Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 30


__ADS_3

"Papi aku tetap ingin menikah dengan Adnan, aku sudah memikirkan semuanya dan aku mau itu terjadi dengan cepat, aku tidak akan pernah mundur lagi papih "


Fira langsung mengutarakan apa yang ada dalam isi hatinya. Ini yang dia mau, Fira akan menanggung semua konsekuensinya yang terpenting Fira bisa menikah dulu dengan Adnan.


Papinya Fira langsung menatap anaknya itu. Tak percaya mendengar anaknya akan berbicara seperti ini, apakah tidak salah anaknya ingin menikah dengan Adnan "Kamu ga kapok dia aja tunangan ga bener tinggalin kamu gitu aja, bahkan sampai hari ini dia ga datang ke rumah buat minta maaf sama papi atau mungkin sama kamu deh, ga ada emangnya kamu mau nikah sama laki-laki yang gak punya tanggung jawab itu Fira, kamu ini jangan bodoh jadi perempuan buka mata kamu itu, kamu ini udah gelap banget sama dia "


Fira menghembuskan nafasnya dengan kasar. Fira menggenggam tangan Papinya dengan erat, Fira benar-benar ingin menikah dengan Adnan "Tapi Fira ga mau lepasin Adnan gitu aja. Fira udah terlanjur sayang sama Adnan. Tapi tolong bantuin aku untuk dapatin Adnan, apapun akan aku lakukan untuk bisa sama dia Papih "


"Papi ga tahu deh kenapa kamu sampai berpikir seperti itu. Di dunia ini banyak laki-laki yang mau sama kamu, tapi kamu malah ingin tetap dengan Adnan. Sadar Fira sadar jangan seperti ini, Papi ga jamin kalau rumah tangga kalian akan baik-baik aja, Adnan ga akan mencintai kamu lebih baik kamu cari yang lain. Jangan mengharapkan sesuatu yang nggak mungkin akan bisa kamu raih yang ada akan kamu sendiri yang sakit, kamu yang akan terus nangis nantinya Fira. Papih ga akan terima itu "


Fira menggelengkan kepalanya dengan kuat. Entah kenapa Fira sekarang malah benar-benar mencintai Adnan, kemarin memang suka dengan Adnan tapi tidak lebih dari hanya suka saja, tapi sekarang Fira malah mencintainya. Apalagi setelah melihat Adnan dan juga Ayana hatinya sakit sekali.


Fira tidak suka melihat Adnan yang bahagia dengan Ayana, Adnan harus bahagia dengannya bukan dengan perempuan itu. Adnan dari dulu adalah miliknya bukan milik Ayana.


"Tapi aku sukanya sama Adnan aku cintanya sama Adnan, aku nggak bisa lupain semua perasaan ini Papi. Tolong ini permintaan terakhir Fira. Fira ga akan minta yang aneh-aneh lagi, Fira janji sama Papih "


"Tapi Papi nggak mau buat kamu malu lagi kayak waktu tunangan. Kamu ditinggalin gitu aja sama Adnan tolong sadar Fira, perempuan itu nggak pantas buat mempertahankan laki-laki seharusnya laki-laki yang mempertahankan seorang perempuan mengejarnya. Kamu ini punya segalanya dan kamu juga bisa dapetin laki mana-mana pun. Ayolah jangan jadi perempuan bodoh kamu itu harus sadar, kalau apa yang kamu lagi perjuangin itu pada akhirnya akan sia-sia aja"


"Tapi Fira maunya Adnan tolong Ayah sekali ini saja"


Fira tidak akan menyerah sampai apa yang dia mau dikabulkan oleh papihnya, pokoknya semuanya harus Fira dapatkan.


"Tapi Papi masih trauma dengan apa yang Adnan lakukan. Papi tidak mau datang ke rumah laki-laki itu untuk memohon-mohon lagi, agar kamu menikah dengannya, tidak papih tidak mau. Melihat wajahnya saja papi tak sudi "

__ADS_1


"Aku akan buat Adnan sendiri yang datang kemari lamar aku. Papi hanya perlu percaya kalau aku bisa lakuin itu, kalau aku akan bisa dapetin Adnan seutuhnya"


"Kamu mau buat rencana apa Fira. Jangan membuat yang aneh-aneh dan bisa mencelakai diri kamu sendiri, Kamu lebih baik balik lagi aja sama pacar kamu ya, lebih baik sama dia aja dari pada sama Adnan "


"Ga akan, Papi hanya perlu menerima Adnan saat datang kemari itu saja. Aku hanya ingin memilikinya saja papi, aku tidak mau sampai Adnan jatuh ke tangan orang lain, sampai Adnan mencintai orang lain hanya aku saja yang boleh Adnan cintai jangan yang lain "


Fira tersenyum pada Papinya dan pergi begitu saja ke dalam kamar. Fira sudah menyusun rencana yang akan dia lakukan, sebelumnya Fira akan menghancurkan dulu Ayana baru nanti Adnan.


Adnan akan menjadi miliknya, laki-laki itu akan menjadi pasangannya sampai tua nanti dan tidak akan pernah memikirkan Ayana sampai kapanpun bahkan mengingat pun tak akan pernah.


Ayana akan menjadi mimpi buruk Adnan. Fira akan membuat Adnan membenci perempuan itu, Fira akan melakukan apapun dan menghancurkan Ayana dengan cara apapun.


...----------------...


"Kamu ini kenapa sih tiba-tiba pergi gitu aja, jangan lakuin itu lagi dong bikin kaget aja tahu nggak sih, pergi tanpa kasih kabar. Terus ngilang gitu aja ditelepon susah pokoknya kalau ada apa-apa kamu tuh harus hubungin aku. Aku pasti bisa bantuin kamu kok"


"Iya maaf maaf lain kali aku nggak akan kayak gitu lagi kok. Aku cuman lagi pengen tenangkan hati doang waktu itu dan pikiran juga"


Lili langsung mencolek dago Ayana "Pasti waktu itu pergi karena galau Pak Adnan mau tunangan sama Bu Fira kan, tapi sekarang kenyataannya ga. Mereka ga tunangan mereka malahan ga jadi kan orang Pak Adnan nya ga datang, pokoknya kalian menghilang apa ini sudah direncanakan oleh kalian berdua"


Ayana langsung menggelengkan kepalanya. Ayana masih belum mau bercerita pada Lili tentang dirinya yang sudah menikahinya. Bukannya Ayana tidak percaya dengan Lili hanya saja Ayana ingin rahasia ini masih tertutup sampai nanti. Sampai Mamanya Adnan bisa menerimanya kalau bisa itu pun.


"Mana mungkin aku berani kayak gitu. Aku ga akan mungkin berani bawa Adnan kabur. Yang ada aku bisa ditangkap polisi kamu tahu sendiri kan Mamanya seperti apa. Itu memang udah keputusan Adnan sendiri kok"

__ADS_1


"Gitu ya, heboh banget tau ga sih di sini gara-gara Pak Adnan ga datengin pertunangannya, padahal tamu-tamu udah datang semua. Bu Fira sampai pingsan karena kaget mungkin ya Pak Adnan ga dateng, sedangkan tamu udah datang banyak banget"


Ayana malah menjadi merasa bersalah mendengar cerita dari Lili kalau Fira sampai pingsan, seharusnya Adnan juga tidak seperti ini bilang dari awal saja kalau dia tidak mau bertunangan. Bukannya saat hari itu tiba dia meninggalkan Fira, itu sama saja tidak bertanggung jawab kan. Kasian Fira "


"Kenapa sih malah jadi bengong kayak gini. Kamu kasihan ya sama dia sama perempuan itu sama Bu Fira"


"Ya kasihan lah kalau misalnya kita ada di posisi Bu Fira gimana, aku juga mungkin akan lebih parah dari dia. Untung aja cuman pingsan kalau jantungan gimana"


"Ya mati dong "ucap Lili sambil tertawa.


"Ga boleh gitu Lili, kalau bicara itu kamu sembarang aja"


"Ya habisnya kamu suka lucu banget deh bilang jantungan jadi aku refleks bilang gitu, tapi menurut kamu apakah Pak Adnan akan nikah sama Bu Fira "


"Ga tahu, aku ga mikir sampai situ "


"Aduh salah sih aku tanya ini, maaf ya aku ga seharusnya tanya hal kayak gitu sama kamu. Sekali lagi aku minta maaf Ayana "


"Ga masalah kok. Ya udah aku masuk ruangan aku dulu. Kamu juga sama sana masuk, pasti kerjaan aku bakal numpuk banget apalagi aku nggak masuk seminggu lebih ya ada kan aku seminggu lebih"


"Ada Ayana sampai-sampai orang-orang di sini cari kamu. Pak Adnan nggak ada kamu nggak ada jadi pusing banget di sini, cuman ada Fabian sama asistennya Pak Adnan juga sih lupa siapa namanya Pak Marco ya "


Ayana hanya mengganggukan kepalanya saja. mood-nya sudah hancur tiba-tiba saja Ayana menjadi merasa bersalah kalau dipikir-pikir jadi Bu Fira juga tidak enak. Maksudnya Adnan malah menghabiskan waktu dengannya, menikah dengannya sedangkan perempuan lain mencari-cari Adnan dan juga pingsan karena Adnan tidak datang apakah Ayana perlu minta maaf dengan Bu Fira.

__ADS_1


__ADS_2