
Dua sisi pintu langsung dibuka begitu saja, sudah ada Ayana yang membawa bunga dengan Melissa dan juga Melinda yang ada di depan. Mereka melambaikan tangan pada orang-orang yang ada di sana.
Mereka begitu bahagia saat melihat mamanya yang didandani begitu cantik dan saat melihat ke arah depan ayahnya juga tampan sekali, dengan pakaian yang sangat cocok dengannya.
Sedangkan Adnan sendiri dia sampai-sampai tidak berkedip menatap Ayana yang begitu cantik sekali di matanya. Gaun itu benar-benar cocok untuk digunakan Ayana, bahkan Adnan menang dalam taruhan mereka tadi pagi Adnan benar-benar memberikan gaun yang pas untuk Ayana.
Jadi tak perlu ada perubahan lagi. Dan Ayana juga suka dengan pilihannya itu, makannya mereka tadi di butik tak terlalu lama.
Semua orang hening mereka bahkan banyak yang merekam tapi tanpa bicara. Ayana begitu takut, untuk kedua kalinya lagi dia menikah dengan laki-laki yang sama. Apakah pilihannya ini benar kalau Ayana akan baik-baik saja dengan Adnan, kalau mereka akan bisa membagi beban berdua. Tanpa Ayana harus memikirkan kembali tentang hidupnya seperti dulu saat ditinggalkan oleh Adnan.
Ayana menatap ke arah tamu-tamu yang datang, memang Ayana tidak mengenal mereka, tapi Ayana melihat ada Fabian yang wajahnya hanya cemberut saja tidak ada senyum di wajahnya itu.
Semoga saja pilihannya ini benar. Semoga saja Adnan bisa menepati semua janjinya bisa membuat anak-anak selalu bahagia dan tidak membuat mereka bertiga untuk kecewa kembali. Sekarang mulai sekarang Ayana menaruh kembali hatinya pada satu pria yang sama.
Mungkin dulu saat mereka menikah pertama kali hanya didatangi beberapa saksi, penghulu itu saja tapi sekarang banyak orang yang datang. Ayana begitu gugup sekali dengan keadaan ini.
Tema biru laut yang digunakan oleh Adnan sangat memukau sekali Ayana begitu menyukainya. Sangat cantik sekali ini adalah pernikahan yang menurut Ayana paling mewah. Ayana belum pernah datang ke pernikahan semewah ini.
Dan hari ini dirinya lah yang menjadi ratu sehari. Semoga saja ini adalah pernikahan terakhirnya dan tidak akan pernah terulang lagi. Ayana tidak mau dalam hidupnya ini ada masalah lagi dan ada masalah lagi. Ayana ingin hidupnya selalu bahagia.
Adnan sudah berdiri sambil menatapnya. Ayana jadi malu sendiri kan, Ayana hanya bisa menundukan kepalanya dan sesekali juga menatap ke arah depan takut tiba-tiba nanti jatuh.
Saat anak-anaknya sudah ada di hadapannya Adnan berjongkok terlebih dahulu dan mencium kedua putrinya "Terima kasih karena kalian berdua akhirnya Mama mau menikah dengan ayah. Ayah bahagia sekali memiliki kalian, ayah begitu beruntung memiliki kalian "
__ADS_1
Mereka bertiga langsung berpelukan, setelah itu nenek membawa Melisa dan juga Melinda untuk duduk bersamanya. Sedangkan Adnan membawa Ayana untuk duduk bersamanya mereka akan melakukan ijab kabul.
"Kamu sangat cantik sekali. Sudah aku katakan gaun ini akan sangat pas di badanmu Ayana. Aku tidak pernah salah, maka aku yang menangkan dalam taruhan ini. Aku akan menunggu kamu yang memulainya Ayana "bisik Adnan.
Ayana mencubit kaki Adnan karena terus saja bicara, Ayana ini sedang gugup jangan ditambah makin gugup lagi.
"Sakit sayang jangan seperti itu"
"Baiklah bisa kita mulai "tanya penghulu.
Sekarang Adnan fokus dan menganggukkan kepalanya. Dia sudah siap untuk melakukan ijab kabul dan menikahi Ayana kembali rujuk kembali bersama Ayana. Cinta pertamanya dan juga cinta sejatinya.
Adnan janji untuk yang kali ini dia tidak akan pernah mengecewakan kembali Ayana, apapun masalahnya, apapun yang terjadi Adnan akan berpikir jernih terlebih dahulu dan menanggapi masalah itu dengan kepala dingin tidak seperti dulu.
Dan tanpa mereka ketahui ada seorang perempuan yang duduk paling ujung. Dia menangis melihat Adnan yang menikah, sungguh dirinya bersyukur anaknya sekarang bisa bahagia lagi.
Apalagi setelah melihat dua anak kecil kembar yang begitu menggemaskan, rasanya ingin bertemu dan memeluk mereka. Rasa rindu ini begitu besar dan menggebu-gebu.
Dia tidak berani mendekat apalagi di sana ada nenek, yang ada nenek akan mengusirnya dan semuanya akan kacau. Dirinya tidak mau membuat pernikahan Adnan ini menjadi kacau hanya gara-gara kedatangannya.
Tadinya tidak akan datang tapi hatinya ingin datang kemari dan melihat kebahagiaan Adnan langsung. Ingin langsung melihat Adnan yang tersenyum bahagia.
Seharusnya inilah yang dia lakukan dari awal, membiarkan Adnan menikah dengan pilihannya. Bukannya egois dan membuat Adnan harus terjebak dengan perempuan licik seperti Fira.
__ADS_1
Adnan kemudian memakaikan cincin pada Ayana, di samping cincin yang kemarin dia berikan pada Ayana saat melamarnya. Adnan lalu mencium kening Ayana dengan penuh kasih sayang.
"Ayana cincin aku pasangkan sebagai tanda cinta, kasih dan kesetiaanku padamu"
Ayana tidak bisa mengatakan apa-apa. Dia hanya bisa tersenyum, entah kenapa tiba-tiba saja hatinya menjadi lega pikirannya menjadi plong pokoknya apa yang tadi dia pikirkan tiba-tiba menghilang. Ayana juga melihat di sana nenek yang mengusap air matanya.
Pernikahan ini dilanjutkan dengan pesta yang begitu meriah. Semua tamu menikmati semua hidangan dan juga hiburan yang sudah Adnan sediakan. Adnan dan juga Ayana sibuk menerima tamu, banyak sekali tamu yang datang.
Barulah saat melihat orang yang begitu Ayana kenal dan Ayana begitu rindukan, Ayana langsung tersenyum lebar padanya.
"Ayana bisa kita berbicara hanya berdua saja "sambil menatap ke arah Adnan.
Ayana tentu saja melihat ke arah suaminya dulu. Adnan dengan pasrah hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia tidak mau egois dan tiba-tiba saja melarang Ayana untuk bertemu dengan siapa-siapa.
Toh yang mau bertemu dengan Ayana dan berbicara berdua dengan Ayana adalah Fabian, bukan orang lain. Bukan orang asing juga, mereka sudah berteman lama.
Maka Adnan tidak akan pernah membatasi pertemanan mereka berdua, sampai kapanpun Adnan yakin mereka berdua tidak akan pernah mengecewakan Adnan.
Kalaupun mereka mau menjalin kasih dari dulu saja bisa ka, tidak saat Adnan dan juga Ayana sudah menjadi suami istri seperti ini. Adnan harus mempunyai kepercayaan penuh kepada Ayana.
Karena dalam sebuah pernikahan saling percaya itu sangat penting. Jangan sampai Adnan seperti dulu lagi, Adnan tidak akan pernah mengulangi apa yang pernah dia lakukan.
Sudah masa lalu biarkanlah menjadi masa lalu. Adnan akan menjalani masa depannya bersama Ayana dan juga anak-anaknya, semoga saja setelah ini tidak akan pernah ada masalah yang muncul lagi.
__ADS_1