Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 186


__ADS_3

"Tadi aku bertemu dengan Ayana dan masuk ke dalam rumahnya, sangat besar sekali rumahnya aku benar benar kagum dengan rumah itu, halamannya juga sangat luas sekali mobilnya sangat banyak sekali, kalau kita di sana kita bisa memilih salah satu mobil dan jalan-jalan setiap hari"


"Lalu apa yang kalian lakukan kamu sudah meminta untuk tinggal di sana kan ? Kamu sudah melancarkan rencana kamu itu kan ?"


"Hemm sudah, bahkan aku udah makan di sana, makanannya enak-enak dan aku suka sekali tapi sepertinya akan sulit karena aku tadi tidak sengaja melempar sebuah gelas padanya inginnya sih kena tapi tidak kena kesal aku dengan kata-katanya. Ayana itu mulai angkuh mentang-mentang suaminya orang kaya dia jadi seenaknya dengan aku ini "


"Seharusnya kamu itu pelan-pelan dan pura-pura baik-baik saja jangan tiba-tiba melempar seperti itu, yang ada tidak akan pernah bisa masuk dalam rumah itu yang ada kamu malah akan diusir nanti. Kamu ini memang tak bisa sabar "


"Kamu tahu sendiri kan aku sangat membenci anak itu, mana mungkin aku bisa dengan sabar menghadapinya seharusnya dia mengikuti apa kemauanku langsung, bukannya banyak basa-basi seperti tadi. Dia itu memang tak bisa diandalkan dari dulu"


"Aku yakin Ayana tidak akan mungkin memasukkan kita ke dalam rumahnya itu kamu sih Bu malah seperti itu "


"Jangan salahkan aku seharusnya kamu juga bertindak bukannya malah seperti ini, menyebalkan sekali dasar sudah aku yang berjuang kamu cuman enaknya aja, kamu hanya bisa menyalahkan aku saja "


Suaminya itu malah mengangkat bahu dan kembali menyeruput kopinya sambil menonton bola, mendengarkan ocehan istrinya malah akan membuat telinganya putus saja.


Tiba-tiba saja terdengar pecahan kaca mereka langsung saling tatap dan berjalan ke arah depan ternyata kaca depan rumah mereka hancur dan ada sebuah api.


"Kenapa ada api, keluar ayah ayo keluar jangan sampai kita mati konyol, kita belum jadi orang kaya"


Mereka berdua langsung keluar dari dalam rumah, bukannya memadamkan api itu mereka malah berteriak-teriak dan meminta bantuan pada warga yang lain.


Untungnya ada beberapa warga yang belum tidur dan terbangun mungkin karena teriakan mereka yang begitu melengking, warga dengan cepat langsung menolong tanpa berbicara dulu.


Tadinya kecil, tapi sekarang menjadi besar dan sepertinya depan rumah mereka juga sudah terkena, ada bau minyak tanah sepertinya ini disengaja, api melahap depan rumah mereka, orang-orang dengan kesusahan langsung memadamkannya.


Mereka berdua bukannya membantu mereka malah diam sedangkan ibunya Ayana tentu saja menangis, takut kalau barang-barang yang ada didalam rumah terbakar, apalagi didalam juga ada uang yang belum dibawa.


Untungnya apinya padam juga karena warga bekerja sama dengan baik, mereka benar-benar membantu sampai selesai.

__ADS_1


"Ya ampun kenapa rumah kita bisa kebakaran. Terima kasih sudah membantu "basa-basi ibunya Ayana.


"Kenapa bisa kebakaran kayak gini sih Bu, udah ada minyak tanahnya juga apa mungkin ibu sama bapak ini punya musuh "


"Kami juga ga tahu kenapa bisa seperti ini, tapi kami tak pernah berurusan sama orang lain, tadi tiba-tiba kaca pecah dan ada api "


Para warga yang masih kelelahan hanya menganggukan kepalanya sambil menatap sekitar, siapa tahu mereka melihat orang yang melakukan ini tapi orang-orang yang ada disini masih tetangga mereka dan tak ada orang asing yang mencurigakan.


"Mungkin ibu sama bapak pernah nyakitin seseorang jadi dia dendam kayak gini, jadinya kesel bakar rumah deh ini kan rumah kontrakan gimana kalau orang yang kontrakan rumahnya tahu ibu sama bapak bisa diusir loh, masalahnya kan sasarannya udah rumah nih "


"Jangan bilang-bilang makanya udah diem aja ini rahasia kita. Saya bingung kalau misalnya diusir dari sini pergi ke mana, saya tak mau kemana-mana sudah nyaman disini "


"Iya hati-hati aja Bu, jangan sampai kejadian kayak gini lagi, kalau misalnya udah ada yang laporin sudah lah Bu kamu akan habis "


Ibunya Ayana menganggukan kepalanya, para warga langsung pergi membubarkan diri. Mereka juga ingin segera istirahat.


Ibu juga langsung masuk ke dalam rumah, mereka masih bingung ini siapa yang melakukannya. Masih menjadi tanda tanyakan siapa orang yang tega sekali pada mereka ini.


"Aku juga nggak tahu gimana, aku pusing sekali Bu. Aku kalau mikirin yang kayak gini suka sakit kepalaku ini. Dan satu-satunya cara adalah aku tidur saja "


"Ayah ini selalu saja nggak tahu kamu ini bisanya apa sih, judi habisin uang itu aja jadi laki-laki berguna sedikit lah kamu ini nggak ada kerjaan banget sih. Kamu ini malah jadi beban hidupku saja, aku tak suka tahu aku muak sekali "


"Ya udahlah kacanya tutup sama kain ajak untuk sementara, nanti pikirin dulu ke depannya gimana nanti aku pinjam uang deh sama temen-temen buat cat rumah dan benerin yang lainnya. Ini juga udah malam nggak mungkin aku datang ke rumah teman kalau malam seperti ini, mikir aja kamu kalau aku harus pergi sekarang "


"Pokoknya rumahnya harus bagus lagi, aku nggak mau diusir, aku nggak mau cari kontrakan lain. Ayana juga belum tentu mau tampung kita kan. Dia udah mulai sombong "


"Makanya yang bener rayu Ayana biar kita bisa tinggal enak dan gak usah mikirin uang kontrakan atau makan. Kamu aja tadi makan di sana yang enak kan kenapa juga nggak bungkus buat aku, aku juga mau tahu "


"Ga sampai kepikiran ke situ sih yang terpenting perut aku dulu aja yang kenyang, belum tentu kamu juga mikirin aku kalau lagi makan di luar"

__ADS_1


"Dasar istri durhaka"


Suaminya itu langsung masuk ke dalam kamar meninggalkan istrinya, sedangkan ibunya Ayana memikirkan siapa orang yang berani melakukan hal ini apakah ini kelakuan Ayana karena tadi dia hampir saja melempar gelas itu dan mengenai kepalanya.


Bisa saja kalau memang ini benar-benar kelakuan Ayana tidak akan pernah dirinya biarkan, Ayana bisa saja berbicara dengan suaminya dan meminta suaminya untuk membala semua ini kan. Sangat masuk akal sekali kan.


...----------------...


Fira menatap Kamila yang sudah tertidur dengan nyenyak di sampingnya, masih memeluk tubuhnya dengan erat. Fira juga mencium kening anaknya, tapi Kamila tidak bangun malah makin mempererat pelukannya itu.


Fira bahagia sekali, akhirnya bisa bertemu dengan Kamila. Ya meskipun harus anaknya yang datang kemari Fira tidak menyangka kalau Kamila akan datang kemari. Fira bahagia sekali dengan kejutan ini meskipun sekarang dia di rumah sakit.


Fira menatap Rio yang ada di kursi bersama Papinya "Terima kasih karena kamu sudah membawa Kamila datang kemari, aku nggak tahu harus ngucapin apa lagi sama kamu, aku senang sekali "


Rio menganggukkan kepalanya "Ya aku juga melakukan ini untuk Kamila karena dia terus ingin bertemu denganmu, makanya aku membawa dia kemari dan untungnya respon kamu baik"


"Tentu saja aku dari awal memang ingin bertemu dengan Kamila, aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi dulu itu, aku ingin langsung meminta maaf seperti ini "


"Ya maka jangan pernah lakukan kesalahan yang sama lagi, Kamila sudah menerima kamu dan jangan buat dia kecewa, hanya kamu ibunya jadi jangan buat dia merasa kalau dia tidak mempunyai seorang ibu "


"Iya aku tahu kelakuanku dulu memang sangat-sangat di luar batas. Aku benar-benar menyesal telah memperlakukan anakku sekasar itu, aku memang salah besar, aku memang ibu yang kurang dari segala hal "


"Hemm, lebih baik istirahat agar kamu juga cepat pulang ke rumah kan. Agar kalian berdua nanti bisa cepat-cepat bermain sama-sama karena Kamila juga tidak punya banyak waktu lama dia harus cepat-cepat pulang dan sekolah "


"Baik, aku akan tidur sekarang"


Fira memejamkan kedua bola matanya besok pagi Fira harus bisa langsung pulang ke rumah. Fira juga tidak mau terlalu lama di rumah sakit bukan apa-apa biayanya pasti akan besar.


Fira tidak punya uang. Ya mungkin Fira juga harus memakai uang tabungannya tapi semoga saja itu cukup untuk menutupi semuanya.

__ADS_1


Rio juga dia menyimpan ponselnya dan langsung tertidur, Rio juga sudah sangat kelelahan sekali ingin istirahat sebenarnya ingin memanjangkan kakinya. Tapi ya mau bagaimana lagi ini sebuah kursi sulit harus seperti ini tidurnya.


__ADS_2