
Adnan mencoba mengalihkan pandangan pada yang lain tapi anak-anaknya terus saja menatapnya dari tadi dan akhirnya Adnan menyerah juga"Kenapa kalian menatap Ayah seperti itu Ayah tidak salah apa-apa, ayah suka malu kalau dilihat seperti itu oleh kalian tahu"
"Ayah sudah tahu apa yang kita mau jangan pelit-pelit seperti itu, Ayah berikan kami berdua adik, kami juga ingin punya adik seperti teman-teman kami. Kami ingin membawa dia main ayolah Ayah jangan pelit-pelit, kapan ayah mengabulkan yang kami mau, ayah bisa memberikan segalanya tapi adik kenapa lama sekali " pinta Melinda
"Emm, kita kan akan liburan, kita ini akan sampai ke Pantai. Lebih baik kita memikirkan tentang liburan dulu jangan mikirin adik nanti kita pikirkan lagi ya kita fokus jalan-jalan saja ya "jawab Adnan sambil mencubit dagu Melinda.
"Apakah setelah nanti kita pulang dari Pantai, kita akan punya adik Ayah, apakah ayah akan memberikan adik pada kita berdua "mata Melisa sudah berbinar-binar membayangkan nanti mereka pulang dari Pantai adik sudah ada di dalam rumah. Pasti akan sangat menyenangkan sekali.
"Ya ampun kalian ini membuat ayah pusing saja, memangnya membuat adik itu seperti membuat adonan tidak semudah itu anak-anak, kalian itu harus sabar Ayah juga sabar, Mama juga sabar semua orang juga sabar ayah pusing ditanya terus adik. Nanti kalau ayah sakit bagaimana "
"Ayah kan banyak uang, apakah adik itu sangat mahal sampai-sampai Ayah tidak bisa membelinya, apa uang Ayah kurang nanti Melisa dan juga Melinda akan buka celengan kami berdua bagaimana, ayah setuju kan dengan usul kami berdua " ujar Melisa dengan semangat.
"Dari siapa kalian tahu Ayah banyak uang "Adnan tidak pernah memberitahu anaknya tentang apa-apa saja yang dia punya, ya karena Ayana selalu melarangnya.
"Nenek bilang itu Ayah banyak uang kalau Ayah itu punya perusahaan berarti banyak uang. Nenek selalu berbicara kalau ayah itu banyak uang. Jadi kami berdua tahu, ayah jangan sembunyikan lagi ya, belikan kami adik yang banyak ayah "
Ayana hanya bisa mendengarkan celotehan kedua putrinya itu pada ayahnya. Ayana tidak mau ikut campur biarkan mereka bertiga saja, Ayana dulu suka pusing kalau ditanya adik dan adik sekarang biarkan suaminya saja yang menjawab semua pertanyaan dari anaknya itu.
Bahkan Ayana waktu itu sampai mencari di internet jawaban yang pas untuk anak-anaknya, karena Ayana juga pusing kalau ditanya kapan dirinya akan memberikan adik.
Ayana sedikit terhibur dengan tingkah anak-anaknya ini yang membuat ayahnya pusing apalagi Melisa dia tidak pernah sehari pun lupa menanyakan soal adik pada ayahnya, atau pada dirinya dia benar-benar terus meminta hal itu.
Mereka sudah sampai di Pantai tapi Adnan menahan pintu untuk Ayana tidak keluar, Ayana mengurutkan keningnya binggung dengan tingkah suaminya ini, padahal mereka sudah sampai kan tinggal main saja. "Kenapa tiba-tiba kita tidak boleh keluar, apakah kita akan terus didalam mobil "
__ADS_1
Adnan malah membuka pintu salah satunya dan menyuruh Marco untuk membawa anak-anak "Kalian turun terlebih dahulu ya Mamah dan juga ayah ada sesuatu ingin kami bicarakan, ini sangat penting sekali"
Melinda dan juga Melisa langsung patuh mereka langsung turun dibantu oleh Marco "Lalu kami boleh membeli air kelapa ayah "
"Tentu mintalah pada Paman Marco, ayah nanti akan menyusul kalian ya "
Mereka berdua menganggukkan kepalanya dengan semangat, lalu pergi bersama Marco untuk membeli apa yang mereka mau sedangkan Adnan dan juga Ayana masih ada di dalam mobil. Ayana juga bingung kenapa tidak keluar masa sekarang juga tidak boleh keluar tidak mungkin kan ibunya akan ada di sini.
Kalau sampai itu alasannya sungguh Ayana tak habis fikir. Mereka kan kemari ingin berlibur bukannya diam didalam mobil.
"Kenapa sekarang aku tidak boleh keluar katanya kita mau jalan-jalan di pantai, tapi saat sudah sampai malah diam di dalam mobil di sini tidak ada ibu kan Adnan, ayo kita keluar ah aku juga ingin main dengan anak-anak"
Adnan malah menepuk pahanya untuk Ayana naik "Sini duduklah kemari sini, ayo sayang duduklah dipangkuan ku" sambil menarik tangan Ayana agar Ayana segera bangkit dan duduk di pangkuannya.
Ayana sudah punya firasat jelek suaminya itu terus saja mengendus-endus lehernya dan juga tangannya memeluk pinggangnya dengan sangat erat, pasti akan ada yang suaminya lakukan "Jangan aneh-aneh kita ini ada di dalam mobil, kita harus tahu tempat Adnan, aku tak mau ya terjadi sesuatu disini "
Adnan malah menyeringai dan seperti mendapatkan sebuah ide saja "Kamu memberikan beban padaku tentang adik pada anak-anak kenapa sayang, kenapa kita tak memikirkan berdua saja "
"Lepaskan dulu aku tidak mau seperti ini. Aku duduk biasa saja ah"Adnan malah menciumi bahu istirnya itu dan sesekali menggigitnya.
"Kenapa kita ini suami istri tidak akan ada yang melarang dan tidak akan ada yang marah juga, kalaupun ada yang datang kita bisa memberi bukti kalau kita ini adalah suami istri. Jangan pernah takut sayang "
Ayana segera bangkit tapi lagi-lagi pinggangnya dipegang dan otomatis Ayana tidak bisa pergi kemana-mana.
__ADS_1
"Aku akan melakukannya dengan sangat pelan-pelan sekali sayang, sampai-sampai tak akan ada yang tahu. Kamu hanya perlu menikmatinya saja "
"Adnan jangan macam-macam aku tidak mau ya ini masih siang, dan ini juga di pantai banyak orang lihatlah kamu harus tahu situasi dong, jangan seperti ini ah lepaskan. Ayo kita turun nanti anak-anak juga malah akan mencari, kasian mereka masa malah main dengan Marco sih "
Adnan langsung meraih tengkuk istrinya dan mencium bibirnya, dan melakukannya dengan sangat lembut sekali Ayana sudah memberontak, tapi suaminya itu tidak melepaskannya Adnan malah makin memperdalamnya. Adnan malah terus menahannya dan tak mau melepaskannya.
Akhirnya Ayana bisa melepaskannya dengan tadi Ayana menggigit bibir atas Adnan dan terlepas lah "Adnan kamu ini tidak tahu tempat, aku sudah bilang kan ini itu di pantai, bagaimana kalau mobil kita bergerak-gerak. Aku tidak mau nanti orang-orang berpikir yang tidak-tidak meskipun kita suami istri tetap saja kalau ketahuan itu sangat memalukan sekali, ayo kita turun sekarang jangan membuat orang-orang curiga ah "
"Jendelanya juga tertutup kenapa harus takut, jendelanya juga gelap sayang " Adnan sekarang malah menggigit leher istrinya memberikan tanda yang banyak di sana Ayana langsung menutup lehernya menggunakan kedua tangannya.
"Kamu ini ya kenapa jangan di sini nanti anak-anak bisa curiga, yang ada mereka akan bertanya banyak Adnan. Aku tidak mau ya, sudah hentikan jangan seperti ini kamu harus sadar Adnan "
Adnan langsung menurunkan istrinya dan mendudukkannya "Kita akan melakukannya dengan cepat di sini, aku janji tak akan lama sayang dan anak-anak juga tak akan curiga, nanti aku yang akan menjelaskan pada mereka. Kamu hanya perlu duduk dan menikmati semuanya "
"Tadi malam kita sudah melakukannya sudah nanti saja, kita lanjutkan nanti malam lagi agar lebih tenang, kamu ini kan ga cukup satu kali "
"Oh ya tapi aku masih mau melakukannya di sini. Ini sebagai hukuman juga buat kamu karena melimpahkan segalanya padaku, agar kamu juga cepat-cepat mengandung dan anak-anak tidak terus meminta adik maka kita lakukan disini sayang "
"Apakah kamu mau terbebas dari kata-kata adik sayang " lanjut Adnan.
"Iya iya tapi tak di sini juga, masih ada banyak waktu malam juga kita bisa melakukannya. Ist kamu ini lepaskan aku "
Ayana mencoba untuk melepaskannya, Ayana benar-benar tak mau kalau harus disini.
__ADS_1
Tapi yang namanya juga Adnan dia tidak peduli, menarik pakaian Ayana sampai ke atas dan terjadilah mereka benar-benar melakukannya di sini, Ayana sudah sangat takut sekali takut ketahuan atau anak-anak yang curiga. Dan tiba-tiba anak-anak datang dan berteriak.