Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 209


__ADS_3

Ayana sudah mendapatkan nomor ibunya Ayu. Nenek juga sudah setuju kalau nanti ibunya Ayu sudah keluar dari pekerjaannya di sana akan membolehkannya untuk bekerja di rumahnya saja.


Suaminya itu dengan cepat mendapatkan nomor ibunya Ayu, tidak butuh waktu lama suaminya itu benar-benar hebat.


Ayana langsung menelponnya, cukup lama untuk diangkatnya mungkin karena nomor asing tapi dalam beberapa panggilan langsung diangkat juga.


"Halo ini dengan siapa ya "jawab orang di seberang sana dengan suara yang seperti sudah menangis.


Ayana yang memang hanya ingin menawarkan pekerjaan akhirnya langsung pada intinya dan tidak bertanya ada apa dengan ibunya Ayu itu, takutnya dia jadi risih kan mereka baru saja mengobrol "Aku Ayana Ibu dari Melissa dan juga Melinda sebelumnya salam kenal"


"Oh Nyonya anda ibunya Melisa dan juga Melinda, aku ibunya Ayu senang bisa berbicara dengan anda'


"Bisa kita bertemu"


Cukup lama Ayana menunggu jawabannya, sepertinya memang sulit mungkin keluar dari rumah itu.


"Maaf bukannya aku tidak mau Nyonya, tapi bisakah kita berbicara di telepon seperti ini saja karena ada sedikit masalah aku juga kalau izin keluar pasti akan sulit dan memakan waktu yang banyak juga aku takut nyonya akan lama menunggu aku "


"Hemm, baiklah kalau begitu kita langsung saja pada intinya, aku mendengar dari Melisa dan juga Melinda cerita tentang kamu dan juga anakmu, kami satu keluarga ingin membantu kalian, jika kalian tidak keberatan. Bagaimana kalau kamu bekerja di rumah nenekku saja di sana akan lebih nyaman kamu juga bisa membawa Ayu"


"Terima kasih atas tawarannya Nyonya, tapi aku tidak bisa tiba-tiba langsung bekerja di rumah nenek anda, karena aku disini juga masih punya urusan aku tidak bisa tiba-tiba pindah begitu saja yang ada aku malah akan dikejar-kejar dan mungkin saja aku akan dilaporkan ke polisi nantinya "


"Kenapa bisa seperti itu memangnya ada masalah apa, jika aku boleh tahu kamu bisa jujur padaku apapun itu. Aku akan membantumu sebisa"


"Aku malu nyonya "

__ADS_1


"Kenapa, kenapa harus malu ayo katakan padaku siapa tahu aku bisa membantumu"


"Emm, maaf kalau aku sedikit lancang aku mempunyai hutang di sini dan aku juga tidak bisa kemana-mana karena itu. Aku tidak bisa tiba-tiba pergi aku harus melunasi hutang ku dulu, sedangkan aku tidak akan punya uang sebanyak itu nyonya "


"Berapa hutangmu pada mereka"


"Sangat banyak Nyonya, bahkan gajiku saja tidak bisa menutupinya"


"Akan aku lunasi agar kamu bisa lepas dari mereka, ayo sebutkan saja padaku dan nanti suamiku akan menelpon langsung majikanmu itu"


"Tapi Nyonya itu sangat besar. Aku tidak mau membebankan orang lain"


"Kamu kan akan bekerja di rumah nenek, nanti juga kamu masih bisa membayarnya kan kamu tenang saja bersamaku aku tidak akan memotong gajimu dengan besar ataupun mengambil semua gajimu kamu membayar padaku sebisamu saja, semampu mu saja "Ayana sengaja mengatakan hal ini agar ibunya Ayu mau dibantu olehnya.


"Sudah aku akan membantumu, aku akan berbicara dengan suamiku dulu semuanya. Dia pasti akan setuju kamu tenang saja ya kamu lebih baik bereskan semua barang-barang mu dan nanti kamu bisa langsung bekerja di rumah nenek"


"Terima kasih Nyonya. Terima kasih atas bantuannya aku berhutang budi padamu terima kasih"


"Sama-sama aku matikan dulu ya"


Setelah Ayana berbicara dengan ibunya Ayu, dia berbicara dengan suaminya semuanya dia bicarakan, dan suaminya itu langsung menghubungi karyawannya itu, karyawannya sampai kaget karena mendengar kalau Adnan akan membantu art-nya yang ada di sini untuk melunasi hutangnya.


Sebenarnya dia menolak untuk dilunasi dan membiarkan ibunya Ayu untuk pergi. Tapi Adnan sendiri tidak mau, nanti malah akan jadi masalah dengan istrinya yang angkuh itu.


Adnan tetap kekeh ingin membayar semuanya dan berapa pun hutangnya itu, tapi Adnan ingin minta ibunya Ayu dilepaskan dan dibiarkan pergi jangan pernah ada drama-drama lagi dan jangan sampai istrinya itu datang kembali dan memaksa ibunya Ayu untuk bekerja atau membayar hutang lagi.

__ADS_1


Akhirnya kesepakatan pun terjadi di antara Adnan dan juga karyawannya itu, mereka setuju dan Adnan langsung mentransfer uangnya dia juga meminta agar karyawannya itu memberikan bukti pada istrinya kalau ibunya Ayu itu sudah tidak punya hutang, sudah tidak punya sangkut paut lagi dengannya.


Dia setuju dan akan melepaskan ibunya Ayu, semuanya sudah selesai ibunya Ayu tidak akan pernah ditahan lagi ataupun disuruh membayar lagi


...----------------...


Ibunya Ayu senang saat dikabari oleh Ayana kalau hutangnya sudah lunas dan dia sudah bisa keluar. Ibunya Ayu membawa tasnya dan juga tas anaknya dan juga barang-barangnya yang ada di sini memang tidak terlalu banyak hanya dua tas saja.


Ibunya Ayu yang memang takut tidak berpamitan pada Nyonya ataupun Tuan, dia takut nanti malah dia dimarah-marahin, tapi tadi Tuan juga sudah datang ke sini dan memberitahu kalau hutang-hutangnya sudah lunas bahkan memberikan buktinya juga.


Baru saja dirinya membuka pintu keluar sudah di teriaki "Mau ke mana kamu membawa tas, kamu itu masih punya hutang padaku. Apakah kamu mau aku laporkan mau pergi begitu saja iya hah "


Ibunya Ayu langsung menatap ke arah mantan majikannya itu "Maaf nyonya tapi hutang-hutang saya sudah dilunasi ini untuk buktinya" sambil memperlihatkan bukti yang sudah diberikan oleh Tuan tadi.


Majikannya itu mengelengkan kepalanya dengan kuat tidak percaya kalau ibunya Ayu ini sudah melunasi semuanya "Tidak, aku tidak percaya tidak mungkin kamu bisa melunasi hutangmu itu, aku sudah bilang kan aku menambah bunganya lagi"


"Tapi semuanya sudah lunas Bu, aku melunasi hari ini juga dan semuanya sudah tidak ada sangkut pautnya lagi antara aku dan juga Nyonya, jadi tolong lepaskan aku. Aku sudah tidak punya hutang lagi pada Nyonya, jika Nyonya terus menambah bunga kapan semua itu akan lunas kapan aku bisa terlepas dari rumah neraka ini"


"Berani sekali kamu ya berbicara seperti itu padaku"


"Sudah lepaskan dia, dia sudah membayar hutangnya dan kamu juga jangan terus memberinya dia bunga. Hutangnya tidak seberapa tapi kamu terus saja menambahnya. Kamu sama saja memerasnya, aku tahu selama ini kamu juga tidak memberikan gajinya, seharusnya dalam beberapa bulan dia sudah bisa melunasinya, kamu benar-benar membuat aku kecewa"


"Sudahlah kamu ini hanya membuatku pusing saja, aku tidak terima dia tiba-tiba keluar dari sini"


Ayahnya Alifa itu menyuruh untuk Ibunya Ayu serta Ayu pergi sekarang, sedangkan dirinya menahan istrinya yang terus saja berteriak tidak terima dengan semua hal yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2