
Adnan sudah ada di hotel itu dan bertemu dengan orang itu juga dan Adnan tahu siapa laki-laki ini, laki-laki ini adalah yang tidur bersama Ayana. Berani-beraninya orang ini memperlihatkan batang hidungnya pada Adnan.
"Aku akan memberitahumu semuanya. Tapi tolong jangan penjarakan aku, aku sangat merasa bersalah setelah melakukan ini aku menyesal. Aku sudah akan minta maaf pada Ayana, tapi aku tak menemukannya. Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tak ada Ayana, aku binggung makannya aku menghubungimu"
Adnan masih diam menatap raut wajah penyesalan dari orang itu "Aku menelponmu karena aku ingin hatiku tenang, pikiranku tenang rasanya setelah aku melakukan itu hidupku tidak tenang sama sekali. Penyesalan menyelimutiku. Aku sungguh minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan padamu dan juga Ayana "
"Jadi apa yang akan kamu bicarakan tentang Ayana, langsung saja pada intinya jangan berbasa-basi lagi"
"Janji dulu padaku kalau kamu tidak akan melaporkan aku ke kantor polisi, kalau kamu tidak akan menjebloskan aku ke kantor polisi. Sungguh aku minta tolong padamu untuk yang satu ini "
Baiklah untuk saat ini Adnan akan mengiyakannya dulu. Adnan ingin tahu dulu apa yang terjadi pada Ayana sebenarnya. Adnan mencoba tenang sebenarnya dalam hati dia ingin meninju laki-laki itu, ingin menghabisinya malahan saking sudah kesalnya Adnan.
"Aku hanya disuruh, yang menyuruhku adalah istrimu sendiri yang sekarang Fira dan Mamamu. Aku benar-benar hanya disuruh dan dibayar untuk melecehkan istrimu. Kamu juga diberikan obat tidur waktu itu saat kamu menemui Ibumu. Meraka sudah membuat rencana ini jauh-jauh hari "
Dada Adnan langsung sakit mendengar itu, jadi benarkan apa yang dia pikirkan kalau semua ini kelakuan Mamanya dan juga Fira. Mereka benar-benar tidak bisa dimaafkan, mereka benar-benar kurang ajar kenapa harus seperti ini. Kenapa Adnan waktu itu bodoh sekali sampai-sampai melepaskan Ayana begitu saja.
"Aku dibayar untuk melecehkan Ayana, bahkan pesan yang ada di ponsel Ayana itu aku sendiri yang mengetik dan mengirimnya pada Ayana lalu membalasnya sendiri juga olehku. Apa yang dikatakan oleh Ayana semuanya itu benar tidak ada sama sekali yang bohong. Ayana benar-benar mengatakan yang sesungguhnya, Ayana tidak berbohong "
"Aku menyesal sekali telah melakukan ini, aku minta maaf padamu karena baru sekarang aku berani mengungkapkan semuanya, setelah bertahun-tahun kejadian itu terjadi. Aku malah baru memberitahumu sekali lagi aku minta maaf, aku sungguh minta maaf atas apa yang telah aku lakukan selama ini"
"Aku sudah mengatakan semuanya padamu. Satu lagi waktu Ayana pergi, dia juga akan dicelakai itu juga suruhan dari ibumu dan juga Fira. Kenapa aku tahu semuanya karena waktu itu aku mengikuti Ayana. Bahkan dia akan bunuh diri tapi ada seorang laki-laki yang menolongnya, saat aku akan menolongnya sudah ada yang datang untuk menyelamatkannya keadaan Ayana tidak bisa dikatakan baik dia benar-benar hancur. Aku sungguh menyesal "
Adnan berdiri dan menghajar laki-laki itu, sekarang Adnan tidak bisa membendung amarahnya lagi "Sialan sekali kenapa kamu mau-maunya sampai melecehkan istriku, memperkosanya juga, kamu harus masuk penjara. Aku tak terima atas apa yang kamu lakukan pada Ayana "
"Tapi kamu sudah janji kan tadi padaku, kalau aku tidak akan dimasukkan ke dalam penjara. Aku sudah berkata jujur padamu aku akan mengembalikan semuanya. Aku akan mengembalikan uangnya, tolong maafkan aku disini aku juga sama korban "
Adnan melepaskan cengkraman tangannya di kerah laki-laki itu "Memangnya dengan kembalinya uang itu padaku, apakah Ayana akan kembali, apakah harga dirinya akan kembali apa semuanya akan seperti dulu lagi tidak kan, semuanya tak akan pernah kembali sampai kapan pun " teriak Adnan, Adnan sudah sangat marah sekali, saat mendengar perkataan laki-laki itu Adnan seperti tersambar petir, kebenaran itu membuta hatinya sakit.
Adnan membuka pintu dan di sana sudah ada beberapa polisi "Tangkap laki-laki ini dan penjarakan dia, aku tidak mau tahu dia harus dihukum seberat-beratnya. Aku ingin dia dipenjara seumur hidup"
"Kamu sudah mengingkari janjimu, kamu sudah mengatakan padaku kalau kamu tidak akan memenjarakan ku kan. Kamu jahat, kamu jahat Adnan lihat saja suatu saat aku akan membalasnya, aku akan membalas apa yang telah kamu lakukan. Aku tak terima dengan apa yang kamu lakukan ini "
Adnan menutup pintu kamar hotel itu, sekarang rasa bersalahnya begitu besar pada Ayana, selama ini orang-orang terdekatnya adalah penjahat. Mereka yang telah menghancurkan kebahagian Adnan. Sungguh Adnan masih tak percaya kalau Mamanya bisa melakukan ini.
"Akh sialan, maafkan aku Ayana. Maafkan aku seharusnya aku mendengar kamu dulu, bukannya aku tiba-tiba pergi begitu saja. Memaafkan aku Ayana maafkan aku, maaf maaf maaf " Adnan memukul-mukul dadanya yang sesak.
Adnan membuka ponselnya, lalu menghubungi asistennya Marco. Adnan harus cepat-cepat mencari Ayana sebelum semuanya terlambat. Adnan tak mau kehilangan Ayana untuk kedua kalinya.
"Ada yang bisa saya bantu Pak" jawab Marco dengan cepat.
"Cari keberadaan Ayana sekarang juga, aku mau Ayana ketemu aku ingin bertemu dengannya. Aku tunggu kabarnya dengan cepat jangan lama "
"Baik akan saya cari Pak secepatnya "
Adnan mematikan sambungannya. Adnan terduduk dengan lemas, mengingat bagaimana wajah Ayana dulu saat diusir. Bagaimana Ayana ingin menjelaskan semuanya, tapi Adnan malah tidak mendengarkannya.
Adnan malah acuh dan mengikuti apa yang dia lihat, padahal yang dilihat belum tentu benar kan. Adnan kecewa dengan dirinya sendiri, kenapa Adnan bisa melakukan hal itu dulu bukannya dia mencintai Ayana kan. Kenapa Adnan tidak mendengarkan dulu penjelasannya.
Kenapa Adnan tidak tenang dulu dan menyelidiki semuanya, malah gegabah seperti ini dan membiarkan masalah itu larut sampai bertahun-tahun seperti ini, Adnan sangat menyesal sekali penyesalannya begitu besar sekali menghantam dirinya.
Adnan bahkan sekarang tak bisa memaafkan dirinya sendiri, sungguh Adnan bodoh sekali telah menyakiti Ayana, menyakiti perempuan yang begitu dirinya cintai.
"Akhhh maafkan aku Ayana " Adnan berteriak sekencang-kencangnya, bahkan Adnan menangis saking tak kuatnya dengan rasa sakit ini. Karena telah membuat Ayana menderita Adnan begitu menyesal sekali.
...----------------...
Adnan sudah bulat dia akan mencari Ayana kembali, Adnan akan meminta maaf kalau perlu Adnan akan bersujud di kaki Ayana untuk meminta maaf dan meminta ampun atas apa yang pernah dia lakukan pada Ayana.
Adnan pulang dengan keadaan kacau sekali, sebenarnya Adnan ingin sekali langsung memenjarakan Fira sekarang juga, tapi ibunya akan terbawa-bawa juga, ibunya juga malah ikut serta dalam hal ini. Masalahnya sekarang ibunya sedang sakit mana tega Adnan.
Adnan masuk kedalam kamar ibunya. Ibunya belum tidur dan menatap Adnan dengan sendu. Adnan duduk cukup jauh dari sang ibu. Adnan takut emosinya ini meledak-ledak dan malah menyakiti ibunya yang sedang sakit.
"Adnan udah tahu Ma semuanya, Adnan tahu Adnan kecewa banget dengan apa yang Mama lakukan, Adnan pengen laporin Mama ke kantor polisi sama Fira, tapi Adnan berpikir dua kali Mama itu orang tua Adnan dan Mama itu lagi sakit kayak gini, Adnan ga tega, untung aja Adnan masih punya belas kasih ga kayak Mama sama Fira ya. Yang tega hancurin Ayana dengan begitu dalam bahkan merencanakan hal licik seperti itu "
"Adnan masih punya hati, untungnya hati Adnan ga kayak Mama, meskipun kita ibu dan anak tapi berbeda. Adnan akan cari Ayana lagi meskipun entah apakah Ayana mau memaafkan Adnan atas semua kesalahan yang Adnan lakukan"
__ADS_1
"Suatu saat karma itu akan datang Ma, Mama dan juga Fira akan mendapatkannya, mungkin untuk sekarang aku akan mendiamkan kalian berdua tapi nanti tidak tahu. Bisa saja aku berubah pikiran kan sekarang yang harus aku lakukan adalah fokus mencari Ayana dulu. Terima kasih Ma karena sudah membuat aku kecewa membuat aku tidak percaya lagi dengan Mama ataupun dengan orang-orang yang lainnya"
"Untuk pertama kalinya aku kecewa dengan apa yang Mama lakukan. Mama terlalu ikut campur dalam kehidupanku sampai-sampai Mama menghancurkan masa depan anak sendiri, lalu bagaimana Mama sudah bahagia telah membuat Adnan seperti ini"
Mama Linda hanya bisa menangis, tidak bisa melakukan apa-apa. Mama Linda juga sama merasa bersalah atas semua yang pernah dia lakukan. Mama Linda sudah sadar apa yang selama ini dia lakukan salah besar. Seharusnya dari awal Mama Linda tak ikut campur dengan keputusan anaknya.
Adnan langsung keluar dari kamar itu, bahkan menutup pintunya cukup kencang. Adnan juga tidak masuk ke dalam kamar yang selalu dirinya tempati bersama Fira, Adnan masuk ke kamar lain merenung dan memikirkan semua masalah ini .
Bahkan Adnan tidak bisa tidur sama sekali, yang dia pikirkan sekarang adalah di mana Ayana. Apakah dia baik-baik saja selama ini, apakah Ayana hidup dengan nyaman. Apakah Ayana sekarang sudah bahagia seperti apa yang Fabian katakan kalau Ayana sudah punya suami.
...----------------...
"Mama "
"Apa sayang, Mama sedang bekerja "Ayana menatap Melinda sekilas, lalu kembali fokus ke arah laptopnya.Pekerjaan Ayana cukup banyak untuk hari ini.
"Mama " rengek Melinda.
"Baiklah ada apaa sayang " Ayana tak mau membuat anaknya sedih, Ayana memberhentikan pekerjaannya dahulu dan menatap sang anak. Ayana ingin anaknya selalu tergantung padannya. Maksudnya selalu meminta bantuan padannya, bertanya padannya pokoknya Ayana selalu ingin dibutuhkan oleh anak-anaknya ini. Ayana tak mau anaknya kurang perhatian dan kasih sayang sepertinya dulu.
"Mama, apakah ini bungannya berwarna merah "
"Iya sayang benar sekali, begini saja kita tebak-tebakan warna yu bagaimana siap tidak "
"Aku juga mau ikut " ucap Melisa yang langsung berdiri disamping adiknya.
"Baiklah, akan Mama ambil dulu bunganya "
Ayana bangkit dan membawa berbagai bunga yang ada didekatnya, dengan berbeda-beda warna mereka sekarang sedang ada di toko.
Ayana mengambil satu tangkai bunga "Ini bunga warna apa "sambil mengangkat bunganya tinggi-tinggi.
"Kuning "
"Kuning "
"Mama aku yang pertama kan "ucap Melisa.
"Tidak, aku dulu kakak aku benar kan Mama aku tidak salahkan, benarkan bunga itu warna kuning. Aku yang benar kan Mama "
"Kalian berdua benar tidak ada yang salah, dan kalian berdua memang. Kita lanjut lagi ya ini warna apa "
"Hijau "
"Ya hijau "
"Betul sekali, kalian memang anak-anak Mama yang pintar sekali " Ayana bertepuk tangan, bahagia sekali memiliki anak seperti mereka.
Ayana sebisa mungkin memposisikan menjadi Ibu yang terbaik untuk anak-anaknya ini, sekaligus menjadi ayah. Ayana tidak mau kalau anak-anaknya ini kekurangan kasih sayang. Meskipun mereka tidak memiliki sosok ayah tapi Ayana akan menjadi sosok Ayah bagi mereka.
"Mama lagi, lagi "
"Baiklah kita mulai "
Belum juga Ayana mengambil bunga yang berikutnya sudah ada yang masuk ke dalam toko dan membeli beberapa bunganya juga. Ayana membantu karyawannya untuk membungkus bunga-bunga itu, karena dia membeli cukup banyak juga. Tak akan tega Ayana membiarkan karyawannya bekerja sendirian membungkus bunga yang banyak.
Melisa yang mengerti kalau Mamanya sedang sibuk, kembali bermain dan juga main tebak-tebakan berdua. Mereka tidak mau membuat Mamanya kerepotan kalau Mamanya yang sedang bekerja seperti ini, mereka maka harus mengerti jangan sampai nanti Mamanya sedih, karena mereka rewel.
...----------------...
"Adnan aku akan pergi liburan, aku sudah lama tak liburan. Aku sudah tak sabar ingin berbelanja barang-barang mewah. Yang ada dirumah sudah tak terpakai. Aku juga sudah tak suka dengan modelnya sudah terlalu tua "
Adnan yang sedang fokus pada laptopnya langsung menutupnya, saat tiba-tiba saja pintu ruangannya itu dibuka dan suara Fira terdengar begitu melengking di telinganya.
"Silakan liburan tapi jangan pernah pakai uangku, pakai uangmu sendiri "
__ADS_1
"Apa kamu gila, aku ini istri kamu jadi aku berhak ya pakai uang kamu. Kamu ini gimana sih. Kamu ini mau ingkar janji sama aku ya, katanya aku bebas jalan-jalan tapi sekarang malah nyuruh pake uang aku sendiri. Kan uang kamu adalah uang aku sama aja kan"
"Ya memang kamu berhak memakai uangku, tapi aku tidak mengizinkanmu untuk menghambur-hamburkannya hanya untuk berlibur dan membeli barang-barang yang tidak berguna, untuk apa. Bukannya kamu mau menjaga Ibuku, dia sedang sakit kan maka jaga ibuku dengan baik bukannya liburan sana-sini. Kamu lupa dengan janjimu itu "
"Aku butuh bersantai, aku pusing terus mengurus ibumu, aku lelah sekali "
"Baru sehari saja kamu sudah pusing. Bagaimana kalau berbulan-bulan mungkin kamu akan mati berdiri, sudah jangan banyak mengeluh lakukan saja apa tugasmu "
"Adnan kenapa kamu jadi kasar, kenapa kamu jadi kayak gini sih "
"Pulang dan urus ibuku dengan baik, jangan taunya minta uang minta uang tanpa tahu bagaimana cara mencari uang dengan benar dan menggunakannya dengan benar juga. Mulai sekarang aku akan mengurangi jatah bulananmu, karena bukan kamu juga kan yang berbelanja bulanan. Sana pulang jangan ganggu aku yang sedang bekerja, sana Fira pulang " usir Adnan.
"Tidak bisa seperti ini, aku akan bicara pada Papi ya. Aku akan mengadukan semua apa yang kamu lakukan sama aku "ancam Fira seperti biasa kalau ada masalah pasti Fira akan mengancam itu, dan nanti Papinya akan datang ke rumah dan berbicara pada Adnan langsung.
"Silakan bicara saja pada Papi mu. Sekalian bawa juga barang-barangmu nanti ke rumahmu dibantu oleh papimu juga. Aku tidak peduli mau dia datang marah-marah padaku, aku pun tidak peduli sana jangan ganggu aku, aku ini sedang banyak pekerjaan"
Fira menghentakkan kakinya dan keluar dari ruangan Adnan begitu saja. Fira tak terima diperlakukan seperti ini oleh Adnan. Awas saja Papihnya akan datang kerumahnya. Adnan akan habis oleh Papihnya. Fira tak mau ya uang bulanannya harus berkurang begitu saja. Kebutuhannya itu sangat banyak sekali.
Pintu ruangan Adnan dibuka lagi, ternyata itu Marco "Bagaimana sudah ketemu dimana Ayana " tanya Adnan yang sudah sangat penasaran dengan keberadaan Ayana. Adnan ingin segera bertemu dengan Ayana dan meminta maaf atas semua kesalahannya ini.
"Maaf Pak belum. Aku sudah mengecek segalanya tapi tidak ada penerbangan atas nama Nona Ayana, tapi kami masih mencarinya. Kami akan terus mencari keberadaan nona Ayana "
"Bisa saja dia kan naik bis atau kereta, kamu sudah mengeceknya kan "
"Iya Pak tapi sudah lama sekali, sudah 5 tahun dan aku juga sudah mengerahkan orang-orang ku untuk mencari keberadaan nona Ayana"
"Baiklah cari dia sampai ketemu, aku tidak mau tahu Ayana harus ketemu atau perlu mungkin kamu datang ke kantornya Fabian dia pasti tahu dimana Ayana,, dia adalah orang satu-satunya yang tahu dimana Ayana. Aku yakin dia tahu keberadaan Ayana tidak mungkin tidak tahu"
"Sulit sekali, bahkan aku sudah mendatangi Fabian dia malah mengusirku katanya sampai mati pun dia tidak akan memberitahu di mana keberadaan Ayana. Fabian sangat keras kepala Pak "
"Sialan"
"Kita juga ada pertemuan diluar kota Pak "
"Hemm baiklah persiapkan semuanya, kita berangkat sekarang juga aku tidak mau menunda lagi pekerjaan karena aku juga harus mencari Ayana dengan cepat"
"Baik Pak akan aku persiapan semuanya"
Marco keluar dari ruangan Adnan, Adnan sendiri memukul mejanya dengan sangat keras. Kesal dengan dirinya sendiri kenapa dulu tak percaya dengan Ayana. Adnan kecewa pada dirinya sendiri.
...----------------...
Fira sudah ada dirumah Papinya. Fira melipat tangannya dengan kesal, Papihnya juga masih diam saja saat tadi dirinya bercerita. Papihnya begitu tenang sekali, padahal Fira disini sudah meluapkan segalanya.
"Papi tolong bertindak sedikit saja. Aku tidak mau Adnan seperti itu, aku ingin Adnan kembali seperti dulu dia mulai berubah papih, kalau begini terus aku tak akan bahagia Papih aku bisa-bisa menjadi jelek "
"Mau sampai kapan kamu terus kayak gini, apa-apa bilang sama papi apa-apa bilang sama papi. Seharusnya kamu udah mandiri, kamu itu udah berumah tangga dan Papi ga bisa terus ikut campur tentang rumah tangga kamu. Seharusnya kamu bisa menyelesaikan masalah ini berdua dengan Adnan, tidak harus dengan Papi terus. Papi jadi malu dengan Adnan, Papi terus saja menututnya. Sedangkan Adnan sendiri tak pernah menuntut kamu "
"Kenapa Papi jadi seperti ini, aku hanya meminta pembelaan saja pada Pap. Adnan tidak membolehkan aku untuk berlibur malah menyuruhku untuk mengurus Mamanya yang sedang sakit itu. Aku tidak bisa seperti itu papi. Aku ingin menenangkan diriku, aku ingin berbelanja dengan teman-temanku makan ini makan itu, pokoknya aku ingin bersenang-senang dengan meraka. Aku tidak mau terus dirumah Papih aku akan tua nanti "
"Kamu ini sudah menikah, maka kamu harus mengikuti apa yang di mau Adnan, kamu tidak bisa menolak. Seharusnya kamu tahu waktu juga tahu kondisi juga, sekarang Mamanya Adnan sedang sakit masa kamu mau enak-enakan jalan-jalan, kamu ini mau dicap sebagai istri kurang ajar, istri yang tidak becus, istri yang tidak sayang ibu mertua. Sudah lebih baik kamu urus aja Mamanya dan setelah dia pulih baru kamu bebas mau jalan-jalan kemanapun pasti Adan juga akan membiarkanmu. Jangan egois Fira kamu sudah menikah sudah punya anak juga. Lebih baik kamu fokus pada mereka berdua pada keluarga kamu sendiri "
"Aduh papih ini ya malah ceramah, percuma aku datang kemari, Bukannya Ayah membelaku tapi Papih malah menasehati ku seperti ini, aku pusing tahu Papih mendengarnya " marah Fira, disini Fira ingin selalu benar dan apa yang diinginkannya harus selalu dituruti.
"Memang sudah sepatutnya Papi menasehati mu. Tidak ada berubahnya kamu ini, mungkin dulu papi masih bisa berbicara dengan Adnan membelamu tapi makin ke sini kamu tuh makin menjadi-jadi Fira. Jadi dewasalah , Papi tidak mau kamu tergantung pada Papi selesaikan masalah kamu dengan Adnan berdua ini hanya masalah berlibur, tidak usah dibesar-besarkan kamu hanya perlu menurut pada suamimu saja itu saja. Rawat Mama mertuamu dengan benar dan Kamila juga, Papi lihat badannya makin kemari makin kecil coba kamu periksa ke dokter takutnya Kamila mempunyai penyakit atau mungkin dia kekurangan gizi"
"Sudahlah Kamila sudah ada yang mengurus untuk apa ada Bibi, kalau aku juga harus turun tangan mengurusnya. Mungkin sudah dari sananya dia kecil seperti itu tidak bisa besar. Dia itu menyebalkan cerewet cengeng pokoknya aku kesal kalau bersama Kamila dia itu tidak bisa diam sekali"
"Kalau kamu belum siap menjadi Ibu maka dulu kamu tidak usah hamil. Meskipun sudah ada Bibi kamu ibunya kamu yang harus lebih memperhatikan Kamila mengurusnya juga, berubah lah Fira karena nanti juga kalau kamu tua yang urus kamu itu anak kamu sendiri"
"Ya sudah Papi aku pulang dulu percuma kan aku datang kemari, aku malah diperlakukan seperti ini oleh Papi "
Fira langsung pergi begitu saja, sudah muak terus di ceramahin oleh Papinya. Ke sini kan ingin minta bantuan tapi malah diceramahin seperti ini, harus nurut sama Adnan harus ini harus itu. Fira sudah berjanji pada teman-temannya akan ikut berlibur dan Fira juga yang akan membayarkan liburan itu.
Tapi sekarang malah gagal, Papinya tidak bisa membelanya di hadapan Adnan. Tapi Fira harus pergi Fira tidak mau kalau teman-temannya menganggap kalau Fira ini pembohong. Fira tak mau teman-temannya malah menjauhinya dan nanti Fira jadi bahan gunjingan mereka.
__ADS_1
Bagaimanapun caranya Fira harus pergi mau Adnan marah, mau Adnan bagaimanapun Fira tidak peduli, yang terpenting dirinya bahagia senang dan teman-temannya juga terpenuhi kan. Fira tidak mau jelek di depan teman-temannya, enak saja Fira sudah membangun image baik di depan teman-teman ini sejak lama jangan sampai semua itu hancur gara-gara Adnan.