Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 37


__ADS_3

Ayana melepaskan pelukannya dari Fabian, sekarang Ayana sudah sedikit tenang. "Kamu yakin mau dengar cerita aku "


"Iya, apa yang terjadi "


Dengan sabar Fabian akan menunggu. Fabian tidak akan terburu-buru dan membuat Ayana malah takut nantinya.


"Jadi begini "Ayana menceritakan semuanya, tak ada yang terlewat satu pun. Ayana benar-benar menceritakan tentang kejadiannya. Bahkan Ayana sampai menangis. Fabian sudah mengepalkan tangannya marah dengan Adnan.


Kenapa Adnan tidak ada pembelaan untuk Ayana. Kenapa Adnan malah diam saja dan tak menyelidiki semuanya dulu. Seharusnya diselidiki dulu bukannya seperti ini.


"Jadi seperti itu ceritanya Fabian, kamu percaya kan sama aku"


"Aku sangat percaya, ayo kita ke kantor polisi dan laporkan semua ini. Kita ga bisa diam kayak gini terus"


Ayana menggelengkan kepalanya dengan lemah "Aku tidak mau membuat masalah lagi. Lebih baik aku pergi dari Adnan meski mungkin rasanya sangat sakit sekali, bahkan sakit saat Adnan tidak mau membelaku sama sekali, tapi aku tidak mau membuat masalah baru dan nanti malah menghancurkan aku. Aku juga ga mau libatkan kamu Fabian "


"Kamu harus dapat keadilan aku akan minta bantuan teman ku, ini bener-bener udah fatal banget Ayana kamu sudah diperkosa "


"Tolong jangan Fabian, aku ingin hidup nyaman dan tenang tanpa gangguan mereka. Aku yakin pasti ini ulahnya Mamanya Adnan kamu tahu sendirikan bagaimana Mamanya yang ga suka sama aku "


"Iya aku tahu gimana Bu Linda itu"


Fabian, sebenarnya tak rela kalau Ayana hanya mendiamkan masalah ini, tapi ini kemauan Ayana maka Fabian harus mengikuti kemauan Ayana. Fabian tak mau membuat Ayana malah tak nyaman nantinya.

__ADS_1


...----------------...


Fabian pagi-pagi sekali sudah sampai di kantor, dia sengaja menunggu Adnan yang datang. Saat melihat Adnan turun dari mobil Fabian langsung menerjangnya dan memukulnya beberapa kali.


Adnan yang tidak terima memukul Fabian juga dan mereka akhirnya malah bertengkar di depan lobby, karyawan-karyawan yang lain mencoba untuk melerai mereka tapi Fabian sangat sulit sekali, dia terus saja menyerang Adnan.


Saat sudah dipisahkan Fabian menatap Adnan dengan marah "Dasar laki-laki pengecut, bukannya cari tahu dulu apa alasannya apa masalahnya malah langsung menelantarkan istrimu sendiri. Ayana dan laki-laki ini sudah menikah tapi dia sudah membuat Ayana hancur. Kalau tahu akhirnya seperti ini aku tidak akan pernah membiarkan Ayana untuk berhubungan denganmu"marah Fabian.


"Diam Fabian, kamu tidak tahu masalahnya jadi jangan ikut campur kamu tidak ada di tempat dan hanya mendengarkan dari sisi Ayana saja"


"Ya aku mendengarkan dari sisi Ayana saja, tapi aku yakin Ayana tidak mungkin melakukan itu dan Ayana tidak mungkin serendah itu. Hanya laki-laki yang tidak mencintai Ayana yang tidak mau membantunya untuk menyelesaikan masalah dan tidak mau menerima dia apa adanya. Seharusnya kamu merangkulnya, seharusnya Kamu ada saat dia sedang terpuruk seperti ini. Dan seharusnya kamu bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin, bukan dengan cara membiarkan Ayana pergi sendirian laki-laki pengecut. Awas saja jika suatu saat kamu mau kembali lagi pada Ayana, aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi"


"Mulai hari ini aku keluar dari kantor ini, aku tidak sudi mempunyai bos yang tidak punya tanggung jawab dan juga tidak punya pilihan sendiri. Kamu memang benar-benar tak mencintai Ayana. Kamu hanya ingin membuatnya terbang lalu menjatuhkanya"


"Fabian dimana Ayana, aku ingin bertemu dengannya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Ayana apa yang bertemu dengannya"


"Tidak sekarang Lili, Ayana sedang sangat terpuruk. Dia sangat sedih dia tidak boleh ditemui oleh siapa-siapa dulu. Tolong mengertilah, posisinya sangat rumit dan jangan tanya apa alasannya. Ayana harus istirahat dulu dan dia harus pulih dulu baru dia bisa bertemu denganmu dan juga dengan orang lain"


Fabian setelah mengatakan itu langsung masuk kedalam mobil. Benar-benar meninggalkan kantor itu. Fabian tidak peduli dengan jabatan yang sudah tinggi. Ini demi harga diri sahabatnya Fabian melakukan ini, pekerjaan masih bisa Fabian cari, bahkan Fabian bisa membuka usaha sendiri tanpa harus ada disini.


Lili yang mengerti dengan apa yang Fabian inginkan masuk lagi kedalam kantor. Anak-anak juga masih ada disana tapi Pak Adnan sudah tak ada disana. Sepertinya sudah masuk kedalam ruangannya.


"Li kenapa kamu ga bilang sama kita kalau Ayana itu udah nikah sama Pak Adnan, kenapa tiba-tiba seperti ini Ayana hamil duluan ya ? "

__ADS_1


Lili yang mendengar itu langsung mendorong bahu perempuan itu "Kalau tidak tahu apa-apa jangan bicara aneh-aneh. Ayana tidak mungkin hamil duluan. Mulut itu bisa dijaga ga. Kalau ga bisa biar aku lem sekalian"


"Kasar banget sih, cuma nanya doang tinggal jawab ga usah kayak gitu dong dorong-dorong. Kalau emang temennya ga hamil ga usah dorong-dorong "


"Siapa yang ga marah sih temennya tiba-tiba dituduh hamil, meskipun itu sebuah pertanyaan tetep aja kamu menyiratkan kalau Ayana itu hamil. Kalau ga tahu apa-apa ga usah ikut campur jadi orang tuh jangan sok tahu"


"Huuh dasar nyebelin, ditanya gitu aja marah"


Perempuan itu langsung pergi dari hadapan Lili. Lili juga langsung masuk kedalam ruangannya. Awas aja sesekali lagi ada yang berbicara seperti itu akan Lili hajar.


Enak saja Ayana hamil duluan. Ayana tak akan melakukan itu sebelum menikah. Ayana adalah anak baik-baik bukan seperti mereka.


Lili sekarang malah jadi kefikiran dengan keadaan Ayana semoga saja Ayana baik-baik saja dan tak terjadi apa-apa juga dengan Ayana.


Pantesan dari kemarin-kemarin Lili mencoba untuk menghubungi Ayana sulit sekali ternyata sedang ada masalah. Lili juga ga tahu kalau Ayana dan Pak Adnan menikah.


Apakah saat Ayana pergi dan juga Pak Adnan ga jadi tunangan sama Bu Fira meraka menikah. Ya benar bisa saja kan mereka menikah diam-diam.


Lili jadi pusing sendiri memikirkan ini semua. Tapi Lili janji nanti saat bertemu dengan Ayana, Lili tak akan menanyakan hal sensitif ini.


Lili hanya ingin tahu keadaan Ayana sekarang seperti apa, semoga saja Fabian bisa menjaga Ayana dengan baik dan mengurusnya juga. Sepertinya keadaan Ayana sangat parah sampai-sampai Fabian semarah itu kan.


Lili juga baru pertama kali melihat Fabian marah, biasanya dia akan tenang dan menyelesaikan masalah dengan baik-baik tapi tadi benar-benar penuh amarah.

__ADS_1


__ADS_2