
"Ayana"
Ayana membalikan badannya dan dia melihat ibunya yang sedang tersenyum padannya. Ibunya memegang pagar dengan sangat erat sekali. Ayana baru saja selesai menyiram tanaman dan sedang menunggu Adnan pulang dari kantor.
Ayana melangkah kakinya dengan ragu dan menghampiri ibu. Pintu gerbang juga belum dibuka. Mereka hanya diam berjaga seperti patung.
"Nak, kamu ini kenapa seperti ini pada ibu kamu sendiri. Kenapa kamu tidak memberitahu Ibu kalau kamu menikah dengan Adnan. Kenapa Ibu hanya lihat di televisi saja kenapa kamu melupakan ibumu sendiri, apa kamu membenci ibumu ini sampai-sampai kamu melakukan itu Ayana, tolong buka pintunya nak "
Ayana menyuruh Pak satpam untuk membuka gerbangnya, tadinya Pak satpam tidak membolehkannya tapi karena melihat wajah nyonya yang seperti akan marah akhirnya gerbang dibuka.
"Ya sudah kita mengobrol didalam saja, kenapa aku sampai tak memberi tahu ibu saat menikah "
"Baiklah aku senang seperti itu, dari tadi saja kamu membolehkan aku masuk "
Ibunya Ayana malah mendahului Ayana, dia benar-benar melakukan hal itu dia berjalan di depan Ayana dan melihat ke arah sekitar. Dia juga melihat mobil yang berjejer lalu orang-orang yang sedang bekerja, yang berjaga saat akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah Ayana langsung menariknya.
Padahal kan ingin tahu seperti apa isi didalam rumah ini, pasti akan sangat bagus sekali dan indah sekali dalamnya, luarnya sudah bagus apalagi dalamnya kan.
"Kita mengobrol di luar saja Ibu, aku belum berbicara pada Adnan kalau ada tamu. Nanti Adnan marah "
Tangan Ayana dihempaskan begitu saja, ibunya Ayana itu langsung duduk dan mengangkat kakinya. Dia benar-benar seperti ibunya yang biasanya. Ayana sudah tahu kebiasaan ibunya kalau mau ngobrol dengannya mengangkat kakinya seperti itu dan tidak membolehkan Ayana untuk duduk jadi Ayana berdiri .
"Aku mau jus Ayana ambilkan, lalu aku mau juga makanan yang enak apa itu makanan orang kaya itu stik lalu apalagi makanan-makanan yang enak itu loh Ayana Ibu mau itu, kamu pasti sudah tahu kamu saja sudah menjadi orang kaya masa sih ga tahu "
Ayana berdehem dan datang seorang pelayan, Ayana menyuruh pelayan itu untuk membawakan makanan juga minuman yang ibunya mau. Ayana langsung berhadapan dengan ibunya dengan masih kaki ibunya yang ada di atas meja.
"Jadi sebenarnya apa yang ingin Ibu bicarakan pada Ayana, turunkan kaki Ibu ini tidak sopan tidak enak dilihat oleh orang lain. Ini bukan dirumah ibu yang bebas Bu, tolong jangan seperti ini malu Bu "
"Kenapa biasanya juga seperti ini tak pernah ada yang melarangku, aku lebih suka seperti ini. Aku adalah nyonya disini mulai sekarang dan kamu tak usah banyak bicara Ayana "
__ADS_1
"Bu ini bukan di rumah mu, jadi ibu tidak bisa seperti itu. Ibu tak boleh seenaknya Bu. Ini rumahnya Adnan, rumah keluarnya " Ayana memberitahunya dengan perlahan agar ibunya ini tak tersinggung dan makin marah lagi.
"Ya sudahlah ini juga rumah kamu sama saja, ibu datang kemari itu ingin pindah rumah kemari kamu ini seharusnya saat sedang senang begini berbagi dengan ibu sendiri. Bukannya malah senang senang sendiri, kamu ini ya Ayana tak pernah menghargai jasa ku sebagai ibumu "
Ayana kira ibunya tidak akan mengatakan hal seperti ini, Ayana kira ibunya ini akan memeluknya lalu menanyakan kabarnya bagaimana, anak-anaknya mana cucu-cucunya apakah baik-baik saja ternyata Ibunya datang kemari hanya untuk tinggal di sini saja ingin tinggal di rumah ini.
"Ini bukanlah rumah Ayana ini rumahnya Adnan, jadi Ayana tidak bisa memutuskan siapa yang tinggal di sini. Ibu juga tak bisa tiba-tiba pindah rumah kesini hanya Adnan yang bisa menentukan semua itu "
"Kenapa, kamu istrinya kan kamu di sini tidak diberi ruang memangnya, seharusnya kamu bisa mengatur segalanya Ayana jangan jadi orang bodoh jadi perempuan itu kamu harus menguasai segalanya, makanya ibu datang ke sini itu untuk tinggal di sini agar kamu tidak bodoh seperti ini, kamu ini menghilang 5 tahun kembali lagi dan menjadi orang kaya. Bukannya datang ke rumah beri ibu uang beri ibu apapun itu, bukannya malah hanya senang-senang sendiri. Kamu ini sangat tak adil sekali tahu "lagi-lagi ibunya mengungkit-ungkit.
"Kalau ibunya baik mungkin aku akan datang ke rumah, aku nggak akan pergi waktu itu aku akan pulang ke rumah tapi kalau aku sampai pulang kerumah ini yang ada hanya akan dapat pukulan saja".
"Kamu ini selalu saja menjawab kalau ibu berbicara, kapan sih kamu akan menurun dengan ibu Ayana. Ibu akan pulang nanti membawa barang-barang Ibu kemari bersama ayah, ibu akan tinggal di sini beri kamar yang paling besar. Ibu tidak mau kamar yang kecil yang kotor dan ibu juga mau ruangan santai nanti siapkan itu semua. Kamar kamu tak boleh lebih besar dari punya ibu Ayana, bila kamar kamu yang paling besar maka kamu pergi dari kamar itu agar ibu saja yang menempati. Pokoknya Ibu akan kembali lagi ke sini setelah makan, ibu akan memberitahu ayah dulu "
Para pelayan mengantarkan makanan itu, kaki ibunya masih saja terangkat dengan kesal Ayana menurunkan kaki itu. Ibunya sudah melotot kan matanya tapi Ayana tidak peduli, sungguh itu tak sopan sekali.
"Nah ini makanan yang Ibu maksud, nanti setiap hari kalian harus membuat ini untuk aku, jangan sampai nanti ada yang kurang. Aku ingin setiap hari disuguhi makanan seperti ini, pasti aku akan gemuk nanti "
Ibunya juga minum dengan sangat rakus jusnya dicoba satu persatu, tidak ada yang disisakan untuk Ayana, semuanya dia minum dengan acak dan tak dihabiskan hanya di coba-coba saja.
"Apakah ibu tidak mau bertemu dengan cucu-cucu ibu, apakah ibu tak ingin mengenal mereka "
Ibunya menggelengkan kepalanya "Untuk apa bertemu anak mu nanti juga bertemu aku kan akan tinggal di sini, nanti juga bisa tidak usah sekarang aku sedang menikmati makanan jadi diamlah duduk manis dan temani aku saja, kamu tidak boleh memakan makanan ini hanya aku saja nanti kamu bisa buat sendiri di dalam rumah. Nanti kita saat aku sudah tinggal disini kamu tak boleh satu meja makan dengan aku Ayana"
"Dimana kakak dan adik" itu yang terus Ayana fikirkan, Ayana ingin tahu saja dimana mereka, karena ibunya dari tadi tak membahasnya.
"Sama sepertimu yang tiba-tiba pergi begitu saja, mereka itu memang anak-anak durhaka sama sepertimu Ayana, kalian bertiga itu tidak ada bedanya kalian itu memang ingin membuang ibu dan juga Ayah, kalian itu yak punya hati tahu "
Ayana menghela nafasnya Ayana akan tenang, di hadapannya ini adalah ibunya ternyata benar kata Adnan kalau ibunya ini belum berubah. Ibunya masih sama malahan makin parah saja. Ayana yakin ibunya akan bolak balik kesini dan membuat masalah.
__ADS_1
Ibunya bersendawa dengan sangat keras sekali. Ayana malu dengan pelayan-pelayan yang ada di sini, mereka juga langsung menundukkan kepalanya saat mendengar ibunya bersendawa seperti itu.
Ibunya langsung meminta uang pada Ayana "Aku harus pulang dan butuh uang aku minta uang 5 juta, itu tak banyak kan untuk kamu "
"Tak salah dengar aku Bu "
"Aku minta uang Ayana 5 juta itu kecil, uang yang sangat kecil kamu bisa meminta pada suamimu berpuluh-puluh uang, bahkan miliar miliar uang aku hanya minta 5 juta saja kamu malah berkata seperti itu. Kamu makin jadi anak durhaka saja tahu "
"Aku tidak memegang uang sebesar itu, aku tak bisa memberikannya "
Ibunya Ayana langsung menggebrak meja, dia juga melempar gelas kosong ke arah Ayana. Untung saja Ayana langsung menunduk dan tidak mengenai kepalanya itu.
Orang-orang yang memang disuruh Adnan untuk menjaga Ayana langsung datang dan memegang kedua tangan ibunya Ayana itu. Mereka benar-benar sigap sekali.
"Apa-apaan ini, apa-apaan lepaskan. Aku ini ibunya Ayana ya jangan macam-macam lepaskan. Kalian ini tidak sopan sekali seharusnya kalian hormat padaku aku juga pemilik rumah ini, aku juga berhak untuk memerintah kalian "
"Cepat Ayana berikan aku uang kamu ini pelit dasar pelit, kamu ini memang tak pernah membuat aku bahagia "
Tanpa banyak bicara Ayana langsung masuk ke dalam rumah, anak buah Adnan yang memang sudah tahu apa tugas mereka langsung membawa ibunya Ayana itu keluar dari sini. Ayana masih tidak habis pikir dengan sikap ibunya, bagaimana kalau anak-anaknya melihat tingkah ibunya Ayana ini.
Ayana duduk di ruang tengah dan mengusap dadanya dia masih kaget dengan tindakan ibunya tadi yang melemparnya dengan sebuah gelas. Ayana masih trauma dengan apa yang selalu ibunya lakukan, tapi sekarang Ibunya kembali akan melakukan kekerasan padanya.
Ayana juga mendengar teriakan ibunya yang tidak mau dikeluarkan dari rumah ini. Suaranya begitu melengking sekali.
"Ayana aku ingin minta uang kamu malah masuk. Aku mau uang jangan membuatku marah, keluar kamu dasar kamu ini ya anak tidak berguna. Bukannya datang ke rumah orang tua memberi uang ini malah harus aku yang selalu datang kemari Ayana keluar, kamu ya Ayana "
Ayana menutup kedua telinganya Ayana tidak mau mendengar suara ibunya. Ayana benar-benar teringat lagi bagaimana dulu ibunya yang selalu berteriak di telinganya, yang selalu memukulnya dengan gagang sapu, lalu juga melemparnya dengan sebuah piring.
Pokoknya ingatan-ingatan itu kembali lagi kepala Ayana sakit, Ayana benar-benar tidak bisa diperlakukan seperti itu traumanya ini kembali lagi. Ayana takut sekali.
__ADS_1
Air matanya tidak bisa dibendung lagi air matanya itu mengalir dengan tiba-tiba.
.