Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 147


__ADS_3

Kamila berlari ke arah ayahnya, Kamila langsung duduk di pangkuan ayahnya "Kamu tahu tadi ibu datang ke sekolah. Kata ayah ibu sakit tapi kenapa dia bisa datang ke sekolah aku. Apakah ibu sudah baik-baik saja, apakah ibu sudah yakin sembuh Aya"


"Tapi aku tak yakin ibu sembuh, soalnya ibu sudah membuat aku pusing. Ibu berbicara sangat banyak sekali dan aku tidak mengerti "


Rio mengurutkan keningnya. Fira datang ke sekolah mana mungkin dia kan sakit. Rio langsung membalikkan tubuh anaknya untuk menghadap ke arahnya. Rio ingin menatap wajah anaknya agar dia bisa menilai apakah Kamila sedang berbohong atau tidak.


"Kamu yakin itu ibu yang datang, kamu ga salah orang kan. Kamu bener-bener ketemu sama ibu "


Kamila menganggukan kepalanya, mana mungkin Kamila salah dan tak mengenali ibunya sendiri. Jelas-jelas tadi yang datang itu ibunya bukan orang lain yang menyamar jadi ibunya. Memangnya siapa yang ingin menyamar jadi ibunya tak akan ada m.


"Iya itu Ibu, makanya aku bertanya pada Ayah, kata ayah ibu punya penyakit yang sangat parah dan sulit untuk disembuhkan, tapi tadi dia datang ke sekolahku ayah bisa tanya langsung ke ibu guru, dia tahu kok tentang kedatangan Ibu, dia baik-baik saja dia tidak kenapa-napa makanya aku merasa aneh dan ingin segera pulang dan bertanya pada Ayah "


"Apa saja yang dikatakan oleh ibumu, apa dia melakukan sesuatu, mungkin dia mengancam mu Kamila "


"Ibu hanya memintaku untuk tinggal bersamanya, katanya seperti itu. Aku juga bingung dan ingin sekali menanyakan hal ini pada Ayah, kata ibu ayahku adalah Ayah Adnan. Jadi sebenarnya Ayahku ini siapa. Aku benar-benar binggung sekali dengan semua ini "tanya Kamila yang memang sangat kebingungan.


"Ayah kamu adalah aku. Adnan adalah Ayah yang mengurus kamu dari kecil, sedangkan aku adalah Ayah kandungmu jangan percaya dengan ibumu, pokoknya kalau misalnya nanti ibumu menemuimu lagi bilang saja pada gurumu kalau kamu tidak mengenalnya mengerti, jangan pernah menemuinya lagi. Ayah punya firasat buruk"


Rio tahu betul bagaimana Fira, Rio pernah hidup bertahun-tahun dengan Fira. Jadi Rio tahu bagaimana sifat Fira yang sesungguhnya, ini hanyalah sebuah jebakan yang Fia buat entah apa yang Fira rencanakan lagi.


"Tapi apakah Ibu tidak akan mengamuk Ayah, tau sendiri kan bagaimana sifat ibu kalau tidak ditemui, dia akan mengamuk. Apakah dia akan baik-baik saja, apakah ibu sudah baik "


"Aku yakin semuanya akan baik-baik saja, asalkan kamu bisa berbicara pada gurumu untuk mengatakan kalau kamu tidak ingin bertemu dengan ibumu. Dia tidak akan berani mengamuk di sekolahmu yang ada ibu kamu itu akan malu "

__ADS_1


"Benarkah, aku tidak akan dibentak, aku tidak akan dipukul oleh ibu Ayah. Aku begitu takut dengan ibu"


"Tidak akan di sana kan ada ibu guru yang akan menjaga kamu, akan melindungi kamu. Jadi kamu ga usah takut kamu ga akan pernah dipukul"


Kamila diam sejenak, dia masih memikirkan dan mencerna semua kata-katanya dari ayahnya ini bagaimana kalau nanti ibunya itu memaksa gurunya untuk bisa bertemu dengannya. Ibunya itu menyebalkan sekali.


"Aku malah jadi takut dengan ibu, apa mungkin dia kabur dari Kakek. Apakah seharusnya Ayah menelpon Kakek saja. Siapa tahu Kakek mencari ibu, kasian kakek kalau sampai mencari ibu nanti "


"Memangnya penampilan ibumu seperti apa"


"Penampilan Ibu cantik seperti dulu, memakai pakaian yang mewah, tas mewah, sepatu tinggi seperti itu, tidak seperti saat di rumah, yang berantakan rambut berantakan. Pakaian tidak sesuai ya pokoknya Ibu yang dulu saja. Ayah kamu tahu kan bagaimana ibu yang dulu"


Rio mengangguk-anggukkan kepalanya. Apakah selama ini Fira menjebak semua orang, membohongi semua orang dengan pura-pura menjadi orang gila apakah dia selicik itu.


"Apakah aku boleh tidak sekolah saja untuk beberapa hari, takutnya dia datang lagi Ayah. Aku jadi malah takut kan dengan ibu ku sendiri"


"Memangnya kamu mau bolos, kamu ingin ketinggalan pelajaran. Bukannya kamu suka dengan belajar, kenapa sekarang hanya gara-gara ibu kamu seperti ini "


"Iya tapi sih kalau dipikir-pikir Kamila juga takut dengan kedatangan ibu, takut-takut ibu menculik Kamila, tadi ibu berbicara yang berbohong berbohong begitu. Ibu bilang dia suka tidur di sampingku. Tapi pada kenyataannya dari dulu Ibu tidak pernah menemaniku tidur. Ibu juga tidak mau ada di dalam kamarku, apalagi tidur bertiga bersama Ayah, ibu sudah berbohong aku takut deh "


"Sudah tidak usah dipikirkan Ayah sudah membelikan makan siangmu. Ayo segera makan, Ayah sudah memesankan makanan yang kamu mau tadi pagi, nanti kalau sudah dingin tidak enak lagi "


"Benarkah baiklah"

__ADS_1


Kamila segera turun dari pangkuan ayahnya, dia berlari ke arah meja dan benar makanan yang diinginkan dia tadi pagi sudah ada di sini. Ayahnya sudah menyiapkan semuanya.


...----------------...


Fira yang baru saja sampai di rumahnya langsung membaringkan tubuhnya, sungguh hari ini membuatnya sangat lelah sekali. Kenapa sangat sulit sekali membujuk Kamila. Dia seperti menjauhinya apa ini ulah Rio.


"Aku tidak mungkin kan menculik anak itu, yang ada aku malah di penjara. Aku malah akan malu nantinya. Tidak aku tidak mau seperti itu "


"Rio apa aku harus menemui Rio saja, tidak tidak sama saja bohong. Rio sudah tidak bisa aku jadikan boneka dia sudah sadar, dia tidak akan pernah mau dijadikan boneka lagi olehku. Dia benar-benar tidak akan bisa diajak kerjasama yang ada dia akan berbicara pada Adnan lagi "


"Kamu habis dari mana Fira "tanya ayahnya yang baru keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Aku baru temuin anakku papi, aku kangen sama Kamila makanya aku datang ke sekolahnya. Ternyata dia baik-baik aja ya di tangan Rio, dia benar-benar sehat dan ceria banget. Aku senang banget lihatnya Papi rasanya aku pengen urus Kamila, aku ingin tebus apa yang pernah aku lakukan pada Kamila "


"Ga usah buat drama lagi, mau kamu apakan Kamila sampai-sampai kamu ingin mengurusnya Fira, apalagi yang sedang kamu pikirkan dalam kepalamu itu, papi tidak mau ya sampai nanti Kamila yang akan jadi korbannya, kamu jangan mengorbankan segala hal hanya untuk mendapatkan Adnan, dia berhak bahagia tanpa kamu. Ingat itu jangan hancurkan hidup orang lain hanya demi kesenangan kamu itu "


"Papih ini kenapa sih sensitif sekali dengan aku. Aku benar-benar ingin bersama Kamila. Aku ingin mengurusnya, aku ingin menjadi Ibu yang baik untuknya tapi Papi malah seperti ini seperti tidak percaya padaku"


"Memang aku sudah tidak percaya lagi dengan kamu, kamu saja sudah membohongiku dengan sangat besar sampai-sampai uangku habis hanya untuk mengobati saja. Jadi untuk kedepannya aku tidak akan pernah percaya dengan kata-katamu Fira"


Setelah mengatakan kata-kata pedas itu papihnya Fira melangkah pergi lagi ke arah kamarnya. Fira begitu marah dengan apa yang ayahnya katakan, apa perlu Fira habisi saja dulu papihnya agar semua rencananya berjalan lancar.


Agar semuanya berjalan dengan baik-baik saja, papinya sepertinya akan menjadi penghalang nanti kedepannya. Papinya sudah tidak di jalannya lagi, seperti Rio tidak bisa dijadikan boneka olehnya lagi.

__ADS_1


Akan Fira pikirkan dulu semuanya. Pokoknya Fira harus melakukan rencana ini dengan matang tidak boleh gagal.


__ADS_2