
Sekarang Fira menemui anaknya di sekolahnya, dia benar-benar menemui orang-orang yang dia kenal seperti apa yang sudah dia rencanakan. Kalau dia akan membuat Kamila menjadi alatnya. Biar saja nanti Kamila bermasalah dengan Adnan yang terpenting tujuannya tercapai semuanya tercapai.
Saat melihat kedatangan anaknya Fira langsung memperlihatkan senyum manisnya, tapi Kamila tentu saja langsung mundur dia menggelengkan kepalanya, seperti tidak mau mendekati Fira, tapi Fira langsung memeluknya dengan erat. Tak mau sampai Kamila kabur.
"Ibu udah sembuh Ibu udah ingat sama kamu, maaf ya Ibu sempat lupain kamu, tapi Ibu sudah sembuh sekarang Ibu ga akan jahat lagi sama kamu. Ibu janji Ibu ga akan bentak kamu lagi ibu juga ga akan pukul kamu lagi, kamu bisa pegang kata-kata ibu ini sayang"
Fira melepaskan pelukannya dan mencium seluruh wajah anaknya, di hadapannya ada gurunya yang menunggunya tidak mungkin kan Fira langsung membentuk anaknya ini, yang ada dia akan diusir dari sini. Rencananya akan gagal.
Kalau menemui Kamila saat sedang dirumah Rio yang ada Fira akan diusir, Rio pasti tak akan membolehkannya untuk berbicara dengan anaknya ini.
"Kamu tahu Ibu begitu senang bisa bertemu dengan kamu. Maafkan Ibu ya dulu begitu menyebalkan pada kamu, tapi Ibu janji tidak akan seperti itu lagi. Kamila mau kan tinggal bersama ibu, Kamila mau kan bersama ibu "
Kamila sangat ragu. Kenapa Ibunya tiba-tiba sembuh bukannya ibunya masih sakit dan diikat, belum lagi kakinya itu memakai kayu aneh sekali kan kalau tiba-tiba ibunya ini sehat lagi dengan sangat cepat.
"Ibu yakin kalau Ibu udah sembuh, kenapa sangat cepat sekali"
"Apakah kamu tidak mau melihat ibu cepat sembuh, apakah kamu mau melihat ibu terus sakit seperti itu Kamila, apakah itu yang ingin kamu lihat. Kamu tega sekali dengan ibu Kamila "
Kamila mengelengkan kepalanya "Bukan seperti itu. Aku hanya bingung saja kata ayah ibu itu punya penyakit yang sangat sulit untuk disembuhkan, tapi tiba-tiba Ibu ada di sekolahku aku hanya bingung saja dengan apa yang terjadi sekarang ini "
__ADS_1
"Ayahmu memang suka seperti itu, dia itu suka mengada-ngada. Ibu tidak sakit parah penyakit Ibu ini bisa langsung sembuh dengan cepat, nyatanya ibu sekarang sudah sembuh kan dan bisa menemui kamu bahkan Ibu sudah mengingat kamu"
Kamila melihat ke arah gurunya lalu kembali melihat pada ibunya. Kamila harus berbicara dengan ayahnya Kamila sangat takut kalau harus berurusan dengan ibunya yang dari dulu selalu kasar padanya, tidak pernah baik padanya.
"Mau tidak malam ini Kamila menginap bersama ibu, ibu ingin memeluk tubuh Kamila sudah lama Ibu tidak tidur dengan Kamila "
"Sejak dulu juga Ibu tidak pernah tidur bersama Kamila, lalu sekarang kenapa tiba-tiba ibu ingin tidur bersama Kamila, aneh sekali ibu "
Fira masih memasang senyum manisnya, dia tidak mau guru ini curiga "Kata siapa ibu selalu kok tidur dengan kamu tapi kamu sudah tertidur bersama Ayah, jadi ibu tidur dibelakang kamu nah saat pagi hari ibu sudah pindah kekamar ibu, karena kamu tahu sendirian ibu banyak pekerjaan, ibu selalu tidur bersama kamu Kamila, kamu nya saja yang tak sadar akan hal itu "
"Semua keputusan ada di tangan Ayah. Kamila tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, bolehkah Kamila masuk lagi ke kelas Kamila harus belajar, Kamila harus segera menulis "
"Apa kamu tidak menyayangi ibu sampai-sampai apa-apa harus berbicara dulu dengan ayahmu, seharusnya kamu mau kan dibawa oleh Ibu. Ibu ini adalah orang tua kamu Ibu ini adalah orang yang telah melahirkan kamu Kamila "
"Tapi sekarang aku sudah tinggal bersama ayah Rio, semua keputusan ada di tangannya aku tidak bisa mengambil keputusan begitu saja. Ayah Rio yang berhak mengambil semuanya. Aku boleh ke kelas kan sekarang"
"Tapi Ibu belum selesai berbicara dengan kamu Kamila. Ibu masih ingin berbicara dengan kamu masih banyak yang ingin Ibu bicarakan. Ibu ingin makan siang dengan kamu lalu ibu ingin ajak kamu jalan-jalan juga, kita belanja bagaimana "
"Tapi Kamila setelah pulang sekolah harus pergi ke kantor Ayah, nanti juga sopir yang Ayah suruh untuk menjemputku akan datang aku tidak boleh membantah sopir itu, Ayah sudah memperingatkan aku untuk tidak pergi kemana-mana sebelum dia memberikan aku izin jadi aku tidak mau maaf"
__ADS_1
"Kamu benar-benar menyakiti hati ibumu Ini "Fira pura-pura sedih di hadapan Kamila, tapi anaknya itu seperti tidak iba. Kamila benar-benar acuh dan Kamila itu bukannya bahagia bertemu dengan Fira atau mungkin ingin pergi dengan Fira tapi ini sebaliknya. Kamila seperti sangat ketakutan dengannya dan ingin segera pergi cepat-cepat dari sini.
"Ya sudah ibu akan menelpon ayahmu dulu, nanti setelah ada izin dari ayah kita langsung pergi, kita langsung jalan-jalan ya beli es krim mau "
"Tapi aku harus mendengar dulu suara Ayah baru aku percaya kalau Ayah sudah mengizinkannya, aku tidak mau kembali membantah kata-kata ayah nanti ayah akan marah padaku aku tidak punya siapa-siapa lagi selain ayah"
"Tapi aku ada, lalu Ayah Adnan juga ada"
"Iya tapi kata ayah, Ayah Adnan kan sekarang sudah punya anak jadi dia akan lebih fokus pada anaknya tidak dengan aku"
"Kamu ini bicara apa, kamu ini adalah anaknya Ayah Adnan kamu itu anak kandungnya jangan mengada-ngada "
Kamila malah jadi bingung sendiri. Ayahnya mengatakan kalau Ayah Adnan itu bukan ayahnya, Ayah kandungnya adalah Ayah Rio. Sebenarnya yang benar itu siapa.
Kamila bingung dengan semua ini padahal Kamila baru saja kemarin diberi nasihat oleh ayahnya untuk bisa menerima anak-anak Ayah Adnan, tapi sekarang mamahnya berbicara lain lagi.
"Kamu tahu anak dua kembar itu adalah pembawa sial. Makanya kamu diberikan pada Rio oleh ayahmu, sebenarnya kedatangan mereka itu hanya untuk menyingkirkan kamu saja. Jadi kamu harus merebut posisi kamu lagi. Jangan sampai Ayah Adnan diambil oleh mereka"
Kamila melihat ke arah gurunya "Ibu apakah aku boleh pergi ke kelas, sepertinya semuanya sudah selesai"
__ADS_1
Kamila tanpa mau mendengar lagi kata kata ibunya langsung berlari ke arah Ibu gurunya itu. Kamila memeluknya, Kamila bingung harus percaya dengan siapa.