Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 124


__ADS_3

Selama didalam mobil Melisa tak bisa diam, dia terus saja berdiri dan menatap sekitar sedangkan Adnan hanya fokus dengan laptopnya.


"Melisa hati-hati duduklah jangan berdiri seperti itu"


"Hem paman, aku suka dengan kota ini "


Adnan yang mendengar itu lantas menutup laptopnya dan memegangi Melisa "Benarlah kamu suka dengan tempat ini "


Melisa sekilas melihat Ayahnya dan menganggukan kepalanya dengan semangat "Di sini begitu ramai orang, lalu tempat-tempatnya juga bagus-bagus"


Melisa duduk dipangkuan Ayahnya dan kembali menatap kearah jendela, Adnan tentu saja tak menyia-nyiakan waktu itu, dia memeluk Melisa dan menatap kearah luar jendela juga.


"Apakah Melisa mau tinggal di sini saja"


"Mau, tapi kalau mama mau kalau mama tidak mau ya sudah di sana saja juga tidak masalah. Di sana rumah kita dekat dengan pantai dan aku suka main pasir, kalau rumah paman apa dekat pantai juga "


"Tidak, rumah Ayah tidak dekat dengan pantai. Tapi Ayah punya kolam renang yang begitu besar sekali, kamu bisa main di sana nanti ayah mungkin akan menambahkan pasir kalau kamu mau ada pasir juga nanti di sana"


"Benarkah "tanya Melisa dengan mata yang berbinar tak lupa menatap ayahnya juga.


"Iya benar, nanti kita lihat rumah Ayah ya, tapi kita harus pergi dulu kekantor. Ayah ada meeting tak akan lama hanya sebentar "


"Baiklah aku akan menemani paman bekerja. Aku juga penasaran Paman bekerja akan seperti apa"


Adnan menganggukan kepalanya dan mereka kembali mengobrol, banyak hal yang mereka bahas, bahkan tentang gedung-gedung besar saja mereka bahas. Adnan begitu menikmati perjalannya kearah kantor.


Biasanya Adnan akan sibuk dengan laptopnya tapi sekarang tidak, karena ada Melisa yang terus saja berbicara kesana kesini membuatnya bahagia sekali.


...----------------...


Adnan keluar dari dalam mobil sambil menggendong Melisa yang tertidur, Melisa tertidur dengan sangat nyenyak sekali Adnan tadi menceritakan sebuah dongeng. Adnan kira tidak akan tidur tapi malah tidur, tapi tidak masalah Adnan tidak keberatan nanti juga dia akan meeting dan Melisa tentu saja tertidur. Adnan akan tenang kalau begitu.


karyawannya yang berlalu-lalang di lobby kaget melihat Adnan yang menggendong anak perempuan, tapi bukan Kamila. Mereka berbisik-bisik bingung anak siapa itu yang digendong oleh bosnya, karena baru pertama kali mereka melihat anak yang digendong oleh Adnan.

__ADS_1


Mereka bertiga masuk ke dalam lift, Adnan juga tidak menghiraukan orang-orang yang terus saja berbisik-bisik. Biarkan saja, mereka mau bicara apa nanti juga mereka akan tahu kebenarannya seperti apa.


"Marco apakah semua peserta rapat sudah ada di ruangan"


"Semuanya sudah siap di ruangan rapat Pak "


"Baiklah kita langsung ke sana saja"


Tadinya Adnan ingin menyimpan Melisa di ruangannya, tapi dia berpikir ulang kalau misalnya tiba-tiba meninggalkan Melisa di ruangannya dan dia terbangun tak melihat siapa-siapa pasti Melisa akan ketakutan dan menangis, jadi lebih baik Adnan membawanya sajalah.


"Pak apakah anda ingin aku menggantikan anda untuk menggendong Melissa"Marko takut kalau Adnan akan kesusahan nanti saat memimpin rapat kalau sambil menggendong Melisa yang tertidur.


"Tidak usah aku masih bisa kok Marco, biarkan Melisa tertidur dipangkuan ku saja nanti "


Adnan sungguh tak rela kalau melihat anaknya lebih akrab dengan orang lain, seperti tadi saat mereka akan masuk ke dalam mobil Adnan begitu cemburu melihat Melisa yang mau digendong oleh Marco sedangkan olehnya tidak mau.


Adnan tidak mau hal seperti itu kejadian lagi, apa lagi nanti saat Melisa terbangun Adnan mau wajah yang pertama Melisa lihat adalah dirinya bukan orang lain.


"Baik Pak "


"Silakan kalian semua duduk "perintah Adnan, sedangkan Adnan sendiri masih berdiri dan Marco menyiapkan laptop Adnan yang dari tadi dia sudah bawa.


Adnan langsung saja memimpin meeting ini, dengan masih mengendong anaknya Melisa. Adnan begitu menikmati momen-momen seperti ini, jadi seperti ini rasannya bekerja sambil mengendong anaknya yang tertidur.


Adnan masih membayangkan bagaimana dulu Ayana membawa anak-anaknya ke tempat kerja, pasti sangat sulit sekali.


...----------------...


Adnan kembali ke ruangannya dengan Melisa yang sudah bangun tadinya Adnan mau menggendongnya lagi, tapi Melisa tak mau dia ingin berjalan sendiri saja katanya, tak lupa Melisa yang terus melihat kesana kemari.


Adnan juga tak melepaskan genggaman tangannya pada sang anak. Adnan tidak akan melepaskannya takutnya Melisa malah akan berlari nanti.


"Kamu mau makan apa Melisa "

__ADS_1


"Terserah kamu saja Paman, ternyata pekerjaanmu itu sangat membosankan ya duduk lalu menjelaskan berbagai hal seperti itu pada orang-orang yang sepertinya sangat takut padamu"


"Yang terpenting sekarang kamu sudah tahu kan pekerjaan ayah itu apa, kamu tak mau memilih makanan biasannya kamu akan melakukannya"


"Iya nanti aku pilih paman, aku sedang melihat-lihat bangunan ini kantormu ini sangat besar sekali"


"Nanti kamu bisa mengelilingi semuanya tapi ayah masih ada pekerjaan, setelah makan kita kembali lagi ke kantor untuk mengerjakan pekerjaan ayah yang masih banyak "


"Hemm, baiklah paman "


Adnan melihat Marco yang sudah membukakan pintu, Melisa langsung saja masuk dan duduk dikursi dengan tenang, tapi matanya terus melihat kesana-kemari.


"Pak, papihnya nona Fira sudah tahu kalau anda sudah kembali, dan dia mau anda menemuinya "


"Kenapa dia harus tahu segala, aku disini ingin menghabiskan waktu bersama anakku "


Adnan duduk di kursinya dan menatap Marco yang ada dihadapannya "Sepertinya di kantor kita ini ada mata-mata sampai-sampai Papinya Fira tahu tentang kedatanganku kemari, kamu cari dia aku tidak mau di kantor ini ada seorang penghianat"


"Baik Pak "


Adnan membuka berkasnya, ya ampun banyak sekali yang harus dirinya kerjakan.


"Anda kan sudah berjanji untuk menemui Nona Fira jadi bagaimana Pak apa kita akan menemuinya juga"


"Emm, akan aku fikirkan lagi, aku pikir-pikir bertemu dengannya itu tidak ada gunanya hanya akan menghabiskan waktu, aku akan bekerja dulu dan nanti makan siang. Setelah itu kita ada meeting lagi kan"


"Iya Pak masih ada beberapa meeting"


"Ya sudah kamu cari dulu saja orang yang aku maksud"


"Baik Pak "


Marco keluar dari ruangannya Adnan, sedangkan Adnan mulai memeriksa semua pekerjaannya. Melisa sendiri dia masih anteng duduk.

__ADS_1


__ADS_2