
"Apa-apaan ini, kenapa tak enak sekali makanan ini " sambil memuntahkan makanannya.
"Kamu ini harusnya bersyukur aku memasakan makanan untuk mu, malah dimuntahkan seperti itu"teriak Ibunya Ayana dengan kesal pada suaminya.
"Tidak sudi aku memakan makanan tak enak seperti ini, dasar istri tak becus tak bisa apa-apa. Bisanya hanya berbaring saja "
Ayah tirinya Ayana mengebrak meja dan meninggalkan meja makan. Kakak lagi Ayana menatap Ibunya yang masih emosi.
"Memangnya Ayana kemana Bu, kenapa dia tak ada kenapa dia tak pulang "
"Entahlah aku tidak tahu kemana adikmu itu. Dia itu memang perempuan tak tahu diri, sepertinya dia sedang menjual dirinya makannya tak pulang dasar anak durhaka Ayana itu "
"Coba telfon Bu"
"Sudah aku telfon dari tadi tapi apa tidak diangkat dia sudah tak mau mengangkat teleponku. Akan aku susul besok dia ketempat kerjanya "
"Jangan Bu jangan membuat malu, itu adalah perusahan besar bisa-bisa Ayana malu dengan tingkah Ibu. Mungkin dia menginap dirumah temannya"
"Aku sudah terlalu kesal padanya "
"Ya sudah nanti pulang baru beri pelajaran, kita harus selalu menjaga nama baik keluarga Bu. Jangan sampai orang-orang membicarakan keluarga kita"
"Hemm, benar juga. Kalau begitu pesan makanan yang banyak Ibu ingin makan yang enak "
"Tak ada, aku tak punya uang "
Kakak laki-laki Ayana pun langsung melengos pergi meninggalkan meja makan. Tapi Ibunya Ayana sama sekali tak marah, bahkan tak mengomelinya. Sudah terlihat kan bagaimana Ibunya Ayana pilih kasih.
...----------------...
Adnan sudah selesai makan malam dengan keluarga Fira, hanya Ayahnya saja sih sebenarnya yang datang sekarang mereka sedang ada diruang keluarga dan Fira masih menempel saja pada Adnan. Adnan sudah sangat risih sekali dengan tingkah Fira yang seperti ini. Sungguh menyebalkan sekali.
"Kalian berdua sangat cocok, papih tak sabar melihat kalian di pelaminan " celetuk Papihnya Fira.
"Ya dong, masa sih kita ga cocok Pih. Kita berdua ini akan selalu cocok tak akan mungkin tidak cocok dan nanti anak-anak kami akan tampan dan cantik tak akan ada yang gagal " bangga Fira.
"Baguslah, buatlah anak yang cerdas dan bisa membuat bangga nantinya "
"Tentu saja "
__ADS_1
"Adnan, bagaimana kamu setuju kan dengan apa yang kami usulkan setelah pertunangan lalu segera melaksanakan pernikahan " sekarang Papihnya Fira melontarkan pertanyaan pada Adnan.
"Menurutku itu terlalu cepat, seharusnya nanti saja 1 tahun atau 2 tahun lagi masih banyak waktu kan om, tidak usah terburu-buru "
"Hemm, tapi itu akan lama sekali Adnan, apakah kamu masih punya hubungan dengan perempuan lain dan masih mencintainya "
"Lalu apakah Fira juga masih punya pacar "Adnan malah balik bertanya, Adnan tak mau membawa-bawa Ayana takut nanti Ayana malah di celakai oleh keluarnya Fira.
"Tidak, anak om sudah tak punya pacar dia sudah putus. Makannya dia sangat ingin bertunangan dengan kamu dan menikah dengan kamu "
"Begitu ya, tapi aku tidak mau terburu-buru apalagi ini masalah pernikahan harus cocok dulu kan. Aku tidak mau nanti malah banyak masalah "
"Iya juga, tapi jangan tunda sampai 1 tahun atau 2 tahun mungkin beberapa bulan saja. Itu terlalu lama sekali "
"Akan aku fikirkan dulu om "
"Baiklah kamu fikirkan dulu saja semuanya ya "
"Iya om "
Mereka kembali membahas hal yang lain. Tapi Fira sudah sangat kesal dengan Papinya yang pasrah seperti itu. kenapa Papihnya begitu pasrah dan malah mengiyakan apa yang Adnan mau ini tak adil sekali.
...----------------...
"Papih ini kenapa sih mau-maunya aja disuruh kayak gitu sama Adnan, aku ingin cepat-cepat menikah dengan Adnan Papih. Aku ga mau tunggu lama-lama lagi, aku ga mau ya Papih "
"Ya sudah yang terpenting kalian akan menikah kan "
"Tetap saja, yang ada malah Adnan akan mencari cara agar pernikahannya tak pernah terjadi. Aku tidak mau Papih aku ingin setelah tunangan aku menikah dengan Adnan "
"Papih juga tak bisa memaksa Adnan untuk mau cepat-cepat menikah. Adnan itu laki-laki yang baik mana mungkin dia akan mengkhianati kamu jadi sudahlah Fira ikuti saja maunya Adnan"
"Tidak aku tidak mau, aku mau cepat-cepat menikah aku tak mau menunggu lama lagi, aku tidak mau Papih "
"Lebih baik kamu istirahat saja dulu, nanti kita akan bicara lagi ya. Kita akan bicarakan semuanya kalau sudah bertunangan kan lebih enak membicarakannya"
"Benar ya Papih jangan bohong, aku tidak mau dibohongi aku ingin menikah dengan Adnan dengan cepat "
"Iya iya "
__ADS_1
"Baiklah, aku tidur Papih "
"Tentu tidur yang nyenyak nak "
Fira mencium pipi Papinya dan masuk kedalam kamarnya. Baru saja Fira menyalakan lampunya alangkah kagetnya saat ada pacarnya sedang tertidur.
Fira langsung mengunci kamarnya terlebih dahulu dan mendekati pacarnya itu "Kamu kenapa bisa ada disini. Kenapa kamu tiba-tiba ada didalam kamar aku. Kalau Papih tahu bisa gawat "
Laki-laki itu malah tertawa dan memeluk Fira sampai menindih badannya "Tidak akan, semuanya akan aman jika kamu tak memberitahu Papih kamu "
"Kamu bagaimana bisa masuk, kenapa tak ada yang tahu "
Laki-laki itu mengeluarkan uangnya "Ternyata mudah sekali ya menyogok orang-orang yang ada disini. Dengan uang saja mereka langsung mau "
"Memangnya kamu kasih berapa, aku tak percaya mereka langsung menerimanya "
"Aku kasih setiap orang 3 juta bagaimana lumayan kan untuk mereka "
"Pantas saja. Jadi kamu mau sampai kapan disini "
"Sampai puas sayang, aku kangen banget sama kamu. Kamu sulit banget buat aku hubungi mentang-mentang mau tunangan sama Adnan pacar sendiri didiemin, aku ini cemburu "
"Mending kamu bantu aku dari pada diem aja "
"Emang apa yang harus aku bantu, butuh bantuan apa kamu "
"Buat jatuhin Adnan, aku akan menjebaknya "
"Caranya seperti apa, apakah kamu sudah punya rencana "
"Tentu saja sudah "
Fira segera memberitahu rencananya bersama Tante Linda banyak orang lebih baik kan. Nanti Fira tak mungkin bisa mengerjakan sendiri apalagi Tante Linda sama saja tak akan bisa, jadi Fira mengajak pacarnya saja.
"Yakin akan berhasil "
"Yakin, aku yakin semua itu akan berhasil jadi bantu aku ya. Jangan buat aku kecewa bantu aku dengan sekuat ku "
"Baiklah sayang apapun itu, aku akan membantumu tapi layani aku dulu "
__ADS_1
"Tentu aku akan membuatmu lemas sayang, aku akan membuatmu puas "
Fira segera melakukan apa yang pacarnya mau, toh Papinya juga tak akan mendengarnya. Kamar Fira kedap suara jadi tak masalah mau mereka berteriak sekencang-kencangnya pun tak akan terdengar.