Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 142


__ADS_3

Tira keluar dari kamarnya dia menatap sekitar rumahnya sepi sekali, apakah Papinya tidak ada di sini tapi ya sudahlah itu lebih baik daripada nanti Fira harus menjelaskan beribu-ribu alasan pada ayahnya itu, kenapa dia tiba-tiba bisa seperti ini kenapa dia bisa tiba-tiba sudah biasa-biasa saja.


Fira memakan makanan yang ada di meja makan, dia tidak mau ribut dengan pelayan-pelayan yang ada di sini sekarang adalah waktunya memakan buah-buahan. Fira sekarang ingin tenang dan menikmati buah yang ada ditangannya.


Tadi makanan yang di kamar Fira buang, karena sudah tak hangat sudah dingin tak akan enak dimakan. Fira tak mau memakannya.


"Fira kamu_"


Fira yang mendengar suara Papinya mencoba untuk biasa-biasa saja dan tak terjadi apa-apa. Fira segera bangkit dan menata Papinya yang kaget melihat keadaan Fira yang seperti ini.


"Siapa yang buka pasungan kamu masuk ke kamar jangan buat onar Fira, papih sedang lelah jangan membuat ulah lagi "


Fira mendekati Papinya lalu memeluknya dengan erat "Fira nggak apa-apa papih, Fira yang minta mau buka pasungan ini. Aku ga bisa kalau terus diperlakukan seperti itu, kakiku akan sangat lecet sekali Papih "


Pelukan itu langsung terlepas karena papihnya mendorong bahu Fira "Maksud kamu apa nggak apa-apa gimana. Papi udah ngeluarin banyak uang buat kamu berobat, jangan main-main sama papih Fira"


"Fira baik-baik aja, Fira udah ga apa-apa "


"Jangan buat Papi bingung dengan semua jawaban kamu itu, jelasin yang sebenarnya apa yang terjadi Fira"


Fira menatap lekat wajah Papinya, apakah kalau Fira mengatakan semuanya Papinya tidak akan marah besar, tapi Fira tidak kuat kalau harus pura-pura menjadi orang stress seperti kemarin. Semuanya tidak terurus bahkan wajahnya saja sudah mulai tumbuh jerawat. Pokoknya Fira tak mau kalau tubuhnya, wajahnya semuanya menjadi jelek.

__ADS_1


"Fira sudah sembuh, Fira sudah baik-baik saja Papih seperti apa yang Papih lihat. Aku sudah bisa seperti semula lagi, bahkan aku sudah tak mengamuk lagi"


"Secepat inikah kamu bisa langsung sembuh, papih benar-benar bingung dengan semua yang terjadi ini Fira, kamu waktu itu apakah berbohong ? "


Fira menundukkan kepalanya "Sebenarnya aku melakukan ini untuk menarik kembali Adnan agar dia bisa kembali lagi padaku, tapi kenyataannya apa dia tidak bisa kembali lagi padaku. Dia malah pergi pada Ayana lagi, dia malah mementingkan Ayana lagi, kenapa dia tak mementingkan aku papih padahal_"


Plak


Pipi Fira langsung ditampar oleh Papihnya, Fira kaget kata-katanya belum selesai tapi dia sudah mendapatkan kekerasan dari Papinya. Fira mendongakkan kepalanya dan menatap Papinya dengan kecewa.


Kenapa malah ini yang Fira dapat, padahal Fira ingin mendapatkan dukungan dari papihnya. Agar Fira lebih semangat lagi untuk mengambil Adnan.


Fira yang memang tidak mengetahui kalau Adnan sudah menarik sahamnya di perusahaan papihnya kaget tentunya, dia tidak pernah tahu. Waktu itu Fira memang meminta pada Adnan untuk menanam saham di perusahaan papihnya, tapi kenapa tiba-tiba dicabut seperti itu.


"Gara-gara kamu papih harus kehilangan segalanya apa kamu nggak kasihan, Papi udah bela-belain untuk kesembuhan kamu berobat sana-sini, tanya sana sini cari orang yang bisa sembuhkan kamu. Bahkan papih sampai merendahkan diri Papi sendiri untuk meminta Adnan datang kemari. Menyewa mata-mata membalas sesuatu yang seharusnya papih tidak lakukan pada Adnan dan juga Ayana. Kamu ini kenapa sih sebenarnya memangnya kamu tidak bisa mencari laki-laki lain"


Fira melihat kemarahan yang begitu besar dari sorot mata papihnya. Begitu menakutkan sekali, tapi tenang Fira harus tenang. Fira harus menjelaskan semuanya pada Papihnya, dan membujuk papihnya untuk membantu dirinya.


Fira langsung menggelengkan kepalanya "Aku tidak akan pernah bisa mendapatkan laki-laki seperti Adnan. Aku hanya ingin bersamanya saja makanya aku melakukan hal ini, aku ingin memperbaiki Rumah tanggaku, aku akan berubah tidak akan menjadi Fira yang dulu lagi. Aku ingin semuanya baik-baik saja rumah tangga kami kembali utuh seperti dulu"


Tubuh Fira diguncang oleh papihnya "Kamu ini sadar, sadar lebih baik kamu pergi dari rumah ini sekarang daripada kamu terus membuat onar dan membuat Papih rugi dan rugi. Papi benar-benar kecewa dengan kamu Fira, Papi tak habis pikir dengan apa yang sudah kamu lakukan pada Papi, selama ini Papi menjaga semua harta Papi untuk masa tua Papi tapi hanya untuk menyelamatkanmu saja papi rela menghabiskannya, tapi kamu malah mempermainkan Papih dengan berpura-pura seperti itu, apakah menurut kamu semuanya akan sebanding Fira "

__ADS_1


"Tidak aku tidak mau pergi kemana-mana. Aku harus pergi ke mana, aku tidak punya tujuan aku tidak mau. Biarkan aku disini saja Papih "tentu saja Fira tidak mau pergi, enak saja dia mau tinggal di mana, pekerjaan saja tidak punya. Fira belum mendapatkan apa-apa dari Adnan bahkan hasil perceraiannya saja dia tidak mendapatkan apa-apa kan. Hanya membawa pakaian saja.


"Papi benar-benar kecewa dengan kamu Fira, Papi selama ini bingung mikirin gimana keadaan kamu, papi sampai pasung kamu tapi kamu malah buat drama yang begitu besar dan membuat seolah-olah semuanya memang kenyataan memang semuanya itu terjadi "


"Aku juga melakukan ini demi hidupku, agar aku nanti hidup bahagia papi juga bahagia, perusahaan papi akan tetap aman kok, harusnya Papi bantu aku untuk melenyapkan Ayana. Itu adalah rencana baruku papih, aku butuh teman untuk menghabisinya agar semuanya lancar papih, aku yakin kalau kita bekerja sama kita akan memang papih "


"Gila kamu, makin gila saja sekarang apa gila beneran ? Jangan membawa-bawa aku pada sesuatu yang tak baik Fira, kamu benar-benar sudah gila"


"Apa sih Pi, aku berkata jujur kalau papi ingin saham itu kembali lagi maka Papi bantu aku untuk melenyapkan Ayana dan anak-anaknya juga, bertambah sekarang tugasku ini kita harus bisa melakukan itu papih "


Papinya Fira menggeleng-gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan pikiran anaknya ini, menghabisi orang seperti menghabisi kecoa saja. Tak akan dirinya tergoda dan terbawa-bawa gila seperti Fira. Dirinya masih waras dan masih punya rasa takut.


"Kamu benar-benar gila Fira. Seharusnya aku memasuk kamu ke rumah sakit jiwa saja, memangnya membunuh orang itu mudah hah. Aku tidak mau terlibat dalam masalah apapun lagi denganmu, lebih baik kamu pergi sekarang dan jangan berharap kamu kembali lagi pada Adnan, lepaskan dia biarkan dia mencari kebagiannya sendiri, kalau terus bersama kamu dia tak akan pernah bahagia tahu "


"Aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap di sini, ini adalah rumahku juga jadi papi tidak berhak untuk mengusirku, aku berhak ada di rumah ini. Ya sudah kalau Papi tidak mau membantuku aku tidak peduli yang terpenting aku akan melenyapkan mereka, aku tak akan membiarkan mereka hidup begitu saja. Mereka pantas untuk mati "


Fira langsung melangkah pergi, masuk ke dalam kamarnya, dia tidak akan pernah pergi mau bagaimanapun Papinya mengusirnya Fira akan tetap diam di rumah ini.


Fira harus menemui Kamila anak itu pasti akan bisa Fira peralat untuk mendekati Adnan dan membantu misinya ini. Kamila kan begitu dekat dengan Adnan, Kamila akan lebih mudah untuk disuruh-suruh juga"


Fira tidak akan diam saja, dan Adnan tidak akan pernah bahagia bersama Ayana sampai kapanpun yang ada Adnan akan kehilangan dua putrinya dan juga perempuan yang sangat Adnan pertahankan, Adnan hanya akan menjadi miliknya saja tidak boleh menjadi milik orang lain.

__ADS_1


__ADS_2