
Benar saja kan Ayu dicari oleh ibunya Alifah "Mana anakmu itu ke mana dia, kenapa dia belum datang juga, karena ulah dia aku jadi bertengkar dengan suamiku mana anakmu itu, mana anak durhaka mu itu, aku harus memberinya pelajaran enak saja dia ya, enak-enak setelah aku bertengkar dengan suamiku "
"Maaf Nyonya apa yang anakku lakukan. Dia belum pulang dari sekolah, dia masih disekolah, sepertinya ada tugas yang dia kerjakan di sekolahnya "
"Alah nggak mungkin dia belum pulang, pasti udah pulang kamu sembunyiin di mana anak nakal itu, gara-gara dia aku harus bertengkar dengan suamiku dia harus bertanggung jawab, anak kamu itu benar-benar anak pembawa sial dari awal juga aku sudah bilang jangan bawa anakmu itu ke dalam rumahku, tapi kamu malah membawanya kemari, aku tak suka itu "
"Maaf Nyonya tapi apa yang anak saya lakukan, sampai-sampai membuat Nyonya marah. Apa yang dia lakukan Nyonya saya minta maaf atas kelakuan anak saya itu, kalau dia benar-benar salah "
"Kamu bilang benar-benar salah, dia itu memang benar-benar salah anak kamu itu pembawa sial tahu, mana dia sekarang anak seperti itu harus diberi pelajaran"
Ibunya Alifah itu kembali mencari keberadaan Ayu. Ayu yang ada di kamar mandi begitu ketakutan, takut ketahuan dan nanti kena pukul Ayu benar-benar takut sekali bahkan Ayu sampai menangis.
"Bagaimana kalau dia tahu "
Ayu langsung membekap mulutnya sendiri, Ayu tak mau mengeluarkan suara sedikitpun. Ayu hanya bisa memeluk pensil warna yang diberikan oleh Melinda.
Ayu benar-benar tak betah dan ingin keluar dari sini, Ayu tak mau tinggal disini. Ayu mendengar suara mamanya Alifa itu yang berteriak pada Mamanya, Ayu begitu kasian dengan Mamanya yang selalu diteriaki seperti itu, apalagi Mamanya juga kadang kena pukul.
Ayu sampai kaget saat mendengar suara tamparan, Ayu makin tak bisa menahan tangisnya ini, bagaimana keadaan Mamanya itu sekarang.
"Mana anak kamu hah "
"Tidak ada nyonya, dia belum pulang tolong jangan selalu lampiaskan apa yang terjadi disekolah dengan anak saya, saya tahu Ayu tak mungkin membuat masalah, dia tak akan mungkin seperti itu, Ayu anak yang baik. Seharusnya nyonya lihat dulu dari sudut anak nyonya, Alifa itu nakal dia itu yang selalu membuat ulah "
"Apa kamu malah menyalahkan anakku, anakmu itu yang selalu membuat ulah, Alifa itu anak baik dasar kamu tidak tahu diri, kamu benar-benar perempuan tak tahu diri. Kalau saja bukan aku yang menolong kamu anak kamu tak akan selamat, hutang mu padaku akan aku bunga kan lagi, awas saja "
"Tidak jangan nyonya, bulan lalu kamu juga sudah seperti itu, jangan terus ditambah nyonya kapan saya akan membereskan semua hutang saya "
__ADS_1
"Aku tidak peduli sampai mati saja kamu membayar hutangmu itu, makannya jangan pernah berani padaku, apalagi mengkritik tentang anakku, dia adalah anak yang baik " sambil mendorong kepala ibunya Ayu.
Lalu diinjaknya tangan ibunya Ayu dengan sepatunya "Ahh sakit nyonya lepaskan "
Bukannya melepaskannya, mamanya Alifa malah makin menekannya dengan keras, tak peduli dengan teriakannya itu.
"Sakit nyonya lepaskan, tanganku ini sakit lepaskan"
Makin ditambah saja injakan nya itu "Rasakan ini, rasakan makannya jangan pernah bermain-main dengan aku, jangan terus membantah kata-kataku"
"Sakit nyonya sakit "
Dilepaskan injakan nya itu, lalu dia pergi begitu saja. Mamanya Ayu meniup nipu tangannya yang sakit, kenapa tega segala orang itu, kenapa begitu suka dia menyiksanya.
Pintu kamar mandi terbuka, Ayu langsung memeluk mamanya dengan erat.
Ayu memeluk mamanya dengan erat. Ayu benar-benar tak bisa melihat mamanya seperti ini. Ayu melihat tangan mamanya yang merah sekali.
Tangis Ayu malah makin kencang, tapi Mamanya langsung membekap mulutnya itu.
"Jangan menangis sudah, nanti nyonya datang lagi kemari dan melukai kamu. Mama tak terima jadi diam jangan bersuara, tutup pintunya dan kunci ya"
Ayu langsung menganggukan kepalanya dan mengunci pintunya, Ayu sampai kelepasan tadi. Ayu kembali memeluk Mamanya. Semoga saja Keluarga Melinda benar-benar akan membantunya, Ayu sudah sangat kasihan dengan Mamanya ini, mamanya selalu saja diperlakukan tidak baik disini.
...----------------...
"Mama Alifa malah dimarahi oleh Ayah, kenapa malah Alifa yang disalahkan, kan yang salah bukan Alifa, Alifa tak terima Mama "
__ADS_1
"Sudah diam, kamu tak boleh cengeng, kamu harus bisa melawan semua orang yang membenci kamu "
"Aku tak bisa sekolah lagi mama, ayah bilang aku sudah tak bisa pergi kemana-mana sebelum aku berubah"
"Apa sekarang dimana Ayah kamu "
"Dia masuk kedalam ruangannya "
Mamanya Alifa yang tak terima dengan keputusan suaminya itu langsung masuk kedalam ruangannya.
"Apa maksud kamu hah dengan mengeluarkan anakku dari sekolah, dan tak akan membawanya kesekolah lagi, apakah kamu gila hah, kamu mengikuti kata-kata laki-laki itu "
"Diam kamu perempuan pembangkang, aku sudah memutuskan segalanya, dan aku juga akan menceraikan kamu, kamu ini hanya bisa membuat masalah, kamu ini adalah perempuan egois, aku tak suka dengan sikap kamu "
Mamanya Alifa tentu saja kaget. Dia tak terima dan mendekati suaminya "Aku tak mau diceraikan, aku tidak mau ya. Aku tak akan terima "
"Semua keputusan ada padaku, kamu sudah membuat aku malu dihadapan Pak Adnan, bahkan kamu juga sudah membuat aku harus terus minta maaf padanya. Kamu tak mengikuti kata-kataku untuk meminta maaf padanya, kamu malah menantangnya terus menerus. Jadi aku sudah putuskan kita sudahi saja semua ini "
"Tenang saja masalah Alifa masih akan aku biayai tapi kita sudah sampai disini saja, aku tak mau karirku hancur gara-gara sikap jelek mu itu "
Mamanya Alifa mengelengkan kepalanya "Tidak, aku tidak mau. Aku tidak akan terima, kamu tak bisa menceraikan aku begitu saja, aku akan bicara dengan istri pertama kamu, kalau aku ini istri kamu "
"Silahkan kita hanya menikah siri, dan kamu tak akan punya bukti yang kuat, sampai kamu menemui istrinya, maka aku tak akan pernah peduli dengan anakmu juga, bagaimana apakah itu yang kamu mau"
Mamanya Alifa yang masih tak terima langsung mengacak-ngacak ruangan suaminya. Tapi karena Ayahnya Alifa sudah kesal dia langsung menampar istirnya itu sampai tersungkur, perempuan ini tak pernah berfikir dalam melakukan apapun, padahal dirinya sudah mengangkat derajatnya tapi dia malah angkuh seperti ini.
"Tunggu surat perceraian dariku, pekerjaanku lebih penting dan berharga dari pada kamu "
__ADS_1
Ayahnya Alifa itu langsung melengos pergi meninggalkan istrinya yang histeris.