
Ayana yang baru saja masuk kedalam tokonya dikagetkan dengan seorang perempuan yang duduk dan tersenyum ke arahnya. Kenapa neneknya Adnan bisa ada di sini Ayana perlahan mendekatinya dan neneknya Adnan langsung bangkit dan memeluk Ayana dengan erat.
"Kenapa kamu tidak pernah bilang Ayana kenapa kamu tidak menelfon nenek tentang hal ini, kamu malah menyembunyikan semuanya "
Neneknya Adnan melepaskan pelukannya dan menatap Ayana mengusap pipi Ayana dengan sangat lembut sekali.
"Kamu kenapa nggak bilang sama nenek tentang kejadian ini Ayana, kenapa kamu malah merahasiakan semua ini, mungkin kedepannya ga akan kayak gini kalau kamu bicara nenek pasti akan bantu kamu, kenapa kamu diam aja saat Ibunya Adnan melakukan ini kamu seharusnya telepon nenek aja dan kamu juga nikah sama Adnan kenapa ga bilang sama nenek"
__ADS_1
"Ayana tidak mau masalah ini makin melebar ke mana-mana Nek makannya Ayana lebih baik diam dan pergi aja " sambil menundukan kepalanya, memang dari awal Fabian sudah menyarankannya dirinya untuk menelpon neneknya Adnan, tapi Ayana tidak mau masalah ini malah makin besar ke depannya. Ayana waktu itu sedang terpuruk dan satu-satunya yang dia pikirkan adalah lari dan menjauh.
Neneknya Adnan langsung menepuk tangan Ayana dengan pelan "Nenek begitu malu dengan tingkah mereka Ayana. Nenek minta maaf atas tingkah mereka berdua, nenek tidak menyangka kalau cucuk nenek juga akan seperti ini, nenek minta maaf yang sebesar-besarnya sama kamu "
Ayana langsung menggelengkan kepalanya "Ini bukan salah nenek, bahkan nenek tidak tahu tentang masalah ini. Jangan salahkan diri nenek seperti itu ya. Karena semua ini memang benar-benar bukan salah nenek "
"Tetap saja nenek salah, nenek adalah keluarga dari mereka tapi nenek tidak bertindak saat itu semua terjadi, kamu malah sendirian berjuang seharusnya nenek ada disamping kamu Ayana, nenek ada untuk menjadi penyemangat kamu dan membantu kasus kamu ini sampai tuntas "
__ADS_1
Ayana hanya bisa menahan tangisnya Ayana tidak mau menangis di hadapan neneknya Adnan. Bukan apa-apa neneknya Adnan pasti akan ikut menangis juga apalagi sekarang matanya sudah berkaca-kaca. Ayana sungguh tak tega.
"Yang seharusnya minta maaf itu bukan nenek, jangan seperti itu ya nek "
"Kita pergi Ayana, nenek akan membawa kamu kalau kamu memang mau bersembunyi dari Adnan, sampai kapanpun nenek akan bantu kamu. Nenek tak akan membiarkan kamu menderita lagi "
Ayana menggelengkan kepalanya "Ga bisa terus sembunyi nek, anak-anak butuh ayahnya, mau bagaimanapun Adnan adalah Ayahnya. Ayana ga bisa egois gitu aja Nek, Ayana pengen lari tapi di satu sisi ada anak-anak yang pasti butuhkan ayahnya Ayana ga bisa egois. Meskipun kedepannya Ayana akan terus ingat dengan kejadian itu nek "
__ADS_1
Neneknya Adnan mengenggam kedua tangan Ayana dengan sangat erat sekali "Kamu yakin, kamu fikirkan semau ieu, nenek tidak mau kamu malah sakit hati lagi oleh Adnan"
Ayana jadi binggung apalagi dengan tatapan yang begitu meyakinkan dari neneknya Adnan. Apa yang harus Ayana pilih pergi bersama neneknya Adnan atau tetap dengan keputusannya yang diawal pegangan tangan neneknya Adnan makin erat sekali.