Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 143


__ADS_3

Melisa menatap belanjaan mereka yang begitu banyak sekali, sore nanti mereka akan pulang dan ayahnya mengajak Melisa tadi untuk berbelanja. Melisa banyak berbelanja tadi karena ayahnya yang mengambil padahal Melisa sudah menolaknya dengan halus tapi ayahnya tetap saja membelikannya.


Ada pakaian, mainan, sepatu banyak lagi yang ayahnya belikan untuk dirinya juga. Melinda tidak lupa untuk ibunya juga, pokoknya semuanya dibelikan oleh ayahnya.


"Ayah apa kamu tidak salah membeli barang-barang sebanyak ini, pasti Mama akan marah nanti. Mama pasti akan mengembalikan semua barang-barang ini. Seharusnya Ayah tidak usah membelikan barang sebanyak ini, ini begitu banyak ayah. Bahkan pakaian kami saja masih banyak, belum lagi pakaian yang ada didalam rumah ayah "


"Tapi Ayah tadi suka dengan barang-barang yang Ayah lihat, makanya Ayah membelinya kapan lagi sih Ayah berbelanja untuk anak-anak Ayah ini dan juga istri ayah"


"Istri Ayah memangnya siapa ? "


"Mama kamu lah siapa lagi istri Ayah coba" sambil mencolek hidung Melissa.


"Tapi kata Mama kalau seorang laki-laki ingin menganggap seorang perempuan sebagai istrinya, mereka harus menikah Memangnya ayah dan juga mama sudah menikah"


"Sebentar lagi akan menikah, makanya kamu harus bantu ayah untuk mendapatkan mama kamu. Agar kita bisa berkumpul agar kita bisa bersama-sama, kamu mau kan itu kamu mau kan membantu Ayah coba kamu bujuk untuk mama datang kemari sayang, pasti kalau sama kamu mama mau "


"Aku sudah mengatakannya pada Ayah nanti akan aku coba. Ayah ini cerewet sekali selalu saja meminta hal itu padaku, ayah itu harus sabar semuanya harus pelan-pelan sepertinya mama punya luka di kota ini makannya mama sulit sekali dibawa kemari "


Adnan suka dengan kepekaan Melisa, dia seperti bisa membaca suasana hati orang saja "Ya karena Ayah takut kamu lupa Melisa, ya sudah kita kemasi bareng-bareng kita untuk pulang. Sekarang pasti mereka sudah menunggu kepulangan kita berdua, mereka pasti sudah menunggu "


"Baiklah aku sangat tidak sabar, aku ingin pulang aku ingin bertemu dengan Melinda dan juga mama"


"Baiklah ayo anak ayah yang cantik kita pulang dan kita temui mama dan adik kamu. Ayah juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan mereka, ayah juga ingin memeluk mereka dengan sangat erat sekali "

__ADS_1


Melisa menganggukan kepalanya, Adnan menggendong Melisa naik lantai 2. Mereka akan membereskan pakai mereka dan juga barang-barang mereka ini.


Yang baru saja mereka beli akan di bereskan oleh para pelayan karena memang banyak. Mungkin Adnan sekarang akan membawa banyak koper ya meskipun nanti mereka akan pindah kemari, tapi Adnan ingin memperlihatkan pada Ayana semuanya.


Apa saja yang dia beli, ya meskipun nanti pada akhirnya dia akan diceramahin tapi tak masalah. Mudah nanti menangani Ayana.


...----------------...


Mama Linda tersenyum saat melihat sebuah foto anak kecil yang sedang tersenyum, begitu cantiknya anak yang ada didalam foto ini.


"Apakah kedua anak kecil ini adalah cucuku. Benarkah ini adalah cucuku anak-anaknya Adnan, mereka begitu cantik sekali "


"Iya nyonya, itu adalah anak-anaknya Pak Adnan, bahkan sekarang salah satu dari mereka ada di sini ikut dengan Pak Adnan, untuk menyelesaikan semua meeting nya dan juga pekerjaan yang lainnya"


"Aku sangat ingin bertemu. Bisakah kamu mengantarku untuk pulang ke rumah besar itu, aku ingin menemui cucuku. Aku tidak berani sebenarnya untuk menemui Adnan. Tapi saat melihat wajah cucuku ini aku ingin menemuinya, aku ingin memeluknya mengemaskan sekali "


Raut wajah Mama Linda langsung berubah, memang dia punya orang kepercayaan di kantornya Adnan dan orang itulah yang memberitahu keberadaan cucu-cucunya.


"Jadi aku tidak bisa menemuinya, tapi apakah Ayana akan kembali ke mari bersama kedua cucuku itu ? Apakah dia akan menikah lagi dengan Adnan "


"Aku tidak tahu Nyonya, aku belum punya info apa-apa. Di kantor tidak ada info kalau Nona Ayana akan kembali lagi. Baru salah satu anak mereka saja yang datang nyonya "


"Aku sangat ingin bertemu dengannya, apakah kamu nanti bisa kalau misalnya mereka kembali lagi kamu langsung menghubungiku, tidak mendadak seperti ini, aku harus bertemu dengan mereka terutama dengan Ayana"

__ADS_1


"Baik nyonya, aku akan memberitahunya nanti. Tapi kalau hanya ingin bertemu sekarang bisa nyonya, kita bisa menunggu mereka di bandara "


Mama Linda tiba-tiba saja ragu. Mama Linda takut kalau misalnya nanti Adnan malah marah padanya. Mama Linda benar-benar belum bisa menemui anaknya itu.


Mama Linda ingin Adnan yang datang kemari, baru Mama Linda yakin kalau Adnan sudah memaafkannya, mungkin sekarang Adnan sudah memberikannya tempat tinggal tapi Mama Linda berpikir kalau Adnan hanya sedang iba saja padannya ini.


"Lalu Kamila sekarang di mana, apakah Adnan juga mengurus Kamila, apakah dia kembali lagi pada Adnan"


"Nona Kamila tidak kembali pada Pak Adnan, Nona Kamila sekarang dengan Pak Rio, dengan ayah kandungnya. Pak Adnan memberikan seluruh hak asuh pada Pak Rio dan aku juga tidak pernah melihat Nona Kamila ke kantor lagi, sepertinya nona Kamila sudah sangat betah bersama ayah kandungnya itu"


"Sedangkan untuk nona Fira yang aku dengar dia sakit, dia belum sembuh tapi setelah itu aku tidak punya kabar apa-apa lagi Nyonya, tidak ada kabar terbaru lagi selain kedatangan Pak Adnan dan juga salah satu anaknya yang datang kemari"


"Baiklah Terima kasih atas informasi yang kamu berikan ini, pokoknya kamu harus selalu memberi aku kabar tentang keadaan anakku dan cucuku "


"Sama-sama Nyonya apakah ada yang ingin anda tanyakan lagi"


Mama Linda menggelengkan kepalanya, sepertinya sudah cukup mamah Linda mengorek semuanya.


"Kalau begitu aku permisi pulang dulu nyonya"


"Baiklah"


Setelah orang itu pergi Mama Linda malah menangis, melihat cucunya yang begitu cantik sekali dia malah mengingat Adnan saat kecil, wajah mereka begitu sama dan sekarang Mama Linda tidak perlu takut ataupun ragu ini benar-benar anak Adnan.

__ADS_1


Apakah kalau nanti dirinya meminta maaf pada Ayana dia akan memaafkannya dan membiarkan Mama Linda untuk bertemu dengan cucu-cucunya. Mamah Linda sangat takut sekali, takut Ayana benci padannya dan tak membolehkannya untuk bertemu dengan cucu-cucunya itu.


Tapi semoga saja Ayana mau memaafkannya dan membiarkannya untuk bertemu dengan cucu-cucunya. Mama Linda benar-benar sudah berubah dia akan meminta maaf bagaimanapun caranya pada Ayana atas apa yang dia lakukan, atas apa yang pernah dia lakukan waktu itu.


__ADS_2