Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 160


__ADS_3

Fira menatap televisinya dengan sangat kaget, bukan apa yang dia lihat adalah permintaan Adnan dan juga Ayana. Pernikahan itu begitu mewah dan disiarkan langsung.


Fira dengan tidak terima mengelengkan kepalanya. Masih tak percaya saja dengan apa yang dia lihat, apakah semua ini hanya mimpi saja.


Fira menepuk-nepuk pipinya masih tak percaya saja dengan apa yang dia lihat "Tidak ini tak benar, ini pasti bohong, ini pasti cuman settingan saja. Tak mungkin Adnan dan Ayana menikah begitu saja, apakah Ayana tak trauma dengan apa yang Adnan lakukan "


"Tidak mungkin "jerit Fira.


"Fira kamu ini ada apa, membuat papih kaget saja " ucap papihnya Fira dengan langkah yang tergopoh-gopoh.


"Ini tak mungkin kan Papih, ini hanya main-main saja kan, semuanya pasti bohong "


"Apa maksud kamu "


"Itu pernikahan Ayana dan juga Adnan, coba ayah lihat "


Papinya Fira langsung menatap televisi, Adnan dan Ayana menikah. Syukurlah dia tak telat membawa Fira. Kalau tidak Fira akan menghancurkan pernikahan itu.


"Aku harus pergi kesana, aku ingin datang kesana. Aku tidak terima dengan keputusan Adnan, kenapa dia malah menikah kembali dengan Ayana kenapa papih "


"Kamu tak boleh kemana-mana Fira, tetap disini yang ada kamu akan sampai disana pagi hari, dan itu juga pasti sudah beres pestanya "

__ADS_1


Fira menangis dan tubuhnya langsung ambruk begitu saja. Fira menjambak rambutnya dengan sekuat tenaga, masih tak percaya saja dengan apa yang dia lihat.


"Kenapa papih membawa aku kemari, apa papi dan juga Adnan sudah merencanakan ini"


"Untuk apa Papih melakukan itu, kamu tahu sendiri kan yang membuat kita harus pergi kemari adalah Adnan, jadi untuk apa Papih punya rencana dengan Adnan jangan asal bicara kamu "


"Tapi kenapa mereka bisa menikah, kenapa harus begitu aku benar-benar tak terima dengan semua ini, aku tak mau melihat mereka bahagia. Kita harus kembali lagi kesana papi, aku tak mau disini "


Papinya Fira mengusap rambut anaknya dengan perlahan "Lupakan Adnan, lupakan segalanya Adnan sudah memilih Ayana untuk menjadi istrinya. Kamu tak boleh seperti ini egois, papih tahu awal kamu menikah dengan Adnan hanya karena ingin hartanya saja, lupakan semuanya. Kita harus menjalani hidup yang sekarang Fira "


"Kamu tidak bisa terus begini Fira, biarkan mereka bahagia dan kamu cari kebahagian kamu sendiri, jangan terus ingin dengan Adnan, dia tak mencintai kamu. Dia tak mau dengan kamu, jangan pernah mengejar laki-laki yang tak suka dengan kamu. Kamu sudah pernah kan melakukan hubungan suami istri dengan Adnan, tapi apa kenyataannya tak benar, sudah terlalu banyak kebohongan yang kamu lakukan"


Fira menundukan kepalanya, apa yang dikatakan oleh Papihnya benar juga, kalau Fira sudah terlalu banyak membuat drama dalam hidupnya dan menghabiskan waktunya hanya untuk Adnan, pada kenyataannya Adnan sama sekali tak mau dengannya.


"Papih minta dengan kita pergi dari kota itu, kamu bisa melupakan Adnan, kamu bisa menjalani hidup kamu dengan tenang Fira. Papih ingin selalu yang terbaik untuk kamu, kamu adalah satu-satunya anak papih jadi jangan buat papih kecewa. Papih ingin kamu menjadi Fira yang baik dan bahagia tanpa harus menghancurkan hubungan orang lain "


"Meskipun kamu sudah membuat masalah yang begitu besar, papih tak akan pernah meninggalkan kamu, papih akan selalu ada disamping kamu Fira, papih akan selalu mendampingi kamu, berubah lah nak untuk diri kamu sendiri "


"Hiduplah bahagia untuk diri kamu sendiri, jangan pernah mengandalkan orang lain untuk membuat kamu bahagia, karena itu mustahil. Manusia bisa saja membuat kamu kecewa tapi diri kamu sendiri tak akan pernah membuat kamu kecewa, percaya dengan kata-kata papih, mulailah semuanya dari awal dan kamu akan bahagia "


"Tapi papih, aku terlanjur mencintai Adnan, aku sudah terlanjur menyimpan hati aku untuk Adnan, rasannya ini saja sakit saat melihat Adnan yang menikah kembali dengan Ayana, apalagi aku harus melupakan semuanya, pasti rasannya akan lebih sakit lagi "

__ADS_1


"Lebih baik sakit sekaligus, dari pada sakit berlarut-larut. Percuma kamu mempertahankan semuanya tak akan berhasil Fira, sudah lepaskan semuanya dan kedepannya akan baik-baik saja "


"Suatu saat kamu akan bahagia, tapi bukan dengan Adnan, pasti akan ada laki-laki yang akan menyayangi kamu dengan tulus, mencintai kamu dengan sepenuh hati, asal kamu menjadi orang baik"


"Kenapa aku harus seperti ini papih, kenapa hidup aku seperti ini "


"Hidup itu selalu saja ada ujian, dan kita hanya bisa menjalaninya saja. Allah tak akan memberikan ujian pada hambanya tanpa solusi, dalam masalah kamu ini banyak solusinya Fira, jadi mulai sekarang berjuanglah untuk melupakan Adnan, jangan pernah memperjuangkan lagi Adnan. Dia akan bahagia dengan kehidupannya sekarang, dan kamu juga harus bisa bahagia dengan hidup mu yang baru "


Fira memeluk Papinya dengan erat, selama ini papihnya yang selalu ada disampingnya. Papihnya tak pernah meninggalkannya. Meskipun papihnya pernah mengusirnya tapi papihnya tak memaksanya untuk pergi dan masih membiarkan Fira untuk pulang kerumah.


Bahkan sekarang saja, papihnya yang ada bukan orang lain. Fira harus bagaimana ini melepaskan tapi sangat menyakitkan sekali. Cintanya ini pada Adnan sudah berubah menjadi sebuah obsesi.


"Apakah Papih yakin kalau aku akan bisa melupakan Adnan, kalau aku bisa bahagia tanpa Adnan "


"Papih yakin dan kamu juga harus yakin dengan diri kamu sendiri. Kamu pasti bisa bahagia tanpa Adnan, lupakan semuanya Fira, lupakan fokuslah pada hidupmu ini. Kamu hanya perlu menyibukkan diri kamu dengan hidup mu yang sekarang papih yakin kamu lambat laun akan melupakan Adnan "


"Jangan pernah meragukan diri kamu sendiri, kamu harus yakin kalau diri kamu akan bisa, kalau diri kamu akan mampu berubah menjadi lebih baik "


"Papih akan terus mendukung kamu. Hati kamu tak boleh terus sakit sayang, papih saja yang melihatnya sangat sakit sekali. Papih ingin melihat kamu bahagia dan dicintai oleh laki-laki yang benar-benar menginginkan kamu "


Fira malah makin keras saja menangisnya sambil memeluk Papinya. Orang yang selalu ada untuknya ternyata hanya papihnya saja, papihnya saja yang peduli, tak ada yang lain.

__ADS_1


Dulu Fira begitu banyak teman, banyak yang ingin berteman dengannya. Tapi saat Fira sedang terpuruk seperti ini tak ada satupun yang datang, tak ada satupun yang mau membantu Fira, bahkan memberikannya pekerjaan tak ada, mereka pura pura sibuk dan melupakan setiap bantuan yang pernah dira berikan pada mereka.


__ADS_2