Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 105


__ADS_3

Ayana masih menatap Adnan. Ayana yakin pasti ada masalah besar, pasti ada pekerjaan yang harus Adnan tinggalkan demi keinginannya yang tiba-tiba saja datang kemari. Adnan begitu serius tadi tapi Ayana mendengar satu nama yang terus saja disebut.


"Tak ada pekerjaan Ayana, kamu cukup percaya saja dengan aku, aku juga pasti akan bicara dengan kamu kalau ada pekerjaan yang mendesak tapi semuanya baik-baik saja"


"Tapi kamu tadi sangat serius sekali berbicara dengan orang yang ada didalam telfon. Aku takut kamu punya pekerjaan jika iya kita pulang saja. Nenek juga baik-baik saja kan, tak ada masalah dengan nenek, kamu tak usah menunda-nunda lagi pekerjaan kamu itu sangat penting"


Adnan langsung mengerutkan keningnya tidak bisa seperti itu, Adnan kan datang kemari untuk bisa dekat dengan Ayana, Adnan tak akan pulang. Adnan akan meluluhkan hati Ayana dulu baru mereka bisa pulang. Adnan tak mau pulang tanpa hasil seperti ini dia sudah sangat ingin bersama-sama lagi dengan Ayana.


"Aku benar benar tak ada pekerjaan Ayana, aku sudah berkata jujur dengan kamu. Lagian yang lebih penting untuk aku itu kamu dan anak-anak"


Ayana memukul dada Adnan cukup keras"Maaf bukan maksudnya menguping, tapi aku mendengar tadi kamu menyebut-nyebut nama Fira apa ada masalah dengannya ? "


Adnan menghela nafasnya tak mau berbohong juga pada Ayana "Iya tadi ayahnya minta tolong padaku, entah punya penyakit apa Fira itu, katanya hanya ingin bertemu denganku saja tapi aku tidak mau berurusan lagi dengan Fira. Kamu tahu sendiri kan bagaimana dia. Aku tidak mau terjebak untuk kedua kalinya sudah cukup apa yang pernah terjadi denganku, jangan sampai terulang lagi. Aku tidak mau masuk pada lubang yang sama lagi Ayana"


"Lebih baik kamu temui saja, siapa tahu memang penyakitnya itu sangat parah sekali sampai-sampai dia hanya ingin bertemu denganmu saja mau bagaimanapun kan kalian pernah berumah tangga selama 5 tahun. Jadi jangan tiba-tiba melepaskannya, kamu harus menjalin komunikasi baik juga kan, kalian sudah punya anak juga"


"Apa kamu tidak marah Ayana kalau aku menemui Fira ? Sudah aku bilangkan kalau Kamila itu bukan anak aku "


"Kenapa aku harus marah, ya silakan saja kalau kamu mau bertemu dengan Fira. Aku ini siapa kamu sampai-sampai aku harus marah saat kamu menemui Fira. Kita saja tidak punya hubungan apa-apa Adnan jangan ngaco deh "


Adnan menggaruk kepalanya, ya juga sih dirinya tak punya hubungan apa-apa dengan Ayana. Ya siapa tahu Adnan berbicara seperti itu Ayana akan menolaknya. Akan cemburu tapi hadapan itu hanya keinginan Adnan saja, dilihat dari wajah Ayana saja kalau Ayana ya tenang-tenang saja dan biasa-biasa saja.


"Iya sih, maksudku iya mungkin kamu nanti akan membutuhkanku kalau aku tiba-tiba pergi begitu nanti kamu marah, aku tak mau membuat ibu dari anak-anakku ini marah "


"Enggak kok, aku nggak akan marah. Buat apa juga aku marah seperti yang aku katakan tadi, aku tak akan mempermasalahkan apapun "


"Emm baiklah, akan aku pikirkan dulu apakah aku mau bertemu dengan dia atau tidak. Aku akan memikirkan semuanya Ayana aku tidak mau gegabah"


Ayana hanya menganggukan kepalanya saja. Adnan juga diam tapi tatapan matanya terus terarah pada Ayana. Rasannya Adnan ingin merasakan seperti dulu Ayana melarangnya untuk ini itu rasanya Adnan senang sekali, tapi sekarang memang sudah berbeda Ayana sudah tak sama dan Adnan juga tak bisa memaksa kan.


.........................................


Mobil yang dikendarai oleh sopir keluarga neneknya itu berhenti di sebuah dermaga Ayana sungguh kaget, bukannya mereka akan pergi ke kebun binatang tapi kenapa harus ada di tempat seperti ini mereka tidak akan naik kapal kan.


Anak-anak sudah diturunkan oleh Adnan meskipun seperti biasa Melisa selalu memberontak. Adnan ingin membantu Ayana untuk turun tapi Ayana langsung memukul dada Adnan"Aku bisa sendiri, tak usah kamu bantu Adnan "


Adnan hanya tersenyum kecil, lalu mereka berjalan dengan perlahan dan ada beberapa orang yang menyapa mereka. Ayana masih bingung dengan keadaan semua ini, dia tidak diberitahu apa-apa oleh Adnan.


Ayana hanya diberitahu kalau mereka akan pergi jalan-jalan ke kebun binatang bukan pergi ke dermaga seperti ini.


Benar saja kan mereka sekarang berhenti di hadapan sebuah kapal pesiar yang sangat besar sekali. Ayana lantas menatap Adnan "Ini maksudnya apa, kita kan mau ke kebun binatang kenapa tiba-tiba ke sini. Kamu jangan membuat aku pusing Adnan, kenapa tiba-tiba disini kita salah tempat kan "


Adnan menaikkan sebelah alisnya "Kenapa Ayana, kita akan jalan-jalan menggunakan kapal pesiar ini dan nanti kita akan ke kebun binatang seperti rencana awal. Tak ada yang berubah Ayana semuanya masih sama, kita juga tak salah tempat sudah benar ini tempatnya tak ada yang salah "


"Haruskah kita naik kapal, kita hanya ingin pergi ke kebun binatang dan melihat hewan-hewan tidak masuk akal sekali kamu ini. Adnan jangan membuat aku marah dengan kamu "


Nenek yang dari tadi diam saja menengahi mereka "Sudah Ayana kita jalan-jalan, kapan lagi sih kita akan menghabiskan waktu seperti ini. Kita akan tetap pergi ke kebun binatang tapi kebun binatang yang jauh. Sekalian kita melihat laut dan nanti juga siapa tahu kita bisa melihat lumba-lumba. Sama saja kan mereka juga hewan ayo sayang naik, nenek ingin membuat kamu dan juga kedua cicit nenek ini bahagia ayo sayang masuk "


Akhirnya Ayana pasrah dan tidak berdebat lagi dengan Adnan. Kalau tahu seperti ini mungkin Ayana akan menolaknya dengan mentah-mentah. Padahal mereka tadi sudah akan pergi ke kebun binatang kan, sesuai rencana bahkan Ayana tidak membawa pakaian ataupun persiapan apa-apa.

__ADS_1


Anak-anak sudah naik terlebih dahulu bersama nenek. Ayana masih diam tapi Adnan dengan lembut menarik tangan Ayana untuk naik "Tenang saja semuanya akan baik-baik saja, kita semua akan bersenang-senang tidak usah memikirkan tentang pakaian semuanya sudah aku siapkan ayo kita pergi sekarang. Jangan banyak fikiran Ayana "


Ayana dengan patuh mengikuti langkah Adnan. Bahkan dia tidak melepaskan pegangan tangan dari Adnan, mereka naik bersama-sama anak-anak sudah sangat senang sekali mereka tersenyum dengan lebar saat melihat itulah Ayana ikut senang juga, kalau anak-anaknya senang seperti ini Ayana juga ikut senang kan.


Sebuah kecupan di tangannya menyadarkan Ayana, Ayana langsung melepaskan pegangan tangannya itu, lalu mencubit dada Adnan dan juga memukulnya "Kamu ini tidak boleh lancang, enak saja main cium-cium saja. Aku curiga di luaran sana juga kamu seperti ini kan pada perempuan lain"


"Marah-marah terus, hanya cium tangan saja. Ayo kamu cemburu ya kalau aku lakuin itu sama perempuan lain" Adnan mencoba untuk menggoda Ayana.


"Kamu ini bukan anakku, jadi tak usah cium tanganku. Memangnya kamu mau pamitan ke mana. Mana mungkin aku cemburu, silakan saja kamu mau mencium seribu tangan wanita manapun aku tidak peduli. Itu hak mu itu urusanmu juga "


"Hanya cium saja Ayana, masa tidak boleh sih aku juga tak melakukan hal lebih satu lagi hanya kamu saja yang aku cium tangannya tak usah marah ya dan cemburu dengan aku "


"Tidak, kamu tidak boleh melakukan itu. Aku sudah bilangkan kalau aku tak cemburu kamu ini ngeyel banget sih kalau dibilangin "


Melinda yang melihat kedua orang tuanya terus bertengkar langsung tertawa "Kalian berdua itu sangat lucu seperti Tom and Jerry bertengkar terus, tapi kalau sedang akur kalian akan sangat lucu. Aku suka dengan tingkah Ayah dan Mama"


Ayana yang mendengar itu langsung menjauhi Adnan. Tidak mau anaknya berpikir yang tidak-tidak dan berharap yang lebih pada Ayana. Ayana takut tiba-tiba saja anaknya meminta dia untuk menikah dengan Adnan, Ayana tak akan mungkin bisa mengabulkan yang satu itu.


"Sudah ayo masuk, ayo anak-anak bersama nenek buyut saja sepertinya mama dan ayahmu sedang Pdkt, kalian tak boleh mendekati merek ayo bersama nenek saja "


"Apa itu nenek pdkt"tanya Melisa dengan polos.


"Nanti juga kalian akan tahu ayo masuk-masuk, kita harus melihat ikan-ikan yang berenang dan itu indah sekali"


"Benarkan nenek, kita bisa melihat ikan yang banyak" tanya Melisa dengan antusias.


"Iya kita akan melihat ikan yang banyak, bahkan ada macam-macam ikan. Ayo kita lihat ke bawah kita turun"


"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk membantuku. Jadi untuk apa aku berterima kasih sudahlah aku kesal berbicara denganmu, tak akan ada ujungnya juga kalau berbicara dengan kamu menyebalkan tahu "


Ayana mengayunkan kakinya untuk menendang Adnan, tapi tidak kena karena Adnan malah menjauh dan sekarang Adnan meledeknya dengan cara tertawa, makin kesal saja kan Ayana bisa-bisa dia pulang dari sini darah tinggi menghadapi tingkat Adnan yang seperti ini.


"Ayana kenapa kamu makin galak pada aku, padahal aku tak melakukan hal yang fatal sama kamu. Tapi kamu galak banget sih "


"Bodo amat, makannya jangan deketin aku sama jauh-jauh deh "


Ayana langsung melangkah pergi meninggalkan Adnan sendirian. Ayana lebih baik menyusul anak-anaknya dan juga nenek daripada harus berhadapan dengan laki-laki seperti Adnan.


Ayana tidak mau goyah lagi, Ayana tidak mau memberikan hatinya kembali pada Adnan untuk kedua kalinya. Ayana tidak mau disakiti lagi, sudah cukup apa yang pernah terjadi padanya dulu tidak boleh terulang lagi.


Apalagi sekarang sudah ada anak-anak Ayana tidak mau kalau anak-anak melihat kesedihannya, Ayana ingin selalu anak-anak tersenyum dan bahagia.


Adnan mendekati Ayana yang sedang melihat ikan-ikan dari sebuah kaca, mereka sekarang ada di paling bawah kapal. Adnan makin tergila-gila saja dengan Ayana kenapa Ayana makin hari makin cantik sekali. Adnan makin ingin terus bersama Ayana saja kan.


Adnan juga melihat anak-anaknya yang sedang berlari-lari bermain di sana melihat ika, lalu menyebutkan semua ikan yang lewat di hadapan mereka. Adnan mendekati Ayana dan berdiri di sampingnya.


"Mana Nenek, kenapa dia tidak ada bukannya tadi nenek yang mengajak anak-anak kemari ya "


"Nenek katanya ingin istirahat, kasian nenek butuh banyak istirahat "

__ADS_1


"Baiklah apakah kamu tidak ingin melihat pemandangan yang di luar akan lebih indah Ayana, ayo kita coba disana "


"Ini sudah cukup indah aku suka dengan ikan-ikan yang seperti ini, aku bisa melihat mereka dengan leluasa. Aku tak mau kemana-mana juga. Kalau kamu ingin disana ya silahkan kamu pergi saja kesana Adnan"


"Hemm baiklah tadinya aku ingin mengajakmu, menikmati angin di sana bersama anak-anak. Juga pemandangan yang lainnya, kalau kamu tak mau aku juga tak akan kesana mana mungkin aku sendirian kesana, aku tak akan senang kalau sendiri Ayana "


"Tidak aku ingin di sini saja Adnan, apakah kamu sudah memikirkan semuanya"


"Memikirkan tentang yang mana Ayana, banyak yang aku fikirkan bahkan tentang masa depan kita juga sudah aku fikirkan jadi mana lagi yang perlu aku fikirkan cantik "


Ayana tak mau menggubris dulu tentang apa yang Adnan bicara itu, Ayana ingin serius dulu untuk sekarang"Memikirkan untuk bertemu dengan Fira, entah kenapa aku kepikiran terus sepertinya dia memang sakit parah dan ingin bertemu denganmu. Sepertinya kamu temui saja dulu dia aku tidak mau nanti ayahnya malah akan dendam, dan anak-anak yang menjadi sasarannya, yang aku tahu sih selalu seperti itu ya nanti ke depannya"


"Aku hanya sedang menghindari hal-hal semacam itu. Aku tidak mau anak-anak menjadi korban karena hanya masalah sepele itu saja. Lebih baik kamu temui saja dulu kamu juga harus bersilaturahmi kan dengan keluarganya. Jangan tiba-tiba pergi begitu saja ya meskipun kalian sudah tidak punya hubungan lagi"


"Tapi aku tidak mau menyakiti hati seseorang"


"Hati siapa yang akan kamu sakiti, kurasa tak akan ada yang tersakiti "sambil menatap Adnan yang juga menatapnya, tapi dengan cepat Ayana mengalihkan pandangannya kembali menatap ikan-ikan yang ada di hadapannya itu.


"Tentu saja hatimu, aku tidak mau membuatmu kecewa aku tidak mau membuatku cemburu Ayana. Aku tahu kamu itu orangnya pencemburu berat sekali makannya aku tak mau melakukan hal itu padamu "


Ayana tertawa kecil "Untuk apa aku cemburu denganmu, temui saja Fira aku tidak ada hak untuk cemburu, kamu ini suka aneh-aneh saja menganggap kalau aku akan marah atau cemburu untuk apa aku melakukan itu toh aku pun tak punya perasaan apa-apa denganmu. Semua tentang kita sudah aku lupakan bahkan aku tak mau kembali mengulang apa yang pernah terjadi"


"Sudah cukup semua itu akan aku jadikan pembelajaran dalam hidupku, dan aku akan lebih waspada lagi dalam segala hal. Bahkan dalam memilih calon suamiku nanti aku harus benar-benar dulu melihat bagaimana keluarga dari calon suamiku, apakah dia akan setuju denganku dan menerima aku apalagi sekarang aku sudah punya anak"


"Sesakit itukah, apa yang aku lakukan Ayana aku minta maaf atas apa yang aku lakukan. Jangan pernah menikah lagi dengan laki-laki manapun selain aku Ayana, aku tak mau melihat kamu menikah dengan laki-laki lain tolong bertahan dengan aku Ayana "


"Aku sudah bilang kan jangan pernah bahas lagi masa lalu, apalagi di depan anak-anak aku tidak mau anak-anak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Hubungan kita sudah berakhir sejak 5 tahun yang lalu sejak kamu mengusirku dari rumah, semuanya sudah berakhir aku tidak mau harus kembali mengulang hal itu, harus aku katakan berapa kali Adnan "


"Jika aku bisa membuktikan padamu, kalau aku tak akan pernah menyakitimu lagi takkan egois apa kamu akan kembali denganku Ayana ?"


"Entahlah aku tidak percaya kalau aku bisa membuka hatiku kembali, aku takut untuk memulai semuanya"


"Aku akan membuktikan semuanya, aku akan berjuang untukmu sampai akhir, sampai kamu lelah Ayana aku kejar "


"Aku ingin kamu temui dulu Fira siapa tahu dia memang sangat membutuhkanmu, kalau misalnya dia sampai tiada kamu yang akan disahkan "


"Tapi bolehkah aku membawa anak-anak"


Ayana langsung menatap Adnan dengan tatapan yang begitu tajam "Untuk apa, apa kamu ingin membawa kabur anak-anakku"


"Tidak seperti itu jangan salah paham dulu. Aku sama sekali tidak mau menculik anak-anak, aku ini Ayahnya mana mungkin aku melakukan itu. Ya salah satu aku bawa mungkin Melisa agar aku bisa lebih dekat lagi dengannya, agar Melisa juga menjadi saksi mata kalau aku dengan Fira tidak melakukan apa-apa. Aku di sini ingin membuatmu percaya padaku Ayana"


Sebenarnya Adnan takut kalau dirinya pulang malah Ayana akan kabur lagi, maka Adnan harus membawa salah satu anaknya. Agar anak disana juga bisa tenang , kalau salah satu dibawa Ayana tak mungkin kabur. Bagus kan idenya ini.


Tatapan Ayana langsung berubah, apakah Ayana harus memberi kesempatan "Akan aku pikirkan dulu semuanya, aku juga tidak yakin Melisa akan mau ikut dengan kamu"


"Akan aku tunggu keputusanmu, jika Melisa ingin ikut denganku dan dia setuju aku akan menemui Fira bersamanya, tapi kalau aku harus menemui Fira sendiri aku tidak mau, aku tidak mau ada salah paham lagi di antara kita berdua Ayana. Aku tidak mau ada cekcok lagi di antara kita berdua, intinya aku ingin memperbaiki semuanya dengan kamu "


Ayana hanya menghela nafasnya dan melipat tangannya. Ayana tidak menjawab apa-apa dan Ayana juga tidak mau membuka pembicaraan lain, dia hanya diam saja dan menikmati apa yang ada di depannya ini.

__ADS_1


Kalau berbicara dengan Adnan tak akan ada habisnya, pasti akan terus berlanjut dan ujung-ujungnya apa akan membahas tentang pernikahan lagi dan pernikahan lagi.


Ayana tak akan mau sampai kapan itu, Ayana jamin Ayana tak akan pernah goyah lagi dan menikah untuk kedua kalinya dengan Adnan. Ayana takut masa lalunya terulang lagi, Ayana tak mau menyusahkan Fabian lagi, apalagi nanti Fabian akan punya istri.


__ADS_2