupun menangis.
Adnan menundukkan kepalanya saat pakaiannya ditarik-tarik oleh Melisa "Ayah coba gendong aku. Aku ingin melihat apa sih yang sedang ayah lihat, aku sangat penasaran sekali "
Adnan tertawa mendengarnya, Adnan segera menggendong Melisa dan memperlihatkan apa yang dia lihat. Melisa begitu senang melihat anak-anak yang sedang bernyanyi. Rasannya Melisa ingin bergabung saja dengan mereka.
"Ayo kita masuk ayah, aku ingin bergabung dengan mereka dan bernyanyi sepertinya sangat menyenangkan sekali "
"Aku suka sekali dengan sekolah ini ayah. Lihatlah teman-temannya sangat banyak sekali dan mereka juga sangat kompak saat bernyanyi seperti itu. Aku sudah tidak sabar ingin segera sekolah "
"Iya yang sabar ya sayangku "
Kepala sekolah juga menjelaskan tentang fasilitas yang ada di sini, ada kolam renang, lalu lapangan yang akan digunakan untuk olahraga yang mana saja. Pokoknya kepala sekolah ini menjelaskan dengan sangat detail sekali, tak ada yang terlewat sedikit pun.
Ayana tidak sempat lihat harga berapa sekolah di sini, Ayana hanya melihat sekolah mana saja yang satu arah dengan kantor suaminya, agar memudahkan Adnan untuk mengantar anak-anaknya dan juga fasilitas sekolahnya dan ternyata benar, seperti apa yang Ayana lihat dari brosur kalau memang sekolah ini sangat lengkap sekali.
Ayana setuju anak-anaknya sekolah disini, karena semuanya sudah terbutuhi, tapi Ayana harus bertanya dulu pada anak-anaknya apakah mereka mau sekolah disini. Takutnya mereka tak suka.
Sedangkan di luar sekolah ibu dan juga ayahnya Ayana sedang berdebat dengan satpam, mereka benar-benar membuat masalah.
__ADS_1
"Kenapa juga kami tidak boleh masuk. Lihatlah cucu dan anakku ada di dalam. Aku ingin menemui mereka, aku harus bertemu dengan mereka sekarang juga "
"Maaf Bu tidak bisa, ayo isi dulu buku tamunya setelah itu anda boleh masuk ke dalam dan apa kepentingan Ibu kemari sebenarnya "
"Aku tidak mau mengisi buku tamunya, aku sudah bilang kan aku datang kemari untuk menemui anakku, yang tadi memakai mobil yang sangat mewah itu adalah anakku. Awas cepat jangan halangi langkahku"
"Tidak bisa Bu. Anda ini bagaimana sih ini tempat sekolah anak mau apa nanti saja ketemu dengan anaknya di rumah kan bisa"
"Ga bisa saya harus masuk, jangan halangi jalan saya"
Ibunya Ayana terus saja ngotot ingin masuk ke dalam, tapi satpam itu tentu saja menghalanginya dan suaminya juga tidak bisa melakukan apa-apa, tangannya dipegang dengan sangat erat oleh satpam yang satu lagi.
"Lebih baik kalian berdua keluar, kalau tidak ada kepentingan di sini lebih baik pulang kalau ingin berbicara dengan anaknya nanti saha rumah silakan Bu pulang sekarang juga"
Tangan ibunya Ayana bersama ayah tirinya itu dibawa keluar dari sekolah itu, ibunya Ayana benar-benar tidak terima sudah diperlakukan dua kali seperti ini, pertama dirumah Adnan dan sekarang di sekolah cucunya.
Padahal kan ini kesempatan yang bagus, pasti mereka sedang melihat-lihat dan tidak fokus dengan anak-anak mereka.
Gerbang langsung ditutup begitu saja oleh Pak satpam dan mereka berdua tidak bisa masuk lagi sudah dikunci.
"Sudah pasti semuanya akan gagal lagi tidak akan pernah ada yang berhasil, aku jamin itu tidak akan pernah ada yang berhasil"
"Kamu itu emang ga becus ya jadi suami ga ada gunanya, dari tadi diem aja diem aja tau ah males tau ga sih kerjasama kamu lebih baik aku sendiri saja"
"Terserah kamu saja, ayo mau pulang atau tidak aku tidak mau kalau harus terus di sini, panas "
Ibunya Ayana mendorong suaminya, rasanya percuma saja dia datang kemari tapi tanpa hasil, sudah mengikuti jauh-jauh tapi tidak ada hasilnya.
__ADS_1