Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 217


__ADS_3

Tiba-tiba saja Ayana ingat tentang perkataan Adnan kalau anak-anak sudah diberitahu. Ayana ingin tahu bagaimana respon anak-anaknya itu.


"Bagaimana dengan anak-anak apakah mereka bahagia sekali mendengar kabar tentang keberadaan adiknya ini, apakah mereka senang mendengar aku sedang mengandung sekarang"


"Tentu saja mereka bahagia sekali mereka bahkan berteriak dan juga melompat-lompat. Mereka senang akan memiliki adik, apalagi mereka sudah menunggu-nunggu ini dari lama kan tidak mungkin respon mereka akan biasa-biasa saja sayang. Kalau kamu tadi lihat kamu akan tertawa mereka begitu lucu sekali "Adnan menggigit pipi Ayana dengan gemas, pipi istrinya ini makin hari seperti bakpao saja. Adnan makin gemas sekali rasannya.


Ayana mendorong kepala suaminya "Sakit tahu, kamu ini main gigit-gigit aja kebiasaan deh kalau misalnya di sini ada bekasnya gimana. Nanti anak-anak malah akan bertanya-tanya dan kamu pasti akan diberi pertanyaan yang banyak oleh mereka "


"Hehehe maaf sayang, habisnya aku gemas sekali dengan kamu "


"Lalu apakah mereka bertanya banyak hal "Ayana kembali tertarik dengan respon anak-anaknya itu, masalah pipi yang tadi digigit sudahlah lupakan dulu. Ayana tak akan membahasnya.


"Tentu saja banyak yang mereka tanyakan. Tapi suamimu ini yang pintar bisa menjawab semuanya dengan baik bahkan dengan lancar sekali, selancar jalan tol sayang "


"Baiklah terima kasih atas kerja kerasmu suamiku, kamu memang hebat sekali bisa menjelaskannya sendirian"


"Kerja kerasku yang mana sayang, kerja keras membuat adik bayi atau kerja keras memberitahu anak-anak "goda Adnan sudah lama Adnan tidak menggoda istrinya ini. Kapan lagi kan Adnan bisa melakukan ini.


Ayana mencubit pipi suaminya dengan keras "Jangan menggoda seperti itu Adnan jangan mesum. Tentu saja aku bertanya tentang kerja kerasmu menjelaskan pada mereka, jangan berfikiran jauh "


"Sepertinya kamu yang berpikiran mesum sayang. Aku sama sekali tidak berpikir ke sana loh "


"Ist tapi tadi pertanyaanmu itu, sudahlah kamu ini menyebalkan sekali tahu. Aku kesal dengan kamu"


Tiba-tiba saja ponsel Adnan bergetar, Adnan yang akan menjawab tidak jadi dia melihat ponselnya dan menatap istrinya juga, ini dari anak buahnya yang menjaga ibu dan juga ayahnya Ayana.


Adnan tidak mau ketahuan kalau dirinya sudah mengurung ibu dan juga Ayahnya Ayana di sini, bisa-bisa kalau Ayana tahu dia pasti marah dan pergi meninggalkannya untuk selamanya. Adnan tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.


"Aku akan keluar dulu. Ini dari Marco dia sepertinya ingin meminta tanda tangan, dia sudah ada dibawah sayang. Aku turun dulu ya nanti aku akan kembali lagi, aku hanya akan sebentar "

__ADS_1


Ayana tanpa curiga langsung menganggukan kepalanya dan membiarkan suaminya pergi dari dalam kamar. Bahkan Ayana tidak mengeceknya dulu, Adnan sedikit bernafas lega karena Ayana tidak bertanya-tanya tentang siapa yang menelpon, masalah apa atau apapun itu. Adnan sangat bersyukur sekali"


Adnan langsung berjalan ke arah kandang buayanya, yang tentu saja disembunyikan bahkan Ayana pun tidak tahu kalau dirinya mempunyai hewan buas seperti ini. Sudah lama Adnan mempunyainya.


Semenjak Ayana meninggalkannya, semenjak dirinya dan juga Ayana berpisah. Adnan memeliharanya ya untuk teman sehari-harinya saja. Adnan memang kesepian aneh kan mencari teman hewan buas.


Saat Adnan ke sana dia melihat ibunya Ayana yang sedang kejang-kejang "Pak ini bagaimana Pak apa kita bawa ke rumah sakit saja, dia tiba-tiba saja seperti ini "


"Gila yang ada akan ketahuan oleh Ayana, kamu panggil saja dokternya ke sini. Kenapa dia bisa kejang-kejang seperti itu, bukannya dia baik-baik saja dan tak ada masalah "


"Saya juga tidak tahu Pak, tadi saat mengecek ke sini dan akan memberi makan mereka malah sedang kejang-kejang seperti itu. Kami tak melakukan apa-apa pak "


"Selalu saja menyusahkan, panggil saja dokter kemari dan nanti setelah sadar beritahu aku lagi"


"Baik Pak"


"Bawa dokternya lewat jalan belakang, iangan lewat gerbang depan. Awas jangan sampai ketahuan "


"Masih betah di sini, apakah kamu suka dengan tempatku ini, setiap hari pasti selalu terancam kan"


"Lepaskan aku, aku mau keluar dari sini aku ingin pergi dari sini aku tidak bisa tinggal di sini lepaskan. Aku ingin bebas seperti sedia kala, aku ingin menikmati hidupku "


"Ada apa dengan istrimu" Adnan bukannya menjawab malah bertanya.


"Aku tidak tahu"


"Tidak tahu apakah sebelumnya dia sering begini, apakah dia punya penyakit "


"Aku tidak tahu"

__ADS_1


"Baiklah aku akan bertanya sesuatu yang penting padamu, siapa ayah dari Ayana, aku yakin kamu tahu siapa mantan suami dari ibunya Ayana ini"


"Aku benar-benar tidak tahu, aku saat menikah dengan ibunya Ayana dia sudah menjadi janda dan aku tidak tahu asal usul mantan suaminya ataupun apapun itu. Aku benar-benar tidak tahu aku bertemu dengannya saat dia sudah menjadi janda, memiliki anak aku juga tidak terlalu mengulik tentang masa lalunya"


"Jangan berbohong padaku atau aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kapan pun itu, aku akan terus meneror mu"


"Aku sudah berkata jujur, aku benar-benar tidak tahu saat aku masuk dalam keluarga mereka ibunya Ayana ini memang sudah seperti itu, dia memang sudah sering menyiksa anaknya, dan yang sering disiksa itu hanyalah Ayana saja untuk yang lainnya tidak, aku tidak tahu kenapa itu yang tahu hanyalah dia ibunya saja aku tidak pernah bertanya apa alasannya"


"Lalu kamu jadinya ikut-ikutan menyiksanya begitu"


"Aku tidak pernah memukulnya, hanya kata-kata saja tapi kadang juga tidak kasar. Aku tidak pernah membuat Ayana sakit hati hanya ibunya saja yang melakukan itu, tolong keluarkan aku dari sini aku tidak sanggup untuk hidup di sini lagi kalau kamu tidak mengeluarkan aku bunuh saja aku "


Adnan benar-benar mengeluarkan pistolnya. Adnan menodongkannya ke arah kepala ayah tirinya Ayana, dia langsung mengangkat tangannya lalu menangis "Jangan jangan bunuh aku. Aku tidak mau tolong jangan seperti ini "


"Tadi katanya bunuh aku, sekarang saat akan dibunuh kenapa tiba-tiba tidak mau jadi sebenarnya maumu itu apa sih "


"Keluarkan aku dari sini, aku tidak mau ada di sini. Aku ingin hidup bebas seperti semula, aku tidak mau ada di sini jika ibunya Ayana mau tinggal di sini silakan tapi aku tidak mau. Aku mau pergi saja"


"Apakah aku bisa menjamin semuanya kalau kamu tidak akan pernah berbicara dengan siapapun, apakah aku bisa percaya dengan kamu "


"Yah aku tidak akan pernah berbicara dengan siapa-siapa, aku tidak akan pernah membocorkan tentang hal ini aku akan diam mulutku akan rapat aku janji padamu. Kamu bisa pegang kata-kataku itu "


"Tapi kenyataannya aku tidak bisa memegang kata-katamu itu. Aku benar-benar tidak bisa. Kamu saja tadi berkata ingin aku bunuh tapi saat akan aku bunuh apa kenyataannya kamu malah tidak mau. Aku tidak percaya dengan mu "


Adnan kembali menyimpan pistolnya yang tadi dia bawa, lalu segera bangkit kenapa susah sekali mencari keberadaan ayahnya Ayana ini, memang yang tahu hanyalah ibunya saja.


Tapi kalau bertanya pada perempuan ini yang ada tidak akan ada ujungnya, dia akan terus bertele-tele saja, mungkin nanti akan meminta sesuatu yang mustahil Adnan tidak mau berurusan dengan perempuan gila ini.


Adnan keluar dokter datang, Adnan hanya menyuruh dokter itu untuk melihat keadaan ibunya Ayana baik baik saja atau memang harus tiada, mungkin Ayana khawatir karena ibunya sekarang sedang kejang-kejang.

__ADS_1


Kalau saja ibunya Ayana ini baik pada Ayana mungkin dia sudah hidup tenang di sini, Adnan mungkin akan membiarkannya di sini hidup bersama Ayana dan juga cucu-cucunya tapi pada kenyataannya ibunya tidak baik dia membenci anaknya.


__ADS_2