
Ayana masih diam di dalam mobil dia melihat rumah minimalis di depannya. Tadi Ayana juga Adnan sudah mengantarkan anak-anak untuk pergi ke sekolah baru mereka, dan mereka sangat bahagia sekali.
mereka langsung masuk kedalam sekolah itu dengan antusias. Tadi juga Ayana dan juga Adnan sebentar menemani mereka, Ayana juga melihat anak-anaknya itu melakukan perkenalan dengan teman-temannya.
Setelah Ayana yakin akan meninggalkan mereka, Ayana langsung pergi dan disinilah sekarang Ayana dan juga suaminya.
"Kalau kamu emang belum siap bertemu sama Mama aku nggak apa-apa, kita pulang lagi aja. Nanti juga bisa lagi kok ketemu sama Mama "
Ayana menggelengkan kepalanya dia turun terlebih dahulu dari dalam mobil. Ayana benar-benar ingin bertemu dengan mamanya Adnan berbicara. Mungkin menurut orang lain Ayana seperti orang bodoh menemui orang jahat yang telah membuat hidupnya hancur, tapi semuanya sudah berlalu semuanya sudah kejadian dan nenek juga sudah memberikan sebuah hukuman.
Adnan juga ikut turun, dia menggandeng tangan istrinya. Ayana menganggukan kepala untuk Adnan maju terlebih dahulu masuk ke dalam rumah itu. Sebenarnya Ayana deg-degan takut malah nanti mamanya Adam marah-marah seperti pertama kali mereka bertemu.
Pengalaman itu masih teringat jelas dalam kepala Ayana, sungguh pengalaman yang sangat kurang baik sekali.
Adnan memencet belnya cukup lama mereka menunggu. Mungkin beberapa menit tapi tiba-tiba saja pintu terbuka.
"Adnan, Ayana kalian ada di sini. Mama tak salah lihat kan ? "dengan ekspresi wajah yang kaget.
Mamah Linda yang akan bersujud di depan Ayana langsung ditahan oleh Ayana. Ayana tidak suka seperti ini.
"Kenapa Tante seperti itu, jangan lakukan hal itu "
"Ayana maafkan Mama, mama minta maaf Ayana. Mama tahu apa yang Mama lakukan itu salah. Ayo masuk-masuk kita bicara di dalamnya kita bicara di dalam rumah, Mama sudah lama ingin bertemu dengan kalian berdua "
Mereka masuk ke dalam rumah, Mama Linda juga masih menangis tidak menyangka kalau anaknya dan juga menantunya akan datang ke rumah ini, akan menemuinya. Tak pernah terfikir sebelumnya kalau mereka akan datang.
__ADS_1
"Ayana Mama minta maaf, mama mau minta maaf atas apa yang Mama lakukan padamu waktu itu. Mama benar-benar bodoh seharusnya Mama mengikuti apa kemauan Adnan, mama malah menghancurkan kamu. Mama rela jika kamu ingin memasukkan Mama ke kantor polisi, ingin menjebloskan Mama, Mama akan terima Mama tahu ini kesalahan yang begitu fatal. Mama memang benar-benar penghancur segalanya "
Ayana mencoba untuk membuat dirinya tenang. Sebenarnya ada rasa marah, kecewa di diri Ayana tapi Ayana sudah bertekad bulat kalau dia akan melupakan segalanya, kalau dia akan melupakan tentang apa yang pernah mamanya Adnan lakukan.
"Aku juga ingin minta maaf pada Mama, seharusnya waktu itu aku menikah dengan restu Mama bukannya aku tiba-tiba mau menikah tanpa restu mama, dan untuk yang kedua kalinya lagi aku menikah dengan Adnan tanpa restu Mama lagi, maafkan aku ma aku melakukan kesalahan yang sama lagi "
"Tidak usah kamu minta maaf, tidak usah meminta maaf, Mama yang salah di sini mama yang terlalu egois, mamah yang terlalu mengekang Adnan, seharusnya Mama mengikuti apa kemauan Adnan bukannya malah seperti itu. Mama minta maaf Ayana. Mama benar-benar menyesal dengan apa yang Mama lakukan"
Ayana jadi malah ikut menangis kan melihat mamanya Adnan menangis seperti ini, perempuan yang begitu keras membencinya bahkan pernah memakinya ini begitu lemah sekarang di hadapannya. Ayana bisa melihat bagaimana penyesalan yang dipendam oleh Mama Linda selama ini.
"Mama terima kalau kamu ingin melakukan apapun pada Mama Ayana. Mama sangat merasa bersalah atas apa yang Mama lakukan ini, mama sungguh menyesal Ayana beri mama hukuman agar Mama tenang "
Ayana menggelengkan kepalanya "Ayana tidak akan melakukan apa-apa pada Mama, Ayana datang kemari ingin menjalin silaturahmi kembali dengan mama. Apakah mama mau menerima Ayana menjadi menantu mama, Ayana tak mau ada perselisihan lagi diantar kita berdua Ma, aku ingin kita saling menyayangi "
"Tentu saja, Mama waktu itu ingin sekali datang ke pernikahan kalian langsung, tapi apa daya mamah tidak bisa menampakan diri Mama langsung mama hanya bisa datang diam-diam ke sana. Mama bersyukur Adnan kembali lagi denganmu. Pilihan Mama ternyata tidak benar, pilihan Mama ternyata salah Mama terlalu egois waktu itu. Mama terlalu seenaknya Ayana mengatur-ngatur segalanya tanpa memikirkan kedepannya akan seperti apa "
"Iya tapi ternyata pilihan Mama itu salah, Mama benar-benar salah"
Mama Linda menundukan kepalanya, mama Linda juga mengusap air matanya ini.
Ayana langsung memeluk Mama Linda dengan erat, Ayana sudah bertekad untuk berdamai dengan segalanya. Ayana akan mencoba untuk percaya pada mamanya Adnan.
Ayana yakin Mamanya Adnan tak mungkin berubah lagi seperti dulu. Dia tak mungkin masuk lagi kedalam masalah yang sama. Ayana yakin semuanya akan baik-baik saja.
Sedangkan Adnan yang dari tadi hanya diam saja terpukau dengan istrinya, masih adakah perempuan seperti ini bisa memaafkan kesalahan orang tuanya, memaafkan kesalahan yang begitu fatal.
__ADS_1
Bahkan Adnan saja yang anaknya sendiri sangat sulit untuk memaafkan mamanya, karena telah menghancurkan hidup Ayana hidupnya juga. Adnan bahkan sampai membenci Mamanya dan sampai sekarang kebencian itu masih ada, tertanam dalam didalam hatinya.
Adnan begitu beruntung mendapatkan Ayana. Tidak sia-sia selama ini Adnan mengejar Ayana kembali untuk bisa rujuk lagi dengannya. Memang dari awal Adnan tidak pernah salah hanya waktu saja yang salah, waktunya saja yang belum tepat untuk mereka bisa bersama dan sekarang adalah waktunya mereka bersama.
Mama Linda setelah melepaskan pelukannya dari Ayana menatap putra satu-satunya itu. Mama Linda begitu rindu dan merasa bersalah sekali dengan anaknya ini "Adnan apakah kamu akan memaafkan Mama, Mama tahu Mama sangat jahat, Mama bukanlah orang tua yang baik untuk kamu Mama benar-benar menyesal Mama begitu merindukan kamu Adnan, setiap malam mama selalu memikirkan kamu "
Tanpa banyak bicara lagi Adnan langsung memeluk mamanya dengan sangat erat sekali Adnan menyalurkan semua rasa rindunya juga. Kalau Adnan mungkin waktu itu tidak kasihan dengan Mamanya, Adnan tidak akan mengambil mamahnya dan akan membiarkan Mamanya di jalanan begitu saja.
Tapi Adnan masih punya hati, mau bagaimana pun mamanya yang telah melahirkannya, yang telah mengurusnya saat kecil.
"Adnan juga mau minta maaf sama mama, waktu itu saat nenek mengusir Mama, Adnan ga bisa lakuin apa-apa Adnan cuma bisa lihat mama diusir sama nenek kayak gitu, Adnan sangat kecewa dengan mama waktu itu, dan Adnan juga sangat benci dengan Mama saat itu"
"Ga itu ga masalah, malahan itu bagus untuk mama agar Mama ini sadar kalau apa yang Mama lakukan itu salah. Mama itu harus diberi pelajaran, Mama itu tidak bisa didiamkan seperti itu saja apa yang nenekmu lakukan itu sudah benar. Jangan pernah salah kan nenekmu atas Mama yang pergi dari rumah memang mama pantas mendapatkan semua ini, mama memang harus diperlakukan seperti itu "
Kembali mereka mempererat pelukannya. Mama Linda dari tadi terus saja menangis, menangis bahagia karena anaknya datang kembali padanya, lalu Ayana juga memaafkannya.
Selama ini Mama Linda dihantui oleh rasa bersalahnya yang begitu besar, bahkan Mama Linda memikirkan tentang Ayana yang dulu dia lakukan seperti itu lalu sampai mengandung tanpa Adnan di sampingnya.
Ayana melahirkan dua anak sekaligus pasti itu sangat berat untuk Ayana, mama Linda juga merasa bersalah dengan cucunya kalau saja waktu itu dia tidak seperti itu mungkin cucunya tidak akan kehilangan ayahnya selama 5 tahun lamanya.
Mungkin mereka akan bahagia, tapi yang terpenting mereka sekarang sudah bersama-sama lagi kan mereka sudah bisa berkumpul kembali. Mama Linda janji tidak akan pernah gegabah lagi dalam melakukan hal apapun. Mama Linda senang ditemui oleh anak-anaknya seperti ini.
Mama Linda sekarang sudah tenang, hatinya sudah tak resah lagi dan fikirannya juga sudah bebas sekarang. Adnan sudah memaafkannya, Ayana juga sama sudah memaafkannya.
Mama Linda akan selalu berdoa untuk keutuhan rumah tangga anaknya, agar mereka selalu bersama-sama dan selalu bahagia.
__ADS_1
Dan cucu-cucunya juga sehat dan bahagia juga. Mama Linda jadi tak sabar ingin bertemu dengan Melisa dan juga Melinda pasti mereka sangat mengemaskan sekali.