Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 210


__ADS_3

Ibunya Ayu dan juga keluarga Ayana sudah bertemu. Anak-anak sedang bermain mereka sekarang ada dirumah nenek, mereka begitu senang sekali saat melihat ada Ayu disini.


Nenek juga sudah setuju untuk memperkerjakan ibunya Ayu, katanya itung-itung ada teman. Karena nenek juga disini tak banyak pelayan hanya beberapa saja.


"Terimakasih karena kalian mau membantuku, aku berhutang budi pada keluarga kalian, aku benar-benar tak tahu kalau tidak ditolong oleh kalian akan siapa yang menolong aku dan juga anakku ini, aku paling khawatir dengan anakku Ayu"


Ayana mengenggam kedua tangan ibunya Ayu "Iya sama-sama jangan pernah ragu untuk meminta tolong pada kami " Ayana melihat tangan ibunya Ayu ada luka "Tangan kamu kenapa " sepertinya ini baru lukanya.


Ibunya Ayu malah tersenyum, "Aku sudah biasa disiksa dan ini adalah perbuatan nyonya padaku, setiap aku melakukan kesalahan mau kecil atau besar akan seperti ini "


"Kita laporkan saja pada polisi, ini sudah sangat keterlaluan sekali "

__ADS_1


Lagi-lagi ibunya Ayu itu hanya tersenyum "Tak usah nyonya, aku keluar saja sudah bersyukur, aku senang sekali sudah bisa keluar dari rumah itu, biarkan nanti dia mendapatkan balasan dari orang lain saja. Allah tak pernah tidur "


Ayana sebenarnya ingin bertindak, ini sudah sangat keterlaluan. Tapi ya mau bagaimana kalau ibunya Ayu tak mau, ya sudahlah yang terpenting dia sudah keluar dan sekarang aman bersamanya kan. Nenek juga sudah setuju untuk membantu ibunya Ayu.


"Baiklah, tapi jika nanti suatu saat dia datang menemui kamu lagi jangan segan-segan untuk melawan, orang seperti itu kalau didiamkan akan malah akan menjadi-jadi saja"


Ibunya Ayu menganggukan kepalanya sambil tersenyum, mereka kembali membicarakan pekerjaan, dan ibunya Ayu serta Ayu akan tinggal disini. Agar mereka tak bolak balik juga.


...----------------...


"Sudah diam, semuanya sudah dilunasi, kemasi barang-barang kamu dan pergi dengan anak kamu itu yang selalu saja membuat masalah "

__ADS_1


Mamanya Alifa tentu saja tak terima, apa-apaan ini kenapa dirinya jadi diusir dari rumahnya sendiri hanya gara-gara masalah kecil, masalah sepele malahan.


"Hey ini adalah rumah aku, jika kamu ingin pergi sana pergi ke istri tua kamu itu yang tak berguna, dia sudah tak bisa memberimu anak tapi juga menyusahkan kamu"


"Aku yang membeli rumah ini, kamu tak berhak atas semua ini, jika kamu masih ingin dengan aku maka diamlah dan rubah sikap ini, sikapmu ini sungguh jelek sekali, seharusnya kamu sebagai orang tua bisa mendidik anak kamu dengan benar, jika dia salah maka tegur tak boleh kamu biarkan saja dan bela dia begitu saja "


"Terserah aku, aku ini adalah ibunya, jika iya kamu ingin menyudahi pernikahan kita ini, aku minta warisan untuk anakku sekarang juga dan bagian untukku juga, aku tak mau berpisah begitu saja, enak di kamu tidak dia aku ya "


Suaminya itu langsung saja pergi meninggalkan istrinya itu, dia membawa barang-barangnya seperlunya saja.


"Aku akan mengurus segalanya, silahkan ambil rumah ini. Ini adalah untuk kamu dan Alifa. Aku masih sayang pekerjaanku jadi aku tak mau berurusan lagi dengan kamu. Jangan sampai kerjaan aku rusak karena kamu dan juga anak kamu "

__ADS_1


Mamanya Alifa yang ditinggalkan begitu saja tentu saja kaget dan tak terima, dia meneriaki nama suaminya, tapi apa daya suaminya itu terus menjalankan mobilnya.


"Ah sial kenapa harus begini sih ah "


__ADS_2