Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 191


__ADS_3

Papihnya Fira mengambil uang yang selama ini dia simpan, sebenarnya dirinya ini tidak benar-benar bangkrut dirinya ini masih punya uang, masih punya perusahaan dan rumah juga tidak disita.


Semuanya masih utuh tak ada yang hilang. Bahkan dirinya masih mendapatkan laporan tentang kantor dan semuanya aman-aman saja.


Kenapa dirinya melakukan hal ini sampai-sampai pindah rumah, ya karena ingin membuat Fira berubah ingin membuat anaknya itu sadar kalau uang bukan segalanya.


Kalau harta itu tidak akan pernah kita miliki selamanya, rencana ini juga dilakukan dirinya bersama Adnan waktu itu.


Dirinya memberitahu semua rencana Fira semuanya, tidak ada yang terlewat dan Adnan menyarankan untuk dia melakukan hal ini agar Fira sadar dan syukurlah dia sadar.


Papinya Fira membawa beberapa gepok uang untuk berobat anaknya, dirinya tidak akan pernah tega kalau anaknya harus pinjam sana sini, apalagi memakai uang tabungannya itu kasihan anaknya tak tega rasannya.


Beginilah ceritanya saat dirinya merencanakan hal ini bersama Adnan, sungguh sesuatu yang tak terduga.


flashback on


"Om yakin Fira akan melakukan itu kenapa juga om memberitahu aku, tentang semua rencana yang akan anak om lakukan "


"Karena Om tidak mau ada lagi korban. Apalagi kamu juga akan menikah dengan Ayana kan. Om tidak mau nanti Fira makin bertambah bersalah saja pada perempuan itu. Om mau Fira berubah apa kamu punya cara atau mungkin sesuatu yang bisa merubah Fira"


"Cara ya merubah Fira, apakah rencananya bisa berhasil aku takutnya hanya akan sia-sia saja, aku takut Fira malah akan terus saja maju "


"Aku yakin semuanya akan berhasil, coba kamu utarakan dahulu apa rencanamu biar nanti aku pertimbangkan apakah baik atau tidak"


"Baiklah begini saja bagaimana kalau kamu pura-pura bangkrut saja, mungkin itu akan membuat Fira tak datang lagi padaku "


"Bangkrut terus aku harus pergi ke mana nanti, aku membeli rumah yang baru ? "

__ADS_1


"Iya pergi ke tempat yang jauh saja bawa Fira suruh dia bekerja, suruh dia bisa bertanggung jawab ya intinya kamu buat dia seolah-olah kamu tidak mempunyai apa-apa lagi, mungkin rumah mobil semuanya tak ada "


"Apakah Fira tidak akan menyelidiki semuanya, apakah dia akan diam dan mengikuti aku "


"Iya maka dari itu bawa ke tempat yang jauh, maka dia tidak akan pernah tahu jangan di situ-situs saja. Jauhkan dia dari sini, untuk kantormu Om tenang saja nanti aku minta deh orang kepercayaanku untuk mengurus segalanya jadi kantormu itu akan terus berjalan dan kamu didik dulu saja Fira sampai dia benar-benar berubah, sampai dia mengerti artinya hidup itu seperti apa "


"Benar juga, aku sudah kesel dengan tingkah Fira ini dia tidak berubah-berubah, dia terus saja ingin mendapatkan mu yang jelas-jelas kamu tidak mau bersamanya, saranmu itu cukup baik"


"Ya tentu saja mana mungkin aku memberi saran yang jelek, semoga saja Fira bisa berubah suruh dia bekerja suruh dia mencari uang dan bagaimana caranya dia bisa mendapatkan pekerjaan sendiri, jangan kamu bantu biarkan dia mencarinya sendiri memprosesnya sendiri agar dia tahu rasanya bagaimana cari uang dan juga mencari pekerjaan itu "


"Hemm, ide yang bagus aku suka ide mu ini Adnan. Terima kasih atas idenya ini aku akan melaksanakannya. Aku akan buat Fira berubah, dan aku juga akan membuat dia melupakanmu, maafkan atas apa yang selama ini dilakukan oleh anakku. Aku sudah tertipu waktu itu olehnya"


"Tentu sama-sama Om, aku berdoa semoga saja rencana itu berhasil dan bisa merubah Fira, satu lagi membuat Fira bisa menerima Kamila seutuhnya anak itu sangat membutuhkan ibunya. Kamila itu sebenarnya anak baik hanya saja dia ingin sekali memiliki kasih sayang seorang ibu. Tapi Fira tidak memberikannya"


"Iya iya aku tahu, aku yakin semuanya akan berubah Fira juga nanti akan berubah menyayangi Kamila. Kamila itu anaknya satu-satunya aku akan mempersiapkan segalanya dulu, aku akan membuat seolah-olah ini kenyataan"


"Ya karena dia terlalu cinta padamu Adnan, om matikan dulu ya"


"Tentu"


flashback off


"Tidak sia-sia ternyata apa yang Adnan lakukan. Baiklah aku harus membayar semuanya dulu di rumah sakit agar Fira juga tidak memikirkan tentang biaya lagi kasian dia "


Papinya Fira itu segera pergi dari dalam kamar, dia juga menutup kembali brankasnya jangan sampai ada yang tahu. Fira juga tidak boleh tahu nanti suatu saat kalau dia sudah siap akan menceritakan segala halnya, akan kembali ke kota.


Ya setelah Fira tidak mencintai Adnan lagi dan tidak punya pikiran untuk merebut Adnan dari istrinya, dirinya ingin Fira datang ke kota dengan dirinya yang baru tidak dengan yang dulu.

__ADS_1


Papinya Fira juga diantarkan oleh seorang sopir ke rumah sakit, di daerah sini ada sopirnya yang tinggal yang sengaja dirinya belikan rumah jika terjadi sesuatu hal yang mendesak ada dia di sini.


...----------------...


"Papi yakin sudah melunasi semuanya. Semuanya lunas Pi tak ada sedikitpun tunggakan "


"Iya sudah semuanya lunas, kamu hanya perlu diam dan pulihkan semuanya jangan memikirkan tentang biaya lagi, papi sudah melunasinya"


"Uang dari mana Papi, tabunganku saja belum diambil tapi Papi sudah tiba-tiba melunasi semuanya, papi jangan bilang minjem dari tetangga aku ga mau ya"


"Ga usah pikirin semua itu yang terpenting kamu sembuh dulu aja, kamu bisa sehat dulu aja nanti kalau udah sehat Papi akan bicara dari mana uang itu ya, kamu sembuhkan dulu badan kamu itu "


"Ga bisa gitu Fira harus tahu uangnya dari mana, Fira nggak mau nanti malah jadi beban Papi ke depannya, papih udah terlalu sering berjuang untuk Fira "


"Pokoknya ada deh, udah kamu istirahat ya Papi udah lunasi semuanya kamu mau cepet-cepet sembuh kerja lagi dan cari uang kan "


Fira dengan perlahan menganggukkan kepalanya, benar juga dia harus cepat sembuh harus cari uang lagi. Fira harus tahu dari mana uang ini dan Fira juga harus mengganti semua uangnya.


Papihnya tidak mungkin punya uang sebesar itu, satu hari di sini saja menginap sudah mahal, apalagi ini sudah mau ketiga hari pasti akan mahal sekali kan.


"Ya sudah kalau begitu banyak-banyak istirahat makan yang banyak, jangan terus memikirkan uang papi sudah membereskan segalanya, kamu hanya tinggal pemulihan saja mungkin satu atau dua hari lagi kita juga bisa pulang tadi Papi sudah berbicara dengan dokternya "


"Baiklah nanti aku setelah sembuh ingin bertemu dengan orang yang membantu Papi"


"Iya iya iya nanti kita bertemu dengannya, sekarang ayo cepat kamu tidur dulu saja jangan memikirkan itu dulu ya tidur yang nyenyak istirahat kamu juga baru minum obat"


Fira menganggukan kepalanya, dia mencoba untuk menutup kedua bola matanya. Semoga saja bisa istirahat meskipun pikirannya masih memikirkan dari mana ayahnya mendapatkan uang itu. Pasti sangat besar biayanya ini.

__ADS_1


__ADS_2