
Adnan menatap karyawannya itu "Aku memaafkanmu tapi aku tidak memaafkan istrimu dan juga anakmu. Aku tidak mau melihat anakmu ada di sekolah ini lagi, dia sudah terlalu melampaui batasnya dia itu sudah membully semua murid yang ada di sini, itu tidak baik. Aku tidak suka dengan cara dirimu itu benahi dulu caramu mendidik anakmu. Aku tidak akan mengeluarkan mu karena Kinerjamu yang bagus aku tidak akan pernah mengeluarkan karyawanku hanya karena anak dan istrinya seperti ini, tapi jika sampai terjadi hal seperti ini lagi maaf aku tidak akan mempertahankan mu sepertinya"
"Baik Pak baik, saya akan memindahkan Alifah ke
sekolah yang lain saya akan mendidiknya lebih baik lagi saya tidak akan ceroboh lagi seperti ini. Saya akan lebih keras lagi pada istri dan anak saya ini, saja janji Pak "
"Yah kalau perlu lebih baik kamu tinggalkan istri seperti ini, jangan kamu bohongi istrimu yang pertama itu, kamu itu seharusnya setia dengan satu perempuan saja "
"Saya juga ingin memberitahu kamu jangan masukkan dulu anakmu ini ke sekolah yang lain, yang ada dia akan sama saja akan mengganggu anak yang lain. Lebih baik anak seperti ini homeschooling saja, biar tidak mengganggu yang lain, kasian anak-anak yang mau sekolah malah terganggu dengan sikap anakmu itu yang angkuh dan menyebalkan "
"Baik Pak, baik Pak terima kasih sekali lagi saya mohon maaf Pak saya minta maaf atas apa yang istri dan anak saya lakukan Jangan keluarkan saya Pak. Saya masih butuh pekerjaan itu"
"Bisa saja, asal kamu bisa merubah mereka aku tidak akan mengeluarkan mu. Jangan sampai aku dengar nanti anakmu pergi ke sekolah yang lain dan membully anak-anak yang lain itu tidak baik, aku tak suka ada hal seperti itu didalam sekolah "
Ayahnya Alifa itu setelah meminta maaf pada Adnan langsung menarik tangan istrinya untuk keluar dari sini bersama anaknya juga, tak lupa untuk dibawa pulang.
Adnan langsung berbicara dengan kepala sekolah itu membahas segala halnya Adnan juga meminta untuk Alifah dikeluarkan saja dari sekolah ini, agar semuanya tidak pusing, mereka ini benar-benar sudah mengganggu.
Adnan juga ingin yang terbaik untuk anaknya bukan apa-apa. Alifah ini akan menjadi orang yang licik kalau didiamkan terus seperti itu, dia malah akan menjadi pengacau saja.
...----------------...
__ADS_1
Ayana memeluk kedua putrinya ini, baru saja mereka pindah ke sekolah ini tapi sudah ada saja masalah. Untungnya mereka juga sudah selesai belajar Ayan sampai menunggu mereka dan Adnan juga menunggu dia benar-benar tidak mau kembali ke kantor, sebelum anak-anak pulang bersamanya.
Setelah ada di dalam mobil Melissa menatap ayahnya "Ayah bukannya kamu akan menyelamatkan ibunya Ayu, kalau misalnya nanti ibunya Ayu jadi sasaran bagaimana karena tadi Alifah juga marah pada Ayu, karena Melinda memberikan pensil warna yang banyak sedangkan dia tidak diberi apa-apa, dia pasti sangat iri sekali dan mau dikasih juga makannya seperti itu, tapi dia terlalu gengsi untuk meminta pada kami "
"Nanti ayah akan menelpon langsung orang tuanya, kamu tenang aja nanti ibunya Ayu akan bekerja di rumah nenek saja. Tapi ayah juga harus bicara dulu dengan nenek ya, jadi sabar "
"Benarkah ayah akan membantunya. Apakah Ayah punya nomor teleponnya ibunya Ayu, apakah kita akan membantunya sekarang "
"Nanti Ayah pasti akan punya, kamu tenang saja ya Ayah pasti akan membantu ibu teman kamu itu untuk bisa lepas dari ke kangen keluarga itu, dia akan hidup dengan nyaman "
"Terima kasih Ayah, Ayah ini memang baik sekali aku benar-benar suka dengan kerja ayah yang cepat dan juga ayah yang baik hati sekali "
Melisa langsung memeluk ayahnya dan mencium pipinya. Melinda juga ikut-ikut memeluk ayahnya itu, lalu Melinda juga mencium pipi sebelah kiri ayahnya yang belum dicium kakaknya. Ayana yang melihatnya hanya bisa tersenyum, Ayana senang anaknya sekarang sudah mendapatkan kasih sayang dari ayahnya langsung.
...----------------...
"Diam kamu, kamu itu seharusnya malu dia adalah atasanku jika sampai aku tadi dipecat aku benar-benar akan menceraikanmu, kamu tidak tahu diri aku angkat derajatmu tapi kamu malah seperti itu bersikap jelek seperti itu. Aku tidak suka dengan sikap seperti mempunyai segalanya, aku ini hanyalah seorang karyawan, jabatanku memang bagus tapi ada yang lebih tinggi dariku itu Pak Adnan, dia adalah bosku dia adalah atasanku jangan buat aku malu lagi aku tidak mau mendengar hal ini lagi terjadi, kamu didik anak mu itu dengan benar "
"Tapi Alifah tidak salah ayah" Alifah menyela kata-kata ayahnya.
"Diam kamu juga Alifah, kamu juga selalu saja memfitnah teman-temanmu itu, pokoknya aku tidak mau melihat Alifah sekolah lagi sekalian anak ini tidak usah di sekolahkan saja, sifatnya itu sama sepertimu tidak tahu malu hanya bisa menyalahkan orang lain saja, sungguh aku menyesal menikah dengan kamu "
__ADS_1
Alifah yang mendengar teriakan ayahnya langsung menangis dan memeluk kaki ibunya, mereka akhirnya sekarang bertengkar dengan sangat besar karena masalah Alifah ini. Tak mau ada yang mengalah.
Ibunya Ayu yang ada di sana hanya bisa mendengarnya, dia jadi khawatir dengan keadaan anaknya apakah anaknya tidak apa-apa di sekolah. Apakah anaknya tidak jadi bulan-bulanannya Alifah.
Anaknya baru saja masuk dirinya langsung menariknya dan membawanya ke dalam kamar, jangan sampai atasannya itu melihatnya.
"Ayu ada masalah apa di sekolah Lihatlah tuan dan nyonya bertengkar begitu hebat apa yang terjadi sebenarnya nak "
Ayu menyimpan pensil warna yang diberikan oleh Melisa dan juga Melinda, dan memperlihatkannya pada ibunya "Tadi temanku memberikan ini, tapi Alifah tidak terima lalu mereka bertengkar lah Ibu aku tidak tahu apa yang terjadi diruang guru, aku bahkan tadi sudah menawarkan untuk menjadi saksi tapi temanku itu tak mau "
"Ya sudah kamu mengumpat jangan sampai keluar Ibu tidak mau nanti kamu malah jadi sasaran, Ibu tidak mau nanti kamu yang malah dimarah-marahin oleh mereka pokoknya kamu harus diam di kamar mandi jangan kemana-mana, ibu tak mau kamu dipukul lagi'
"Aku takut Ibu, kenapa kita hidupnya seperti ini bisakah kita pergi dari sini"
Ibunya Ayu menggelengkan kepalanya "Kita tidak bisa pergi dari sini. Ibu masih punya hutang yang sangat besar pada Tuan, saat kamu sakit ibu kan minjam uang pada tuan dan belum lunas sampai sekarang. Ibu harus membalas dulu semuanya membayar semuanya dulu, ibu tak bisa lari begitu saja"
Ayu mengusap air matanya, dia begitu ketakutan sekali dengan keluarga Alifa, setiap ada masalah pasti dirinya juga akan dimarahi, kalau tidak dipukul oleh Nyonya dengan sangat kencang, rasanya takut sekali Ayu ini.
"Tapi Melisa dan juga Melinda berkata kalau dia akan menolong kita ibu"
"Sudah sudah ayo cepat masuk ke dalam kamar mandi jangan keluar kunci ya, kalau bukan ibu yang menyuruh kamu tak boleh keluar harus terus ada didalam kamar mandi ya "
__ADS_1
Ayu mau tidak mau akhirnya mengikuti apa kata-kata Ibunya, semoga saja temannya itu bisa menolongnya nanti. Semoga saja Melisa dan juga Melinda tak keluar dari sekolah.