Aku Bawa Mereka

Aku Bawa Mereka
Bab 46


__ADS_3

Mama Linda langsung menahan tangan Fira yang akan pergi lagi. Tapi Fira langsung menepisnya baru saja Adnan pergi seperti biasa lagi Fira juga akan pergi dan jalan-jalan bersama teman-temannya itu.


"Apa sih Ma, kenapa mau protes lagi. Jangan halangi aku atau Mama akan tahu rasanya nanti "


"Kamu ini makin hari makin ngelunjak ya sama Mama, aku ini Mama mertua kamu, seharusnya kamu itu tunduk sama Mama ga kayak gini. Aku menikahkan kamu sama Adnan tuh biar aku tenang. Ini malah ga tenang . Anak ga diurus suami ga diurus juga, anak Mama itu perlu diurus sama istrinya bukan sama pelayan. Kalau begitu kamu tak usah menikah dengan anak Mama saja" marah Mama Linda yang sudah tak kuat dengan tingkah Fira yang menyebalkan sekali, ingin rasannya dirinya ini meracuni Fira.


Fira mengibaskan tangannya dengan kesal "Alah sama aja, mau diurus sama aku mau sama pelayan juga sama aja ga ada bedanya. Yang terpenting aku masih istrinya Adnan kan"


"Oh ya kamu yakin kalau kamu akan terus jadi istrinya Adnan, biar Mama bongkar semuanya rahasia kamu. Mama juga masih aneh dengan kelahiran Kamila, kalian ini waktu itu baru saja menikah beberapa bulan kan baru 7 bulan, tapi anakmu sudah lahir aneh tidak, aku yakin Kamila itu bukan anaknya Adnan. Mama akan bongkar semuanya tentang kamu yang sudah menjebak Ayana, semuanya akan hancur kamu akan diusir dari sini" ancam Mama Linda.


Mungkin selama ini Mama Linda dibutakan dengan kelahiran cucunya Kamila, tapi kalau dipikir-pikir Mama Linda juga menghitung pernikahan Adnan juga Fira tidak mungkin kan Adnan melakukannya dengan Fira terlebih dahulu. Mama Linda tahu bagaimana Adnan itu.


Dan waktu melahirkan juga kata dokter Kamila tidak prematur, dia lahir 9 bulan kenapa dari awal Mama Linda tidak mengingat itu, maksudnya tidak mempermasalahkan itu. Bahkan wajah Kamila saja tidak mirip dengan Adnan dengan Fira juga tidak jadi siapakah Kamila.


Anak siapa dia, selama ini Mama Linda sudah ditipu oleh Fira. Karena Mama Linda yang tidak mau kalau Ayana menjadi menantunya sampai dia tidak mengungkit-ngungkit akan hal kelahiran Kamila. Sungguh bodoh sekali kan.


Fira yang tak mau itu terbongkar mendorong Mama Linda sampai kepala Mama Linda terbentur dengan tembok "Aduh, kamu ini gila ya. Dasar menantu kurang ajar "

__ADS_1


"Kalau sudah tahu aku ini menantu kurang ajar kenapa kamu mau menjadikan aku menantumu. Makanya sebelum memilih orang itu pilih-pilih dulu. Lihat saja jika sampai semua ini terbongkar aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu, aku ini bisa melakukan apa saja tutup mulutmu itu nenek tua. Maka semuanya akan baik-baik saja biar aku beritahu juga kalau Kamila itu bukan anak dari anakmu Adnan"


"Sudah aku duga, kamu sudah menipu anakku"


Fira makin menekan tubuh Mama Linda, sampai-sampai Mama Linda tak bisa bergerak "Ingat jika semua itu kamu beritahu pada Adnan maka kamu juga akan hancur. Aku tidak sendiri melancarkan rencanaku untuk menyingkirkan Ayana. Yang awalnya membuat rencana itu kamu. Maka kamu adalah dalang yang sebenarnya, bukan aku yang akan diusir tapi kamu nenek tua "sambil melepaskan cengkeramannya dan Fira pergi begitu saja. Kalau terus bertengkar tidak akan ada ujungnya.


Mama Linda membenarkan pakainya "Lihat saja, aku akan tetap memberi tahu Adnan. Aku tidak terima diperlakukan seperti ini olehmu Fira. Aku menyesal telah memasukan kamu kedalam rumahku ini "


Mama Linda berjalan kearah kamar cucunya. Memang Kamila yang sedang bermain dengan bonekanya. Mama Linda duduk berhadapan dengan cucunya itu. "Kamila "


Mama Linda mengurungkan niatnya untuk memberitahu semuanya, kalau Kamila bukan anak Adnan. Kamila masih kecil belum saatnya Kamila tahu. Sudahlah nanti Mama Linda akan memberitahu Adnan dulu. Biar Adnan yang memutuskan segalanya. Mama Linda sudah terlanjur sayang pada Kamila.


...----------------...


"Aku hanya ingin bicara sebentar dengan mu Fabian"


"Ya sudah bicara saja aku tidak punya waktu banyak untuk berbicara denganmu"

__ADS_1


"Dimana Ayana "


Fabian yang mendengar pertanyaan Adnan langsung tersenyum sinis "Masih ingat dengan Ayana, mau menghancurkan hidupnya lagi. Mau menghancurkannya seperti apa lagi, kurang cukup dengan apa yang kamu lakukan dan juga orang-orang mu itu"


"Apa sebenarnya yang terjadi pada Ayana " tanya Adnan lagi, tak menghiraukan jawaban dari Fabian.


"Kamu malah bertanya padaku, kamu itu suaminya dulu kamu adalah suaminya. Seharusnya jika Ayana ingin menjelaskan sesuatu itu didengarkan dulu, jangan langsung mengambil sebuah keputusan. Pada akhirnya seperti ini kan kebingungan. Aku tidak akan pernah memberitahu apa yang terjadi kamu cari saja sendiri apa yang terjadi. Aku juga tidak akan pernah memberitahu di mana Ayana. Tidak akan semudah itu kamu menemukannya"


"Aku tahu aku salah Fabian, jadi tolong beritahu aku di mana Ayana. Aku ingin tahu semuanya ceritanya seperti apa. Aku waktu itu terlalu kecewa dengan Ayana, kalau kamu juga ada di posisiku kamu juga akan mengambil keputusan sepertiku. Mana ada laki-laki yang siap melihat istrinya sudah tidur dengan laki-laki lain, lalu apa yang akan kamu lakukan kamu juga akan mengusir istrimu kan ? "


"Tentu saja tidak, aku tidak akan berpikir yang pendek sepertimu. Aku akan bertanya dulu pada istriku dengan baik dengan kepala dingin, bicara empat mata tidak ada orang ketiga diantara kita saat berbicara. Aku akan bertanya padanya pelan-pelan dan meminta kejujuran darinya, aku tidak akan gegabah sepertimu. Jadi jangan samakan aku dengan kamu karena sampai kapanpun kita tidak akan pernah sama. Memang dari awal seharusnya aku itu tidak pernah membawa Ayana ke perusahaanmu, jangan pernah memberikan pekerjaan di sana seharusnya, agar kalian tidak boleh bertemu, tolong untuk sekarang jangan pernah ganggu hidup lagi Ayana. Dia sudah tenang dia sudah bahagia dia juga sudah punya suami"


Adnan diam saat mendengar Fabian mengatakan kalau Ayana sudah punya suami. Adnan masih tidak menyangka kalau Ayana punya suami "Tidak mungkin, Ayana tidak mungkin punya suami"


"Kenapa, dia berhak bahagia bersama siapapun itu. Dan kamu tidak berhak mengaturnya atau mempertanyakannya. Ayana itu cantik dia pintar dia bisa mendapatkan laki-laki manapun. Jadi tidak usah mencari Ayana lagi, dia punya kehidupan yang layak mempunyai suami yang lebih mengerti dirinya dan lebih bisa mendukungnya. Tidak sepertimu yang hanya bisa mengambil keputusan sepihak dan mengikuti kata-kata orang-orang terdekatmu, tanpa mau mendengarkan penjelasan dari mantan istrimu itu. Atau menyelidiki dahulu apa yang terjadi sebenarnya"


Adnan tidak menjawab. Dia langsung pergi saja. Rasanya tiba-tiba saja lemas saat mendengar Ayana sudah menikah.

__ADS_1


__ADS_2