Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 75


__ADS_3

Kamila sudah di bawa Rio. Mereka berdua sekarang sedang berdiri di depan rumah Rio. Rio juga bingung apakah istrinya akan menerimanya tapi mau bagaimana lagi Rio tidak mungkin meninggalkan anaknya bersama Adnan, Adnan sudah memberikan Kamila kan ini adalah kesempatan untuk Rio bisa mengurus anaknya lagi.


Rio juga tak mungkin membiarkan anaknya terus diurus oleh Adnan, sedangkan dia masih mampu untuk mengurus Kamila. Mau ditaruh di mana mukanya ini kalau itu sampai terjadi, itu akan sangat memalukan sekali untuknya makanya saat Ayahnya Fira menelpon tentang Kamila yang akan diberikan padanya Rio dengan semangat langsung pergi menyusulnya.


Tadi saat akan membawa Kamila begitu sulit sekali, bahkan banyak drama yang dia lakukan Kamila, tidak mau bersamanya, lalu tidak mau turun dari pangkuannya Adnan sampai-sampai Adnan harus terus membujuknya dan akhirnya dia mau, tapi Rio juga harus menjelaskan semuanya nanti pada Kamila yang sesungguhnya.


"Paman ini rumah siapa, aku tidak mau masuk. Kenapa rumahnya tidak sebesar rumah Ayah "


"Ini rumah paman, sekarang kamu tinggal di sini ya bersama paman. Memangnya Kamila ingin tinggal dirumah sebesar apa"


"Tapi aku takut, aku ingin pulang pada ayah saja. Tolong antarkan aku, aku akan lebih nyaman bersama Ayah dan tinggal dirumah Ayah juga "


Rio berjongkok dan menatap Kamila dengan sayang "Ga bisa, Kamila harus tinggal sama paman, mulai sekarang Kamila panggil paman Ayah ya. Ingat Ayah jangan sampai lupa sayang "


Kamila mengelengkan kepalanya "Ga mau Kamila pengen pulang aja, ayo anterin Kamila Paman. Kamila lebih suka dengan Ayah saja "


Rio langsung memangku Kamila, saat Rio membuka pintu istrinya sedang duduk santai "Sayang aku pulang, lihat aku bawa siapa "

__ADS_1


"Siapa yang suruh kamu bawa anak itu, aku ga pernah ya terima anak itu di sini. Aku udah bicara kan sama kamu kalau aku ga mau. Udah aku bilang kalau kamu memang mau mengurus anak itu maka kamu urus aja di rumah lain, jangan bawa dia ke sini kamu membuat aku sakit hati. Luka ku akan makin dalam Rio "


Kamila yang mendengar teriakan itu sampai menangis "Lihatlah anak itu saja cengeng. Aku tidak mau dia ada di sini kembalikan saja dia pada ibunya. Sudah aku bilang kan aku tidak akan pernah mau menerima dia kamu ini kenapa sih Rio, kamu ini tak pernah menghargai aku "


"Tolong jangan berteriak dia masih anak kecil, dia tidak tahu apa-apa aku yang akan mengurusnya kamu tidak usah tahu apa-apa. Kamu hanya perlu tutup mata saja "


"Tetap saja aku tidak mau satu rumah dengan anak selingkuhanmu itu, aku tidak mau Rio "


Rio membawa Kamila ke arah kamar paling ujung. Rio mendudukkan Kamila dan mengusap air matanya "Jangan menangis ya. Kamu tunggu dulu di sini Paman akan bicara dulu dengan istri paman. Dia hanya sedang kesal makannya dia berteriak seperti itu"


"Tidak bisa Kamila jangan kemana-mana ya. Paman akan bicara dulu dengan istri paman, nanti Paman akan kembali lagi Kamila jangan menangis lagi ya"


Kamila tidak menggubrisnya dia malah makin terus saja menangis. Rio dengan perlahan pergi meninggalkan Kamila, bahkan Rio juga mengunci pintunya takut-takut nanti Kamila kabur. Rio akan bicara dulu dengan istrinya, ya meskipun pada akhirnya pasti akan ada pertengkaran bukan penyelesaian.


Rio menarik tangan istrinya masuk ke dalam kamar. Rio tidak mau kalau Kamila sampai mendengar teriakan-teriakan itu lagi "Kenapa kamu bawa aku kedalam kamar, tidak mau sampai anak itu mendengarnya memang kenyataannya kan dia itu anak selingkuhan kamu. Mana ada istri yang mau menerima anak dari selingkuhan suaminya. Kamu pernah berpikir tidak sih bagaimana perasaan aku, bahkan untuk melihat wajahnya saja aku sangat muak dan aku sangat benci. Kamu coba ada di posisi aku Rio "


"Tapi Kamila tidak tahu apa-apa, yang salah itu aku dan Fira tolong jangan seperti ini, aku benar-benar sangat ingin anak itu bersamaku. Kita juga belum punya anak kan anggap saja itu pancingan untuk kamu nanti bisa hamil, jadi kamu tidak usah benci pada anak itu pada Kamila anggap saja dia itu bukan siapa-siapa. Anggap saja dia itu anak yang baru saja aku temukan "

__ADS_1


"Anggap bukan siapa-siapa. Tapi tetap saja kan itu hasil dari perselingkuhanmu dan juga perempuan itu. Aku tidak mau aku tidak akan pernah mau menerimanya. Bawa dia pergi atau aku yang pergi dari rumah ini"


Rio mengacak-acak rambutnya, sebuah pilihan yang sulit. Rio tidak bisa membawa Kamila ke tempat lain, lalu Rio juga tidak bisa istrinya pergi begitu saja dari rumah, Rio begitu mencintai istrinya Rio tak mau ditinggalkan oleh istrinya itu.


"Tolong mengertilah posisi aku di sini. Aku janji tidak akan menampakan Kamila di hadapanmu. Aku janji dia tidak akan mengganggumu di rumah ini"


"Kamu lebih memilih anak itu, baik aku bisa pergi dari sini"


Istri Rio pergi ke arah lemari dan mengambil pakaiannya serta mengambil kopernya juga, tapi Rio segera memberhentikannya" Tolong jangan tinggalkan aku tolong terima dia. Dia tidak tahu apa-apa Kamila benar-benar tidak tahu apa-apa. Bahkan dia tidak tahu kalau aku ini Ayahnya tolonglah jangan seperti ini, jangan seperti anak kecil "


"Maka pilih antara aku atau anak itu, aku tak akan merubah permintaanku"


"Aku tidak bisa memilih, aku tidak mau kamu pergi dan aku juga tidak mau kehilangan Kamila untuk kedua kalinya "


"Tapi aku tidak mau menerimanya. Aku hanya memberimu dua pilihan memilihku atau memilih anak itu, itu saja tidak ada pilihan yang lain, kalau kamu memang memilih anak itu maka biarkan aku pergi. Aku tidak akan pernah nyaman kalau harus tinggal bersamanya yang ada aku akan terus sakit hati dengan semua yang pernah kamu lakukan penghianatan yang kamu lakukan sampai-sampai membuahkan anak seperti itu Rio "


Rio langsung bersujud di kaki istrinya. Istrinya juga sudah menangis. Dia tidak bisa menerima Kamila rasanya saat melihat wajah Kamila rasa sakitnya bertambah lagi, muncul lagi. Meskipun dia sudah memaafkan suaminya tapi tetap saja rasa itu tetap ada, rasa kecewa, marah apalagi ditambah sekarang anaknya Fira ada di sini itu makin makin menambah rasa sakitnya.

__ADS_1


__ADS_2