
Ayana yang baru saja berganti pakaian dikagetkan dengan sebuah pelukan "Selamat sore istriku, wangi sekali istriku ini "
Ayana membalikan badannya dan menatap suaminya yang baru pulang kerja. Suaminya ini pulang kerja sama tampan.
"Selamat sore suamiku, bagaimana pekerjaanmu hari ini apakah baik-baik saja " sambil melonggarkan dasi suaminya.
"Lumayan melelahkan tapi saat pulang aku bahagia melihat istriku ada dirumah, mau dinner sayang "
"Emm, boleh " sambil mengalungkan tangannya keleher suaminya.
"Baiklah, tapi kamu harus bersiap dulu. Aku juga sama akan bersiap. Ayo sekarang segeralah bersiap sayang "
"Baiklah, aku bersiap dan kamu juga "
"Mau mandi bersama "goda Adnan.
"Jangan, nanti malah lama. Aku tahu kamu bukan hanya mandi, tapi dengan yang lainnya "
Adnan melepaskan pelukannya dan mencium kening istrinya "Baiklah sayang, untuk hari ini saja tidak mandi bersama "
__ADS_1
Ayana hanya tersenyum dan segera bergegas untuk membersihkan dirinya dulu. Karena tadi Ayana hanya menganti pakainya saja agar tak terlihat kalau sudah pergi dari rumah. Untung saja belum ada penjaga dan yang lainnya kalau sampai ada sudah lah habis.
Sedangkan Adnan menelfon orang kepercayaannya "Siapkan tempat makan yang romantis, satu lagi jangan sampai ada orang lain disana. Sewa saja seluruhnya untuk hari ini "
"Baik tuan, akan saya laksanakan "
"Cepat jangan lama, 1 jam lagi kami akan datang kesana jangan telat "
"Baik tuan akan segera saya laksanakan "
Setelah menelfon Adnan akan menyimpan ponselnya tapi Mamahnya malah menelfon. Ada apa lagi ini Mamahnya pasti masalah Fira lagi.
"Dimana kamu, bukannya kamu sudah mulai masuk kerja lagi lalu kenapa kamu ga pulang. Cepat pulang kerumah Adnan apakah kamu sekarang lupa jalan pulang. Apa perlu Mama jemput "
"Kenapa Mama jadi perhatian pada Adnan dulu saja mau Adnan pulang atau tidak Mama tidak akan peduli jangan pura-pura peduli pada Adnan Ma"
"Kamu ini ya, Mama itu khawatir dengan kamu cepat pulang kerumah sekarang Mama tunggu jangan membuat Mama menunggu Adnan"
"Ya nanti aku akan pulang. Tapi entah kapan tidak tahu. Yang terpenting uang selalu lancarkan masuk kedalam rekening Mama "
__ADS_1
"Adnan kenapa kamu menjadi seperti ini. Pulang dan minta maaf pada Ayahnya Fira dia sangat marah sekali dengan apa yang kamu lakukan. Ayo pulang"
"Aku tidak pernah mau dengan pertunangan ini. Mama saja yang minta maaf. Mama kan yang mau bukan aku. Jangan paksa aku Ma, Mama tahu sendirikan aku tidak suka dipaksa seperti itu"
"Adnan ini demi keluarga kita, apa kamu mau keluarga kita terlihat jelek dihadapan orang-orang"
"Iya aku mengerti, apakah sudah tak ada yang perlu di bicarakan lagi "
"Pulang ya, Mama tunggu sekarang juga. Mama tak akan tidur akan menunggu kamu pulang "
Adnan yang melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi langsung mematikan sambungan Mamanya sepihak. Adnan tidak mau Ayana mendengar ini semua.
Ayana pasti akan menyuruhnya pulang, Ayana itu terlalu baik. Kalau sampai itu terjadi makan malamnya akan tak jadi.
"Siapa Adnan, apakah ada pekerjaan yang perlu kamu kerjakan "
"Bukan sayang, bukan siapa-siapa aku akan bersiap dulu ya "
Adnan menyimpan ponselnya dan masuk kedalam kamar mandi untuk menghindari pertanyaan dari sang istri. Yang pasti tak akan berhenti sebelum mendapatkan jawaban.
__ADS_1