Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 62


__ADS_3

Adnan benar-benar membawa anaknya pulang. Sekarang dia ada di rumah Fira berhadapan langsung dengan Papinya Fira. Sedangkan Kamila sendiri diasuh oleh pengasuh yang ada di sana agar pembicaraan ini tidak didengar oleh Kamila.


Adnan juga mengerti, karena dari pembicaraan kemarin malam bahwa Papinya Fira ingin membicarakan tentang Kamila kan, maka tentu saja Kamila tidak boleh mendengarnya.


"Apa sebenarnya yang ingin Papi katakan, aku akan mendengarkannya "


"Papi harus mulai dari mana. Papi sangat malu sekali denganmu, papi malu dengan kelakuan anak Papih yang seperti itu. Papi memang gagal menjadi seorang ayah benar-benar gagal sekali, anak papih benar-benar tak bisa diatur "


Adnan akan mendengarkan semua kata-kata dari mantan Ayah mertuanya ini, dan tidak mau menyela pembicaraan dari mantan Ayah mertuanya ini, biarkan dia yang bercerita terlebih dahulu.


Adnan juga ingin cepat-cepat tahu dan tak mau banyak bicara. Adnan sekarang sedang lelah tapi ingin tahu cepat-cepat apa yang Papih Fira akan katakan ini.


"Papi juga baru tahu kalau Kamila itu bukan anak kamu, kalau Papi tahu dari awal mungkin papi akan memberhentikan pernikahan kalian, papi tidak akan pernah melaksanakan pernikahan itu"


Kamila bukan anaknya. Maksudnya apa ini, Adnan begitu kaget mendengar semua ini. Hatinya langsung nyeri"Kamila bukan anakku papi jangan mengada-ngada, aku sudah mengurusnya dari kecil masa tiba-tiba sekarang Papi mengatakan kalau dia bukan anakku, tidak itu tidak mungkin " Adnan masih tak percaya dengan pernyataan Papihnya Fira.


"Papi juga awalnya tidak mau percaya, tapi Fira sudah mengatakan yang sesungguhnya, kalau Kamila itu bukan anak kamu dia menikah denganmu saat dia dalam keadaan hamil. Fira waktu itu sudah hamil oleh Rio. Papih malu dengan kamu Adnan tapi Papih harus mengatakan ini semua. Papih tak mau memendam lagi hal ini terlalu lama "


"Rio temanku"


"Iya Rio teman kamu, teman kerja kamu. Fira dan Rio pernah berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Papi kira mereka akan menikah tapi ternyata Fira malah tertarik dengan kamu Adnan. Papi kira Fira itu sudah putus dengan Rio, tapi ternyata hubungan mereka berlanjut sampai kalian sudah menikah, Fira telah selingkuh dari kamu selama ini Adnan "


Serasa runtuh dunia Adnan mendengar semua itu. Jadi selama ini Fira mengkhianatinya, selama ini Rio dan juga Fira bermain di belakangnya dan Kamila juga bukan anaknya, sungguh hidup Adnan ini memang kacau sekali. Apakah ini sebuah karma karena dia telah melepaskan perempuan baik demi perempuan kotor seperti Fira.


Badan Adnan bahkan sampai lemas dan tidak bisa bicara apa-apa lagi, pikirannya langsung kosong selama ini dia dikhianati selama 5 tahun tapi Adnan tidak pernah tahu akan hal itu.


"Papi minta maaf atas nama Fira, kamu jika tidak percaya Kamila bukan anak kamu tes DNA pun silakan. Agar kamu bisa lebih pasti, Papi benar-benar mengatakan yang sejujurnya"


Adnan masih belum bisa menjawab, rasanya linglung sekali saat mendengar semua pengakuan ini. Kebenaran ini semua penyesalan Adnan berkali-kali lipat pada Ayana, selama ini perempuan yang baik malah Adnan tinggalkan. Dan Adnan sia-siakan begitu saja.


"Kamu bisa meninggalkan Kamila di sini, nanti biar Papi yang berbicara dengan Kamila dengan perlahan, nanti juga dia akan mengerti. Kamila pasti lambat laun akan menerima semuanya, papi tidak mau saja kamu mengurus anak yang bukan dari darah daging kamu sendiri. Papi takut Kamila akan sama seperti ibunya"


"Tapi Adnan tidak bisa menyerahkan Kamila begitu saja, bukan apa-apa Adnan sudah sangat menyayangi anak itu, Adnan sudah menganggap kalau Kamila itu anak Adnan benar-benar anaknya Adnan. Adnan tak pernah berfikir Kamila bukan anak Adnan selama ini. Selama hidup 5 tahun dengan Fira Adnan dibohongi, banyak kebohongan yang Fira lakukan ternyata dibelakang Adnan "


"Papi tau ini sangat menyakitkan sekali Adnan, tapi memang kenyataannya seperti ini. Papi tidak mau menyimpan semua rahasia dari kamu. Jadi papi ingin langsung menyampaikannya sama kamu. Dan jika boleh Papi akan mencari mantan istri kamu Ayana, Papi sangat ingin bertemu dengannya"


"Untuk apa, untuk apa papi mencari Ayana ? " Adnan tidak mau kalau Ayana sampai disakiti lagi. Sudah cukup kesakitan Ayana selama ini dikhianati, difitnah disakiti.


"Papi ingin langsung minta maaf atas apa yang Fira lakukan, ingin bertemu langsung dengan Ayana dan Papi akan langsung meminta Ayana untuk menghukum Fira, kalaupun perlu dipenjara Papi akan bersedia, papi tidak akan melarangnya. Papi tak akan membela Fira"

__ADS_1


Andan lagi-lagi diam, dia tidak bisa bicara apa-apa. Adnan harus mengambil sebuah keputusan yang besar sekarang, apakah Kamila nanti akan membencinya kalau tahu semua ini, bagaimana dengan keadaannya nanti, dengan mentalnya sedangkan Kamila selalu saja sakit dan membutuhkannya.


Kamila tidak akan pernah bisa lepas darinya, dari kecil Adnan yang mengurus anak itu maka wajar kalau Kamila tidak akan pernah bisa pergi darinya.


"Apakah Kamila akan menerima semua ini, aku juga sudah terlanjur sayang pada Kamila aku tidak bisa melepaskannya begitu saja dia masih kecil untuk mengetahui semua ini"


"Lambat laun Kamila juga akan menerima, mau bagaimanapun kamu punya kehidupan yang lain. Kamu harus bahagia tidak harus terikat dengan Kamila karena Kamila itu bukan anak kamu, jangan fikirkan dia Adnan Papih akan mengurus semuanya fokus saja sekarang pada hidup kamu "


Akhirnya Adnan memutuskan satu hal yang sangat besar dalam hidupnya Adnan akan terus mengurus Kamila meskipun dia bukan anaknya. Adnan sudah terlanjur mencintai anak itu, menyayangi anak itu mungkin keputusan ini akan banyak yang menentang, tapi bagaimana mau bagaimana lagi rasa kasih sayangnya sudah terlalu dalam pada Kamila.


"Aku akan mengurus Kamila. Aku tidak akan pernah melepaskannya Papi dan nanti suatu saat setelah dia dewasa silakan jika papi ingin bicara padanya, membicarakan tentang siapa dia sebenarnya "


"Kamu yakin, papi tidak mau nanti ke depannya kamu malah menyesal telah mengurus Kamila. Apakah kamu tidak takut Kamila akan sama seperti ibunya. Dia adalah anak Fira ingat itu, bagaimana kalau nanti Kamila selicik ibunya kamu terima semua itu, kamu akan tanggung semua itu dan apakah Kamila akan menerima jika suatu saat kamu punya anak dengan perempuan lain"


Fikiran adnan langsung tertuju pada kedua putrinya. Kamila tidak suka kalau misalnya nanti datang dua adiknya, benar juga kata ayahnya Fira apa Kamila akan menerima semua itu, apakah Kamila tidak akan licik seperti ibunya. Baru terfikir sekarang.


"Adnan akan pikir-pikir dulu pih. Tapi tolong untuk saat ini jangan dulu Kamila tahu, karena Adnan harus mengejar seseorang yang sedang Papi cari"


"Kamu sudah menemukannya"


Adnan langsung menganggukkan kepalanya "Ya aku sudah menemukannya, malahan aku sudah mempunyai dua orang putri darinya. Dia pergi membawa anakku dan inilah yang sedang aku pikirkan Kamila tidak menerima mereka. Kamila tidak suka kalau punya adik, bahkan kenapa aku sampai mengembalikannya kemari menitipkannya pada Papi, karena Kamila tidak mau melihat adik-adiknya, tidak suka kalau aku dekat dengannya bahkan saat itu Kamila mendorong anakku"


Adnan menatap Kamila yang menghampirinya dan memeluknya dengan erat "Ayah jangan pernah tinggalkan Kamila ya, Kamila mohon Kamila hanya ingin tinggal bersama ayah saja"


Di sinilah Adnan mulai diuji, apakah dia akan memilih untuk mempertahankan Kamila yang tidak suka dengan adik-adiknya nanti atau akan melepaskannya dan mengejar anak-anaknya serta juga Ayana. Apa yang akan Andan ambil sekarang keputusan apa yang akan Andan ambil.


...----------------...


Mereka sudah selesai berolahraga, mereka berlari di pagi hari Ayana senang melihat anak-anak yang bahagia, tidak menyangka akan memiliki anak kembar. Ayana bahkan sempat berpikir waktu melahirkan anak-anaknya apakah dia akan menjadi Ibu yang baik atau tidak. Sedangkan dia saja diurus oleh ibunya seperti itu, dibenci tak dicintai sama sekali bahkan pukulan setiap hari selalu melayang padanya.


Ayana dulu sangat ragu sekali, bagaimana cara mengurus anak tapi lambat lawan akhirnya Ayana belajar dan dengan sepenuh hati Ayana memberikan kasih sayangnya kepada dua putrinya. Ayana tidak mau sampai dia menjadi Ibu yang gagal dan menjadi Ibu yang jahat untuk anak-anaknya.


"Mamah ayo kita minum air kelapa, aku sudah sangat haus sekali rasanya lelah sekali olahraga ini "ajak Melinda sambil memeluk mamanya dengan erat.


"Ya sudah kamu ajak dulu Kakakmu, dia sepertinya mau langsung main pasir"


"Baik Mama"


Melinda segera menghampiri kakaknya dan menarik tangannya "Ayo kita minum air kelapa dulu Kakak nanti setelah itu kita main pasir-pasiran membuat istana yang sangat besar. Aku sudah sangat haus sekali, kasihan juga Mama juga sepertinya sangat haus dia kelelahan ayo"

__ADS_1


Melisa langsung berteriak ke arah Mamanya "Lebih baik yang membeli Mama saja bersama Melinda. Aku tunggu di sini saja ya"


Ayana langsung menggelengkan kepalanya, Ayana tahu Melisa anak yang mandiri, bisa melawan siapa saja tapi Ayana tidak mungkin meninggalkan anaknya begitu saja di sini. Apalagi mereka belum lama kan tinggal di sini. Kalau misalnya di kota yang dulu sih tidak apa-apa.


Ayana selalu meninggalkan mereka bermain dengan anak-anak yang lain, di sana banyak yang mengawasi tapi di sini Ayana belum mengenal orang yang ada di sini. Ayana tidak mau sampai kecolongan meskipun anaknya itu pintar tetap saja dia itu masih kecil dan butuh pengawasan.


"Tidak Melisa, ayo ikut kita sama-sama pergi beli air kelapanya. Nanti kita akan kembali lagi ke sini Mama janji hanya sebentar dan membeli makanan yang lain juga untuk kalian "bujuk Ayana, Ayana benar-benar tidak mau meninggalkan Melisa sendirian. Ayana tidak mau kehilangan lagi.


Melisa akhirnya mengalah, Melisa menuntun tangan adiknya dan pergi ke arah mamanya "Baiklah ayo Mama kita beli air kelapa itu, ayo Mama "


"Jangan cemberut dong anak mama ini "sambil mencubit pipi Melisa dengan gemas.


Tak butuh waktu lama untuk mereka membeli air kelapa muda itu, hanya beberapa langkah sebenarnya tapi memang Ayana tidak mau meninggalkan anaknya. Ayana membeli 2 air kelapa muda tentu saja anaknya ini minum berdua karena tidak akan habis.


Setelah itu mereka kembali lagi ke arah istana pasir yang akan mereka buat, barang-barang mereka juga sudah ada di sana seperti cetakannya dan yang lainnya. Ayana hanya mengawasi mereka sambil meminum air kelapa itu.


Ayana hanya bisa tersenyum menatap mereka berdua yang asyik bermain pasir. Ayana sama sekali tidak mau melewatkan masa-masa seperti ini karena anaknya ini akan cepat tumbuh besar, sekarang saja sudah tidak terasa kan anaknya sudah berumur 5 tahun.


Hampir 6 tahun Ayana meninggalkan tempat lahirnya dan Ayana tidak kepikiran untuk kembali ke sana lagi. Rasanya Ayana sudah nyaman hidup seperti ini mungkin orang tuanya akan menganggap Ayana sudah mati, tapi itu tak masalah. Ayana tidak mau mengambil pusing semua itu yang terpenting di sini hidupnya nyaman dan anak-anaknya juga bahagia.


...----------------...


Adnan tersenyum senang saat melihat vidio anak-anaknya yang sedang berolahraga dengan ibunya. Memang Adnan menempatkan beberapa orang di sana untuk mengawasi Ayana dan juga kedua putrinya, takut-takut mereka akan kabur lagi Adnan tidak bisa kecolongan untuk kedua kalinya lagi.


Mereka begitu lucu sekali "Aku ingin menghampiri mereka apakah suatu saat aku bisa bergabung dengan mereka"


Adnan lalu memutar video yang lainnya, saat mereka membeli air kelapa muda pun ada. Mereka adalah bidadari Adnan mereka bertiga begitu cantik, meskipun wajah kedua putrinya dominan kepadanya.


Mungkin ini bukti dari Tuhan kalau anak yang dikandung oleh Ayana adalah putrinya, bukan Putri orang lain.


"Marco kita akan kembali lagi ke sana, sekarang juga"


"Pak apakah anda tidak mau istirahat dulu saja, anda sudah bolak-balik sana-sini apa tidak mau mengistirahatkan tubuhnya dulu, takutnya nanti malah drop"


"Aku tidak peduli aku mau pergi ke sana. Aku ingin melihat langsung putri-putriku dan juga ibunya"


"Lalu tentang tes DNA Nona Kamila bagaimana"


"Ya urus saja dari jauh, aku sudah memberikan rambutku kan dan juga sudah mengambil rambut Kamila. Jadi aku mau tes DNA itu dilakukan dengan cepat. Aku tidak sabar ingin menemui putri-putri kecilku ini. Aku ingin melihat mereka lagi. Meskipun aku tidak bisa mendekatinya ayo cepat kita harus pergi sekarang"

__ADS_1


Marko akhirnya pasrah saja memesan tiket untuk pergi lagi ke kota itu, sebenarnya dia sangat takut sekali kalau bosnya ini drop parah, apalagi dia sangat kekurangan istirahat makan juga kurang, apa-apa kurang pokoknya yang dia pikirkan adalah anak-anaknya.


__ADS_2