
"Ayana kamu makan dulu ya"
Tapi Ayana diam saja. Pandangannya pun kosong sekali. Fabian bahkan menggerak-gerakan tangannya didepan wajah Ayana tapi Ayana masih saja diam.
"Ayana"
Fabian menggoyangkan bahu Ayana. Ayana langsung berteriak saat Fabian melakukan itu "Akhh ampun jangan lakukan itu"
"Ayana ini aku Fabian"
Pandangan Ayana langsung fokus kearah Fabian dan menghembuskan nafasnya "Kamu ini kenapa Ayana, ada apa kenapa sampai seperti ini "
"Emm, tidak apa-apa aku istirahat saja Fabian, aku ingin menenangkan pikiran aku dulu ya. Boleh aku masuk kamar "
"Kamu harus makan dulu. Ini aku sudah membelikan makanan kesukaan kamu "
Ayana mengelengkan kepalanya "Aku belum lapar Fabian, aku mau istirahat saja boleh kan "
Fabian yang tak mau memaksa Ayana akhirnya menganggukan kepalanya. Ayana tanpa meminta izin dua kali lagi langsung berjalan dengan lunglai sendirian kedalam kamar.
__ADS_1
Fabian sungguh binggung dengan keadaan Ayana. Sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa Ayana seperti sangat ketakutan sekali. Fabian benar-benar belum berani bertanya.
Fabian tadi hanya mengobati luka Ayana saja setelah itu sudah Fabian tak banyak tanya, karena melihat keadaan Ayana yang seperti itu.
"Apa sebenarnya yang terjadi padanya "
Fabian segera menghubungi bosnya, tapi tetap saja tak diangkat "Sebenarnya ada apa sih ini, aku telfon Pak Adnan dari tadi tidak diangkat. Aku ingin memberi kabar. Apakah Pak Adnan tidak mencari Ayana"
Sekali lagi Fabian menghubungi Adnan dan langsung diangkat "Ada apa Fabian "
"Pak Ayana ada dirumahku sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja "
Fabian yang mendengar itu marah "Maksud Bapak apa, aku tahu kalian sudah menikah Ayana sedang terpuruk dia berdarah tapi kamu responnya malah seperti ini "
"Aku sudah tidak punya hubungan lagi dengan Ayana. Jangan pernah hubungi aku lagi sampai kapanpun. Ayana bukan tanggung jawab ku lagi mau bagaimanapun dia aku tidak peduli. Mau diamati pun aku tidak peduli"
"Hey Pak kalau bicara itu dijaga ya "
Sambungan langsung dimatikan oleh Adnan. Fabian langsung mengumpat kesal. Apa-apaan ini kenapa laki-laki itu berani berkata demikian pada Ayana.
__ADS_1
Sedangkan Ayana didalam kamar, dia diam dipojokan sambil memeluk lututnya seperti orang ketakutan. Ayana was-was melihat kesana kemari.
"Tolong jangan sakiti aku, jangan perkosa aku. Aku tidak mau aku tidak salah, aku benar-benar tidak salah "
Ayana kembali menangis mengigat semua itu. Ayana tidak kuat dengan semua yang terjadi padannya. Hidupnya sudah hancur harga dirinya juga sama sudah hancur.
Tiba-tiba saja pintu diketuk "Ayana tolong buka dulu pintunya ada apa dengan kamu. Ayo cerita sama aku apa yang terjadi sebenarnya Ayana "
Ayana yang mendengar Fabian berbicara tak mau membuka pintu malah makin memeluk tubuhnya. "Ayana jangan seperti ini aku khawatir dengan keadaan kamu. Ayo bicara dengan aku, aku janji tak akan marah padamu. Ayo berbicara apa yang sebenarnya terjadi aku akan membantumu Ayana"
Ayana bukannya membuka pintu malah berteriak, saking traumanya dengan apa yang terjadi padannya. Ayana tak bisa mengendalikan diri.
Fabian diluar terus mengedor pintu sampai Fabian mendobrak pintu kamar itu. karena teriakan Ayana makin kencang sekali.
"Ayana ada apa " teriak Fabian yang sudah masuk.
"Tolong jangan sakiti aku, aku minta tolong padamu "
Fabian langsung merengkuh tubuh Ayana memeluknya dengan erat dan menenangkannya.
__ADS_1