
Ayana yang senang melamar bekerja tak sengaja melihat pernikahan Adnan dan juga Fira di televisi. Ayana hanya bisa tersenyum kecewa. secepat itu Adnan melupakannya dan menikah laki.
Ayana keluar dari dalam kantor itu. Rasanya tak kuat sekali melihat itu, meskipun Ayana sudah mengatakan akan melupakan Adnan tapi tetap saja saat melihat Adnan menikah seperti itu Ayana begitu terluka.
Wajar saja kan kalau Ayana seperti ini, kalau sudah 1 tahun atau 2 tahun mungkin Ayana tak akan ingat lagi dan masa bodoh. Tapi ini baru beberapa bulan saja.
Ayana duduk terlebih dahulu saat merasakan perutnya sakit. Ayana mengusap air matanya dengan kasar "Kenapa aku malah nangis seperti ini, aku tidak boleh menangis. Aku harus kuat Adnan bukanlah siapa-siapa aku lagi. Adnan adalah masalalu aku harus bisa melupakannya dengan cepat"
Ayana langsung mengusap perutnya "Maaf Mama ya nak, lebih baik sekarang kita pulang saja. Kamu pasti sudah lelah juga kan. Kita seharian berkeliling mencari uang"
Ayana yang tak mau kemalaman disini segera bangkit. Berjalan dengan sangat perlahan sekali. Sudah lelah juga tubuhnya ini. Ayana harus mengistirahatkan tubuhnya.
Ayana sudah berkeliling dari tadi, tapi belum mendapatkan pekerjaan juga. Saat mengetahui keadaan Ayana yang sedang mengandung mereka langsung menolak.
__ADS_1
...----------------...
"Adnan selama ya "ucap teman Adnan yang datang ke pernikahannya itu.
"Ya, makasih ya udah dateng "
"Iya sama-sama. Aku kira kamu akan menikah dengan Ayana. Tahu sendirikan kamu begitu lengket dengan Ayana. Tapi jodoh tak ada yang tahu ya kamu malah menikah dengan Fira. Tapi pokoknya selamat ya. Ikut senang aku lihat kamu menikah "
Senyum Adnan langsung memudar. Rasannya Adnan muak mendengar nama itu terus disebut oleh teman-temannya. Perkataan seperti ini sudah Adnan dengan berapa kali.
"Begitu ya, padahal yang aku lihat Ayana adalah perempuan baik-baik dan sopan serta perempuan mahal. Ya sudah aku kebawah dulu ya "
Adnan hanya menganggukkan kepalanya saja. Adnan duduk kembali dan memijat keningnya. Apakah keputusan ini benar. Apakah yang Adnan pilih adalah benar dengan menikahi Fira dan tak mencari tahu sama sekali tentang keadaan Ayana yang sebenarnya.
__ADS_1
"Adnan sayang, kenapa malah melamun ada apa, apa ada yang menganggu fikiran kamu " tanya Fira yang terlihat khawatir sekali dengan keadaan Adnan yang murung.
"Tidak aku baik-baik saja Fira "
"Apakah kamu menyesal telah menikahi aku Adnan, aku melihat kamu begitu murung dihari pernikahan kita "
Adnan langsung mengelengkan kepalanya dan mengusap pipi Fira dengan lembut "Tidak aku tidak menyesal. Aku baik-baik saja aku hanya lelah dari tadi terus berdiri. Kamu lihat sendirikan tamu begitu banyak sekali "
Senyum Fira langsung terbit lagi. Digenggamnya tangan itu dan diciumnya berkali-kali. "Ya sudah sebentar lagi akan selesai mandi aku akan meminta bibi untuk memijat kakimu ya agar kamu tak pegal lagi "
Adnan hanya bisa menganggukan kepalanya dan melepaskan pegangan tangan dari Fira karena ada tamu lagi, mereka dari tadi belum berhenti bersalaman rasannya pegal sekali.
"Selamat ya Pak Adnan, tak menyangka Bapak akan mengkhianati Ayana dan menikah dengan Bu Fira. Pokonya selamat deh ya "
__ADS_1
Adnan ingin sekali marah pada Lili, tapi Adnan menahannya ini hari pernikahannya dan banyak orang. Jangan sampai semuanya rusak kan.